Wednesday, September 30, 2026

Indeks Hang Seng Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global

 


Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, setelah investor mencermati perkembangan ekonomi China dan sentimen pasar global. Indeks Hang Seng berakhir di level 24.543,00, naik 19,43 poin atau 0,08% dari sesi sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 24.240 hingga 24.559. **

Pergerakan pasar Hong Kong berlangsung di tengah upaya investor mencari katalis positif setelah tekanan terhadap saham China dalam beberapa sesi terakhir. Data pasar menunjukkan Hang Seng sebelumnya turun 0,48% pada Selasa, sehingga kenaikan tipis pada sesi terakhir September mencerminkan upaya stabilisasi setelah tekanan jual.

Sentimen regional turut dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi China serta pergerakan harga komoditas. Di pasar global, penurunan harga minyak sebelumnya membantu mengurangi sebagian kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, meskipun investor masih menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang berada di level tinggi.

Dari sisi makroekonomi, investor Hong Kong juga tetap memperhatikan prospek kebijakan China, hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat, serta perkembangan sektor teknologi. Saham teknologi China masih menjadi salah satu kelompok yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga global dan hubungan AS–China.

Newsmaker melihat, penutupan Hang Seng yang hanya menguat tipis menunjukkan investor masih berada dalam posisi hati-hati memasuki periode perdagangan berikutnya. Pergerakan indeks selanjutnya akan dipengaruhi oleh data ekonomi China, arah kebijakan Beijing, perkembangan hubungan AS–China, serta kondisi pasar global. Jika sentimen ekonomi membaik, saham teknologi dan konsumen dapat kembali menjadi perhatian, sementara kenaikan yield AS dan risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang membatasi penguatan. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, September 29, 2026

Indeks Hang Seng Melemah, Minyak dan Yield Tekan Pasar

 


PT Rifan - Bursa saham Hong Kong bergerak melemah pada perdagangan Selasa (29/9) setelah tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global kembali membebani sentimen investor. Pelemahan juga diperparah oleh berlanjutnya tekanan pada saham teknologi China yang masih menghadapi sentimen negatif dari perkembangan regulasi global.

Indeks Hang Seng turun 118,94 poin atau 0,5% ke level 24.523,57, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 38,03 poin atau 0,5% menjadi 8.178,81. Pergerakan negatif terjadi seiring investor kembali berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah tingginya biaya pendanaan global.

Harga minyak mentah Brent masih bertahan tinggi di sekitar US$107 per barel akibat belum adanya perkembangan signifikan dalam penyelesaian konflik Timur Tengah. Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan berpotensi membuat suku bunga bertahan pada level tinggi lebih lama.

Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari kenaikan biaya pinjaman global. Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak turun sekitar 0,2%, sementara sebagian besar pasar regional Asia turut berada di bawah tekanan. Di sektor teknologi, saham-saham China masih melemah setelah Amerika Serikat mengambil langkah untuk membatasi penggunaan komponen buatan China dalam pusat data.

Dari sisi korporasi, empat perusahaan melakukan debut perdagangan di Bursa Hong Kong. RoboTechnik Intelligent Technology ditutup turun 5% ke HK$414,40 dibandingkan harga penawaran HK$436. Sementara Direct Drive Tech naik 7% ke HK$23,20, Red Avenue New Materials Group turun 9% ke HK$39,98, dan Shenzhen Kinwong Electronic menguat 10% ke HK$77,05. Investor kini menunggu katalis baru dari perkembangan ekonomi China dan kondisi pasar global. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, September 28, 2026

Indeks Hang Seng Menguat, Saham Finansial Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng bergerak menguat pada perdagangan Hong Kong, Senin (28/9), dengan naik sekitar 0,5% ke level 24.642,51. Penguatan ini terjadi setelah indeks mengalami penurunan sekitar 1% pada sesi sebelumnya, dengan investor kembali masuk ke sejumlah sektor utama, terutama saham keuangan.

Sektor finansial menjadi pendorong terbesar kenaikan indeks, dengan Industrial & Commercial Bank of China Ltd. (ICBC) memberikan kontribusi paling besar terhadap penguatan Hang Seng. Saham ICBC tercatat naik sekitar 2,5%, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor perbankan China.

Selain saham perbankan, sektor teknologi juga turut menopang pergerakan pasar. NetEase Inc. menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar pada perdagangan hari ini, melonjak sekitar 4,9%, seiring meningkatnya permintaan investor terhadap saham teknologi setelah tekanan sebelumnya.

Secara keseluruhan, sentimen pasar Hong Kong terlihat lebih positif dengan mayoritas saham bergerak menguat. Dari total 95 saham yang masuk dalam indeks, sebanyak 70 saham mengalami kenaikan sementara 25 saham melemah, dengan seluruh sektor mencatat pergerakan positif dan sektor keuangan memimpin penguatan.

Meski demikian, investor tetap mencermati sejumlah risiko eksternal, termasuk perkembangan kebijakan moneter global, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta kondisi ekonomi China. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum penguatan di tengah ketidakpastian ekonomi global. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker


Sunday, September 27, 2026

Hang Seng Ditutup Melemah, Pasar Masih Waspada

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong berakhir melemah pada perdagangan Jumat (25/9) setelah investor mengambil sikap hati-hati terhadap perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China. Indeks Hang Seng ditutup turun 72,99 poin atau 0,29% ke level 24.761,13, dengan pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh ekspektasi hasil pembicaraan dagang kedua negara serta arah kebijakan moneter global.

Perhatian investor masih tertuju pada hubungan Washington dan Beijing setelah kedua negara sepakat menjaga stabilitas perdagangan melalui perpanjangan gencatan dagang. Meski langkah tersebut membantu meredakan kekhawatiran perang dagang, pasar masih menunggu perkembangan konkret terkait isu tarif, teknologi, dan investasi.

Sektor teknologi menjadi salah satu fokus utama karena persaingan AS–China di bidang kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan teknologi strategis masih menjadi tantangan jangka panjang. Investor cenderung menahan aksi beli agresif karena belum ada kepastian mengenai arah hubungan kedua negara setelah periode gencatan dagang berakhir.

Selain faktor AS–China, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve yang masih mempertahankan pandangan hawkish. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama membuat investor global tetap memperhatikan pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury.

Newsmaker melihat, pelemahan Hang Seng hari ini menunjukkan investor masih melakukan aksi wait and see meskipun risiko perang dagang mulai mereda. Untuk pasar global, hubungan AS–China yang stabil berpotensi mendukung saham Asia dan sektor teknologi, sementara perkembangan The Fed, pergerakan dolar AS, harga minyak, serta konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar berikutnya. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, September 24, 2026

Indeks Hang Seng Turun, Investor Tunggu Trump–Xi

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Kamis (24/9) setelah investor mengambil sikap hati-hati menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Indeks Hang Seng turun 72,99 poin atau 0,3% ke level 24.761,13, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 7,80 poin menjadi 8.266,01.

Tekanan terhadap pasar muncul meskipun terdapat perkembangan positif dari hubungan dagang kedua negara. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan dagang selama 11 bulan, namun investor masih menunggu hasil konkret dari pertemuan Trump–Xi terkait perdagangan dan kerja sama ekonomi.

Pelaku pasar mencermati apakah pertemuan kedua pemimpin dapat menghasilkan kemajuan lebih lanjut mengenai tarif, teknologi, investasi, serta hubungan perdagangan jangka panjang. Ketidakpastian terkait persaingan strategis AS–China masih menjadi faktor yang membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Selain faktor AS–China, pergerakan saham juga dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi. Harga minyak turun setelah investor kembali menilai risiko pasokan akibat konflik Iran. Brent crude melemah 0,8% ke US$102,27 per barel, sementara WTI turun 0,8% ke US$91,43 per barel. Namun, ketegangan Timur Tengah masih bertahan setelah Presiden Iran menegaskan tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat.

Newsmaker melihat, arah Hang Seng selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil komunikasi Trump–Xi. Perpanjangan gencatan dagang dapat menjadi sentimen positif bagi saham China, terutama sektor teknologi dan manufaktur. Namun, jika isu tarif, teknologi, atau geopolitik kembali memanas, investor dapat kembali mencari aset aman seperti dolar AS dan emas. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, September 23, 2026

Bursa Hong Kong Menguat Jelang Dialog AS–China

 


Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9) setelah investor meningkatkan optimisme menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Indeks Hang Seng naik sekitar 1,1% ke level 25.878,99, sementara indeks saham unggulan China yang tercatat di Hong Kong juga bergerak positif seiring membaiknya sentimen terhadap hubungan ekonomi kedua negara.

Penguatan pasar didorong oleh harapan bahwa pertemuan Trump–Xi dapat menghasilkan perkembangan positif terkait isu perdagangan, investasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta mineral kritis. Investor melihat komunikasi kedua negara sebagai faktor penting yang dapat menentukan arah pasar saham Asia dalam beberapa waktu ke depan.

Selain sentimen AS–China, pasar juga mendapat dukungan dari penurunan harga energi global setelah meningkatnya peluang diplomasi di Timur Tengah. Harga minyak yang lebih rendah membantu mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya operasional perusahaan, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko untuk bergerak lebih positif.

Namun, investor tetap berhati-hati terhadap faktor eksternal lainnya, terutama sikap Federal Reserve (The Fed) yang masih mempertahankan pandangan hawkish terkait kebijakan suku bunga. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama masih menjadi tantangan bagi sektor teknologi dan saham pertumbuhan. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, September 22, 2026

Indeks Hang Seng Menguat Jelang Pertemuan Trump–Xi

 


PT Rifan - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa seiring meningkatnya optimisme investor terhadap rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Harapan terhadap keberlanjutan hubungan dagang kedua negara menjadi faktor utama yang menopang sentimen pasar.

Indeks Hang Seng naik 45,04 poin atau 0,2% ke level 25.087,75, sementara Hang Seng China Enterprises Index menguat 22,97 poin atau 0,3% menjadi 8.362,60. Meskipun penguatan terbatas, investor tetap menunjukkan minat terhadap aset berisiko menjelang agenda penting antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pelaku pasar saat ini fokus mencermati apakah pertemuan Trump–Xi dapat memperpanjang gencatan dagang serta membuka peluang kerja sama lebih luas, terutama di sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), perdagangan, dan investasi. Perkembangan hubungan AS–China menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak besar terhadap rantai pasok global dan sektor teknologi.

Selain faktor ekonomi, sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik setelah Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Potensi jalur diplomasi tersebut membantu mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah.

Dari pasar energi, harga minyak mulai stabil setelah mengalami penurunan lebih dari 3% pada perdagangan sebelumnya. Brent crude berada di sekitar US$100,65 per barel, dengan investor masih memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasokan energi global. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, September 21, 2026

Indeks Hang Seng Naik Jelang Trump–Xi Meeting

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong menguat pada perdagangan Senin (21/9) setelah investor menyambut perkembangan terbaru dalam pembicaraan Amerika Serikat dan China menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Indeks Hang Seng naik 1,2% atau 291,93 poin ke level 25.042,71, sementara Hang Seng China Enterprises Index meningkat 1,4% ke 8.339,63.

Sentimen positif muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menggelar pembicaraan di New York sebelum pertemuan Trump–Xi. Diskusi tersebut mencakup sejumlah isu strategis seperti perdagangan, investasi, serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pasar melihat komunikasi tingkat tinggi ini sebagai upaya menjaga hubungan ekonomi kedua negara tetap stabil di tengah ketegangan yang masih berlangsung.

Investor kini menantikan pertemuan Trump dan Xi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Agenda utama yang menjadi perhatian pasar meliputi hubungan perdagangan, kebijakan tarif, serta akses terhadap mineral kritis atau rare earth yang menjadi komponen penting bagi industri teknologi global. Kesepakatan atau sinyal positif dari pertemuan tersebut berpotensi memberikan dorongan bagi aset berisiko, terutama saham Asia.

Namun, pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat setelah The Fed memberikan sinyal yang lebih ketat pekan lalu. Pelaku pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober, sehingga pergerakan saham global tetap dipengaruhi oleh prospek suku bunga dan kekuatan dolar AS.

Newsmaker menilai, fokus utama pasar minggu ini berada pada hasil komunikasi Trump–Xi. Jika kedua negara memberikan sinyal stabilitas hubungan ekonomi, saham Asia berpotensi mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko. Sebaliknya, jika pembicaraan kembali menemui hambatan terkait tarif atau teknologi strategis, volatilitas pasar dapat kembali meningkat. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 20, 2026

Hang Seng Melaju, Teknologi Memimpin

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong menguat pada perdagangan Jumat (18/9), dengan indeks Hang Seng naik sekitar 214 poin atau 0,9% ke kisaran 24.819. Penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS membantu memperbaiki sentimen investor. Penguatan juga mengikuti pemulihan Wall Street semalam, ketika S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik lebih dari 1%.

Saham teknologi menjadi penggerak utama kenaikan, mengikuti reli sektor serupa di Amerika Serikat. MiniMax melonjak 7,3%, Z.AI menguat 4,5%, dan Lenovo naik 2,7%. Sementara itu, SMIC bertambah 2,4% dan Tencent menguat 0,7%, memperkuat dorongan terhadap pasar saham Hong Kong.

Harga minyak Brent turun ke bawah US$104 per barel setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut, membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan tingginya biaya pinjaman. Meski demikian, pasar masih mencermati kebijakan Federal Reserve yang baru menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% serta membuka kemungkinan kenaikan tambahan pada tahun ini. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, September 17, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

 

Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah pada perdagangan Kamis (17/9), turun sekitar 1,4% atau hampir 330 poin ke level 24.380. Tekanan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut mendorong dolar AS dan yield Treasury lebih tinggi sehingga meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga.

Federal Open Market Committee menaikkan Federal Funds Rate ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih memperkirakan satu kenaikan tambahan tahun ini karena tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa likuiditas global dapat kembali mengetat apabila siklus kenaikan suku bunga berlanjut.

Mengikuti kebijakan The Fed, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga menaikkan base rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Langkah tersebut dilakukan karena sistem nilai tukar dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS, sehingga kebijakan moneter Hong Kong cenderung bergerak mengikuti perubahan suku bunga Amerika Serikat. Kenaikan biaya pinjaman berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap sektor properti dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga.

CICC menilai pengetatan kebijakan moneter AS dapat meningkatkan volatilitas saham Hong Kong dalam jangka pendek. Namun, dampaknya diperkirakan relatif terbatas apabila kenaikan suku bunga The Fed tidak berkembang menjadi siklus pengetatan yang berkepanjangan. Investor selanjutnya akan mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan likuiditas di pasar Hong Kong.

Dari pergerakan saham, Tencent turun sekitar 1,4%, Xiaomi melemah 1,2%, dan AIA kehilangan sekitar 0,6%. Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan, termasuk Z.AI Co. sekitar 4,2%, Kingboard Laminates 4,9%, serta Lenovo yang naik sekitar 1,9%. Sementara itu, penurunan harga minyak setelah muncul prospek pemulihan jalur pipa East-West Arab Saudi sedikit membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap Hang Seng saat ini terutama berasal dari kombinasi kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar, dan kenaikan biaya pendanaan di Hong Kong. Selama pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan di AS, volatilitas indeks berpotensi tetap tinggi. Namun, pelemahan harga minyak serta sentimen positif dari sektor teknologi tertentu dapat membantu membatasi tekanan. Arah Hang Seng berikutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan The Fed, kondisi likuiditas Hong Kong, dan perkembangan ekonomi China. (asd)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 16, 2026

Saham AI Bangkit, Hang Seng Berakhir Positif

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,2% atau 47 poin ke level 24.713 pada perdagangan Rabu (16/9), ditopang kenaikan saham teknologi. Namun, penguatan tetap terbatas karena investor menahan posisi besar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar masih dibayangi yield Treasury AS yang tinggi dan penguatan dolar. Yield obligasi AS tenor 10 tahun sebelumnya sempat menembus 5%, sehingga menambah tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia.

Sektor teknologi menjadi penopang utama, dengan Hang Seng Tech Index naik sekitar 0,9%. Zhipu AI melonjak lebih dari 8% dan mengakhiri penurunan selama 11 sesi berturut-turut, sementara MiniMax, SMIC, dan Hua Hong Semiconductor menguat sekitar 5%-7%. Di sisi lain, Xiaomi turun 1,5%, Kuaishou melemah 1,7%, dan Akeso turun 3,9%.

Pasar juga mencermati potensi pembiayaan sekitar US$2,6 miliar untuk pengembangan pusat data di Hong Kong. Rencana tersebut memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan investasi di sektor kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.

Analisa Newsmaker: kenaikan Hang Seng menunjukkan saham teknologi masih memiliki daya tarik, terutama dari tema AI dan semikonduktor. Namun, selama yield AS tetap tinggi dan pasar belum mendapat kepastian dari The Fed, ruang penguatan indeks berpotensi terbatas dan volatilitas masih tinggi. (arl) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Tuesday, September 15, 2026

Hang Seng Berakhir Merah, Ekonomi China Kembali Jadi Sorotan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Hang Seng Index berakhir di sekitar 24.757 atau turun 0,64%, setelah bergerak dalam rentang 24.736 hingga 24.908 sepanjang sesi.

Tekanan pasar bertambah setelah data ekonomi China kembali menunjukkan pemulihan yang tidak merata. Produksi industri Agustus tumbuh 5,2% secara tahunan, tetapi penjualan ritel hanya naik 0,4%, sementara investasi aset tetap turun 7,2% dalam delapan bulan pertama tahun ini. Lemahnya konsumsi membuat kekhawatiran terhadap momentum ekonomi China tetap tinggi.

Sektor properti juga belum memberikan sinyal pemulihan kuat. Harga rumah baru China turun 0,1% pada Agustus dan melemah sekitar 3% dibandingkan setahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat investor kembali mempertanyakan seberapa kuat dukungan kebijakan Beijing mampu memperbaiki permintaan domestik.

Sejumlah saham teknologi masih memberikan dukungan, dengan Tencent tercatat naik sekitar 2,5% pada sesi ini. Namun, penguatan saham tertentu belum cukup menahan tekanan dari sentimen global, termasuk harga minyak di atas US$100.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, September 14, 2026

Bursa Hong Kong Menguat, Tekanan AI Batasi Kenaikan

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong mengakhiri perdagangan Senin (14/09) dengan pergerakan positif terbatas. Hang Seng Index bergerak naik sekitar 0,4% di area 24.900, setelah tekanan pada saham teknologi dan kecerdasan buatan diimbangi oleh penguatan sejumlah sektor defensif.

Tekanan terbesar masih datang dari saham terkait artificial intelligence. Z.AI sempat anjlok hingga sekitar 10,5% setelah melakukan penempatan saham dengan harga diskon, sementara MiniMax juga turun lebih dari 5%. Hang Seng AI Index turut melemah tajam karena investor mulai lebih berhati-hati terhadap valuasi dan prospek industri AI.

Sentimen pasar juga dibayangi lonjakan harga minyak setelah gangguan pada pipa minyak Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Brent bergerak kembali di atas US$107 per barel, meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi tinggi dapat menjaga tekanan inflasi global tetap kuat.

Investor juga menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of Japan pekan ini. Pasar memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin, sementara BOJ juga diperkirakan melanjutkan normalisasi kebijakan. Prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat investor tetap berhati-hati terhadap saham berisiko tinggi.

Kenaikan Hang Seng menunjukkan adanya dukungan dari sektor defensif, tetapi sentimen belum sepenuhnya kuat. Tekanan pada saham AI, harga minyak yang tinggi, serta ekspektasi kenaikan bunga The Fed masih dapat membatasi penguatan. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan Timur Tengah dan keputusan bank sentral global pekan ini. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, September 13, 2026

Hang Seng Ditutup Melemah, Minyak dan Yield Jadi Tekanan

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/9), memperpanjang tekanan sepanjang pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi. Indeks Hang Seng turun 0,6% atau sekitar 149 poin dan berakhir di level 24.806.

Sentimen pasar masih dibayangi harga Brent yang bergerak di atas US$109 per barel. Gangguan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, sementara kenaikan harga minyak turut memperbesar risiko inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Tekanan juga datang dari pasar obligasi global. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak mendekati 5%, meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS serta pertemuan Federal Reserve pekan depan.

Saham teknologi menjadi salah satu pemberat utama indeks. Z.AI Co. turun 3,2%, MiniMax anjlok 7,5%, Lenovo melemah 3%, Kingboard Laminates turun 1,5%, sementara SMIC kehilangan 0,5%. Di tengah pelemahan saham AI, startup China Moonshot dilaporkan mempertimbangkan dual listing di Hong Kong dan Shanghai.

Tekanan terhadap saham Hong Kong juga terlihat dalam kinerja satu bulan terakhir. JD Logistics dan Kuaishou masing-masing telah merosot sekitar 26%, sementara Meituan, Shenzhou International, dan Trip.com kehilangan lebih dari 18%.

Analisa Newsmaker: Indeks Hang Seng masih menghadapi tekanan dari kombinasi oil shock, yield global tinggi, dan ketidakpastian kebijakan The Fed. CPI AS menjadi katalis utama berikutnya. Inflasi yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan terhadap saham teknologi, sementara data yang lebih lunak berpotensi meredakan yield dan membuka peluang rebound. (arl) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, September 10, 2026

Hang Seng Turun Tajam, Investor Hindari Risiko

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah tajam pada perdagangan Kamis, turun sekitar 1,2% atau 300 poin ke kisaran 24.970 dan menyentuh level terendah dalam enam pekan. Sentimen investor memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.

Brent terus bertahan di atas US$100 per barel setelah Iran menyatakan siap menghadapi konflik yang lebih intens. Pernyataan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan arus energi melalui Selat Hormuz dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Tekanan tambahan datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun naik ke sekitar 4,86%, level tertinggi sejak November 2023, sementara Wall Street mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi tersebut ikut menekan selera risiko di pasar Asia.

Saham teknologi menjadi salah satu beban utama indeks. Tencent turun sekitar 1,5%, Z.AI melemah 4,3%, MiniMax turun 2,4%, Xiaomi kehilangan 1,8%, sementara Meituan melemah 2%.

Investor juga tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mempertahankan yield pada level tinggi dan memperpanjang tekanan terhadap saham berisiko.

Meski demikian, sektor teknologi Hong Kong masih menarik perhatian dalam jangka menengah karena pipeline IPO yang kuat. Moonshot dilaporkan telah mengajukan pencatatan saham secara rahasia di Hong Kong, sementara DeepSeek juga tengah mempersiapkan kemungkinan IPO domestik. PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, September 9, 2026

Hang Seng Turun Tipis, Inflasi dan Minyak Jadi Beban

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (9/9), dengan Indeks Hang Seng turun sekitar 0,2% atau 39 poin ke level 25.280. Investor cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Harga Brent bergerak mendekati US$100 per barel setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan global. Kenaikan energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi sekaligus membatasi ruang bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sentimen eksternal juga belum memberikan dukungan kuat setelah Wall Street ditutup melemah dan kontrak berjangka saham AS kembali berada di bawah tekanan. Namun, penguatan saham semikonduktor di Asia serta minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan membantu menahan penurunan Hang Seng lebih dalam.

Dari China, inflasi konsumen tahunan meningkat menjadi 0,8% pada Agustus dari 0,5% pada Juli. Sementara itu, harga produsen naik 3,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,5% pada bulan sebelumnya, sebagian didorong oleh meningkatnya biaya pangan dan energi. Data tersebut menambah perhatian pasar terhadap potensi tekanan harga di ekonomi China.

Pergerakan saham individual berlangsung beragam. Haidilao anjlok hampir 10%, sedangkan Lenovo naik 2,1%, MiniMax menguat 1,9%, dan Kingboard Laminates bertambah 3,3%. Secara fundamental, Hang Seng masih menghadapi tekanan dari tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi kekuatan saham teknologi dan AI dapat membantu membatasi tekanan selama minat terhadap sektor tersebut tetap kuat. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Tuesday, September 8, 2026

Yield Mereda, Hang Seng Bangkit

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,6% atau sekitar 150 poin ke level 25.459 pada perdagangan Kamis (03/09). Bursa Hong Kong mengikuti kenaikan pasar Asia setelah tekanan dari pasar obligasi global mulai mereda.

Berhentinya aksi jual obligasi membantu menurunkan kekhawatiran bahwa kondisi keuangan akan semakin ketat. Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga kembali memperoleh dukungan dari investor.

Sentimen turut membaik setelah data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS lebih lemah dari perkiraan. Komentar Presiden The Fed New York John Williams juga dinilai meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Pernyataan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan, sementara penurunan minyak memberikan kelegaan terhadap risiko inflasi dan biaya energi.

Saham teknologi dan keuangan menjadi penopang utama pasar. Tencent naik 0,4%, Lenovo menguat 1,1%, MiniMax bertambah 1%, AIA melonjak 1,8%, dan Akeso memimpin kenaikan sebesar 3%.

Namun, saham Shein masih berada dalam tekanan setelah merosot lebih dari 5% ke HK$46 pada perdagangan Rabu. Penurunan tersebut terjadi pada hari kedua perdagangan perusahaan di Bursa Hong Kong setelah debut yang kurang meyakinkan.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpeluang melanjutkan pemulihan apabila yield global dan harga minyak tetap menurun. Namun, data Nonfarm Payrolls AS yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, mengangkat yield, dan menekan saham teknologi Hong Kong. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, September 7, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 6, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Thursday, September 3, 2026

Indeks Hang Seng Nyaris Datar, Pasar Tunggu Data Kerja AS

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menutup perdagangan Kamis (3/9) nyaris datar di level 25.317,49, naik tipis sekitar 0,02% dari penutupan sebelumnya di 25.311,21. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 25.294 hingga 25.538, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar Hong Kong tertahan oleh tekanan di sektor teknologi, sementara saham properti dan material membantu menahan pelemahan indeks. Hang Seng Tech sempat turun sekitar 0,6%, sedangkan saham properti di kawasan China-Hong Kong mencatat rebound kuat setelah beberapa sesi tertekan. Investor juga masih mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang dapat memengaruhi arus modal dan valuasi saham-saham growth.

Di sisi lain, penurunan yield obligasi global dan koreksi harga minyak memberikan sedikit dukungan bagi sentimen risiko. Namun, ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan volatilitas sektor teknologi membuat investor tetap selektif. Dengan penutupan yang hampir datar, arah Hang Seng berikutnya kemungkinan akan sangat bergantung pada hasil data Nonfarm Payrolls AS dan perkembangan ekspektasi kebijakan moneter global.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 2, 2026

Saham BYD Bebani Bursa Hong Kong

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng bergerak sedikit melemah pada Rabu (2/9) ke level 25.311,21 pada perdagangan Hong Kong. Pergerakan indeks relatif terbatas karena tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar diimbangi oleh penguatan saham lainnya.

BYD menjadi saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap indeks setelah merosot 3,4%. Penurunan produsen kendaraan listrik tersebut membebani sentimen terhadap sektor otomotif dan industri.

Contemporary Amperex Technology atau CATL mencatat penurunan terbesar dalam persentase dengan anjlok 4,7%. Sektor perdagangan dan industri menjadi kelompok yang memimpin pelemahan pasar.

Sebanyak 47 dari 93 saham anggota Hang Seng ditutup melemah, sedangkan 43 saham lainnya menguat. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual belum menyebar secara merata ke seluruh pasar.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpotensi bergerak konsolidatif selama tekanan pada BYD, CATL, dan saham industri masih berlanjut. Penguatan yang lebih luas pada sektor lain dibutuhkan untuk menahan indeks agar tidak mengalami koreksi lebih dalam.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker



Tuesday, September 1, 2026

Indeks Hang Seng Turun 0,9%, Yield dan Minyak Tekan Pasar

'image.png' failed to upload. RpcError

Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/9) karena kenaikan yield obligasi global dan harga minyak membuat investor tetap berhati-hati di tengah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Hang Seng turun 237,26 poin atau 0,9% menjadi 25.329,73. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index melemah 50,54 poin atau 0,6% ke level 8.462,64.

Tekanan terhadap pasar meningkat setelah yield obligasi global menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun. Harga minyak yang bertahan di atas US$91 per barel memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga, terutama setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Dari sisi korporasi, SHEIN Global mengakhiri debut perdananya dengan penurunan tipis 0,1% ke HK$48,50, sedikit di bawah harga penawaran HK$48,56. Mech-Mind Robotics juga melemah 1,9% menjadi HK$99,80 pada hari pertama perdagangan, dibandingkan harga penawaran HK$101,70.

Sementara itu, NIO melaporkan pengiriman 35.836 kendaraan sepanjang Agustus, meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, saham perusahaan justru ditutup turun lebih dari 6%.

Analisa Newsmaker: Pelemahan bursa Hong Kong menunjukkan bahwa sentimen global masih lebih dominan dibandingkan katalis korporasi individual. Kenaikan harga minyak berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sementara lonjakan yield obligasi meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham. Selama ketegangan AS-Iran belum mereda dan harga energi tetap tinggi, Hang Seng berpotensi tetap menghadapi tekanan volatilitas dalam jangka pendek.(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker