PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melemah 17 poin, atau 0,1%, dan ditutup pada level 25.935 pada hari Rabu (5/11), menandai sesi kedua pelemahan setelah Wall Street anjlok akibat kekhawatiran valuasi pada hari Selasa.
Saham teknologi dan properti memimpin pelemahan, di tengah kehati-hatian menjelang data penting Tiongkok, termasuk angka perdagangan Oktober pada hari Jumat dan rilis inflasi pada hari Minggu. Sementara itu, survei swasta menunjukkan sektor jasa Tiongkok tumbuh paling lambat dalam tiga bulan pada bulan Oktober, akibat lemahnya permintaan asing dan berlanjutnya PHK.
Namun, pasar memangkas kerugian awal setelah pernyataan Perdana Menteri Li Qiang, yang memproyeksikan ekonomi Tiongkok akan melampaui CNY 170 triliun dalam lima tahun. Beijing juga mengumumkan penangguhan tarif tambahan sebesar 24% untuk barang-barang AS selama satu tahun dan penghapusan bea masuk hingga 15% untuk impor pertanian AS tertentu mulai 10 November, kecuali kedelai.
Saham-saham EV yang mengalami penurunan signifikan antara lain Chery (-3,7%), Xpeng (-1,4%), dan Li Auto (-0,6%). Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan adalah Prada (-3,3%), SenseTime (-3,1%), dan Sunny Optical Tech (-2,2%). (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment