Wednesday, July 8, 2026

Hang Seng Melonjak, Alibaba Jadi Penggerak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong menguat tajam pada perdagangan Rabu (08/7). Indeks Hang Seng naik 3% ke level 24.199,46, menjadi kenaikan harian terbesar sejak 8 April, ketika indeks sempat menguat 3,1%.

Penguatan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya Hang Seng melemah 0,5%. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya pemulihan minat beli, terutama setelah investor kembali masuk ke saham-saham utama di Hong Kong.

Sektor perdagangan dan industri menjadi penopang utama pasar. Seluruh sektor tercatat menguat, dengan 73 dari 93 saham dalam indeks bergerak naik, sementara 19 saham lainnya melemah.

Alibaba Group Holding menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan Hang Seng. Saham Alibaba melonjak 12,2% dan mencatat pergerakan terbesar di antara saham-saham indeks, sehingga ikut mendorong sentimen positif di pasar Hong Kong.(asd)* PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 7, 2026

Hang Seng Turun 0,5%, Saham Kuaishou Anjlok 12%

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 0,5% ke level 23.496,89 pada perdagangan di Hong Kong Selasa (7/07). Pelemahan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya indeks sempat menguat 1,1%, sehingga pasar terlihat mengalami koreksi setelah kenaikan sebelumnya.

Dari sisi market analis, tekanan terbesar datang dari saham Kuaishou Technology. Saham tersebut menjadi kontributor utama pelemahan indeks sekaligus mencatat penurunan terbesar, dengan koreksi mencapai 12,0%.

Secara keseluruhan, mayoritas saham dalam indeks bergerak melemah. Sebanyak 72 dari 93 saham masuk zona merah, sementara hanya 19 saham yang berhasil menguat. Semua sektor tercatat melemah, dipimpin oleh sektor perdagangan dan industri.

Meski terkoreksi, Hang Seng masih mencatat kenaikan 2% dalam lima hari terakhir, tetapi turun 5,9% dalam 30 hari terakhir. Dalam 52 pekan terakhir, indeks melemah 1,6% dan masih berada 16,3% di bawah level tertinggi pada 29 Januari 2026. Total kapitalisasi pasar anggota Hang Seng tercatat mencapai HK$28,1 triliun, dengan dividend yield 3,2% dalam 12 bulan terakhir. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 6, 2026

Intip Penyebab Hang Seng Ditutup Menguat Hari Ini!

 


PT Rifan - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/07), didukung oleh penurunan harga minyak dan prospek peningkatan pasokan crude global. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi.

Indeks Hang Seng naik 1,1% atau 266,29 poin ke level 23.616,32. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index menguat 1,5% atau 112,59 poin dan ditutup di level 7.812,35.

Sentimen positif datang dari arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang masih berjalan relatif lancar. Meski belum ada perkembangan besar dalam pembicaraan damai AS-Iran, pasar menilai risiko gangguan pasokan energi mulai lebih terkendali.

Selain itu, OPEC+ sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus. Keputusan ini mengikuti kenaikan serupa pada Juni dan Juli. Setelah kabar tersebut, harga Brent turun mendekati level terendah dalam empat bulan, sehingga tekanan inflasi energi ikut mereda.

Dari sisi ekonomi domestik, aktivitas sektor swasta Hong Kong mencatat pertumbuhan tercepat dalam empat bulan pada Juni. S&P Global Hong Kong SAR PMI naik ke 52,0 dari 50,4 pada Mei, menandakan kondisi bisnis membaik paling kuat sejak Februari. Namun, saham FS.com anjlok hampir 9% setelah perusahaan sepakat mengakuisisi Shanghai Baud Data Communication senilai 330 juta yuan. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Sunday, July 5, 2026

Hang Seng Naik 1,3%, Sentuh Level Penutupan Tertinggi Sejak 24 Juni

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng kembali menguat untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan di Hong Kong Jumat (3/07). Indeks naik 1,3% atau 295 poin ke level 23.350,03, sekaligus menjadi penutupan tertinggi sejak 24 Juni.

Dari sisi market analis, penguatan Hang Seng ditopang oleh kenaikan sektor perdagangan dan industri yang menjadi motor utama pasar. Seluruh sektor bergerak di zona hijau, dengan 80 dari 93 saham mencatat penguatan, sementara 12 saham lainnya melemah.

HSBC Holdings Plc menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks setelah menguat 1,7%. Sementara itu, Zijin Mining Group Co. mencatat kenaikan terbesar di antara anggota indeks, dengan lonjakan 9,0%.

Sepanjang pekan ini, Hang Seng telah naik 3% dan menuju penguatan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 10 April. Meski dalam 52 pekan terakhir indeks masih turun 3%, valuasi Hang Seng tetap menarik dengan rasio price-to-earnings 12 kali dan dividend yield 3,2%, sementara total kapitalisasi pasar anggota indeks mencapai HK$27,4 triliun. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber: NewsMaker


Thursday, July 2, 2026

Bursa Hong Kong Rebound, Saham BYD Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,8% ke level 23.055,03 pada perdagangan di Hong Kong pada Kamis (2/07). Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya indeks melemah 0,6%, sehingga menunjukkan adanya upaya rebound di pasar saham Hong Kong.

BYD Co. menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan indeks setelah sahamnya melonjak 8,1%. Sementara itu, CSPC Pharmaceutical Group Ltd. mencatat kenaikan terbesar di antara anggota indeks, dengan penguatan 8,3%.

Secara keseluruhan, sebanyak 72 dari 93 saham dalam indeks Hang Seng berhasil menguat, sementara 21 saham lainnya melemah. Dari sisi sektoral, 3 dari 4 sektor bergerak naik, dipimpin oleh saham perdagangan dan industri.

Sepanjang pekan ini, Hang Seng telah menguat 1,7% dan berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 8 Mei. Meski begitu, dalam 52 pekan terakhir, indeks masih turun 4,8%, tertinggal jauh dari MSCI AC Asia Pacific Index yang naik 33% pada periode yang sama.

Hang Seng saat ini masih berada 17,8% di bawah level tertinggi 52 pekan yang dicapai pada 29 Januari 2026, tetapi sudah 2,4% di atas level terendah pada 26 Juni 2026. Indeks juga diperdagangkan dengan rasio price-to-earnings 11,9 kali secara trailing dan dividend yield 3,3% dalam 12 bulan terakhir, dengan total kapitalisasi pasar anggota indeks mencapai HK$27,3 triliun. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 1, 2026

Bursa Hong Kong Tertekan, Saham Finansial Pimpin Pelemahan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,6% ke level 22.881,02 pada perdagangan di Hong Kong Selasa (30/06). Pelemahan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya indeks sempat menguat 1,6%, namun tekanan jual kembali muncul dan menyeret pasar ke zona merah.

Sektor keuangan menjadi pemberat utama pergerakan indeks hari ini. Seluruh sektor tercatat melemah, dengan 78 dari 93 saham berada di zona merah, sementara hanya 15 saham yang berhasil menguat. China Construction Bank Corp. menjadi kontributor terbesar terhadap penurunan indeks setelah melemah 2,1%.

Tekanan juga datang dari saham Nongfu Spring Co. yang mencatat penurunan terbesar, yaitu turun 8,4%. Dari sisi sektoral, keuangan melemah 1,3%, properti turun 1,3%, utilitas melemah 1,8%, sementara sektor perdagangan dan industri terkoreksi 0,2%.

Secara kinerja, Hang Seng turun 9,1% sepanjang bulan ini dan melemah 7,7% sepanjang kuartal, menuju penurunan kuartalan terbesar sejak kuartal III 2022. Dalam 52 pekan terakhir, indeks juga turun 4,9%, jauh tertinggal dibandingkan MSCI AC Asia Pacific Index yang mencatat kenaikan 35% pada periode yang sama. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker


Tuesday, June 30, 2026

Hang Seng Berbalik Melemah, Ada Apa?

 


PT. Rifan - Bursa saham Hong Kong kembali melemah pada perdagangan Selasa (30/06) setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Indeks Hang Seng turun 0,9% atau sekitar 206 poin ke level 22.819. Pelemahan ini menunjukkan investor mulai berhati-hati, meski pemerintah China masih memberikan dukungan likuiditas untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sentimen pasar belum banyak terbantu setelah bank sentral China melakukan operasi reverse repo overnight untuk menjaga likuiditas tetap longgar. Langkah tersebut memang memberi sinyal bahwa Beijing masih berupaya menopang pasar, tetapi dampaknya terhadap saham relatif terbatas. Investor masih menunggu kebijakan yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tekanan juga datang dari kekhawatiran bahwa saham China masih tertinggal dari reli global berbasis kecerdasan buatan atau AI. Saat pasar saham global, terutama di Amerika Serikat, mendapat dorongan besar dari sektor teknologi dan chip, saham-saham China belum mampu mengikuti momentum yang sama. Kondisi ini mencerminkan keraguan pasar terhadap kekuatan pemulihan ekonomi China.

Sejumlah saham besar menjadi pemberat indeks. InSilico Medicine anjlok 10,2%, Trip.com turun 2,5%, Pop Mart melemah 2,0%, Kuaishou Technology terkoreksi 1,8%, dan Techtronic Industries turun 1,3%. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati rencana IPO Nexchip Semiconductor di Hong Kong yang berpotensi menghimpun dana hingga US$890,3 juta, sambil menunggu sinyal stimulus lanjutan dari Beijing.(asd) PT. Rifan.


Sumber : NewsMaker