PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong bergerak melemah pada perdagangan Selasa (23/06), dengan Hang Seng Index turun 0,3% ke level 23.766. Pelemahan ini memperpanjang koreksi dari sesi sebelumnya, ketika pelaku pasar masih berhati-hati terhadap prospek suku bunga global yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama.
Sentimen pasar sebenarnya sempat mendapat dukungan dari meredanya ketegangan geopolitik. Tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran membantu menahan harga minyak di dekat level rendah terbaru. Kondisi tersebut turut menjaga minat terhadap aset berisiko di sejumlah pasar Asia.
Namun, dukungan dari meredanya harga minyak belum cukup kuat untuk mengangkat pasar Hong Kong. Investor masih mencermati sikap Federal Reserve yang memberi sinyal bahwa biaya pinjaman dapat tetap tinggi dalam waktu lebih lama, seiring tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Kekhawatiran ini membuat pelaku pasar cenderung menahan diri.
Selain faktor global, investor juga memantau perkembangan pasar penawaran umum perdana saham atau IPO di Hong Kong. Rencana pelepasan saham yang sebelumnya terkunci juga menjadi perhatian, karena dapat menambah tekanan jual dan meningkatkan volatilitas pasar dalam beberapa pekan mendatang.
Di antara saham yang melemah, Tencent turun 1,7%, Knowledge Atlas anjlok 5,0%, dan Xiaomi melemah 2,7%. Sementara itu, beberapa saham masih mampu menguat, seperti SMIC yang naik 3,2%, Dongyue Group menguat 3,2%, dan Lenovo naik tipis 0,3%. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak selektif, dengan investor memilih saham yang dinilai lebih mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker