Tuesday, February 10, 2026

Rally Tipis Hang Seng, Investor Masih Waspada

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melanjutkan penguatannya pada Selasa (10/2), naik 156 poin (0,6%) dan ditutup di 27.183. Ini jadi kenaikan dua hari beruntun, dengan mayoritas sektor ikut mengangkat pasar—tanda risk appetite mulai balik, walau belum sepenuhnya lepas dari mode “hati-hati”.

Dorongan sentimen datang dari Wall Street, setelah Dow Jones kembali mencetak rekor pada Senin. Pasar juga mulai pasang posisi jelang rangkaian data ekonomi AS yang dinilai krusial, termasuk laporan payroll yang sempat tertunda. Di sisi lain, bursa China ikut positif karena muncul optimisme bahwa permintaan perjalanan Tahun Baru Imlek bakal ramai—biasanya jadi indikator kuat untuk konsumsi domestik.

Nuansa geopolitik ikut jadi bumbu. Media Politico menyebut Trump berencana bertemu Xi Jinping di Beijing pada April, yang bikin pasar menilai tensi bisa lebih “terukur” untuk sementara. Tapi penguatan Hang Seng sempat terpangkas tipis karena investor kembali menahan diri jelang rilis CPI dan PPI China pada Rabu, plus memasuki libur panjang sembilan hari yang dimulai 15 Februari.

Di level saham, Innovent Biologics melesat 5% setelah manajemen yakin bisa mengejar target pendapatan 2027 sebesar CNY 20 miliar. JF SmartInvest melonjak 9,3% berkat proyeksi pendapatan yang kuat, sementara Axera Semiconductor tampil meyakinkan pada debut perdananya di Hong Kong. Namun tidak semua ikut pesta: Zhaojin Mining ambruk 6,3% usai laporan kecelakaan tambang emas yang memakan korban jiwa. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Cadangan Devisa China Melejit, Bursa HK Ikut Terangkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada hari Senin (9/2), naik 467 poin atau 1,8% dan ditutup di 27.027. Setelah sempat terseret turun tajam di sesi sebelumnya, pasar langsung “ganti mood” karena penguatan terjadi merata di hampir semua sektor.

Angin segarnya datang dari Wall Street. Dow Jones menembus 50.000 untuk pertama kalinya setelah saham chip rebound, dan pasar kembali ramai berspekulasi soal peluang pelonggaran kebijakan The Fed ke depan. Sentimen itu kebawa ke Asia dan bikin minat risiko naik lagi.

Dari China, bursa ikut membaik setelah sejumlah pialang mendorong investor tetap pegang posisi menjelang libur Tahun Baru Imlek. Narasinya simpel: koreksi terakhir dinilai sudah mulai kehabisan tenaga, jadi banyak yang mulai balik masuk.

Data juga jadi penopang. Cadangan devisa China tercatat USD 3,399 triliun pada Januari—level tertinggi sejak 2015 dan sudah naik tujuh bulan beruntun. Di sisi lain, saham-saham terkait emas ikut kenceng karena PBoC masih lanjut beli emas, sudah 15 bulan berturut-turut.

Untuk pergerakan saham, nama-nama “gold-linked” jadi sorotan: Laopu Gold melesat 5,6%, disusul Zijin Gold International dan Chow Tai Fook yang sama-sama naik sekitar 2,9%. Sentimen emas kembali dapet panggung di tengah pasar global yang masih sensitif dengan isu suku bunga dan risiko geopolitik.

Di luar itu, beberapa saham juga terbang karena katalis korporasi. Innovent Biologics naik 7,4% setelah kerja sama dengan Eli Lilly, Minth Group menguat 7,0% usai mengusulkan joint venture robotika AI di AS, sementara Meitu naik 5,1% karena prospek pendapatan yang dinilai solid. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Hang Seng Tersungkur, Sektor Keuangan Babak Belur

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 1,2% dan ditutup di 26.559,95 pada perdagangan Hong Kong hari Jumat (6/2). Penurunan ini membawa indeks Hang Seng ke level penutupan terendah sejak 20 Januari, setelah sehari sebelumnya masih sempat menguat tipis 0,1%—tanda pasar mulai kehilangan tenaga dan masuk fase koreksi.

Tekanan jual terlihat menyebar sejak awal sesi, dengan investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko. Meski tidak ada satu faktor tunggal yang dominan, pola pergerakan hari ini menunjukkan pasar sedang melakukan “reset” setelah reli, terutama di saham-saham besar yang selama ini jadi penopang indeks.

Saham AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks sekaligus mencatat pergerakan paling tajam, turun 5,5%. Pelemahan AIA memberi dampak signifikan karena bobotnya besar di indeks, sehingga penurunan satu saham ini saja sudah cukup “menarik” Hang Seng ke bawah.

Secara breadth, pasar jelas condong negatif: 52 dari 88 saham di indeks berakhir turun, sementara 33 saham berhasil menguat. Komposisi seperti ini biasanya menggambarkan tekanan jual yang lebih “merata”, bukan sekadar koreksi di satu-dua saham saja.

Semua sektor tercatat melemah, dengan penurunan dipimpin oleh saham-saham keuangan. Ketika sektor finansial melemah serentak, pasar biasanya sedang menilai ulang prospek pertumbuhan, risiko suku bunga, atau valuasi—dan ini sering membuat pergerakan indeks jadi lebih berat karena sektor ini punya pengaruh besar terhadap arah Hang Seng. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Hijau Beruntun di Hong Kong: Hang Seng Lanjut Reli Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng kembali menguat pada hari Kamis (5/2) dan mencatat kenaikan hari ketiga beruntun pada perdagangan di Hong Kong. Indeks naik tipis 0,1% atau +37,92 poin ke level 26.885,24, menandakan sentimen pasar masih cukup terjaga meski penguatannya tidak agresif.

Aksi beli hari ini terlihat lebih selektif. Mayoritas saham bergerak naik, tetapi laju indeks tetap “pelan” karena sebagian investor memilih menunggu katalis berikutnya—baik dari arah suku bunga global, headline geopolitik, maupun arus dana ke sektor-sektor tertentu di Asia.

Dari sisi kontributor, Xiaomi Corp. menjadi pendorong terbesar bagi indeks setelah sahamnya naik sekitar 2,8%. Penguatan Xiaomi memberi dorongan tambahan pada kelompok teknologi/consumer yang masih menjadi favorit ketika sentimen risk-on muncul, meski volatilitas global belum sepenuhnya reda.

Sementara itu, Haidilao International mencatat kenaikan paling besar di antara saham-saham utama hari ini, menguat sekitar 4,0%. Lonjakan Haidilao mengindikasikan minat terhadap saham consumer masih ada, terutama pada emiten yang dianggap punya ruang pemulihan kinerja di tengah dinamika permintaan regional.

Secara luas, breadth pasar juga cenderung positif: 61 dari 88 saham menguat, sementara 25 saham melemah. Artinya, penguatan tidak hanya ditopang satu-dua emiten, tetapi cukup menyebar—meski tetap ada saham yang tertinggal akibat profit taking atau sentimen sektoral.

Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor ditutup menguat, dipimpin kelompok trade & industry yang menjadi tulang punggung kenaikan hari ini. Dengan Hang Seng yang masih dekat area puncak 52 minggu terakhir, pasar kini akan menguji apakah reli tipis ini bisa berlanjut menjadi dorongan yang lebih kuat, atau justru masuk fase konsolidasi sambil menunggu katalis besar berikutnya. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Hang Seng Nyaris Datar, AIA Jadi Motor Penguat

 


PT Rifan Financindo - Hang Seng Index bergerak tipis naik dan ditutup di 26.847,32 di Hong Kong. Sentimen pasar cenderung stabil, dengan penguatan saham-saham tertentu berhasil menahan tekanan dari sebagian emiten lain.

Kontributor terbesar untuk kenaikan indeks datang dari AIA Group Ltd. yang naik 1,4%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah Xinyi Glass Holdings Ltd. yang melesat 5,9%, memberi dorongan tambahan pada pergerakan indeks.

Secara breadth, pasar terlihat lebih dominan hijau: 64 dari 88 saham naik, 23 turun, dan mayoritas sektor menguat—dipimpin sektor keuangan. Dalam 12 bulan terakhir, Hang Seng sudah naik sekitar 29%, meski masih 4,3% di bawah level tertinggi 52 minggu yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Namun dalam jangka pendek, indeks masih bergejolak: turun 3,5% dalam 5 hari, tapi naik 1,9% dalam 30 hari. Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan di sekitar PER 13,6x (trailing) dan 13,1x (forward), dengan dividend yield 2,9% dan total kapitalisasi anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun. Volatilitas 30 hari berada di kisaran 18,32%, relatif stabil dibanding sesi sebelumnya.(Asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 3, 2026

Hang Seng Naik Tipis 0,2%, Sektor Keuangan Jadi Mesin Utama

 


Rifan Financindo - Hang Seng Index naik 0,2% ke 26.834,77 di Hong Kong, mencoba stabil setelah sesi sebelumnya turun 2,2%. Penguatan hari ini dipimpin sektor keuangan, dengan 3 dari 4 sektor mencatat kenaikan; dari 88 saham, 61 naik dan 27 turun.

Kontributor terbesar penguatan indeks datang dari HSBC Holdings yang naik 3,1%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah CSPC Pharmaceutical Group yang melesat 8,1%.

Dari sisi performa jangka menengah, Hang Seng sudah naik sekitar 33% dalam 52 minggu terakhir—masih di bawah kenaikan MSCI AC Asia Pacific Index yang naik 37% pada periode yang sama. Indeks saat ini berada 4,4% di bawah puncak 52-minggu (29 Jan 2026) dan 39,3% di atas titik terendahnya (9 Apr 2025).

Untuk pergerakan terbaru, Hang Seng turun 1,1% dalam 5 hari terakhir, namun masih naik 1,9% dalam 30 hari terakhir. Valuasi indeks tercatat P/E 13,6 (trailing) dan sekitar 13x estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun.

Volatilitas 30 hari sedikit turun ke 18,34% dari 18,43% sesi sebelumnya (rata-rata sebulan terakhir 16,62%). Ini memberi sinyal pasar mulai lebih tenang, tapi masih lebih bergejolak dibanding rata-rata bulanan.(Asd)  Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Monday, February 2, 2026

Sell-Off Makin Lebar: Hang Seng Drop Terbesar Sejak 21 Nov

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng kembali melemah untuk hari kedua beruntun. Bursa Hong Kong ditutup anjlok 2,2% atau 611,54 poin ke level 26.775,57 pada hari Senin (2/2)—menjadi penurunan harian terbesar sejak indeks sempat turun 2,4% pada 21 November. Artinya, tekanan jual kali ini bukan sekadar koreksi tipis, tapi sudah masuk fase “risk-off” yang lebih terasa.

Yang membuat penurunan makin berat, pelemahan terjadi merata di hampir semua sektor. Saham sektor perdagangan dan industri memimpin penurunan, dan secara keseluruhan pasar terlihat “merah total”: dari 88 saham, 75 saham turun, sementara hanya 11 saham yang menguat. Ini biasanya menandakan aksi jualnya bukan hanya di beberapa emiten, melainkan aksi lepas posisi yang lebih luas.

Salah satu penekan terbesar datang dari saham big cap teknologi. Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor pelemahan terbesar setelah turun 3,5%, ikut menyeret sentimen terhadap saham-saham growth yang sensitif terhadap perubahan mood investor.

Di sisi lain, BYD Co. mencatat penurunan paling dalam hari ini, terkoreksi 6,9%. Kejatuhan BYD memberi sinyal bahwa tekanan jual juga menghantam saham-saham yang biasanya jadi favorit saat pasar optimistis—jadi ketika sentimen memburuk, saham-saham “leader” juga bisa jadi target profit taking paling cepat.

Intinya: Hang Seng lagi menghadapi tekanan yang broad-based—bukan satu sektor doang. Saat mayoritas saham kompak turun dan saham-saham besar seperti Alibaba serta BYD ikut jadi pemberat, pasar biasanya masih butuh katalis baru untuk balik stabil. Kalau belum ada pemicu positif, pola “turun hari ini—lanjut besok” masih mungkin terjadi. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker