PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (9/12), turun 331 poin atau 1,3% ke sekitar 25.434, yang merupakan level terendah dalam dua pekan.
Koreksi ini memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut, dengan pelemahan terjadi hampir di semua sektor. Sentimen tertekan karena investor gelisah menjelang keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, di tengah spekulasi bahwa bank sentral AS bisa melakukan “hawkish cut” – memangkas suku bunga, tetapi tetap memberi sinyal sikap hati-hati dan tidak terlalu longgar. Ketidakpastian juga meningkat karena masih ada tanda tanya soal siapa pengganti Jerome Powell ketika masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Tekanan tambahan datang dari bursa saham Tiongkok daratan yang ikut melemah setelah reli sebelumnya, karena pelaku pasar berhati-hati menunggu rilis data CPI dan PPI Tiongkok untuk November pada Rabu, dengan risiko deflasi masih menjadi sorotan.
Di sisi lain, sentimen sektor teknologi sempat sedikit terbantu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Nvidia akan diizinkan mengirim chip AI H200 ke pembeli tertentu di Tiongkok, selama memenuhi syarat keamanan nasional. Namun secara keseluruhan, tekanan jual di Hong Kong masih dominan.
Sedikit penahan pelemahan muncul setelah Politbiro Tiongkok berjanji akan memberikan dukungan ekonomi yang lebih kuat pada 2026, termasuk kebijakan fiskal yang lebih proaktif dan kebijakan moneter yang cukup longgar.
Meski begitu, sejumlah saham unggulan tetap mencatat penurunan tajam. Di antara yang paling tertekan adalah Pop Mart International (-5,4%), SMIC (-4,2%), Xiaomi Corp. (-3,0%), Meituan (-2,0%), dan China Resources Land (-3,9%), mencerminkan kuatnya sentimen risk-off di pasar Hong Kong menjelang serangkaian data dan keputusan kebijakan penting.(yds) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment