Wednesday, January 28, 2026

Hang Seng “Meledak” 2,6%—Ada Apa di Balik Lonjakan Terbesar Sejak Awal Tahun?

 


PT Rifan Financindo - Penguatan terjadi cukup merata di banyak sektor. Energi dan material jadi pemimpin, masing-masing naik sekitar 4,0% dan 3,5%. Dorongan datang dari kenaikan tajam harga emas yang menembus USD 5.200, sementara dolar AS melemah ke level terendah hampir empat tahun. Kombinasi emas naik dan dolar turun ini biasanya bikin saham komoditas dan tambang ikut “kecipratan” sentimen.

Dari sisi korporasi, ada beberapa katalis yang ikut mengangkat pasar. China disebut menyetujui impor batch pertama chip AI Nvidia H200, memicu perhatian ke saham teknologi. Busy Ming Group juga mencuri spotlight dengan lonjakan 75% pada debutnya di Hong Kong setelah IPO mengumpulkan HKD 3,67 miliar. Di sektor properti, China Vanke menguat setelah muncul dukungan baru dari pemegang saham utama, Shenzhen Metro. Investor sekarang menunggu keputusan suku bunga The Fed hari ini, terutama petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan. (az) PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 27, 2026

Indeks Hang Seng Ngegas, Ditutup Dekat Puncak Dua Pekan

 


Rifan Financindo - Hang Seng ditutup melonjak 361 poin (+1,4%) ke 27.127 pada Selasa (27/1), mencatat kenaikan lima hari beruntun dan berada dekat level tertinggi dalam hampir dua pekan. Dorongan datang dari penguatan Wall Street sehari sebelumnya, saat investor mulai pasang posisi jelang keputusan suku bunga The Fed.

Sentimen juga terbantu dari China. Sektor keuangan melesat setelah bank sentral China menjanjikan konektivitas pasar yang lebih dalam dengan Hong Kong. Data resmi juga memberi angin segar: laba industri China naik di 2025 untuk pertama kalinya dalam empat tahun, ditopang rebound di Desember dan harapan perbaikan margin seiring upaya meredam “perang harga”.

Meski menguat, pasar tetap menahan euforia karena investor menunggu rilis PMI China pekan ini. Dari saham, Zijin Gold International melonjak setelah rencana akuisisi Allied Gold. Penguat lain termasuk Minimax Group, AIA Group, Techtronic Industries, dan China Taiping Insurance.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 26, 2026

China & Hong Kong Stock Exchanges Flat, Tech Slows Down | Bursa China & Hong Kong Stagnan, Tech Ngerem

 


PT Rifan - Saham China dan Hong Kong ditutup nyaris datar pada Senin (26/1), karena kenaikan saham logam dan sektor keuangan menahan tekanan dari saham teknologi. Indeks CSI300 naik 0,1%, sementara Shanghai Composite turun 0,1%. Di Hong Kong, Hang Seng naik tipis 0,1%.


Penggerak utama penguatan datang dari saham logam non-ferrous yang melonjak 5,2%, serta saham materials offshore yang naik 3,7%. Sentimen sektor ini terdorong lonjakan emas yang mencetak rekor baru di atas $5,000 per ons, karena investor memburu aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik.


Sebaliknya, sektor teknologi jadi beban. Saham big tech di Hong Kong turun 1,2%, sementara saham semikonduktor onshore melemah 2,3%. Analis menilai tema AI dan teknologi masih berpotensi jadi motor pertumbuhan 2026, tapi pasar mulai khawatir belanja modal yang naik bisa menekan arus kas dan valuasi terlihat mendekati “gelembung”.


Dari sisi kebijakan, pengawasan regulator juga jadi sorotan dan dianggap bisa menahan laju kenaikan indeks. Otoritas pasar modal China menjatuhkan denda sekitar 1 miliar yuan (sekitar $143,77 juta) kepada seorang investor individu karena manipulasi saham. Bursa Shanghai dan Shenzhen juga menindak ratusan praktik trading abnormal dan membuka penyelidikan terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan pernyataan menyesatkan.


Meski begitu, saham sektor keuangan ikut memberi bantalan. Saham asuransi naik 1,9% dan saham bank menguat 0,4%, membantu menyeimbangkan pelemahan teknologi sehingga indeks akhirnya ditutup relatif stabil.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 25, 2026

Hang Seng Naik 3 Hari, Tapi Pekan Berakhir Merah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng naik 119 poin atau 0,45% dan ditutup di 26.749 pada Jumat(23/1), memperpanjang kenaikan menjadi tiga sesi beruntun. Penguatan didorong saham konsumen dan teknologi, dengan sentimen membaik setelah futures AS menguat menyusul reli Wall Street. Pasar ikut lega karena Presiden Trump mengurangi ancaman tarif terhadap barang Eropa dan menegaskan tidak akan memakai kekuatan terkait Greenland.

Di sisi lain, saham China naik tipis karena optimisme dukungan likuiditas masih ada, meski pengawasan regulasi makin ketat untuk menahan perdagangan spekulatif. Alibaba Hong Kong naik 2,3% ke level tertinggi hampir tiga bulan setelah berencana melantai­kan unit chip T-Head, sementara Xiaomi melonjak hampir 3% usai mengumumkan program buyback. Namun, Hang Seng tetap menutup pekan turun 0,4% karena tekanan inflasi Desember yang naik ke 1,4% dan investor cenderung hati-hati menjelang rilis data perdagangan pekan depan. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Thursday, January 22, 2026

Indeks Hang Seng Balik Ngegas di Akhir Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup naik tipis pada Kamis (22/1) setelah sempat melemah di pagi hari. Indeks menguat 45 poin (+0,2%) ke 26.630, menandai dua hari berturut-turut berada di zona hijau.

Penguatan terjadi karena sebagian besar sektor ikut naik sejalan dengan pasar China daratan. Sentimen membaik menjelang rilis data penting Hong Kong, sementara investor mulai berani ambil posisi setelah tekanan pasar mereda dibanding awal sesi.

Sektor properti jadi sorotan. Saham properti melonjak sekitar 1,6% setelah pengembang bermasalah China Vanke mendapat persetujuan pemegang obligasi untuk menunda pembayaran obligasi domestik besar—langkah yang dinilai membantu meredakan tekanan likuiditas dan mengurangi risiko gagal bayar.

Dari sisi global, bursa Asia juga terbantu oleh arah pasar AS. Kontrak berjangka saham AS bergerak naik tipis setelah Wall Street reli pada Rabu, menyusul Trump yang mundur dari ancaman tarif terkait ambisinya atas Greenland, sehingga kekhawatiran perang dagang dengan sebagian negara Eropa ikut mereda.

Untuk saham-saham yang mencolok di Hong Kong, Pop Mart melonjak 6,1%, Li Auto naik 3,6%, Laopu Gold menguat 3,0%, dan Chow Tai Fook bertambah 2,6%. Selanjutnya, pasar menunggu data inflasi Hong Kong Desember hari ini dan rilis sentimen bisnis kuartal I pada Jumat, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa kuartal. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 21, 2026

Hang Seng Coba Bangkit

 


Rifan Financindo - Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.

Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.

Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.

Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.

Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat.(asd) Rifan Financindo.


Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 20, 2026

Hang Seng Terseret Isu Greenland Pasar Tetap Waspada

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 76 poin atau 0,3% dan ditutup di 26.487 pada hari Selasa. Ini jadi penurunan sesi keempat beruntun dan level terendah dalam satu minggu. Sentimen melemah setelah kontrak berjangka AS jatuh tajam, dipicu langkah Presiden Trump yang makin agresif soal Greenland dan ancaman tarif baru untuk beberapa negara Eropa.

Kewaspadaan pasar juga datang dari dalam Tiongkok sendiri. Bursa daratan memperketat pengawasan untuk menekan spekulasi dan praktik trading yang dianggap tidak normal. Meski begitu, penurunan sempat agak tertahan setelah Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan—sudah delapan bulan berturut-turut tidak berubah—setelah Tiongkok mencapai target pertumbuhan 5% pada tahun 2025.

Tekanan paling besar datang dari saham teknologi dan konsumen. Sejumlah saham yang paling tertinggal antara lain Knowledge Atlas Tech (-8,0%), Sunny Optical (-3,2%), dan SMIC (-3,1%). Di sisi lain, China Taiping Insurance justru melonjak 4,0% ke level tertinggi hampir tujuh tahun, didorong harapan kinerja pendapatan yang kuat. (az) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Monday, January 19, 2026

Risiko Geopolitik Tekan HK, Saham Pak Tak Ngebut

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Hong Kong ditutup turun pada perdagangan Senin (19/1), seiring investor mencerna perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV serta menimbang kembali meningkatnya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat memberi sinyal kemungkinan tarif baru terhadap Eropa.

Indeks Hang Seng terkoreksi 281,06 poin atau 1,1% ke level 26.563,90. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index turun 86,36 poin atau 0,9% ke 9.134,45.

Produk Domestik Bruto (PDB) China tercatat tumbuh 4,5% pada kuartal IV 2025, melandai dari 4,8% pada kuartal sebelumnya, namun sedikit lebih baik dari perkiraan 4,4% berdasarkan survei Reuters.

Secara tahunan, ekonomi China tumbuh 5%, sesuai dengan target pertumbuhan tahunan pemerintah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan akan memberlakukan putaran baru tarif yang meningkat terhadap sekutu-sekutu Eropa, menyusul penolakan mereka terhadap rencana pengambilalihan Greenland yang ia usulkan.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut tambahan tarif impor 10% akan berlaku mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris Raya.

Dari ranah korporasi, Pak Tak International (HKG:2668) melonjak 39% setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kemungkinan akuisisi sebagian atau seluruh kepemilikan saham pada perusahaan emas berbasis di Tanzania.

Sementara itu, GOME Retail ditutup hampir 27% lebih tinggi setelah menyatakan berencana menerbitkan lebih dari 25 miliar saham untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran (payables) yang masih tertunggak sekitar 336,8 juta yuan.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 18, 2026

Euforia AI Mereda, Hang Seng Tergelincir

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng kembali melemah pada penutupan hari Jumat (16/1), turun sekitar 0,3% ke 26.845, memperpanjang koreksi untuk dua sesi beruntun setelah penguatan awal memudar. Tekanan datang dari pelemahan mayoritas sektor, sementara pelaku pasar memilih lebih defensif menjelang rangkaian data besar China yang rilis pekan depan—mulai dari PDB kuartal IV, produksi industri, penjualan ritel, hingga penetapan suku bunga pinjaman acuan (LPR).

Sentimen juga ikut terbebani oleh pergerakan bursa China daratan yang cenderung melemah, memicu aksi ambil untung setelah reli sebelumnya yang didorong optimisme AI dan membawa pasar ke area tertinggi dalam satu dekade. Di sisi kebijakan, pasar menambah kehati-hatian setelah Beijing mengumumkan pengetatan aturan pembiayaan margin yang akan mulai berlaku 19 Januari, sehingga ruang spekulasi leverage dinilai bakal lebih ketat.

Meski ditutup merah, kinerja mingguan Hong Kong masih positif—Hang Seng tetap membukukan kenaikan sekitar 2,3% dan berhasil membalikkan pelemahan pekan sebelumnya. Dukungan datang setelah PBoC memberi sinyal masih ada peluang pemangkasan RRR dan suku bunga kebijakan, ditambah data pinjaman yuan baru Desember yang melampaui ekspektasi berkat permintaan akhir tahun yang lebih kuat. Di papan saham, Chow Tai Fook turun sekitar 1,5%, Haidilao melemah 1,3% usai pergantian CEO, sementara tekanan lebih besar terlihat pada Pop Mart (-5,7%), Tencent Music (-4,7%), dan Xiaomi (-1,9%). (Arl) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 14, 2026

Hang Seng Ngegas 4 Hari, Tapi Pasar Masih Waspada

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng naik 0,6% atau 151 poin dan ditutup di 26.973 pada Rabu(14/1), memperpanjang reli menjadi empat sesi berturut-turut. Penguatan ini ditopang saham sektor konsumen dan teknologi yang membantu menahan tekanan dari sektor lain.

Sentimen juga terbantu oleh kabar surplus perdagangan China yang mencetak rekor sepanjang 2025, dengan angka Desember tetap di atas USD 100 miliar. Ekspor yang kuat ke pasar non-AS dinilai sebagai strategi pelaku usaha untuk mengurangi dampak risiko tarif era Trump, sehingga pasar mendapat dorongan optimisme dari sisi data.

Namun kenaikan Hang Seng tidak sepenuhnya mulus. Saham-saham daratan China kembali melemah setelah otoritas bursa memperketat aturan margin untuk mendinginkan pasar yang dinilai terlalu panas. Di saat yang sama, futures saham AS ikut tertekan setelah Wall Street turun karena isu independensi bank sentral, data inflasi yang kurang menggigit, dan meningkatnya risiko geopolitik. Saham yang menonjol di Hong Kong antara lain Alibaba Health melonjak 17,4%, disusul Nongfu Spring naik 5,7% dan Kuaishou menguat 3,9%. (az) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, January 13, 2026

Tarif EU Melunak, Hang Seng Lanjutkan Reli

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng naik 182 poin (0,7%) dan ditutup di 26.793 pada Selasa (13/1), mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut dengan penguatan yang merata di banyak sektor. Sentimen pasar membaik setelah muncul sinyal meredanya tensi dagang, menyusul kabar Uni Eropa mengevaluasi ulang tarif kendaraan listrik buatan China yang diberlakukan pada 2024.

Meski sempat terdorong ke level tertinggi dua bulan, kenaikan indeks Hang Seng kemudian sedikit terpangkas karena aksi ambil untung. Tekanan juga datang dari turunnya saham-saham daratan China, sementara investor memilih lebih hati-hati menjelang rilis data penting China pada akhir pekan ini.

Dari luar kawasan, futures AS yang melemah tipis turut menahan laju pasar, seiring kekhawatiran soal independensi The Fed setelah adanya penyelidikan terhadap Ketua Jerome Powell. Kondisi ini membuat pasar global cenderung wait and see jelang rangkaian agenda besar seperti data inflasi (CPI) dan awal musim laporan keuangan.

Di sisi saham individual, GigaDevice Semiconductor mencuri perhatian dengan lonjakan 40% pada debutnya di Hong Kong. Dongfeng Motor melesat 6,4% di tengah kabar rencana privatisasi. Penguatan solid lain terlihat pada Wuxi Biologics (+5,6%), Zijin Gold Intl. (+4,8%), China Taiping Insurance (+4,6%), dan Henderson Land (+2,9%). (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 12, 2026

Hang Seng Melejit, Tapi Ada “Awan Gelap” dari AS

 


Indeks Hang Seng melonjak 377 poin (+1,4%) dan ditutup di 26.608 pada Senin (12/1), memperpanjang penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan terjadi secara luas, menandakan risk appetite di pasar Hong Kong masih kuat di awal pekan.


Pendorong utama reli datang dari saham teknologi, dengan indeks sektornya melesat 3,1%. Setelah itu, giliran saham konsumen dan properti ikut mengangkat indeks, menunjukkan rotasi beli yang cukup merata.


Sentimen positif ikut didukung oleh Shanghai Composite yang menyentuh level tertinggi dalam satu dekade. Performa kuat pasar daratan Tiongkok memberi dorongan psikologis bahwa awal tahun di China masih solid dan belum kehilangan momentum.


Dari sisi makro, kekhawatiran soal deflasi di Tiongkok disebut mereda pada Desember. Ini memperkuat harapan bahwa kondisi harga dan permintaan mulai stabil, sekaligus membuka ruang bagi kebijakan yang lebih agresif untuk menjaga pemulihan tetap berjalan.


Ekspektasi pasar juga meningkat bahwa Beijing akan menambah langkah dukungan untuk mendorong permintaan dan sisi penawaran. Harapan stimulus lanjutan ini bikin prospek pendapatan perusahaan terlihat lebih cerah—dan itu jadi bahan bakar tambahan untuk rally.


Namun, laju penguatan tidak sepenuhnya lepas hambatan. Pasar menahan diri setelah futures AS turun tajam, dipicu isu terkait Fed dan Powell yang membuat sentimen global lebih sensitif, terutama di sektor risiko.


Investor juga mulai pasang mode hati-hati menjelang rilis data penting China minggu ini, termasuk data perdagangan Desember dan PDB kuartal IV, yang bisa menentukan apakah tren kuat ini bisa lanjut atau justru “dikoreksi” oleh angka ekonomi.


Saham yang menonjol: Meituan (+6,3%), JD Health (+4,8%), Xiaomi (+2,2%), Tencent (+1,9%), dan Zijin Gold Intl (+1,5%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 11, 2026

Hang Seng Rebound, China Bikin Sinyal Positif

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 82 poin (0,3%) ke level 26.232 pada Jumat (9/1), menghentikan tren penurunan dua hari beruntun. Kenaikan terjadi merata di berbagai sektor, dengan saham konsumen dan properti menjadi pendorong utama yang mengangkat sentimen pasar.

Dari Tiongkok daratan, indeks acuan Shanghai bertahan di area tertinggi dalam satu dekade setelah data terbaru menunjukkan inflasi konsumen menguat. Harga konsumen Desember tercatat naik dengan laju tahunan tercepat dalam hampir tiga tahun, didorong lonjakan harga pangan yang disebut sebagai yang terkuat dalam 14 bulan.

Tekanan deflasi di sektor industri juga menunjukkan tanda mereda. Harga produsen masih turun, tetapi laju penurunannya melambat ke level terendah dalam 16 bulan, mengindikasikan upaya Beijing untuk menahan perang harga dan menstabilkan margin perusahaan mulai terlihat dampaknya.

Sejumlah saham mencatat kenaikan mencolok dan turut mengangkat indeks, di antaranya Laopu Gold (+5,4%), Kuaishou Tech (+3,7%), Zhaojin Mining (+3,6%), CK Hutchison (+3,6%), dan Zijin Gold Intl (+2,6%).

Meski menguat hari ini, pasar saham Hong Kong masih mencatat penurunan sekitar 0,4% secara mingguan. Sentimen tertahan oleh ketegangan geopolitik serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data perdagangan dan kredit Tiongkok.

Selain itu, perhatian global juga mengarah ke Amerika Serikat menjelang rilis data penting pasar tenaga kerja dan potensi putusan Mahkamah Agung terkait kebijakan tarif, yang bisa memicu volatilitas di pasar keuangan. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, January 8, 2026

Hang Seng Drop, Deflasi China Jadi Hantu

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong kembali melemah pada Kamis (8/1), dengan indeks Hang Seng melanjutkan tekanan jual karena sebagian besar sektor bergerak turun. Sentimen pasar terpukul setelah pelemahan tajam kontrak berjangka AS dan aksi jual besar pada produk investasi yang berfokus ke China, membuat investor cenderung defensif jelang rilis data penting.


Indeks Hang Seng berada di sekitar 26.095 (turun sekitar 1% lebih), mencerminkan tekanan yang masih bertahan di sesi berjalan.


Kehati-hatian juga meningkat menjelang rilis CPI dan PPI China untuk bulan Desember pada Jumat, di mana risiko deflasi masih jadi bayang-bayang utama. Kondisi ini membuat pelaku pasar menahan posisi agresif, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap arah pemulihan ekonomi China.


Dari sisi sektor, keuangan menjadi salah satu pemberat utama setelah investor melakukan ambil untung pasca pemulihan terakhir, sejalan dengan melemahnya saham-saham sejenis di daratan China. Sementara indeks teknologi Hang Seng Tech juga ikut turun; terakhir berada di sekitar 5.678.


Di tengah pelemahan luas, sektor properti justru menguat setelah bank sentral China memberi sinyal kesiapan untuk menurunkan biaya pinjaman tahun ini dan menyiapkan langkah kontra-siklik untuk menopang ekonomi. Pada level saham, tekanan besar terlihat pada Sands China, China Reinsurance, Meituan, Kuaishou Tech, dan Techtronic Industries yang menjadi deretan pemberat indeks. (Arl) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, January 7, 2026

Hang Seng Loyo, Geopolitik & Data China Bikin Waspada

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 251 poin (-0,9%) dan ditutup di 26.459 pada Rabu (7/1). Koreksi ini mematahkan reli kuat sesi sebelumnya sekaligus menarik indeks menjauh dari level tertinggi tujuh pekan, saat tekanan jual merata di banyak sektor.

Sentimen utama datang dari aksi ambil untung menjelang rilis data CPI dan PPI China periode Desember yang dijadwalkan keluar akhir pekan ini. Pasar juga menanti rilis cadangan devisa Hong Kong untuk akhir 2025 yang keluar hari ini, sehingga banyak trader memilih mengurangi risiko lebih dulu.

Di sisi geopolitik, pasar ikut terbebani setelah China menerapkan larangan ekspor barang “dwiguna” (berpotensi militer) ke Jepang. Tokyo merespons keras dan menyebut kebijakan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima,” sehingga memicu kekhawatiran baru soal hubungan dagang dan rantai pasok Asia.

Dari Amerika Serikat, indeks futures bergerak beragam setelah S&P 500 dan Dow menutup sesi Selasa di rekor baru. Investor tetap waspada menjelang rangkaian data ekonomi AS yang bisa memengaruhi arah kebijakan The Fed. Meski demikian, tekanan di Hong Kong sedikit mereda setelah PBoC memberi sinyal akan memangkas RRR dan suku bunga tahun ini untuk menopang ekonomi.

Sementara itu, saham daratan China bertahan kuat di area tertinggi lebih dari satu dekade, ditopang volume transaksi yang meningkat dan optimisme pertumbuhan laba. Di Hang Seng, sejumlah saham teknologi menekan indeks, dengan Tencent Music (-5,1%), Kuaishou (-3,0%), Meituan (-2,2%), dan SMIC (-2,0%) menjadi salah satu pemberat terbesar. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, January 6, 2026

Hang Seng Menguat 1,4%, Sektor Keuangan Jadi Mesin Utama

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan di Hong Kong. Indeks naik 1,4% atau 363,21 poin ke 26.710,45, menjadi penutupan tertinggi sejak 13 November.


Kenaikan dipimpin oleh saham sektor keuangan, sementara seluruh sektor tercatat menguat. Dari total 89 saham anggota indeks, 65 naik dan 19 turun, menandakan penguatan yang cukup merata.


Secara saham individu, HSBC menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan indeks setelah sahamnya naik 3,1%. Sementara itu, China Hongqiao Group mencatat kenaikan terbesar hari ini dengan lonjakan 6,1%.


Dalam horizon lebih panjang, Hang Seng sudah naik 36% dalam 52 minggu terakhir, sejalan dengan penguatan indeks MSCI AC Asia Pacific yang naik 31% pada periode yang sama. Saat ini Hang Seng masih 2,5% di bawah puncak 52-minggunya (2 Oktober 2025) dan 43,1% di atas titik terendahnya (13 Januari 2025). Dalam jangka pendek, indeks naik 4,2% dalam 5 hari terakhir dan 2,4% dalam 30 hari.


Dari sisi valuasi dan risiko, Hang Seng diperdagangkan di P/E 13,4 (trailing) dan sekitar 12,8 kali proyeksi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar anggota indeks mencapai sekitar HK$31,8 triliun. Volatilitas 30 hari turun ke 16,62%, lebih rendah dari sesi sebelumnya.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 5, 2026

Saham Hong Kong Menguat di Awal 2026

 


PT Rifan Financindo - Saham di Hong Kong melonjak 413 poin, atau 1,6%, menjadi 26.043 pada perdagangan awal hari pertama tahun 2026, pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya seiring pasar dibuka kembali setelah libur Tahun Baru. Sentimen terangkat oleh kenaikan signifikan pada futures AS, menyusul keuntungan akhir tahun yang solid di Wall Street pada tahun 2025. Meskipun ekuitas AS berkinerja lebih rendah dari pengembalian yang kuat dalam dua tahun terakhir, keuntungan tahunan tetap tangguh meskipun terjadi aksi jual global yang dipicu oleh pengumuman tarif pada bulan April. Semua sektor Indeks Hang Seng berpartisipasi dalam reli, dipimpin oleh saham teknologi, konsumen, dan properti. Namun, kenaikan dibatasi karena investor menjadi lebih berhati-hati menjelang data penjualan ritel Hong Kong bulan November yang akan dirilis kemudian hari. Di antara saham-saham yang bergerak naik, Baidu Inc. melonjak lebih dari 6% setelah mengumumkan rencana untuk memisahkan unit chip AI-nya. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan antara lain SMIC (4,6%), Trip.com (3,7%), Xiaomi Corp. (2,7%), dan Tencent Holdings (2,6%).(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : RFBNews


Sunday, January 4, 2026

Saham Hong Kong Menguat di Awal 2026

 


Rifan Financindo - Saham di Hong Kong melonjak 413 poin, atau 1,6%, menjadi 26.043 pada perdagangan awal hari pertama tahun 2026, pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya seiring pasar dibuka kembali setelah libur Tahun Baru. Sentimen terangkat oleh kenaikan signifikan pada futures AS, menyusul keuntungan akhir tahun yang solid di Wall Street pada tahun 2025. Meskipun ekuitas AS berkinerja lebih rendah dari pengembalian yang kuat dalam dua tahun terakhir, keuntungan tahunan tetap tangguh meskipun terjadi aksi jual global yang dipicu oleh pengumuman tarif pada bulan April. Semua sektor Indeks Hang Seng berpartisipasi dalam reli, dipimpin oleh saham teknologi, konsumen, dan properti. Namun, kenaikan dibatasi karena investor menjadi lebih berhati-hati menjelang data penjualan ritel Hong Kong bulan November yang akan dirilis kemudian hari. Di antara saham-saham yang bergerak naik, Baidu Inc. melonjak lebih dari 6% setelah mengumumkan rencana untuk memisahkan unit chip AI-nya. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan antara lain SMIC (4,6%), Trip.com (3,7%), Xiaomi Corp. (2,7%), dan Tencent Holdings (2,6%).(asd) Rifan Financindo.

Sumber : RFBNews

Thursday, January 1, 2026

Indeks Hang Seng Turun di Sesi Terakhir, Tutup Tahun Naik Hampir 28%

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 224 poin, atau 0,9%, dan ditutup lebih awal di level 25.630 pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, karena pasar tutup lebih cepat menjelang Tahun Baru.

Indeks ini membalikkan penguatan pada sesi sebelumnya setelah pelemahan menyebar ke semua sektor, dengan saham teknologi, konsumsi, dan keuangan memimpin penurunan. Meski begitu, Hang Seng tetap mencatat kenaikan tahunan untuk tahun kedua berturut-turut, naik hampir 28% sepanjang 2025. Reli ini didorong oleh ramainya pasar IPO di Hong Kong, meredanya ketegangan dagang AS–China, serta komitmen Beijing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui belanja fiskal yang lebih proaktif dan kebijakan moneter yang akomodatif.

China Hongqiao Group menjadi saham dengan kinerja terbaik di indeks, melonjak 179% sepanjang tahun ini berkat kuatnya permintaan aluminium, sehingga total kenaikannya dalam 10 tahun mencapai lebih dari 653%. SMIC naik 117% selama setahun seiring pesatnya tren AI, dan memperpanjang kenaikan 10 tahunnya menjadi lebih dari 800%. Sementara itu, Pop Mart International naik 118%, didukung oleh popularitas berkelanjutan produk Labubu. Perdagangan akan kembali dibuka pada 2 Januari.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker