Monday, April 13, 2026

Hang Seng Turun 0,9%, Tencent Menjadi Penekan Utama

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng turun 0,9% ke 25.660,85 di Hong Kong, menjadi penurunan terbesar sejak koreksi 1,9% pada 26 Maret, setelah pada sesi sebelumnya sempat naik 0,5%. Pergerakan ini menandai hilangnya momentum jangka pendek di tengah dominasi saham-saham besar yang berbalik melemah.

Kontributor terbesar penurunan indeks adalah Tencent Holdings, yang turun 2,9%. Pelemahan terdalam datang dari JD Health International, yang jatuh 9,4%, mempertegas tekanan pada saham-saham growth dan sektor terkait konsumsi/teknologi yang sensitif terhadap perubahan sentimen.

Secara breadth, 64 dari 90 saham anggota turun, sementara 22 naik, dan 3 dari 4 sektor melemah dengan tekanan dipimpin kelompok commerce & industry. Meski terkoreksi hari ini, indeks masih mencatat kenaikan 1,5% dalam 5 hari terakhir dan naik 0,8% dalam 30 hari.

Dari sisi posisi dan valuasi, Hang Seng berada 8,5% di bawah puncak 52-minggu (29 Januari 2026) namun masih 23% di atas level terendah 16 April 2025, dengan kenaikan 23% dalam setahun terakhir. Indeks diperdagangkan pada PER 13,4x (trailing) dan 11,5x (forward), dengan dividend yield 2,9% dan kapitalisasi gabungan anggota sekitar HK$30,6 triliun. Volatilitas 30-hari turun tipis ke 25,60%, menunjukkan tekanan harga masih terjadi tetapi tanpa eskalasi gejolak yang berarti dibanding sesi sebelumnya.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 12, 2026

Hang Seng Menguat, Namun Risiko Geopolitik Masih Menahan

 


PT Rifan - Saham Hong Kong menguat pada Jumat (10/04), dengan Hang Seng Index naik 269 poin atau 1,1% ke 26.032, membalikkan pelemahan singkat pada sesi sebelumnya. Penguatan didorong membaiknya selera risiko setelah muncul laporan bahwa Israel memberi sinyal terbuka untuk negosiasi dengan Lebanon, memicu kembali sentimen de-eskalasi di Timur Tengah.

Kenaikan bersifat luas di berbagai sektor, dengan saham teknologi dan finansial memimpin penguatan saat investor kembali melakukan rotasi ke aset berisiko. Namun, pasar tetap mencermati bahwa reli ini terjadi dalam kondisi sentimen yang masih rapuh.

Kekhawatiran terkait Selat Hormuz dan tensi kawasan yang lebih luas tetap menjadi faktor penggerak utama, terutama lewat pengaruhnya terhadap harga minyak dan risk appetite global. Pelaku pasar menilai eskalasi baru dapat cepat membalikkan penguatan ekuitas dan memperketat kondisi keuangan di Asia.

Di level saham, sejumlah emiten mencatat pergerakan menonjol, termasuk Tencent (+0,3%), H World (+0,2%), Shenzhen Xunlei Technology (+9,8%), SMIC (+3,9%), dan Xiaomi (+1,2%). (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, April 9, 2026

Pasar Hong Kong Waspada terhadap Risiko Geopolitik dan Data China

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melemah sekitar 0,6% menjadi 25.749 pada hari Kamis, membalikkan penurunan setelah reli pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi karena pasar Asia cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Sentimen terbebani oleh situasi yang rapuh di Timur Tengah, yang memicu volatilitas harga minyak. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja aset berisiko, termasuk ekuitas.

Pasar juga memantau dengan cermat perkembangan di Selat Hormuz, setelah Iran dilaporkan mengambil langkah-langkah untuk membatasi pengiriman dan mengenakan bea masuk pada jalur minyak global ini. Gangguan di jalur ini dianggap berpotensi menekan stabilitas pasokan energi dan meningkatkan premi risiko di pasar keuangan.

Dalam agenda, pelaku pasar menunggu rilis CPI dan PPI China untuk bulan Maret pada hari Jumat. Inflasi diperkirakan melambat menjadi 1,2% dari 1,3%, sementara PPI diproyeksikan pulih menjadi 0,4% setelah kontraksi 0,9%. Data ini dianggap penting bagi saham Hong Kong karena mencerminkan permintaan dan kekuatan penetapan harga di daratan Tiongkok, yang dapat memengaruhi prospek pendapatan bagi emiten yang terkait dengan Tiongkok. Beberapa saham memimpin penurunan awal, termasuk Sinotruk (-3,6%), Green Tea (-2,8%), Xiaomi (-2,6%), dan Kuaishou Technology (-2,9%).


5 poin penting:

- Hang Seng turun sekitar 0,6% menjadi 25.749, membalikkan reli sesi sebelumnya.

- Pasar Asia cenderung defensif di tengah ketidakpastian dan ketegangan di Timur Tengah.

- Volatilitas minyak menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus, yang membebani sentimen ekuitas.

- Risiko tambahan berasal dari perkembangan di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu jalur pasokan minyak global.

- Fokus selanjutnya adalah rilis data CPI dan PPI China bulan Maret, yang akan berdampak pada prospek emiten terkait China di Hong Kong. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, April 8, 2026

Pasar Hong Kong Waspada terhadap Risiko Geopolitik dan Data China

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah sekitar 0,6% menjadi 25.749 pada hari Kamis, membalikkan penurunan setelah reli pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi karena pasar Asia cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Sentimen terbebani oleh situasi yang rapuh di Timur Tengah, yang memicu volatilitas harga minyak. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja aset berisiko, termasuk ekuitas.

Pasar juga memantau dengan cermat perkembangan di Selat Hormuz, setelah Iran dilaporkan mengambil langkah-langkah untuk membatasi pengiriman dan mengenakan bea masuk pada jalur minyak global ini. Gangguan di jalur ini dianggap berpotensi menekan stabilitas pasokan energi dan meningkatkan premi risiko di pasar keuangan.

Dalam agenda, pelaku pasar menunggu rilis CPI dan PPI China untuk bulan Maret pada hari Jumat. Inflasi diperkirakan melambat menjadi 1,2% dari 1,3%, sementara PPI diproyeksikan pulih menjadi 0,4% setelah kontraksi 0,9%. Data ini dianggap penting bagi saham Hong Kong karena mencerminkan permintaan dan kekuatan penetapan harga di daratan Tiongkok, yang dapat memengaruhi prospek pendapatan bagi emiten yang terkait dengan Tiongkok. Beberapa saham memimpin penurunan awal, termasuk Sinotruk (-3,6%), Green Tea (-2,8%), Xiaomi (-2,6%), dan Kuaishou Technology (-2,9%).


5 poin penting:

- Hang Seng turun sekitar 0,6% menjadi 25.749, membalikkan reli sesi sebelumnya.

- Pasar Asia cenderung defensif di tengah ketidakpastian dan ketegangan di Timur Tengah.

- Volatilitas minyak menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus, yang membebani sentimen ekuitas.

- Risiko tambahan berasal dari perkembangan di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu jalur pasokan minyak global.

- Fokus selanjutnya adalah rilis data CPI dan PPI China bulan Maret, yang akan berdampak pada prospek emiten terkait China di Hong Kong. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 7, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


Rifan Financindo -  Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, April 6, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


PT Rifan - Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker



Sunday, April 5, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker