Thursday, March 12, 2026

Hang Seng Ditutup Turun 0,7% Saat Pasar Masuk Mode Risk-Off

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng turun 182 poin atau 0,7% dan ditutup di 25.717 pada Kamis. Ini menjadi penurunan sesi kedua beruntun, seiring anjloknya futures saham AS setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah. Teheran juga memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi skenario minyak US$200 per barel, menantang klaim Presiden Donald Trump bahwa AS “sudah memenangkan perang”.


Dari dalam negeri Hong Kong, sentimen pasar ikut tertekan setelah otoritas setempat mengumumkan penyelidikan insider trading terhadap dua perusahaan sekuritas dan sebuah hedge fund. Delapan orang dilaporkan ditangkap dalam tindakan penegakan terbesar di industri keuangan Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, menambah kehati-hatian di sektor finansial.


Tekanan terjadi merata di seluruh sektor, dengan properti dan keuangan menjadi laggard utama, sejalan dengan pelemahan saham di daratan China. Di antara emiten yang disorot, Cathay Pacific turun 1,6% setelah mengumumkan kenaikan fuel surcharge untuk semua rute mulai 18 Maret, dengan alasan risiko geopolitik. Swire Properties turun 1,2% usai CFO perusahaan mengundurkan diri.


Sejumlah saham lain juga mencatat penurunan tajam, termasuk Knowledge Atlas (-9,2%), Nongfu Spring (-4,5%), dan Henderson Land Development (-3,7%).(mrv) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Hang Seng Turun 0,2% Setelah Reli, Saham Keuangan Membebani

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 0,2% ke 25.898,76 pada perdagangan di Hong Kong, berbalik turun setelah menguat 2,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan aksi ambil untung terbatas, dengan tekanan utama datang dari sektor keuangan.

HSBC Holdings menjadi kontributor terbesar penurunan indeks setelah turun 2,1%. Haidilao International mencatat pelemahan terdalam, merosot 3,8%, menambah beban pada indeks di tengah pergerakan yang cenderung selektif.

Secara breadth, 42 dari 90 saham turun, sementara 45 saham naik, menunjukkan pasar relatif seimbang meski indeks berada di zona negatif. Dari sisi sektoral, dua dari empat sektor melemah dan pelemahan dipimpin saham-saham finansial.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah pelemahan ini berlanjut sebagai fase konsolidasi pasca-rally atau berubah menjadi koreksi yang lebih dalam, terutama jika tekanan pada saham keuangan bertahan dan rotasi sektor tidak segera muncul.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Isu Iran dan Wacana Sanksi Minyak Rusia Jadi Fokus, Saham Hong Kong Hijau

 


PT Rifan - Saham Hong Kong menguat pada perdagangan Selasa pagi, dengan indeks naik 377 poin atau 1,5% ke 25.789, pulih dari penurunan sesi sebelumnya saat hampir seluruh sektor ikut menopang kenaikan. Sentimen membaik setelah reli Wall Street semalam dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang melawan Iran bisa mendekati akhir, ditambah laporan mengenai peluang pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia. Namun, penurunan futures AS membatasi ruang penguatan karena ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, termasuk pernyataan militer Iran yang kembali mengancam serangan rudal lanjutan.

Di China, pasar saham bergerak naik tipis setelah koreksi pada Senin, sementara pelaku pasar menunggu rilis data perdagangan gabungan Januari–Februari yang diperkirakan menunjukkan ekspor dan impor lebih kuat menyusul surplus rekor tahun lalu. Di sisi makro, inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada Februari didorong belanja Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen menunjukkan tanda mereda. Di papan saham, penguatan dipimpin antara lain oleh Minimax Group (+10,1%), H World Group (+4,7%), Cathay Pacific (+4,3%), Tencent (+2,9%), dan SMIC (+2,6%). (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 9, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Pelemahan di Penutupan Hari Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 349 poin atau 1,4% dan ditutup di 25.408 pada hari Senin, memuat reli dua sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi luas di berbagai sektor, seiring memburuknya sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS menurun tajam di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak dan menekan minat pada aset berisiko.

Bursa China juga melemah, dibayangi keraguan pasar bahwa rencana pertemuan pada bulan April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kemajuan yang berarti dalam hubungan bilateral. Dari dalam negeri, pertemuan tahunan parlemen Tiongkok memberi sinyal belum ada urgensi untuk stimulus fiskal atau moneter besar, sehingga menambah sikap hati-hati investor.

Meski begitu, Hang Seng memangkas pelemahan dari level terendah setelah data menunjukkan inflasi konsumen di daratan Tiongkok mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan Februari karena dorongan permintaan Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen mereda. Saham properti dan keuangan masing-masing turun 2,4%, sedangkan konsumen dan teknologi terkoreksi lebih ringan; beberapa penekan utama termasuk Cathay Pacific (-4,9%), Techtronic Industries (-4,4%), Sands China (-4,2%), dan Nongfu Spring (-3,1%).(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Tech Pimpin Reli, Hang Seng Catat Kenaikan Dua Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melonjak 436 poin atau 1,7% pada penutupan Jumat (6/3), berakhir di kisaran 25.757 dan mencatat kenaikan untuk sesi kedua beruntun. Penguatan terjadi merata lintas sektor, dengan sentimen terbantu momentum pasar China daratan.

Dukungan datang setelah China menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di 4,5%–5% dalam pertemuan parlemen tahunan, sementara sasaran kebijakan lain disebut relatif sejalan dengan ekspektasi. Pasar membaca sinyal stabilitas kebijakan dan kesinambungan dukungan pertumbuhan sebagai penopang risk appetite.

Saham teknologi memimpin reli, naik lebih dari 3% setelah Beijing menegaskan kembali orientasi kebijakan “tech-first”. JD.com melonjak 8,3% usai membukukan pendapatan dan laba disesuaikan yang melampaui perkiraan, diikuti Trip.com (+7,4%), Geely Auto (+6,9%), Xiaomi (+4,4%), dan Meituan (+3,8%).

Meski menguat pada Jumat, Hang Seng masih turun 3,3% sepanjang pekan, berbalik dari kenaikan tipis pada periode sebelumnya. Tekanan mingguan dipengaruhi kekhawatiran eskalasi ketegangan Timur Tengah yang memicu risiko harga minyak lebih tinggi, tekanan biaya, likuiditas yang lebih ketat, dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data China pekan depan, terutama inflasi Februari serta data perdagangan gabungan Januari–Februari, untuk menguji kekuatan permintaan domestik dan eksternal setelah sinyal kebijakan terbaru. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Indeks Hang Seng Sedikit Pulih Usai Jatuh 2%

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,3% ke 25.321,34 di penutupan perdagangan hari Kamis (5/3), memulihkan sebagian pelemahan tajam 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini menandai upaya stabilisasi setelah tekanan risk-off yang sempat menekan saham-saham berkapitalisasi besar.

Kinerja indeks ditopang saham sektor keuangan, dengan AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar sekaligus pencetak kenaikan paling menonjol, naik 5,1%. Dorongan dari AIA membantu mengangkat sentimen di kelompok finansial yang sehari sebelumnya menjadi pusat tekanan.

Secara breadth, pergerakan pasar masih terbelah: 46 dari 88 saham konstituen ditutup menguat, sementara 40 melemah. Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor bergerak naik, dipimpin oleh saham-saham finansial.

Meski rebound, komposisi kenaikan yang belum sepenuhnya merata menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan risk appetite. Arah berikutnya Hang Seng akan bergantung pada apakah penguatan mampu meluas di luar finansial dan diikuti kenaikan partisipasi saham, atau sekadar pemulihan teknikal pasca selloff. (Arl) Rifan Financindo.


Source: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Hang Seng Jatuh ke Terendah Sejak 16 Des, Risk-off Menebal

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Hong Kong, Rabu (4/3), turun 2% atau 518,6 poin ke 25.249,48. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 16 Desember, menegaskan pergeseran sentimen ke mode risk-off setelah reli sebelumnya kehilangan momentum.

Tekanan terjadi merata di seluruh papan, dengan seluruh sektor berada di zona merah. Dari 88 saham konstituen, 78 ditutup melemah dan hanya 9 yang naik, menunjukkan breadth negatif yang menandakan aksi jual bersifat luas, bukan sekadar rotasi antar-sektor.

Sektor keuangan memimpin penurunan dan menjadi beban utama indeks. HSBC Holdings Plc tercatat sebagai kontributor terbesar pelemahan benchmark setelah turun 3,7%, mencerminkan besarnya pengaruh saham berkapitalisasi besar terhadap pergerakan indeks. Di saat yang sama, AIA Group Ltd. mencatat penurunan paling dalam di antara konstituen, turun 4,7%, mempertegas tekanan pada sentimen sektor finansial dan asuransi.

Pelemahan yang menyebar lintas sektor umumnya mengindikasikan peningkatan preferensi pasar terhadap aset aman dan pengurangan eksposur pada ekuitas, terutama ketika katalis penguat reli sebelumnya mulai memudar. Dalam konteks ini, pergerakan saham-saham finansial yang sensitif terhadap persepsi risiko cenderung mempercepat arah indeks saat terjadi perubahan sentimen.

Ke depan, arah Hang Seng akan banyak ditentukan oleh apakah tekanan meluas ke saham defensif atau mulai muncul aksi bargain hunting di blue-chips. Pasar juga akan mencermati aliran dana asing, stabilitas yuan, serta perkembangan yield global—faktor yang kerap menjadi penggerak utama ekuitas Asia. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker