Sunday, November 30, 2025

Indeks Hang Seng Menutup November dengan Tenang

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 87 poin atau 0,3% dan berakhir di level 25.859 pada hari Jumat (28/11), mengakhiri reli kenaikan empat hari beruntun seiring pelemahan saham-saham properti dan keuangan yang menekan indeks.

Sentimen pasar melemah karena kehati-hatian menjelang rilis data resmi PMI Tiongkok untuk bulan November pada akhir pekan, serta survei swasta yang akan dirilis pekan depan. Para trader juga mulai waspada karena indeks-indeks utama di daratan Tiongkok mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun berkat euforia saham-saham AI, sehingga memicu kekhawatiran kenaikan volatilitas menjelang akhir tahun.

Penurunan Hang Seng tertahan oleh kenaikan tipis indeks futures AS menjelang sesi perdagangan Wall Street yang lebih singkat setelah libur Thanksgiving. Saham Anta Sports (-0,6%) dan Li Ning (-1,4%) melemah karena kedua perusahaan tersebut termasuk di antara pihak yang mempertimbangkan potensi akuisisi merek apparel olahraga Jerman yang tengah kesulitan, Puma.

Sejumlah saham lainnya yang juga melemah antara lain Alibaba Health (-3,1%), Nongfu Spring (-3,4%), dan China Overseas Land (-2,7%). Sepanjang bulan November, Hang Seng bergerak nyaris datar menjelang Central Economic Work Conference Tiongkok di bulan Desember, meskipun secara mingguan indeks ini masih mencatat kenaikan 2,5%.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, November 27, 2025

Nikkei Ngerem di Atas 50.000, Tanda Mulai Lelah?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei diperkirakan dibuka cenderung hati-hati pada perdagangan Jumat(28/11), bergerak terbatas di area 50.000 setelah reli tajam dalam sepekan terakhir. Futures Nikkei hanya bergerak tipis di sekitar 50.100, sejalan dengan proyeksi pembukaan bursa Asia yang cenderung datar setelah rebound global mulai kehilangan tenaga. Sehari sebelumnya, Nikkei sempat naik sekitar 1,2% dan ditutup di kisaran 50.167, didorong sentimen positif dari harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember yang kembali menghidupkan selera risiko investor.

Dari sisi fundamental, fokus pasar pagi ini tertuju ke data inflasi Tokyo yang kembali berada di 2,8% year-on-year pada November, sedikit di atas perkiraan pasar 2,7% dan tetap berada di atas target 2% Bank of Japan. Angka ini menjaga spekulasi bahwa BOJ bisa saja kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan 18–19 Desember, sehingga ruang pergerakan Nikkei berpotensi tertahan di sesi awal. Di saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi penopang sentimen global, sehingga investor di Jepang kini berada di posisi serba “wait and see”: menimbang antara peluang lanjutnya reli saham dan risiko tekanan dari kemungkinan pengetatan bertahap BOJ. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 26, 2025

Rally Hong Kong Masih Lanjut?

 


PT Rifan Financindo - Saham Hong Kong naik lagi untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu(26/11), mendekati rekor kenaikan terpanjang dalam dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng menguat 0,6% ke level 26.039,99, didukung saham-saham teknologi seperti Meituan yang melesat 6,6% jelang rilis laba, ZTO Express naik 3,5%, BYD menguat 2,7%, dan JD.com naik 1,8%. Di sisi lain, Alibaba turun tipis 0,1% setelah laba kuartal September anjlok 52% dibanding tahun lalu, meski penurunannya masih lebih baik dari perkiraan pasar. Sentimen positif juga menjalar ke China daratan, dengan indeks CSI 300 naik 0,5% dan Shanghai Composite menguat 0,2%.


Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga, setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS melemah dan penjualan ritel masih lesu. Pasar kembali memakai pola pikir “kabar buruk adalah kabar baik”, karena data ekonomi yang lemah justru dianggap membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter. Indeks utama Asia lain juga kompak menguat: Nikkei 225 Jepang naik 1,9%, Kospi Korea Selatan menguat 2%, dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,8%, menandakan selera risiko investor di kawasan mulai pulih. (az) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, November 25, 2025

Indeks Hang Seng Naik di Penutupan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup naik 178 poin atau sekitar 0,7% ke level 25.894 pada Selasa (25/11), melanjutkan penguatan untuk sesi kedua. Kenaikan tersebar di berbagai sektor. Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut hubungan dengan China “sangat kuat” usai telepon dengan Xi Jinping. Risk appetite juga didukung rebound saham-saham mainland dari level terendah dua bulan, setelah PBoC menggelontorkan CNY 1 triliun lewat operasi MLF dengan net injection sekitar CNY 100 miliar.

Indeks teknologi Hong Kong menguat sekitar 1,2%, mengikuti reli saham-saham teknologi China yang listing di AS, seiring pasar mulai mengecilkan kekhawatiran soal sektor AI yang terlalu panas. Namun, menjelang penutupan, penguatan mulai terpangkas karena turunnya futures AS dan sikap hati-hati investor menjelang rilis data perdagangan Hong Kong untuk Oktober.

Di level saham individual, Xiaomi naik 3,8% setelah pendirinya tercatat membeli saham di pasar. CSPC Pharma melonjak 3,2% usai mendapat persetujuan uji klinis di AS untuk salah satu produknya. Sementara itu, Alibaba menguat 1,9% karena investor bersiap menunggu laporan keuangan yang akan dirilis kemudian pada hari yang sama.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 24, 2025

Indeks Hang Seng Akhiri Sesi Dengan Lonjakan

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melompat 496 poin, atau hampir 2%, dan ditutup di 25.716 pada hari Senin (24/11), yang menghentikan penurunan selama enam sesi beruntun. Penguatan ini terjadi seiring naiknya futures AS, didorong oleh ekspektasi meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember setelah komentar dovish dari seorang pejabat senior bank sentral tersebut.

Pasar bangkit dari level terendah lima minggu, ditopang oleh kenaikan solid di berbagai sektor. Indeks teknologi naik 2,7%, meskipun muncul kabar bahwa pemerintahan Trump mungkin mengizinkan Nvidia menjual chip H200 ke China. Sentimen semakin positif karena para investor menantikan sinyal kebijakan baru dari Beijing dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat bulan depan.

Meski begitu, kehati-hatian masih terasa menjelang rilis data laba industri China dan angka perdagangan Hong Kong untuk Oktober, sehingga membatasi kenaikan indeks. Alibaba melonjak 5,3% setelah unduhan chatbot Qwen miliknya melampaui 10 juta. Leapmotor naik 6,0% dan Innovent Biologics menguat 5,0% menjelang masuknya mereka ke dalam indeks Hang Seng yang mulai berlaku 8 Desember. JD.com juga menambah hampir 2% karena unit teknologi rantai pasoknya mulai menjajaki minat investor untuk IPO di Hong Kong.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Sunday, November 23, 2025

Hong Kong Stocks Slump Amid AI Weakness and Murky US Economic Signals

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hong Kong stocks declined on Friday, tracking an overnight sell-off on Wall Street, as fresh anxiety over the AI sector and softer U.S. labor data triggered risk aversion.

The Hang Seng Index lost 615.55 points, or 2.4%, to close at 25,220.02, while the Hang Seng China Enterprises Index fell 223.56 points, or 2.5%, to 8,919.78.

Overnight, U.S. equities fell as worries about stretched technology valuations resurfaced despite Nvidia's upbeat outlook, sending the Nasdaq to its sharpest one-day swing since April 9, when concerns over Trump-era tariffs jolted markets, according to Reuters.

The U.S. payrolls for September came in stronger than expected, but a higher jobless rate and downward revisions to prior months offered a mixed read on the labor market as the Federal Reserve considers its next policy step.

Separately, Fed officials sounded cautious on inflation and pointed to brewing risks in financial markets, including the possibility of a steep asset-price correction, as they discussed whether further rate cuts are warranted.

In corporate news, Miniso (HKG:9896) closed nearly 3% lower after reporting a drop in third-quarter attributable profit despite a 28% surge in revenue.

Meanwhile, Kelfred (HKG:1134) advanced 15% after saying that its controlling shareholder, Conquer Holding, is in talks with a potential buyer over a possible sale of its 54.19% stake. PT Rifan Financindo Berjangka.


Source : NewsMaker


Thursday, November 20, 2025

Indeks Hang Seng Gak Banyak Berubah di Penutupan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup nyaris tidak berubah di sekitar level 25.835 pada Kamis (20/11), setelah sempat menguat di sesi pagi dan sebelumnya turun empat hari beruntun.

Penguatan saham-saham sektor keuangan membantu menahan tekanan jual di saham teknologi, properti, dan konsumsi. Sentimen sempat terbantu oleh keputusan bank sentral Tiongkok (PBoC) yang kembali mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya di rekor terendah untuk keenam kalinya, menegaskan sikap kebijakan yang masih longgar dan mendukung ekonomi.

Namun, suasana pasar tetap campur aduk. Laporan media menyebut Tiongkok sedang mempertimbangkan paket dukungan baru untuk sektor properti, seperti subsidi KPR untuk pembeli rumah pertama, insentif pajak lebih besar bagi pemegang KPR, dan biaya transaksi yang lebih rendah. Di satu sisi, kabar ini positif untuk sektor properti yang sedang tertekan, tapi di sisi lain pasar masih ragu seberapa efektif langkah-langkah ini akan mengangkat permintaan secara nyata.

Di tengah isu domestik, faktor geopolitik juga menambah beban. Beijing dikabarkan berencana menghentikan impor makanan laut dari Jepang, memperdalam ketegangan dengan Tokyo terkait isu Taiwan. Di sisi pembiayaan, Tiongkok berhasil menghimpun sekitar USD 8,6 miliar dari penerbitan obligasi dolar dan euro dalam dua pekan terakhir, menunjukkan masih adanya minat investor global terhadap aset Tiongkok.

Untuk pergerakan saham, Techtronic Industries dan KE Holdings melesat 4,6%, serta CITIC naik 1,8%, sementara Trip.com, Xiaomi, dan Zijin Mining justru mencatat penurunan tajam di kisaran 3% lebih.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker