PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 251 poin (-0,9%) dan ditutup di 26.459 pada Rabu (7/1). Koreksi ini mematahkan reli kuat sesi sebelumnya sekaligus menarik indeks menjauh dari level tertinggi tujuh pekan, saat tekanan jual merata di banyak sektor.
Sentimen utama datang dari aksi ambil untung menjelang rilis data CPI dan PPI China periode Desember yang dijadwalkan keluar akhir pekan ini. Pasar juga menanti rilis cadangan devisa Hong Kong untuk akhir 2025 yang keluar hari ini, sehingga banyak trader memilih mengurangi risiko lebih dulu.
Di sisi geopolitik, pasar ikut terbebani setelah China menerapkan larangan ekspor barang “dwiguna” (berpotensi militer) ke Jepang. Tokyo merespons keras dan menyebut kebijakan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima,” sehingga memicu kekhawatiran baru soal hubungan dagang dan rantai pasok Asia.
Dari Amerika Serikat, indeks futures bergerak beragam setelah S&P 500 dan Dow menutup sesi Selasa di rekor baru. Investor tetap waspada menjelang rangkaian data ekonomi AS yang bisa memengaruhi arah kebijakan The Fed. Meski demikian, tekanan di Hong Kong sedikit mereda setelah PBoC memberi sinyal akan memangkas RRR dan suku bunga tahun ini untuk menopang ekonomi.
Sementara itu, saham daratan China bertahan kuat di area tertinggi lebih dari satu dekade, ditopang volume transaksi yang meningkat dan optimisme pertumbuhan laba. Di Hang Seng, sejumlah saham teknologi menekan indeks, dengan Tencent Music (-5,1%), Kuaishou (-3,0%), Meituan (-2,2%), dan SMIC (-2,0%) menjadi salah satu pemberat terbesar. (Arl) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment