Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 99 poin, atau 0,4%, dan ditutup di level 25.831 pada hari Rabu (19/11), yang melanjutkan tren penurunan ke sesi keempat dan bertahan di posisi terendah dua pekan.
Sentimen pasar tetap lemah setelah kejatuhan berkepanjangan di Wall Street pada Selasa jelang rilis laporan laba Nvidia, risalah terbaru FOMC, dan data ketenagakerjaan utama AS. Kekhawatiran juga meningkat bahwa turunnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Trump dapat mendorong belanja fiskal yang lebih besar dan menambah risiko inflasi.
Ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang masih berlanjut, semakin menekan selera risiko. Di dalam negeri, pasar menantikan data inflasi Hong Kong untuk bulan Oktober yang akan dirilis Kamis, sementara bank sentral Tiongkok akan menetapkan suku bunga pinjaman bulanan.
Sementara itu, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) dikabarkan memperketat pengawasan terhadap penanganan kredit bermasalah oleh perbankan di tengah tekanan yang semakin dalam di sektor properti. Pelemahan terjadi secara luas, dipimpin oleh saham teknologi dan properti. Xiaomi anjlok 4,7% setelah memperingatkan adanya potensi kenaikan harga ponsel pintar tahun depan akibat melonjaknya biaya chip memori. Penurun lainnya termasuk Pop Mart Intl. (-2,4%) dan SMIC (-1,2%).(yds) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment