Monday, February 9, 2026

Cadangan Devisa China Melejit, Bursa HK Ikut Terangkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada hari Senin (9/2), naik 467 poin atau 1,8% dan ditutup di 27.027. Setelah sempat terseret turun tajam di sesi sebelumnya, pasar langsung “ganti mood” karena penguatan terjadi merata di hampir semua sektor.

Angin segarnya datang dari Wall Street. Dow Jones menembus 50.000 untuk pertama kalinya setelah saham chip rebound, dan pasar kembali ramai berspekulasi soal peluang pelonggaran kebijakan The Fed ke depan. Sentimen itu kebawa ke Asia dan bikin minat risiko naik lagi.

Dari China, bursa ikut membaik setelah sejumlah pialang mendorong investor tetap pegang posisi menjelang libur Tahun Baru Imlek. Narasinya simpel: koreksi terakhir dinilai sudah mulai kehabisan tenaga, jadi banyak yang mulai balik masuk.

Data juga jadi penopang. Cadangan devisa China tercatat USD 3,399 triliun pada Januari—level tertinggi sejak 2015 dan sudah naik tujuh bulan beruntun. Di sisi lain, saham-saham terkait emas ikut kenceng karena PBoC masih lanjut beli emas, sudah 15 bulan berturut-turut.

Untuk pergerakan saham, nama-nama “gold-linked” jadi sorotan: Laopu Gold melesat 5,6%, disusul Zijin Gold International dan Chow Tai Fook yang sama-sama naik sekitar 2,9%. Sentimen emas kembali dapet panggung di tengah pasar global yang masih sensitif dengan isu suku bunga dan risiko geopolitik.

Di luar itu, beberapa saham juga terbang karena katalis korporasi. Innovent Biologics naik 7,4% setelah kerja sama dengan Eli Lilly, Minth Group menguat 7,0% usai mengusulkan joint venture robotika AI di AS, sementara Meitu naik 5,1% karena prospek pendapatan yang dinilai solid. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

No comments:

Post a Comment