Thursday, September 10, 2026

Hang Seng Turun Tajam, Investor Hindari Risiko

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah tajam pada perdagangan Kamis, turun sekitar 1,2% atau 300 poin ke kisaran 24.970 dan menyentuh level terendah dalam enam pekan. Sentimen investor memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.

Brent terus bertahan di atas US$100 per barel setelah Iran menyatakan siap menghadapi konflik yang lebih intens. Pernyataan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan arus energi melalui Selat Hormuz dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Tekanan tambahan datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun naik ke sekitar 4,86%, level tertinggi sejak November 2023, sementara Wall Street mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi tersebut ikut menekan selera risiko di pasar Asia.

Saham teknologi menjadi salah satu beban utama indeks. Tencent turun sekitar 1,5%, Z.AI melemah 4,3%, MiniMax turun 2,4%, Xiaomi kehilangan 1,8%, sementara Meituan melemah 2%.

Investor juga tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mempertahankan yield pada level tinggi dan memperpanjang tekanan terhadap saham berisiko.

Meski demikian, sektor teknologi Hong Kong masih menarik perhatian dalam jangka menengah karena pipeline IPO yang kuat. Moonshot dilaporkan telah mengajukan pencatatan saham secara rahasia di Hong Kong, sementara DeepSeek juga tengah mempersiapkan kemungkinan IPO domestik. PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, September 9, 2026

Hang Seng Turun Tipis, Inflasi dan Minyak Jadi Beban

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (9/9), dengan Indeks Hang Seng turun sekitar 0,2% atau 39 poin ke level 25.280. Investor cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Harga Brent bergerak mendekati US$100 per barel setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan global. Kenaikan energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi sekaligus membatasi ruang bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sentimen eksternal juga belum memberikan dukungan kuat setelah Wall Street ditutup melemah dan kontrak berjangka saham AS kembali berada di bawah tekanan. Namun, penguatan saham semikonduktor di Asia serta minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan membantu menahan penurunan Hang Seng lebih dalam.

Dari China, inflasi konsumen tahunan meningkat menjadi 0,8% pada Agustus dari 0,5% pada Juli. Sementara itu, harga produsen naik 3,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,5% pada bulan sebelumnya, sebagian didorong oleh meningkatnya biaya pangan dan energi. Data tersebut menambah perhatian pasar terhadap potensi tekanan harga di ekonomi China.

Pergerakan saham individual berlangsung beragam. Haidilao anjlok hampir 10%, sedangkan Lenovo naik 2,1%, MiniMax menguat 1,9%, dan Kingboard Laminates bertambah 3,3%. Secara fundamental, Hang Seng masih menghadapi tekanan dari tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi kekuatan saham teknologi dan AI dapat membantu membatasi tekanan selama minat terhadap sektor tersebut tetap kuat. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Tuesday, September 8, 2026

Yield Mereda, Hang Seng Bangkit

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,6% atau sekitar 150 poin ke level 25.459 pada perdagangan Kamis (03/09). Bursa Hong Kong mengikuti kenaikan pasar Asia setelah tekanan dari pasar obligasi global mulai mereda.

Berhentinya aksi jual obligasi membantu menurunkan kekhawatiran bahwa kondisi keuangan akan semakin ketat. Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga kembali memperoleh dukungan dari investor.

Sentimen turut membaik setelah data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS lebih lemah dari perkiraan. Komentar Presiden The Fed New York John Williams juga dinilai meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Pernyataan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan, sementara penurunan minyak memberikan kelegaan terhadap risiko inflasi dan biaya energi.

Saham teknologi dan keuangan menjadi penopang utama pasar. Tencent naik 0,4%, Lenovo menguat 1,1%, MiniMax bertambah 1%, AIA melonjak 1,8%, dan Akeso memimpin kenaikan sebesar 3%.

Namun, saham Shein masih berada dalam tekanan setelah merosot lebih dari 5% ke HK$46 pada perdagangan Rabu. Penurunan tersebut terjadi pada hari kedua perdagangan perusahaan di Bursa Hong Kong setelah debut yang kurang meyakinkan.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpeluang melanjutkan pemulihan apabila yield global dan harga minyak tetap menurun. Namun, data Nonfarm Payrolls AS yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, mengangkat yield, dan menekan saham teknologi Hong Kong. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, September 7, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 6, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Thursday, September 3, 2026

Indeks Hang Seng Nyaris Datar, Pasar Tunggu Data Kerja AS

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menutup perdagangan Kamis (3/9) nyaris datar di level 25.317,49, naik tipis sekitar 0,02% dari penutupan sebelumnya di 25.311,21. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 25.294 hingga 25.538, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar Hong Kong tertahan oleh tekanan di sektor teknologi, sementara saham properti dan material membantu menahan pelemahan indeks. Hang Seng Tech sempat turun sekitar 0,6%, sedangkan saham properti di kawasan China-Hong Kong mencatat rebound kuat setelah beberapa sesi tertekan. Investor juga masih mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang dapat memengaruhi arus modal dan valuasi saham-saham growth.

Di sisi lain, penurunan yield obligasi global dan koreksi harga minyak memberikan sedikit dukungan bagi sentimen risiko. Namun, ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan volatilitas sektor teknologi membuat investor tetap selektif. Dengan penutupan yang hampir datar, arah Hang Seng berikutnya kemungkinan akan sangat bergantung pada hasil data Nonfarm Payrolls AS dan perkembangan ekspektasi kebijakan moneter global.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 2, 2026

Saham BYD Bebani Bursa Hong Kong

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng bergerak sedikit melemah pada Rabu (2/9) ke level 25.311,21 pada perdagangan Hong Kong. Pergerakan indeks relatif terbatas karena tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar diimbangi oleh penguatan saham lainnya.

BYD menjadi saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap indeks setelah merosot 3,4%. Penurunan produsen kendaraan listrik tersebut membebani sentimen terhadap sektor otomotif dan industri.

Contemporary Amperex Technology atau CATL mencatat penurunan terbesar dalam persentase dengan anjlok 4,7%. Sektor perdagangan dan industri menjadi kelompok yang memimpin pelemahan pasar.

Sebanyak 47 dari 93 saham anggota Hang Seng ditutup melemah, sedangkan 43 saham lainnya menguat. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual belum menyebar secara merata ke seluruh pasar.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpotensi bergerak konsolidatif selama tekanan pada BYD, CATL, dan saham industri masih berlanjut. Penguatan yang lebih luas pada sektor lain dibutuhkan untuk menahan indeks agar tidak mengalami koreksi lebih dalam.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker