Wednesday, January 28, 2026

Hang Seng “Meledak” 2,6%—Ada Apa di Balik Lonjakan Terbesar Sejak Awal Tahun?

 


PT Rifan Financindo - Penguatan terjadi cukup merata di banyak sektor. Energi dan material jadi pemimpin, masing-masing naik sekitar 4,0% dan 3,5%. Dorongan datang dari kenaikan tajam harga emas yang menembus USD 5.200, sementara dolar AS melemah ke level terendah hampir empat tahun. Kombinasi emas naik dan dolar turun ini biasanya bikin saham komoditas dan tambang ikut “kecipratan” sentimen.

Dari sisi korporasi, ada beberapa katalis yang ikut mengangkat pasar. China disebut menyetujui impor batch pertama chip AI Nvidia H200, memicu perhatian ke saham teknologi. Busy Ming Group juga mencuri spotlight dengan lonjakan 75% pada debutnya di Hong Kong setelah IPO mengumpulkan HKD 3,67 miliar. Di sektor properti, China Vanke menguat setelah muncul dukungan baru dari pemegang saham utama, Shenzhen Metro. Investor sekarang menunggu keputusan suku bunga The Fed hari ini, terutama petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan. (az) PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 27, 2026

Indeks Hang Seng Ngegas, Ditutup Dekat Puncak Dua Pekan

 


Rifan Financindo - Hang Seng ditutup melonjak 361 poin (+1,4%) ke 27.127 pada Selasa (27/1), mencatat kenaikan lima hari beruntun dan berada dekat level tertinggi dalam hampir dua pekan. Dorongan datang dari penguatan Wall Street sehari sebelumnya, saat investor mulai pasang posisi jelang keputusan suku bunga The Fed.

Sentimen juga terbantu dari China. Sektor keuangan melesat setelah bank sentral China menjanjikan konektivitas pasar yang lebih dalam dengan Hong Kong. Data resmi juga memberi angin segar: laba industri China naik di 2025 untuk pertama kalinya dalam empat tahun, ditopang rebound di Desember dan harapan perbaikan margin seiring upaya meredam “perang harga”.

Meski menguat, pasar tetap menahan euforia karena investor menunggu rilis PMI China pekan ini. Dari saham, Zijin Gold International melonjak setelah rencana akuisisi Allied Gold. Penguat lain termasuk Minimax Group, AIA Group, Techtronic Industries, dan China Taiping Insurance.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 26, 2026

China & Hong Kong Stock Exchanges Flat, Tech Slows Down | Bursa China & Hong Kong Stagnan, Tech Ngerem

 


PT Rifan - Saham China dan Hong Kong ditutup nyaris datar pada Senin (26/1), karena kenaikan saham logam dan sektor keuangan menahan tekanan dari saham teknologi. Indeks CSI300 naik 0,1%, sementara Shanghai Composite turun 0,1%. Di Hong Kong, Hang Seng naik tipis 0,1%.


Penggerak utama penguatan datang dari saham logam non-ferrous yang melonjak 5,2%, serta saham materials offshore yang naik 3,7%. Sentimen sektor ini terdorong lonjakan emas yang mencetak rekor baru di atas $5,000 per ons, karena investor memburu aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik.


Sebaliknya, sektor teknologi jadi beban. Saham big tech di Hong Kong turun 1,2%, sementara saham semikonduktor onshore melemah 2,3%. Analis menilai tema AI dan teknologi masih berpotensi jadi motor pertumbuhan 2026, tapi pasar mulai khawatir belanja modal yang naik bisa menekan arus kas dan valuasi terlihat mendekati “gelembung”.


Dari sisi kebijakan, pengawasan regulator juga jadi sorotan dan dianggap bisa menahan laju kenaikan indeks. Otoritas pasar modal China menjatuhkan denda sekitar 1 miliar yuan (sekitar $143,77 juta) kepada seorang investor individu karena manipulasi saham. Bursa Shanghai dan Shenzhen juga menindak ratusan praktik trading abnormal dan membuka penyelidikan terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan pernyataan menyesatkan.


Meski begitu, saham sektor keuangan ikut memberi bantalan. Saham asuransi naik 1,9% dan saham bank menguat 0,4%, membantu menyeimbangkan pelemahan teknologi sehingga indeks akhirnya ditutup relatif stabil.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 25, 2026

Hang Seng Naik 3 Hari, Tapi Pekan Berakhir Merah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng naik 119 poin atau 0,45% dan ditutup di 26.749 pada Jumat(23/1), memperpanjang kenaikan menjadi tiga sesi beruntun. Penguatan didorong saham konsumen dan teknologi, dengan sentimen membaik setelah futures AS menguat menyusul reli Wall Street. Pasar ikut lega karena Presiden Trump mengurangi ancaman tarif terhadap barang Eropa dan menegaskan tidak akan memakai kekuatan terkait Greenland.

Di sisi lain, saham China naik tipis karena optimisme dukungan likuiditas masih ada, meski pengawasan regulasi makin ketat untuk menahan perdagangan spekulatif. Alibaba Hong Kong naik 2,3% ke level tertinggi hampir tiga bulan setelah berencana melantai­kan unit chip T-Head, sementara Xiaomi melonjak hampir 3% usai mengumumkan program buyback. Namun, Hang Seng tetap menutup pekan turun 0,4% karena tekanan inflasi Desember yang naik ke 1,4% dan investor cenderung hati-hati menjelang rilis data perdagangan pekan depan. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Thursday, January 22, 2026

Indeks Hang Seng Balik Ngegas di Akhir Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup naik tipis pada Kamis (22/1) setelah sempat melemah di pagi hari. Indeks menguat 45 poin (+0,2%) ke 26.630, menandai dua hari berturut-turut berada di zona hijau.

Penguatan terjadi karena sebagian besar sektor ikut naik sejalan dengan pasar China daratan. Sentimen membaik menjelang rilis data penting Hong Kong, sementara investor mulai berani ambil posisi setelah tekanan pasar mereda dibanding awal sesi.

Sektor properti jadi sorotan. Saham properti melonjak sekitar 1,6% setelah pengembang bermasalah China Vanke mendapat persetujuan pemegang obligasi untuk menunda pembayaran obligasi domestik besar—langkah yang dinilai membantu meredakan tekanan likuiditas dan mengurangi risiko gagal bayar.

Dari sisi global, bursa Asia juga terbantu oleh arah pasar AS. Kontrak berjangka saham AS bergerak naik tipis setelah Wall Street reli pada Rabu, menyusul Trump yang mundur dari ancaman tarif terkait ambisinya atas Greenland, sehingga kekhawatiran perang dagang dengan sebagian negara Eropa ikut mereda.

Untuk saham-saham yang mencolok di Hong Kong, Pop Mart melonjak 6,1%, Li Auto naik 3,6%, Laopu Gold menguat 3,0%, dan Chow Tai Fook bertambah 2,6%. Selanjutnya, pasar menunggu data inflasi Hong Kong Desember hari ini dan rilis sentimen bisnis kuartal I pada Jumat, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa kuartal. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 21, 2026

Hang Seng Coba Bangkit

 


Rifan Financindo - Saham Hong Kong menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi. Indeks naik sekitar 32 poin atau 0,1% ke level 26.518, mencoba memutus tren turun yang sudah terjadi empat sesi beruntun.

Kenaikan kecil ini mengikuti penguatan kontrak berjangka saham AS, meski Wall Street baru saja mencatat penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober. Sentimen global kembali bergejolak setelah Presiden Donald Trump menghidupkan lagi ancaman tarif terhadap Eropa, memicu kekhawatiran volatilitas pasar.

Penguatan di Hong Kong dipimpin saham teknologi dan konsumer, sejalan dengan bursa China daratan yang juga cenderung lebih stabil. Dorongan datang setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya tetap untuk bulan kedelapan berturut-turut, setelah Beijing menegaskan target pertumbuhan 5% pada 2025 berhasil dicapai.

Dari sisi korporasi, China Vanke mencuri perhatian setelah para pemegang obligasinya menyetujui rencana penundaan sebagian pembayaran obligasi yuan selama satu tahun, berdasarkan dokumen keterbukaan perusahaan. Kabar ini memberi napas sementara untuk sektor properti yang masih sensitif terhadap isu likuiditas.

Namun, ruang kenaikan tetap terbatas karena investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Desember dan pembacaan kepercayaan bisnis kuartal pertama. Pada sesi awal, beberapa saham yang menonjol antara lain Wuxi Biologics, SMIC, Zijin Mining, dan China Hongqiao Group yang bergerak menguat.(asd) Rifan Financindo.


Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 20, 2026

Hang Seng Terseret Isu Greenland Pasar Tetap Waspada

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 76 poin atau 0,3% dan ditutup di 26.487 pada hari Selasa. Ini jadi penurunan sesi keempat beruntun dan level terendah dalam satu minggu. Sentimen melemah setelah kontrak berjangka AS jatuh tajam, dipicu langkah Presiden Trump yang makin agresif soal Greenland dan ancaman tarif baru untuk beberapa negara Eropa.

Kewaspadaan pasar juga datang dari dalam Tiongkok sendiri. Bursa daratan memperketat pengawasan untuk menekan spekulasi dan praktik trading yang dianggap tidak normal. Meski begitu, penurunan sempat agak tertahan setelah Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan—sudah delapan bulan berturut-turut tidak berubah—setelah Tiongkok mencapai target pertumbuhan 5% pada tahun 2025.

Tekanan paling besar datang dari saham teknologi dan konsumen. Sejumlah saham yang paling tertinggal antara lain Knowledge Atlas Tech (-8,0%), Sunny Optical (-3,2%), dan SMIC (-3,1%). Di sisi lain, China Taiping Insurance justru melonjak 4,0% ke level tertinggi hampir tujuh tahun, didorong harapan kinerja pendapatan yang kuat. (az) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker