Tuesday, March 10, 2026

Isu Iran dan Wacana Sanksi Minyak Rusia Jadi Fokus, Saham Hong Kong Hijau

 


PT Rifan - Saham Hong Kong menguat pada perdagangan Selasa pagi, dengan indeks naik 377 poin atau 1,5% ke 25.789, pulih dari penurunan sesi sebelumnya saat hampir seluruh sektor ikut menopang kenaikan. Sentimen membaik setelah reli Wall Street semalam dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang melawan Iran bisa mendekati akhir, ditambah laporan mengenai peluang pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia. Namun, penurunan futures AS membatasi ruang penguatan karena ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, termasuk pernyataan militer Iran yang kembali mengancam serangan rudal lanjutan.

Di China, pasar saham bergerak naik tipis setelah koreksi pada Senin, sementara pelaku pasar menunggu rilis data perdagangan gabungan Januari–Februari yang diperkirakan menunjukkan ekspor dan impor lebih kuat menyusul surplus rekor tahun lalu. Di sisi makro, inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada Februari didorong belanja Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen menunjukkan tanda mereda. Di papan saham, penguatan dipimpin antara lain oleh Minimax Group (+10,1%), H World Group (+4,7%), Cathay Pacific (+4,3%), Tencent (+2,9%), dan SMIC (+2,6%). (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 9, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Pelemahan di Penutupan Hari Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 349 poin atau 1,4% dan ditutup di 25.408 pada hari Senin, memuat reli dua sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi luas di berbagai sektor, seiring memburuknya sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS menurun tajam di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak dan menekan minat pada aset berisiko.

Bursa China juga melemah, dibayangi keraguan pasar bahwa rencana pertemuan pada bulan April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kemajuan yang berarti dalam hubungan bilateral. Dari dalam negeri, pertemuan tahunan parlemen Tiongkok memberi sinyal belum ada urgensi untuk stimulus fiskal atau moneter besar, sehingga menambah sikap hati-hati investor.

Meski begitu, Hang Seng memangkas pelemahan dari level terendah setelah data menunjukkan inflasi konsumen di daratan Tiongkok mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan Februari karena dorongan permintaan Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen mereda. Saham properti dan keuangan masing-masing turun 2,4%, sedangkan konsumen dan teknologi terkoreksi lebih ringan; beberapa penekan utama termasuk Cathay Pacific (-4,9%), Techtronic Industries (-4,4%), Sands China (-4,2%), dan Nongfu Spring (-3,1%).(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Tech Pimpin Reli, Hang Seng Catat Kenaikan Dua Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melonjak 436 poin atau 1,7% pada penutupan Jumat (6/3), berakhir di kisaran 25.757 dan mencatat kenaikan untuk sesi kedua beruntun. Penguatan terjadi merata lintas sektor, dengan sentimen terbantu momentum pasar China daratan.

Dukungan datang setelah China menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di 4,5%–5% dalam pertemuan parlemen tahunan, sementara sasaran kebijakan lain disebut relatif sejalan dengan ekspektasi. Pasar membaca sinyal stabilitas kebijakan dan kesinambungan dukungan pertumbuhan sebagai penopang risk appetite.

Saham teknologi memimpin reli, naik lebih dari 3% setelah Beijing menegaskan kembali orientasi kebijakan “tech-first”. JD.com melonjak 8,3% usai membukukan pendapatan dan laba disesuaikan yang melampaui perkiraan, diikuti Trip.com (+7,4%), Geely Auto (+6,9%), Xiaomi (+4,4%), dan Meituan (+3,8%).

Meski menguat pada Jumat, Hang Seng masih turun 3,3% sepanjang pekan, berbalik dari kenaikan tipis pada periode sebelumnya. Tekanan mingguan dipengaruhi kekhawatiran eskalasi ketegangan Timur Tengah yang memicu risiko harga minyak lebih tinggi, tekanan biaya, likuiditas yang lebih ketat, dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data China pekan depan, terutama inflasi Februari serta data perdagangan gabungan Januari–Februari, untuk menguji kekuatan permintaan domestik dan eksternal setelah sinyal kebijakan terbaru. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Indeks Hang Seng Sedikit Pulih Usai Jatuh 2%

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,3% ke 25.321,34 di penutupan perdagangan hari Kamis (5/3), memulihkan sebagian pelemahan tajam 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini menandai upaya stabilisasi setelah tekanan risk-off yang sempat menekan saham-saham berkapitalisasi besar.

Kinerja indeks ditopang saham sektor keuangan, dengan AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar sekaligus pencetak kenaikan paling menonjol, naik 5,1%. Dorongan dari AIA membantu mengangkat sentimen di kelompok finansial yang sehari sebelumnya menjadi pusat tekanan.

Secara breadth, pergerakan pasar masih terbelah: 46 dari 88 saham konstituen ditutup menguat, sementara 40 melemah. Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor bergerak naik, dipimpin oleh saham-saham finansial.

Meski rebound, komposisi kenaikan yang belum sepenuhnya merata menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan risk appetite. Arah berikutnya Hang Seng akan bergantung pada apakah penguatan mampu meluas di luar finansial dan diikuti kenaikan partisipasi saham, atau sekadar pemulihan teknikal pasca selloff. (Arl) Rifan Financindo.


Source: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Hang Seng Jatuh ke Terendah Sejak 16 Des, Risk-off Menebal

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Hong Kong, Rabu (4/3), turun 2% atau 518,6 poin ke 25.249,48. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 16 Desember, menegaskan pergeseran sentimen ke mode risk-off setelah reli sebelumnya kehilangan momentum.

Tekanan terjadi merata di seluruh papan, dengan seluruh sektor berada di zona merah. Dari 88 saham konstituen, 78 ditutup melemah dan hanya 9 yang naik, menunjukkan breadth negatif yang menandakan aksi jual bersifat luas, bukan sekadar rotasi antar-sektor.

Sektor keuangan memimpin penurunan dan menjadi beban utama indeks. HSBC Holdings Plc tercatat sebagai kontributor terbesar pelemahan benchmark setelah turun 3,7%, mencerminkan besarnya pengaruh saham berkapitalisasi besar terhadap pergerakan indeks. Di saat yang sama, AIA Group Ltd. mencatat penurunan paling dalam di antara konstituen, turun 4,7%, mempertegas tekanan pada sentimen sektor finansial dan asuransi.

Pelemahan yang menyebar lintas sektor umumnya mengindikasikan peningkatan preferensi pasar terhadap aset aman dan pengurangan eksposur pada ekuitas, terutama ketika katalis penguat reli sebelumnya mulai memudar. Dalam konteks ini, pergerakan saham-saham finansial yang sensitif terhadap persepsi risiko cenderung mempercepat arah indeks saat terjadi perubahan sentimen.

Ke depan, arah Hang Seng akan banyak ditentukan oleh apakah tekanan meluas ke saham defensif atau mulai muncul aksi bargain hunting di blue-chips. Pasar juga akan mencermati aliran dana asing, stabilitas yuan, serta perkembangan yield global—faktor yang kerap menjadi penggerak utama ekuitas Asia. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Hang Seng Kembali Melemah, Sentimen Risk-Off Bebani Pasar Hong Kong

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melanjutkan koreksi untuk hari kedua. Berdasarkan data hari Selasa (3/3), indeks ditutup turun 1,1% atau 291,77 poin ke level 25.768,08, sekaligus mencatat penutupan terendah sejak 31 Desember. Tekanan berlangsung cukup merata, dengan 67 dari 88 saham berakhir di zona negatif, sementara 17 saham menguat, mencerminkan memburuknya selera risiko pelaku pasar.

Dari sisi konstituen, HSBC Holdings Plc menjadi salah satu pemberat utama setelah melemah 2,8%, seiring pelemahan minat investor terhadap saham-saham keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, Xinyi Solar Holdings Ltd. mencatat penurunan paling tajam dengan koreksi 6,3%, mengindikasikan tekanan pada kelompok saham bertema pertumbuhan di saat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Pelemahan pasar Hong Kong juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah. Eskalasi tensi memperkuat sentimen risk-off di pasar global, mendorong investor lebih selektif dalam mengambil risiko. Dalam situasi seperti ini, pasar ekuitas cenderung tertekan, sementara fokus pelaku pasar bergeser pada aset lindung nilai serta indikator stabilitas pasokan energi.

Di sisi makro, risiko gangguan pasokan—khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi energi strategis—berpotensi menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi. Kenaikan harga energi dapat memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga, yang pada akhirnya menekan valuasi saham, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan prospek pertumbuhan.

Dari perspektif sektoral, pergerakan hari ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa saham, tetapi juga tercermin dalam tiga dari empat sektor yang berada di wilayah negatif, dengan penurunan dipimpin oleh saham perdagangan dan industri. Pola ini menegaskan bahwa tekanan pasar lebih bersifat menyeluruh, bukan sekadar koreksi teknikal pada saham tertentu.

Ke depan, arah pergerakan Hang Seng berpotensi tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi. Selama ketidakpastian masih tinggi, pasar cenderung bergerak sensitif terhadap berita (headline-driven), sehingga volatilitas berpeluang tetap meningkat dan pemulihan dapat berlangsung terbatas. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 2, 2026

Hang Seng Anjlok: Efek Trump + Data China

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah tajam pada Senin (2/3), turun 571 poin (-2,1%) dan ditutup di 26.060. Penurunan ini menghapus kenaikan sesi sebelumnya sekaligus menempatkan bursa Hong Kong di level terendah enam minggu, di tengah tekanan yang terjadi hampir di semua sektor.

Sentimen memburuk setelah kontrak berjangka saham AS melemah, memicu gelombang risk-off di Asia. Kekhawatiran meningkat seiring ketegangan di Timur Tengah memanas, ketika Presiden Trump memperingatkan konflik bisa berlangsung hingga empat minggu lagi dan menegaskan operasi akan berlanjut sampai target AS tercapai.

Dari sisi China, selera risiko ikut tertekan setelah beberapa produsen mobil melaporkan penurunan penjualan yang tajam pada Februari. Pasar menilai gangguan musim libur Tahun Baru Imlek ikut memengaruhi performa di pasar otomotif terbesar dunia, membuat investor makin hati-hati terhadap prospek permintaan domestik.

Kewaspadaan juga naik menjelang rilis data penting: PMI China Februari dan penjualan ritel Hong Kong Januari yang akan keluar akhir pekan ini. Data tersebut berpotensi menjadi penentu apakah perlambatan hanya sementara atau sinyal tren yang lebih panjang.

Meski begitu, penurunan Hang Seng tidak makin dalam karena ada penopang dari saham daratan China. Muncul ekspektasi bahwa Beijing bisa mengeluarkan langkah-langkah untuk membantu menstabilkan pasar menjelang pertemuan parlemen penting, sehingga sebagian investor menahan aksi jual berlebihan.

Sementara itu, investor juga mulai melirik saham energi karena harga minyak melonjak. Namun saham-saham teknologi dan konsumsi tetap jadi pemberat utama, dengan penekan terbesar di antaranya Xiaomi (-5,2%), SMIC (-4,7%), Meituan (-4,6%), Cathay Pacific (-4,2%), dan Longfor (-2,3%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker