Thursday, September 24, 2026

Indeks Hang Seng Turun, Investor Tunggu Trump–Xi

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Kamis (24/9) setelah investor mengambil sikap hati-hati menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Indeks Hang Seng turun 72,99 poin atau 0,3% ke level 24.761,13, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 7,80 poin menjadi 8.266,01.

Tekanan terhadap pasar muncul meskipun terdapat perkembangan positif dari hubungan dagang kedua negara. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan dagang selama 11 bulan, namun investor masih menunggu hasil konkret dari pertemuan Trump–Xi terkait perdagangan dan kerja sama ekonomi.

Pelaku pasar mencermati apakah pertemuan kedua pemimpin dapat menghasilkan kemajuan lebih lanjut mengenai tarif, teknologi, investasi, serta hubungan perdagangan jangka panjang. Ketidakpastian terkait persaingan strategis AS–China masih menjadi faktor yang membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Selain faktor AS–China, pergerakan saham juga dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi. Harga minyak turun setelah investor kembali menilai risiko pasokan akibat konflik Iran. Brent crude melemah 0,8% ke US$102,27 per barel, sementara WTI turun 0,8% ke US$91,43 per barel. Namun, ketegangan Timur Tengah masih bertahan setelah Presiden Iran menegaskan tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat.

Newsmaker melihat, arah Hang Seng selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil komunikasi Trump–Xi. Perpanjangan gencatan dagang dapat menjadi sentimen positif bagi saham China, terutama sektor teknologi dan manufaktur. Namun, jika isu tarif, teknologi, atau geopolitik kembali memanas, investor dapat kembali mencari aset aman seperti dolar AS dan emas. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, September 23, 2026

Bursa Hong Kong Menguat Jelang Dialog AS–China

 


Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9) setelah investor meningkatkan optimisme menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Indeks Hang Seng naik sekitar 1,1% ke level 25.878,99, sementara indeks saham unggulan China yang tercatat di Hong Kong juga bergerak positif seiring membaiknya sentimen terhadap hubungan ekonomi kedua negara.

Penguatan pasar didorong oleh harapan bahwa pertemuan Trump–Xi dapat menghasilkan perkembangan positif terkait isu perdagangan, investasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta mineral kritis. Investor melihat komunikasi kedua negara sebagai faktor penting yang dapat menentukan arah pasar saham Asia dalam beberapa waktu ke depan.

Selain sentimen AS–China, pasar juga mendapat dukungan dari penurunan harga energi global setelah meningkatnya peluang diplomasi di Timur Tengah. Harga minyak yang lebih rendah membantu mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya operasional perusahaan, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko untuk bergerak lebih positif.

Namun, investor tetap berhati-hati terhadap faktor eksternal lainnya, terutama sikap Federal Reserve (The Fed) yang masih mempertahankan pandangan hawkish terkait kebijakan suku bunga. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama masih menjadi tantangan bagi sektor teknologi dan saham pertumbuhan. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, September 22, 2026

Indeks Hang Seng Menguat Jelang Pertemuan Trump–Xi

 


PT Rifan - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa seiring meningkatnya optimisme investor terhadap rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Harapan terhadap keberlanjutan hubungan dagang kedua negara menjadi faktor utama yang menopang sentimen pasar.

Indeks Hang Seng naik 45,04 poin atau 0,2% ke level 25.087,75, sementara Hang Seng China Enterprises Index menguat 22,97 poin atau 0,3% menjadi 8.362,60. Meskipun penguatan terbatas, investor tetap menunjukkan minat terhadap aset berisiko menjelang agenda penting antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pelaku pasar saat ini fokus mencermati apakah pertemuan Trump–Xi dapat memperpanjang gencatan dagang serta membuka peluang kerja sama lebih luas, terutama di sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), perdagangan, dan investasi. Perkembangan hubungan AS–China menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak besar terhadap rantai pasok global dan sektor teknologi.

Selain faktor ekonomi, sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik setelah Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Potensi jalur diplomasi tersebut membantu mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah.

Dari pasar energi, harga minyak mulai stabil setelah mengalami penurunan lebih dari 3% pada perdagangan sebelumnya. Brent crude berada di sekitar US$100,65 per barel, dengan investor masih memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasokan energi global. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, September 21, 2026

Indeks Hang Seng Naik Jelang Trump–Xi Meeting

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong menguat pada perdagangan Senin (21/9) setelah investor menyambut perkembangan terbaru dalam pembicaraan Amerika Serikat dan China menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Indeks Hang Seng naik 1,2% atau 291,93 poin ke level 25.042,71, sementara Hang Seng China Enterprises Index meningkat 1,4% ke 8.339,63.

Sentimen positif muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menggelar pembicaraan di New York sebelum pertemuan Trump–Xi. Diskusi tersebut mencakup sejumlah isu strategis seperti perdagangan, investasi, serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pasar melihat komunikasi tingkat tinggi ini sebagai upaya menjaga hubungan ekonomi kedua negara tetap stabil di tengah ketegangan yang masih berlangsung.

Investor kini menantikan pertemuan Trump dan Xi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Agenda utama yang menjadi perhatian pasar meliputi hubungan perdagangan, kebijakan tarif, serta akses terhadap mineral kritis atau rare earth yang menjadi komponen penting bagi industri teknologi global. Kesepakatan atau sinyal positif dari pertemuan tersebut berpotensi memberikan dorongan bagi aset berisiko, terutama saham Asia.

Namun, pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat setelah The Fed memberikan sinyal yang lebih ketat pekan lalu. Pelaku pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober, sehingga pergerakan saham global tetap dipengaruhi oleh prospek suku bunga dan kekuatan dolar AS.

Newsmaker menilai, fokus utama pasar minggu ini berada pada hasil komunikasi Trump–Xi. Jika kedua negara memberikan sinyal stabilitas hubungan ekonomi, saham Asia berpotensi mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko. Sebaliknya, jika pembicaraan kembali menemui hambatan terkait tarif atau teknologi strategis, volatilitas pasar dapat kembali meningkat. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 20, 2026

Hang Seng Melaju, Teknologi Memimpin

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong menguat pada perdagangan Jumat (18/9), dengan indeks Hang Seng naik sekitar 214 poin atau 0,9% ke kisaran 24.819. Penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS membantu memperbaiki sentimen investor. Penguatan juga mengikuti pemulihan Wall Street semalam, ketika S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik lebih dari 1%.

Saham teknologi menjadi penggerak utama kenaikan, mengikuti reli sektor serupa di Amerika Serikat. MiniMax melonjak 7,3%, Z.AI menguat 4,5%, dan Lenovo naik 2,7%. Sementara itu, SMIC bertambah 2,4% dan Tencent menguat 0,7%, memperkuat dorongan terhadap pasar saham Hong Kong.

Harga minyak Brent turun ke bawah US$104 per barel setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut, membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan tingginya biaya pinjaman. Meski demikian, pasar masih mencermati kebijakan Federal Reserve yang baru menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% serta membuka kemungkinan kenaikan tambahan pada tahun ini. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, September 17, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

 

Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah pada perdagangan Kamis (17/9), turun sekitar 1,4% atau hampir 330 poin ke level 24.380. Tekanan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut mendorong dolar AS dan yield Treasury lebih tinggi sehingga meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga.

Federal Open Market Committee menaikkan Federal Funds Rate ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih memperkirakan satu kenaikan tambahan tahun ini karena tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa likuiditas global dapat kembali mengetat apabila siklus kenaikan suku bunga berlanjut.

Mengikuti kebijakan The Fed, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga menaikkan base rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Langkah tersebut dilakukan karena sistem nilai tukar dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS, sehingga kebijakan moneter Hong Kong cenderung bergerak mengikuti perubahan suku bunga Amerika Serikat. Kenaikan biaya pinjaman berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap sektor properti dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga.

CICC menilai pengetatan kebijakan moneter AS dapat meningkatkan volatilitas saham Hong Kong dalam jangka pendek. Namun, dampaknya diperkirakan relatif terbatas apabila kenaikan suku bunga The Fed tidak berkembang menjadi siklus pengetatan yang berkepanjangan. Investor selanjutnya akan mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan likuiditas di pasar Hong Kong.

Dari pergerakan saham, Tencent turun sekitar 1,4%, Xiaomi melemah 1,2%, dan AIA kehilangan sekitar 0,6%. Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan, termasuk Z.AI Co. sekitar 4,2%, Kingboard Laminates 4,9%, serta Lenovo yang naik sekitar 1,9%. Sementara itu, penurunan harga minyak setelah muncul prospek pemulihan jalur pipa East-West Arab Saudi sedikit membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap Hang Seng saat ini terutama berasal dari kombinasi kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar, dan kenaikan biaya pendanaan di Hong Kong. Selama pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan di AS, volatilitas indeks berpotensi tetap tinggi. Namun, pelemahan harga minyak serta sentimen positif dari sektor teknologi tertentu dapat membantu membatasi tekanan. Arah Hang Seng berikutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan The Fed, kondisi likuiditas Hong Kong, dan perkembangan ekonomi China. (asd)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 16, 2026

Saham AI Bangkit, Hang Seng Berakhir Positif

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,2% atau 47 poin ke level 24.713 pada perdagangan Rabu (16/9), ditopang kenaikan saham teknologi. Namun, penguatan tetap terbatas karena investor menahan posisi besar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar masih dibayangi yield Treasury AS yang tinggi dan penguatan dolar. Yield obligasi AS tenor 10 tahun sebelumnya sempat menembus 5%, sehingga menambah tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia.

Sektor teknologi menjadi penopang utama, dengan Hang Seng Tech Index naik sekitar 0,9%. Zhipu AI melonjak lebih dari 8% dan mengakhiri penurunan selama 11 sesi berturut-turut, sementara MiniMax, SMIC, dan Hua Hong Semiconductor menguat sekitar 5%-7%. Di sisi lain, Xiaomi turun 1,5%, Kuaishou melemah 1,7%, dan Akeso turun 3,9%.

Pasar juga mencermati potensi pembiayaan sekitar US$2,6 miliar untuk pengembangan pusat data di Hong Kong. Rencana tersebut memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan investasi di sektor kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.

Analisa Newsmaker: kenaikan Hang Seng menunjukkan saham teknologi masih memiliki daya tarik, terutama dari tema AI dan semikonduktor. Namun, selama yield AS tetap tinggi dan pasar belum mendapat kepastian dari The Fed, ruang penguatan indeks berpotensi terbatas dan volatilitas masih tinggi. (arl) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker