Tuesday, May 5, 2026

Hang Seng Turun 0,8%, Pelemahan HSBC Menekan Sektor Finansial

 


PT Rifan - Hang Seng Index turun 0,8% ke 25.898,61 di Hong Kong pada Selasa (05/05), berbalik arah setelah naik 1,2% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi saat mayoritas saham melemah, mencerminkan sentimen yang kurang solid meski indeks sempat menguat pada perdagangan terakhir.

Tekanan terbesar datang dari HSBC Holdings, yang turun 5,2% dan menjadi kontributor penurunan terbesar di indeks. Secara keseluruhan, 57 dari 90 saham turun, sementara 30 naik, dengan tiga dari empat sektor ditutup melemah dan sektor finansial memimpin penurunan.

Dari sisi kinerja yang lebih luas, Hang Seng masih mencatat kenaikan 15% dalam 52 minggu terakhir, namun posisinya kini 7,7% di bawah puncak 52-minggu pada 29 Januari 2026 dan 15,4% di atas level terendah 6 Mei 2025. Dalam jangka pendek, indeks relatif stabil dalam lima hari terakhir dan naik 3,1% dalam 30 hari terakhir.

Secara valuasi, Hang Seng diperdagangkan pada rasio price-to-earnings 13,6 (trailing) dan 11,7 kali estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 12 bulan sekitar 2,9% dan kapitalisasi pasar gabungan anggota indeks sebesar HK$30,7 triliun. Volatilitas 30 hari turun ke 23,09% dari 23,82% pada sesi sebelumnya, yang memberi sinyal tekanan fluktuasi mulai mereda meski arah indeks masih sensitif terhadap pergerakan saham-saham keuangan berkapitalisasi besar. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker



Monday, May 4, 2026

Hang Seng Naik 1,2%, Alibaba dan Xiaomi Memimpin!

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hang Seng Index menguat 1,2% ke 26.095,88 pada perdagangan Hong Kong Senin (05/04), berbalik arah setelah turun 1,3% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini ditopang penguatan luas di hampir seluruh komponen, dengan 71 dari 90 saham berakhir di zona hijau.

Alibaba Group Holding menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks setelah naik 4,5%, sementara Xiaomi mencatat kenaikan harian terbesar dengan lonjakan 6,8%. Seluruh sektor menguat, dipimpin saham commerce dan industri, menandakan risk appetite membaik di level indeks.

Secara tren, Hang Seng telah naik 0,5% dalam lima hari terakhir dan menguat 3,9% dalam 30 hari, dengan kinerja 52 minggu tercatat naik 16%. Meski demikian, posisi indeks masih sekitar 7% di bawah puncak 52 minggu yang tercapai pada 29 Januari 2026, dan 16,2% di atas level terendahnya pada 6 Mei 2025.

Dari sisi valuasi, indeks diperdagangkan pada rasio price-to-earnings 13,4 kali (trailing) dan 11,5 kali estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield sekitar 3% (12 bulan berjalan). Volatilitas 30 hari naik tipis ke 23,82% dari 23,59% pada sesi sebelumnya, sementara total kapitalisasi pasar konstituen berada di sekitar HK$30,4 triliun. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, May 3, 2026

Perdagangan Akhir April, Hang Seng Ditutup Melemah 1,3%

 


PT Rifan Financindo - Hang Seng Index melemah 1,3% ke 25.776,53 di Hong Kong pada penutupan pedagangan kemarin (30/04), menjadi penurunan harian terbesar sejak jatuh 1,9% pada 26 Maret, setelah sesi sebelumnya naik 1,7%. Tekanan datang luas: 70 dari 90 saham turun dan seluruh sektor berada di zona merah, dipimpin saham commerce & industry.

Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor terbesar penurunan indeks setelah turun 3,5%, sementara BYD Co. mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 5,4%. Komposisi penurunan yang terkonsentrasi pada nama-nama besar menegaskan bahwa pelemahan hari ini bukan sekadar koreksi tipis, melainkan dorongan negatif dari konstituen berkapitalisasi besar.

Meski terkoreksi, kinerja periode yang lebih panjang masih konstruktif: Hang Seng naik 4% sepanjang bulan ini dan meningkat 4% dalam 30 hari terakhir, tetapi turun 0,8% sepanjang pekan ini, berpotensi menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 27 Maret. Secara tahunan, indeks naik 17% dalam 52 minggu, namun masih 8,1% di bawah puncak 52-minggu pada 29 Januari 2026 dan 18% di atas titik terendah 30 April 2025.

Dari sisi penilaian, Hang Seng diperdagangkan pada P/E 13,6 (trailing) dan 11,7 kali estimasi laba satu tahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% dan kapitalisasi pasar agregat sekitar HK$30,8 triliun. Volatilitas 30 hari naik ke 23,59% dari 23,26% sesi sebelumnya, menjaga fokus pasar pada apakah tekanan pada saham-saham pemimpin penurunan akan berlanjut dan mendorong pelemahan lebih dalam di pekan berjalan. 

*Perlu diketahui, Market Hong Kong pada hari ini Jumat (01/05) tutup dikarenakan hari ini adalaah adalah hari libur nasional di Hong Kong, sehingga semua aktivitas keuangan besar seperti saham di Hong Kong Stock Exchange otomatis tidak beroperasi. Jadi tidak ada perdagangan (no trading) untuk saham maupun indeks. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, April 29, 2026

Hang Seng Menguat 1,7%, Sentimen Pulih Setelah Koreksi

 


Rifan Financindo - Hang Seng Index naik 1,7% ke 26.111,84 di Hong Kong, membukukan kenaikan harian terbesar sejak 16 April setelah sehari sebelumnya turun 0,9%. Penguatan ini ditopang kenaikan luas di pasar, dengan 77 dari 90 saham ditutup menguat dan seluruh sektor berada di zona hijau.

Alibaba Group Holding menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan indeks setelah sahamnya naik 3,2%. China Overseas Land & Investment mencatat lonjakan terbesar di antara konstituen, menguat 8,9%. Sektor commerce and industry memimpin kenaikan, menandakan rotasi minat yang lebih pro-siklus pada sesi ini.

Secara bulanan, Hang Seng sudah naik 5,3% dan naik 4,6% dalam 30 hari terakhir, sementara pergerakan lima hari terakhir relatif datar. Dalam horizon 52 minggu, indeks naik 19%, tertinggal dari MSCI AC Asia Pacific Index yang naik 39% pada periode yang sama, dan saat ini masih 6,9% di bawah puncak 52 minggunya pada 29 Januari 2026 serta 19,5% di atas titik terendah 30 April 2025.

Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan pada P/E trailing 13,4 dan sekitar 11,5 kali estimasi laba satu tahun ke depan, dengan dividend yield trailing 12 bulan sekitar 3% dan kapitalisasi pasar total anggota sekitar HK$30,4 triliun. Volatilitas 30 hari naik tipis menjadi 23,26% dari 23,12% pada sesi sebelumnya, menjadi variabel yang dipantau pelaku pasar di tengah reli yang mulai kembali melebar. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 28, 2026

Hang Seng Lanjut Koreksi, Alibaba Pimpin Pelemahan

 


PT Rifan - Hang Seng Index melemah di hari kedua sejak kemarin, turun 0,9% atau 245,87 poin ke 25.679,78 di Hong Kong. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 13 April, menegaskan tekanan jangka pendek setelah pergerakan yang cenderung rapuh dalam sepekan terakhir.

Pelemahan didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar, dengan Alibaba Group Holding turun 2,8% sebagai kontributor terbesar terhadap penurunan indeks. Contemporary Amperex Technology (CATL) mencatat penurunan terdalam, jatuh 6,9%, sementara breadth pasar juga negatif: 61 dari 90 saham turun, 28 naik, dan seluruh sektor berada di zona merah dipimpin sektor commerce & industry.

Meski terkoreksi, performa yang lebih panjang masih menunjukkan perbaikan: Hang Seng naik 3,6% sepanjang bulan ini dan menguat 17% dalam 52 minggu, namun tetap 8,5% di bawah puncak 52 minggu pada 29 Januari 2026. Dalam jangka pendek, indeks turun 3% dalam 5 hari, tetapi masih naik 2,9% dalam 30 hari, mencerminkan tarik-menarik antara aksi ambil untung dan minat beli saat harga melemah.

Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan pada P/E trailing 13,5 dan sekitar 11,6 kali estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% dan kapitalisasi pasar agregat sekitar HK$30,6 triliun. Volatilitas 30 hari relatif stabil di 23,12% (nyaris tak berubah dari sesi sebelumnya), sehingga fokus pasar berikutnya akan tertuju pada apakah pelemahan melebar melewati saham-saham besar, serta apakah volatilitas mulai naik dari level saat ini yang merefleksikan peningkatan kehati-hatian. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Monday, April 27, 2026

Hang Seng Terkoreksi, Mayoritas Saham Ikut Menurun

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hang Seng Index turun 0,2% ke 25.925,65 di Hong Kong, berbalik melemah setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya. Dari 90 saham anggota, 53 ditutup turun dan 36 naik, sementara 3 dari 4 sektor melemah dengan tekanan terbesar berasal dari kelompok commerce and industry.

Tencent Holdings menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks setelah turun 3,0%, menekan pergerakan indeks karena bobot saham berkapitalisasi besar yang biasanya dominan. Di sisi lain, Sinopharm membukukan penurunan terdalam pada hari itu, turun 3,8%, menambah tekanan pada breadth pasar yang sudah cenderung negatif.

Meski koreksi harian terbatas, posisi indeks masih menunjukkan tren yang lebih konstruktif dalam horizon lebih panjang. Hang Seng naik 4,6% sepanjang bulan ini dan menguat 18% dalam 52 minggu terakhir, meski masih 7,6% di bawah puncak 52 minggunya pada 29 Januari 2026 dan 18,8% di atas titik terendah 28 April 2025.

Dari sisi valuasi dan risiko, Hang Seng diperdagangkan pada PER trailing 13,5 dan 11,6 kali estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% serta kapitalisasi pasar agregat sekitar HK$30,8 triliun. Volatilitas 30 hari turun tipis ke 23,13 dari 23,22 pada sesi sebelumnya, tetapi indeks masih terkoreksi 1,7% dalam lima hari terakhir dan naik 3,9% dalam 30 hari, sehingga fokus pasar bergeser ke apakah pelemahan tetap terkonsentrasi di saham-saham besar atau meluas lintas sektor. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Sunday, April 26, 2026

Hang Seng Bergerak Stabil, Minyak Tinggi Tekan Sentimen Risk-Off

 


PT Rifan Financindo - Hang Seng Index bergerak nyaris tidak berubah pada Senin (27/4), naik tipis sekitar 0,2% ke 26.010, setelah volatilitas awal mereda dan pasar beralih ke sikap lebih hati-hati. Sentimen tertahan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan di pasar energi.

Harga minyak melonjak ke level tinggi terbaru setelah pembicaraan damai AS–Iran yang tersendat membuat Selat Hormuz masih sulit dilalui. Kondisi itu memicu kekhawatiran pembatasan pasokan yang lebih lama dan memperkuat risiko inflasi global, sehingga selera risiko di pasar ekuitas ikut tertekan.

Kenaikan biaya energi dinilai dapat menunda ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, membuat investor lebih defensif terhadap prospek suku bunga. Di sisi global, futures saham AS juga melemah tipis menjelang pekan padat rapat bank sentral dan musim laporan kinerja emiten besar.

Di Hong Kong, bursa tertinggal dibanding sebagian peers regional karena pasar menahan posisi sambil menilai ulang arah suku bunga. Meski demikian, saham semikonduktor melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya, menahan tekanan lebih dalam pada indeks.

Pada saham individu, penguatan dipimpin SMIC yang melonjak 6,0%. Saham lain yang bergerak positif antara lain AIA Group (+1,4%), Lenovo (+1,3%), dan Shenzhen Xunce Technology (+1,4%).(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker