Tuesday, March 31, 2026

Indeks Hang Seng Naik 0,2%; HSBC Memimpin Kenaikan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng di Hong Kong naik sebesar 0,2% pada level 24.788,14, setelah mengalami penurunan sebesar 0,8% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham unggulan yang mengalami penguatan, terutama saham HSBC Holdings Plc yang berkontribusi paling besar terhadap kenaikan indeks dengan mencatatkan kenaikan 1,8%.

Selain HSBC, Hansoh Pharmaceutical Group Co. juga mencatatkan lonjakan terbesar dengan kenaikan mencapai 7,3%. Saham-saham lainnya juga menunjukkan performa yang bervariasi, dengan 47 dari 90 saham mengalami kenaikan, sementara 42 saham lainnya mengalami penurunan.

Dari sisi sektor, sektor keuangan memimpin kenaikan, dengan dua dari empat sektor di Hang Seng mencatatkan penguatan. Kenaikan ini menunjukkan adanya optimisme di pasar meskipun masih ada ketidakpastian di beberapa sektor lainnya.

Secara keseluruhan, pasar saham Hong Kong menunjukkan pemulihan meskipun ada sejumlah penurunan di sektor-sektor tertentu. Investor akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan saham di Indeks Hang Seng ke depannya.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Saham Hong Kong Melemah, Minyak Menguat dan Risiko Pasokan Jadi Fokus

 


Rifan Financindo - Saham Hong Kong melemah pada Senin (30/3) ketika ketegangan Timur Tengah meningkat dan mendorong harga energi naik, menekan sentimen risiko. Hang Seng Index turun 283,70 poin atau 1,1% ke 24.668,18, sementara Hang Seng China Enterprises Index turun 1,0% ke 8.368,88.

Pasar bereaksi terhadap lonjakan minyak yang memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan. Brent memperpanjang kenaikan dan disebut berada di jalur mencatat performa bulanan terkuat, seiring serangan yang meningkat dan penambahan kehadiran militer di kawasan menambah premi risiko energi. Di sisi geopolitik, militer Israel menyatakan Iran meluncurkan beberapa serangan rudal ke Israel, sementara serangan terpisah dari Yaman disebut menjadi salah satu insiden langka sejak konflik dimulai. Israel juga menyebut angkatan udaranya melakukan serangan di Teheran yang menargetkan infrastruktur militer.

Ketidakpastian bertambah setelah laporan Financial Times menyebut Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dapat mempertimbangkan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Isu ini menambah fokus pasar pada jalur energi dan fasilitas ekspor, yang menjadi kanal transmisi utama dari geopolitik ke inflasi global dan ekspektasi suku bunga.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Hang Seng Naik 0,4%, Optimisme China Redam Tekanan Geopolitik

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng menguat 0,4% dan ditutup di 24.952 pada Jumat (27/3), mengungguli sebagian besar bursa Asia setelah sinyal perbaikan ekonomi China membantu menopang sentimen. Kenaikan terjadi meski pasar regional masih dibayangi pelemahan Wall Street serta kekhawatiran konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan mengangkat biaya pinjaman global.

Investor tetap berhati-hati karena ketidakpastian arah perkembangan AS–Iran, namun data pertumbuhan laba industri China yang lebih kuat memperkuat keyakinan terhadap pemulihan earnings. Ekspektasi dukungan kebijakan lanjutan—termasuk peluang pemangkasan suku bunga dan penurunan rasio cadangan wajib—ikut menambah tone positif.

Di saham, Xiaomi naik 2,0%, Kuaishou menguat 1,4%, Shenzhen Xunce Technology melonjak 24,1%, Innovent Biologics naik 7,6%, dan Akeso bertambah 1,9%.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, March 26, 2026

Indeks Hang Seng Ditutup Turun Kamis Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng anjlok sekitar 1,9% dan ditutup di 24.856 pada Kamis (26/3), yang menghapus kenaikan sesi sebelumnya ketika pasar bereaksi terhadap sinyal yang saling bertentangan terkait perkembangan AS–Iran. Washington mengisyaratkan kemajuan menuju akhir konflik, sementara Teheran menegaskan baru sebatas meninjau proposal dan tidak melakukan pembicaraan langsung.

Ketidakpastian tersebut, ditambah kenaikan harga minyak, memperkuat mode risk-off dan memperpanjang tekanan arus keluar asing dari ekuitas Asia. Pelaku pasar menilai premi risiko energi masih berpotensi bertahan selama arah diplomasi belum jelas.

Saham teknologi memimpin penurunan, dengan Hang Seng Tech turun sekitar 2,2%. Kuaishou Technology anjlok sekitar 13%, menjadi pemberat terbesar di kelompok teknologi.

Pelemahan juga menekan saham-saham besar lain, termasuk Pop Mart International (-10,5%), Tencent (-2,0%), Meituan (-3,7%), dan Xiaomi (-0,3%). PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Saham Hong Kong Naik, Tapi Risiko Iran Belum Hilang

 


PT Rifan Financindo - Saham China dan Hong Kong menguat pada Rabu (25/3), mengikuti pemulihan regional ketika investor menyambut tanda-tanda potensi kemajuan pembicaraan gencatan senjata Iran. Shanghai Composite naik 1,3% dan kembali menembus level psikologis 3.900, sementara CSI 300 menguat 1,4%.

Di Hong Kong, Hang Seng naik 1,1%, sedangkan Hang Seng Tech melonjak 1,9%, menandakan pemulihan yang lebih kuat pada saham teknologi. Di tingkat regional, indeks MSCI Asia ex-Japan menguat 1,7%, memperlihatkan risk appetite membaik di banyak pasar.

Sentimen didukung pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington membuat kemajuan untuk menegosiasikan akhir perang dengan Iran. Namun pasar tetap menilai situasi masih cair karena serangan Israel ke Teheran pada Rabu menambah ketidakpastian, sehingga reli lebih banyak didorong “risk relief” jangka pendek ketimbang keyakinan penuh pada de-eskalasi.

Menurut RBC Wealth Management, investor “memilih untuk percaya” konflik dapat berakhir relatif cepat meski belum ada kepastian, sehingga membuka ruang pemulihan jangka pendek. Dari sisi alokasi, RBC menilai saham China masih menawarkan pilihan strategi jangka lebih panjang, mulai dari saham teknologi hingga sektor sumber daya yang lebih tradisional.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Hang Seng Melonjak Ditengah Aksi Bagain Hunting dan Dukungan Kebijakan

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong menguat pada Selasa (24/3), dengan Hang Seng naik 681 poin atau 2,8% dan ditutup di 25.064. Kenaikan ini menghentikan tren turun tiga hari beruntun, ditopang penguatan lintas sektor saat investor melakukan bargain hunting setelah pasar lokal sempat menyentuh level terendah sejak awal Agustus.

Sentimen juga membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut adanya pembicaraan “produktif” dengan pejabat Iran, meski Teheran membantah adanya negosiasi. Sinyal de-eskalasi tersebut memberi “ruang napas” sementara bagi pasar yang sebelumnya tertekan oleh volatilitas energi dan kekhawatiran konflik.

Dari Tiongkok daratan, saham ikut rebound setelah muncul laporan bahwa China akan memangkas setengah rencana kenaikan harga bahan bakar untuk meringankan beban pengemudi. Selain itu, Gubernur People’s Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng menegaskan komitmen untuk menjaga kebijakan tetap suportif guna mendorong pertumbuhan yang stabil dan menjaga stabilitas pasar keuangan—faktor yang membantu memperkuat risk appetite.

Meski demikian, kehati-hatian masih terlihat menjelang rilis data perdagangan Hong Kong untuk Februari, menyusul perubahan posisi pada Desember yang berbalik ke defisit. Data ini menjadi fokus karena dapat memberi sinyal kekuatan permintaan eksternal dan kondisi aktivitas ekonomi.

Dari sisi saham individual, Alibaba Hong Kong naik 3,3% setelah memperkenalkan chip generasi baru untuk agentic AI. China Resources Beer melonjak 8,2% seiring laporan penjualan yang lebih kuat. Li Ning naik sekitar 0,44% setelah memberikan panduan (guidance) yang positif. Cathay Pacific menguat 1,7% setelah memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga Mei.

Inti Newsmaker: reli indeks Hang Seng didorong kombinasi “bagain hunting” pasca sell-off, sinyal kebijakan yang lebih suportif dari China, serta harapan de-eskalasi geopolitik. Namun, pasar masih akan sensitif terhadap headline Iran dan data perdagangan Hong Kong yang dapat menguji kekuatan pemulihan ini.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 16, 2026

Hang Seng Rebound, Data China Angkat Sentimen Pasar

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melonjak 368 poin atau 1,45% ke 25.834 pada penutupan Senin (16/3), menghentikan penurunan tiga sesi sebelumnya di tengah penguatan yang meluas lintas sektor. Sentimen membaik setelah rangkaian data aktivitas China untuk gabungan Januari–Februari 2026 melampaui perkiraan, dengan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap sama-sama memberi kejutan positif.

Dukungan tambahan datang dari penguatan kontrak berjangka saham AS menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan ini, yang membantu memperbaiki risk appetite regional. Namun, kenaikan Hang Seng tetap tertahan oleh pelemahan bursa China daratan untuk hari ketiga berturut-turut, di tengah spekulasi bahwa rencana pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping dapat tertunda ketika Washington menekan Beijing agar membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Biro statistik China juga mengingatkan bahwa tekanan eksternal, risiko geopolitik, dan tantangan struktural domestik masih berada pada level tinggi. Artinya, data yang lebih kuat untuk awal tahun memberi bantalan jangka pendek, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ke depan.

Di level saham, penguatan dipimpin oleh Knowledge Atlas yang melonjak 14,0%, diikuti Mixue Group naik 6,4%, Akeso Inc. 6,0%, Xiaomi Corp. 5,3%, Orient Overseas 4,2%, dan Meituan 3,0%. Kenaikan saham-saham ini menegaskan bahwa pemulihan indeks ditopang kombinasi sentimen makro yang lebih baik dan minat beli selektif pada nama-nama berkapitalisasi besar. (Arl) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Hang Seng Turun 1%, Harapan Trump–Xi Batasi Pelemahan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 251 poin atau 1,0% dan ditutup di 25.466 pada Jumat, memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga beruntun. Indeks juga mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut, turun 1,1%, seiring tekanan jual menyebar di hampir seluruh sektor.

Sentimen memburuk setelah futures saham AS turun tajam, sementara konflik Timur Tengah mendekati dua pekan tanpa tanda penyelesaian. Ketegangan meningkat ketika Teheran mengancam akan mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, menjaga harga minyak tetap tinggi dan mengangkat kembali kekhawatiran inflasi. Risiko shock energi ini membuat investor kembali defensif dan menahan eksposur ke aset berisiko.

Tekanan juga datang dari daratan China. Bursa di mainland melemah menjelang rilis data kredit Februari dan sejumlah indikator aktivitas penting, termasuk penjualan ritel, yang akan menjadi petunjuk apakah momentum domestik cukup kuat untuk menahan perlambatan. Ketidakpastian data membuat pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi sebelum menambah risiko.

Meski begitu, penurunan Hang Seng relatif tertahan oleh laporan bahwa Scott Bessent akan bertemu He Lifeng di Prancis pada 15–16 Maret, menjelang rencana pertemuan Trump–Xi di Beijing pada akhir Maret. Ekspektasi jalur dialog ini membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap eskalasi kebijakan dan memberi bantalan terhadap aksi jual yang lebih dalam.

Di level saham, pelemahan dipimpin sejumlah emiten besar. Zijin Gold International turun 8,0%, Minimax Group turun 6,6%, MTR Corp. turun 6,6%, Knowledge Atlas melemah 4,1%, dan AIA Group turun 3,1%.

Dampak yang perlu dipantau pelaku pasar:

Minyak dan risiko Hormuz: jika minyak tetap tinggi, tekanan inflasi bisa menahan risk appetite dan menekan ekuitas Asia.

Futures AS dan yield: jadi jangkar sentimen harian untuk Hang Seng.

Data China (kredit, ritel): menentukan apakah pasar dapat alasan untuk rebound berbasis fundamental.

Agenda diplomasi AS–China: setiap sinyal positif/negatif bisa cepat mengubah sentimen regional.(Cp) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Hang Seng Ditutup Turun 0,7% Saat Pasar Masuk Mode Risk-Off

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng turun 182 poin atau 0,7% dan ditutup di 25.717 pada Kamis. Ini menjadi penurunan sesi kedua beruntun, seiring anjloknya futures saham AS setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah. Teheran juga memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi skenario minyak US$200 per barel, menantang klaim Presiden Donald Trump bahwa AS “sudah memenangkan perang”.


Dari dalam negeri Hong Kong, sentimen pasar ikut tertekan setelah otoritas setempat mengumumkan penyelidikan insider trading terhadap dua perusahaan sekuritas dan sebuah hedge fund. Delapan orang dilaporkan ditangkap dalam tindakan penegakan terbesar di industri keuangan Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, menambah kehati-hatian di sektor finansial.


Tekanan terjadi merata di seluruh sektor, dengan properti dan keuangan menjadi laggard utama, sejalan dengan pelemahan saham di daratan China. Di antara emiten yang disorot, Cathay Pacific turun 1,6% setelah mengumumkan kenaikan fuel surcharge untuk semua rute mulai 18 Maret, dengan alasan risiko geopolitik. Swire Properties turun 1,2% usai CFO perusahaan mengundurkan diri.


Sejumlah saham lain juga mencatat penurunan tajam, termasuk Knowledge Atlas (-9,2%), Nongfu Spring (-4,5%), dan Henderson Land Development (-3,7%).(mrv) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Hang Seng Turun 0,2% Setelah Reli, Saham Keuangan Membebani

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 0,2% ke 25.898,76 pada perdagangan di Hong Kong, berbalik turun setelah menguat 2,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan aksi ambil untung terbatas, dengan tekanan utama datang dari sektor keuangan.

HSBC Holdings menjadi kontributor terbesar penurunan indeks setelah turun 2,1%. Haidilao International mencatat pelemahan terdalam, merosot 3,8%, menambah beban pada indeks di tengah pergerakan yang cenderung selektif.

Secara breadth, 42 dari 90 saham turun, sementara 45 saham naik, menunjukkan pasar relatif seimbang meski indeks berada di zona negatif. Dari sisi sektoral, dua dari empat sektor melemah dan pelemahan dipimpin saham-saham finansial.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah pelemahan ini berlanjut sebagai fase konsolidasi pasca-rally atau berubah menjadi koreksi yang lebih dalam, terutama jika tekanan pada saham keuangan bertahan dan rotasi sektor tidak segera muncul.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Isu Iran dan Wacana Sanksi Minyak Rusia Jadi Fokus, Saham Hong Kong Hijau

 


PT Rifan - Saham Hong Kong menguat pada perdagangan Selasa pagi, dengan indeks naik 377 poin atau 1,5% ke 25.789, pulih dari penurunan sesi sebelumnya saat hampir seluruh sektor ikut menopang kenaikan. Sentimen membaik setelah reli Wall Street semalam dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang melawan Iran bisa mendekati akhir, ditambah laporan mengenai peluang pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia. Namun, penurunan futures AS membatasi ruang penguatan karena ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, termasuk pernyataan militer Iran yang kembali mengancam serangan rudal lanjutan.

Di China, pasar saham bergerak naik tipis setelah koreksi pada Senin, sementara pelaku pasar menunggu rilis data perdagangan gabungan Januari–Februari yang diperkirakan menunjukkan ekspor dan impor lebih kuat menyusul surplus rekor tahun lalu. Di sisi makro, inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada Februari didorong belanja Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen menunjukkan tanda mereda. Di papan saham, penguatan dipimpin antara lain oleh Minimax Group (+10,1%), H World Group (+4,7%), Cathay Pacific (+4,3%), Tencent (+2,9%), dan SMIC (+2,6%). (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 9, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Pelemahan di Penutupan Hari Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 349 poin atau 1,4% dan ditutup di 25.408 pada hari Senin, memuat reli dua sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi luas di berbagai sektor, seiring memburuknya sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS menurun tajam di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak dan menekan minat pada aset berisiko.

Bursa China juga melemah, dibayangi keraguan pasar bahwa rencana pertemuan pada bulan April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kemajuan yang berarti dalam hubungan bilateral. Dari dalam negeri, pertemuan tahunan parlemen Tiongkok memberi sinyal belum ada urgensi untuk stimulus fiskal atau moneter besar, sehingga menambah sikap hati-hati investor.

Meski begitu, Hang Seng memangkas pelemahan dari level terendah setelah data menunjukkan inflasi konsumen di daratan Tiongkok mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan Februari karena dorongan permintaan Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen mereda. Saham properti dan keuangan masing-masing turun 2,4%, sedangkan konsumen dan teknologi terkoreksi lebih ringan; beberapa penekan utama termasuk Cathay Pacific (-4,9%), Techtronic Industries (-4,4%), Sands China (-4,2%), dan Nongfu Spring (-3,1%).(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Tech Pimpin Reli, Hang Seng Catat Kenaikan Dua Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melonjak 436 poin atau 1,7% pada penutupan Jumat (6/3), berakhir di kisaran 25.757 dan mencatat kenaikan untuk sesi kedua beruntun. Penguatan terjadi merata lintas sektor, dengan sentimen terbantu momentum pasar China daratan.

Dukungan datang setelah China menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di 4,5%–5% dalam pertemuan parlemen tahunan, sementara sasaran kebijakan lain disebut relatif sejalan dengan ekspektasi. Pasar membaca sinyal stabilitas kebijakan dan kesinambungan dukungan pertumbuhan sebagai penopang risk appetite.

Saham teknologi memimpin reli, naik lebih dari 3% setelah Beijing menegaskan kembali orientasi kebijakan “tech-first”. JD.com melonjak 8,3% usai membukukan pendapatan dan laba disesuaikan yang melampaui perkiraan, diikuti Trip.com (+7,4%), Geely Auto (+6,9%), Xiaomi (+4,4%), dan Meituan (+3,8%).

Meski menguat pada Jumat, Hang Seng masih turun 3,3% sepanjang pekan, berbalik dari kenaikan tipis pada periode sebelumnya. Tekanan mingguan dipengaruhi kekhawatiran eskalasi ketegangan Timur Tengah yang memicu risiko harga minyak lebih tinggi, tekanan biaya, likuiditas yang lebih ketat, dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data China pekan depan, terutama inflasi Februari serta data perdagangan gabungan Januari–Februari, untuk menguji kekuatan permintaan domestik dan eksternal setelah sinyal kebijakan terbaru. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Indeks Hang Seng Sedikit Pulih Usai Jatuh 2%

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,3% ke 25.321,34 di penutupan perdagangan hari Kamis (5/3), memulihkan sebagian pelemahan tajam 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini menandai upaya stabilisasi setelah tekanan risk-off yang sempat menekan saham-saham berkapitalisasi besar.

Kinerja indeks ditopang saham sektor keuangan, dengan AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar sekaligus pencetak kenaikan paling menonjol, naik 5,1%. Dorongan dari AIA membantu mengangkat sentimen di kelompok finansial yang sehari sebelumnya menjadi pusat tekanan.

Secara breadth, pergerakan pasar masih terbelah: 46 dari 88 saham konstituen ditutup menguat, sementara 40 melemah. Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor bergerak naik, dipimpin oleh saham-saham finansial.

Meski rebound, komposisi kenaikan yang belum sepenuhnya merata menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan risk appetite. Arah berikutnya Hang Seng akan bergantung pada apakah penguatan mampu meluas di luar finansial dan diikuti kenaikan partisipasi saham, atau sekadar pemulihan teknikal pasca selloff. (Arl) Rifan Financindo.


Source: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Hang Seng Jatuh ke Terendah Sejak 16 Des, Risk-off Menebal

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Hong Kong, Rabu (4/3), turun 2% atau 518,6 poin ke 25.249,48. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 16 Desember, menegaskan pergeseran sentimen ke mode risk-off setelah reli sebelumnya kehilangan momentum.

Tekanan terjadi merata di seluruh papan, dengan seluruh sektor berada di zona merah. Dari 88 saham konstituen, 78 ditutup melemah dan hanya 9 yang naik, menunjukkan breadth negatif yang menandakan aksi jual bersifat luas, bukan sekadar rotasi antar-sektor.

Sektor keuangan memimpin penurunan dan menjadi beban utama indeks. HSBC Holdings Plc tercatat sebagai kontributor terbesar pelemahan benchmark setelah turun 3,7%, mencerminkan besarnya pengaruh saham berkapitalisasi besar terhadap pergerakan indeks. Di saat yang sama, AIA Group Ltd. mencatat penurunan paling dalam di antara konstituen, turun 4,7%, mempertegas tekanan pada sentimen sektor finansial dan asuransi.

Pelemahan yang menyebar lintas sektor umumnya mengindikasikan peningkatan preferensi pasar terhadap aset aman dan pengurangan eksposur pada ekuitas, terutama ketika katalis penguat reli sebelumnya mulai memudar. Dalam konteks ini, pergerakan saham-saham finansial yang sensitif terhadap persepsi risiko cenderung mempercepat arah indeks saat terjadi perubahan sentimen.

Ke depan, arah Hang Seng akan banyak ditentukan oleh apakah tekanan meluas ke saham defensif atau mulai muncul aksi bargain hunting di blue-chips. Pasar juga akan mencermati aliran dana asing, stabilitas yuan, serta perkembangan yield global—faktor yang kerap menjadi penggerak utama ekuitas Asia. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Hang Seng Kembali Melemah, Sentimen Risk-Off Bebani Pasar Hong Kong

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melanjutkan koreksi untuk hari kedua. Berdasarkan data hari Selasa (3/3), indeks ditutup turun 1,1% atau 291,77 poin ke level 25.768,08, sekaligus mencatat penutupan terendah sejak 31 Desember. Tekanan berlangsung cukup merata, dengan 67 dari 88 saham berakhir di zona negatif, sementara 17 saham menguat, mencerminkan memburuknya selera risiko pelaku pasar.

Dari sisi konstituen, HSBC Holdings Plc menjadi salah satu pemberat utama setelah melemah 2,8%, seiring pelemahan minat investor terhadap saham-saham keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, Xinyi Solar Holdings Ltd. mencatat penurunan paling tajam dengan koreksi 6,3%, mengindikasikan tekanan pada kelompok saham bertema pertumbuhan di saat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Pelemahan pasar Hong Kong juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah. Eskalasi tensi memperkuat sentimen risk-off di pasar global, mendorong investor lebih selektif dalam mengambil risiko. Dalam situasi seperti ini, pasar ekuitas cenderung tertekan, sementara fokus pelaku pasar bergeser pada aset lindung nilai serta indikator stabilitas pasokan energi.

Di sisi makro, risiko gangguan pasokan—khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi energi strategis—berpotensi menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi. Kenaikan harga energi dapat memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga, yang pada akhirnya menekan valuasi saham, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan prospek pertumbuhan.

Dari perspektif sektoral, pergerakan hari ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa saham, tetapi juga tercermin dalam tiga dari empat sektor yang berada di wilayah negatif, dengan penurunan dipimpin oleh saham perdagangan dan industri. Pola ini menegaskan bahwa tekanan pasar lebih bersifat menyeluruh, bukan sekadar koreksi teknikal pada saham tertentu.

Ke depan, arah pergerakan Hang Seng berpotensi tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi. Selama ketidakpastian masih tinggi, pasar cenderung bergerak sensitif terhadap berita (headline-driven), sehingga volatilitas berpeluang tetap meningkat dan pemulihan dapat berlangsung terbatas. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 2, 2026

Hang Seng Anjlok: Efek Trump + Data China

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah tajam pada Senin (2/3), turun 571 poin (-2,1%) dan ditutup di 26.060. Penurunan ini menghapus kenaikan sesi sebelumnya sekaligus menempatkan bursa Hong Kong di level terendah enam minggu, di tengah tekanan yang terjadi hampir di semua sektor.

Sentimen memburuk setelah kontrak berjangka saham AS melemah, memicu gelombang risk-off di Asia. Kekhawatiran meningkat seiring ketegangan di Timur Tengah memanas, ketika Presiden Trump memperingatkan konflik bisa berlangsung hingga empat minggu lagi dan menegaskan operasi akan berlanjut sampai target AS tercapai.

Dari sisi China, selera risiko ikut tertekan setelah beberapa produsen mobil melaporkan penurunan penjualan yang tajam pada Februari. Pasar menilai gangguan musim libur Tahun Baru Imlek ikut memengaruhi performa di pasar otomotif terbesar dunia, membuat investor makin hati-hati terhadap prospek permintaan domestik.

Kewaspadaan juga naik menjelang rilis data penting: PMI China Februari dan penjualan ritel Hong Kong Januari yang akan keluar akhir pekan ini. Data tersebut berpotensi menjadi penentu apakah perlambatan hanya sementara atau sinyal tren yang lebih panjang.

Meski begitu, penurunan Hang Seng tidak makin dalam karena ada penopang dari saham daratan China. Muncul ekspektasi bahwa Beijing bisa mengeluarkan langkah-langkah untuk membantu menstabilkan pasar menjelang pertemuan parlemen penting, sehingga sebagian investor menahan aksi jual berlebihan.

Sementara itu, investor juga mulai melirik saham energi karena harga minyak melonjak. Namun saham-saham teknologi dan konsumsi tetap jadi pemberat utama, dengan penekan terbesar di antaranya Xiaomi (-5,2%), SMIC (-4,7%), Meituan (-4,6%), Cathay Pacific (-4,2%), dan Longfor (-2,3%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 1, 2026

Indeks Hang Seng Rally Jumat, Tapi Februari Tetap Merah

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada penutupan perdagangan Jumat (27/2), naik sekitar 249 poin atau hampir 1% ke 26.657, membalikkan pelemahan 1,4% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini juga membuat Hang Seng menutup pekan dengan kenaikan sekitar 0,8%, seiring reli yang terjadi di mayoritas sektor.

Sentimen membaik menjelang dimulainya National People’s Congress (NPC) China pada 5 Maret, dengan pasar berharap munculnya kebijakan yang lebih mendukung teknologi, inovasi, dan konsumsi domestik. Investor juga cenderung mengabaikan pelemahan tajam pada futures AS, dan mengalihkan fokus ke rilis PMI China Februari yang dijadwalkan pekan depan.

Sektor properti menjadi motor utama penguatan, melonjak sekitar 2,8% setelah Shanghai melonggarkan aturan pembelian rumah untuk mendorong pemulihan sektor. Saham konsumer ikut menguat seiring valuasi yang dianggap murah, sementara teknologi rebound dari tekanan sesi-sesi sebelumnya. Di antara saham yang menonjol: Sun Hung Kai Properties (+6,6%), Pop Mart (+2,8%), Muyuan Foods (+2,6%), dan AIA Group (+2,3%).

Meski reli Jumat memberi napas lega, Hang Seng tetap mencatat penurunan sekitar 2,8% sepanjang Februari, berbalik dari performa solid Januari. Ketidakpastian tarif AS, kekhawatiran valuasi sektor teknologi global, serta meningkatnya risiko geopolitik masih menjadi kombinasi faktor yang membebani selera risiko investor.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker