Thursday, September 17, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

 

Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah pada perdagangan Kamis (17/9), turun sekitar 1,4% atau hampir 330 poin ke level 24.380. Tekanan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut mendorong dolar AS dan yield Treasury lebih tinggi sehingga meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga.

Federal Open Market Committee menaikkan Federal Funds Rate ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih memperkirakan satu kenaikan tambahan tahun ini karena tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa likuiditas global dapat kembali mengetat apabila siklus kenaikan suku bunga berlanjut.

Mengikuti kebijakan The Fed, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga menaikkan base rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Langkah tersebut dilakukan karena sistem nilai tukar dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS, sehingga kebijakan moneter Hong Kong cenderung bergerak mengikuti perubahan suku bunga Amerika Serikat. Kenaikan biaya pinjaman berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap sektor properti dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga.

CICC menilai pengetatan kebijakan moneter AS dapat meningkatkan volatilitas saham Hong Kong dalam jangka pendek. Namun, dampaknya diperkirakan relatif terbatas apabila kenaikan suku bunga The Fed tidak berkembang menjadi siklus pengetatan yang berkepanjangan. Investor selanjutnya akan mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan likuiditas di pasar Hong Kong.

Dari pergerakan saham, Tencent turun sekitar 1,4%, Xiaomi melemah 1,2%, dan AIA kehilangan sekitar 0,6%. Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan, termasuk Z.AI Co. sekitar 4,2%, Kingboard Laminates 4,9%, serta Lenovo yang naik sekitar 1,9%. Sementara itu, penurunan harga minyak setelah muncul prospek pemulihan jalur pipa East-West Arab Saudi sedikit membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap Hang Seng saat ini terutama berasal dari kombinasi kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar, dan kenaikan biaya pendanaan di Hong Kong. Selama pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan di AS, volatilitas indeks berpotensi tetap tinggi. Namun, pelemahan harga minyak serta sentimen positif dari sektor teknologi tertentu dapat membantu membatasi tekanan. Arah Hang Seng berikutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan The Fed, kondisi likuiditas Hong Kong, dan perkembangan ekonomi China. (asd)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 16, 2026

Saham AI Bangkit, Hang Seng Berakhir Positif

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,2% atau 47 poin ke level 24.713 pada perdagangan Rabu (16/9), ditopang kenaikan saham teknologi. Namun, penguatan tetap terbatas karena investor menahan posisi besar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar masih dibayangi yield Treasury AS yang tinggi dan penguatan dolar. Yield obligasi AS tenor 10 tahun sebelumnya sempat menembus 5%, sehingga menambah tekanan terhadap aset berisiko di kawasan Asia.

Sektor teknologi menjadi penopang utama, dengan Hang Seng Tech Index naik sekitar 0,9%. Zhipu AI melonjak lebih dari 8% dan mengakhiri penurunan selama 11 sesi berturut-turut, sementara MiniMax, SMIC, dan Hua Hong Semiconductor menguat sekitar 5%-7%. Di sisi lain, Xiaomi turun 1,5%, Kuaishou melemah 1,7%, dan Akeso turun 3,9%.

Pasar juga mencermati potensi pembiayaan sekitar US$2,6 miliar untuk pengembangan pusat data di Hong Kong. Rencana tersebut memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan investasi di sektor kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.

Analisa Newsmaker: kenaikan Hang Seng menunjukkan saham teknologi masih memiliki daya tarik, terutama dari tema AI dan semikonduktor. Namun, selama yield AS tetap tinggi dan pasar belum mendapat kepastian dari The Fed, ruang penguatan indeks berpotensi terbatas dan volatilitas masih tinggi. (arl) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Tuesday, September 15, 2026

Hang Seng Berakhir Merah, Ekonomi China Kembali Jadi Sorotan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Hang Seng Index berakhir di sekitar 24.757 atau turun 0,64%, setelah bergerak dalam rentang 24.736 hingga 24.908 sepanjang sesi.

Tekanan pasar bertambah setelah data ekonomi China kembali menunjukkan pemulihan yang tidak merata. Produksi industri Agustus tumbuh 5,2% secara tahunan, tetapi penjualan ritel hanya naik 0,4%, sementara investasi aset tetap turun 7,2% dalam delapan bulan pertama tahun ini. Lemahnya konsumsi membuat kekhawatiran terhadap momentum ekonomi China tetap tinggi.

Sektor properti juga belum memberikan sinyal pemulihan kuat. Harga rumah baru China turun 0,1% pada Agustus dan melemah sekitar 3% dibandingkan setahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat investor kembali mempertanyakan seberapa kuat dukungan kebijakan Beijing mampu memperbaiki permintaan domestik.

Sejumlah saham teknologi masih memberikan dukungan, dengan Tencent tercatat naik sekitar 2,5% pada sesi ini. Namun, penguatan saham tertentu belum cukup menahan tekanan dari sentimen global, termasuk harga minyak di atas US$100.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, September 14, 2026

Bursa Hong Kong Menguat, Tekanan AI Batasi Kenaikan

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong mengakhiri perdagangan Senin (14/09) dengan pergerakan positif terbatas. Hang Seng Index bergerak naik sekitar 0,4% di area 24.900, setelah tekanan pada saham teknologi dan kecerdasan buatan diimbangi oleh penguatan sejumlah sektor defensif.

Tekanan terbesar masih datang dari saham terkait artificial intelligence. Z.AI sempat anjlok hingga sekitar 10,5% setelah melakukan penempatan saham dengan harga diskon, sementara MiniMax juga turun lebih dari 5%. Hang Seng AI Index turut melemah tajam karena investor mulai lebih berhati-hati terhadap valuasi dan prospek industri AI.

Sentimen pasar juga dibayangi lonjakan harga minyak setelah gangguan pada pipa minyak Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Brent bergerak kembali di atas US$107 per barel, meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi tinggi dapat menjaga tekanan inflasi global tetap kuat.

Investor juga menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of Japan pekan ini. Pasar memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin, sementara BOJ juga diperkirakan melanjutkan normalisasi kebijakan. Prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat investor tetap berhati-hati terhadap saham berisiko tinggi.

Kenaikan Hang Seng menunjukkan adanya dukungan dari sektor defensif, tetapi sentimen belum sepenuhnya kuat. Tekanan pada saham AI, harga minyak yang tinggi, serta ekspektasi kenaikan bunga The Fed masih dapat membatasi penguatan. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan Timur Tengah dan keputusan bank sentral global pekan ini. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, September 13, 2026

Hang Seng Ditutup Melemah, Minyak dan Yield Jadi Tekanan

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/9), memperpanjang tekanan sepanjang pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi. Indeks Hang Seng turun 0,6% atau sekitar 149 poin dan berakhir di level 24.806.

Sentimen pasar masih dibayangi harga Brent yang bergerak di atas US$109 per barel. Gangguan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, sementara kenaikan harga minyak turut memperbesar risiko inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Tekanan juga datang dari pasar obligasi global. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak mendekati 5%, meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS serta pertemuan Federal Reserve pekan depan.

Saham teknologi menjadi salah satu pemberat utama indeks. Z.AI Co. turun 3,2%, MiniMax anjlok 7,5%, Lenovo melemah 3%, Kingboard Laminates turun 1,5%, sementara SMIC kehilangan 0,5%. Di tengah pelemahan saham AI, startup China Moonshot dilaporkan mempertimbangkan dual listing di Hong Kong dan Shanghai.

Tekanan terhadap saham Hong Kong juga terlihat dalam kinerja satu bulan terakhir. JD Logistics dan Kuaishou masing-masing telah merosot sekitar 26%, sementara Meituan, Shenzhou International, dan Trip.com kehilangan lebih dari 18%.

Analisa Newsmaker: Indeks Hang Seng masih menghadapi tekanan dari kombinasi oil shock, yield global tinggi, dan ketidakpastian kebijakan The Fed. CPI AS menjadi katalis utama berikutnya. Inflasi yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan terhadap saham teknologi, sementara data yang lebih lunak berpotensi meredakan yield dan membuka peluang rebound. (arl) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, September 10, 2026

Hang Seng Turun Tajam, Investor Hindari Risiko

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah tajam pada perdagangan Kamis, turun sekitar 1,2% atau 300 poin ke kisaran 24.970 dan menyentuh level terendah dalam enam pekan. Sentimen investor memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.

Brent terus bertahan di atas US$100 per barel setelah Iran menyatakan siap menghadapi konflik yang lebih intens. Pernyataan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan arus energi melalui Selat Hormuz dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Tekanan tambahan datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun naik ke sekitar 4,86%, level tertinggi sejak November 2023, sementara Wall Street mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi tersebut ikut menekan selera risiko di pasar Asia.

Saham teknologi menjadi salah satu beban utama indeks. Tencent turun sekitar 1,5%, Z.AI melemah 4,3%, MiniMax turun 2,4%, Xiaomi kehilangan 1,8%, sementara Meituan melemah 2%.

Investor juga tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mempertahankan yield pada level tinggi dan memperpanjang tekanan terhadap saham berisiko.

Meski demikian, sektor teknologi Hong Kong masih menarik perhatian dalam jangka menengah karena pipeline IPO yang kuat. Moonshot dilaporkan telah mengajukan pencatatan saham secara rahasia di Hong Kong, sementara DeepSeek juga tengah mempersiapkan kemungkinan IPO domestik. PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, September 9, 2026

Hang Seng Turun Tipis, Inflasi dan Minyak Jadi Beban

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Hong Kong bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (9/9), dengan Indeks Hang Seng turun sekitar 0,2% atau 39 poin ke level 25.280. Investor cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Harga Brent bergerak mendekati US$100 per barel setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan global. Kenaikan energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi sekaligus membatasi ruang bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sentimen eksternal juga belum memberikan dukungan kuat setelah Wall Street ditutup melemah dan kontrak berjangka saham AS kembali berada di bawah tekanan. Namun, penguatan saham semikonduktor di Asia serta minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan membantu menahan penurunan Hang Seng lebih dalam.

Dari China, inflasi konsumen tahunan meningkat menjadi 0,8% pada Agustus dari 0,5% pada Juli. Sementara itu, harga produsen naik 3,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,5% pada bulan sebelumnya, sebagian didorong oleh meningkatnya biaya pangan dan energi. Data tersebut menambah perhatian pasar terhadap potensi tekanan harga di ekonomi China.

Pergerakan saham individual berlangsung beragam. Haidilao anjlok hampir 10%, sedangkan Lenovo naik 2,1%, MiniMax menguat 1,9%, dan Kingboard Laminates bertambah 3,3%. Secara fundamental, Hang Seng masih menghadapi tekanan dari tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi kekuatan saham teknologi dan AI dapat membantu membatasi tekanan selama minat terhadap sektor tersebut tetap kuat. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Tuesday, September 8, 2026

Yield Mereda, Hang Seng Bangkit

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,6% atau sekitar 150 poin ke level 25.459 pada perdagangan Kamis (03/09). Bursa Hong Kong mengikuti kenaikan pasar Asia setelah tekanan dari pasar obligasi global mulai mereda.

Berhentinya aksi jual obligasi membantu menurunkan kekhawatiran bahwa kondisi keuangan akan semakin ketat. Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga kembali memperoleh dukungan dari investor.

Sentimen turut membaik setelah data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS lebih lemah dari perkiraan. Komentar Presiden The Fed New York John Williams juga dinilai meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Pernyataan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan, sementara penurunan minyak memberikan kelegaan terhadap risiko inflasi dan biaya energi.

Saham teknologi dan keuangan menjadi penopang utama pasar. Tencent naik 0,4%, Lenovo menguat 1,1%, MiniMax bertambah 1%, AIA melonjak 1,8%, dan Akeso memimpin kenaikan sebesar 3%.

Namun, saham Shein masih berada dalam tekanan setelah merosot lebih dari 5% ke HK$46 pada perdagangan Rabu. Penurunan tersebut terjadi pada hari kedua perdagangan perusahaan di Bursa Hong Kong setelah debut yang kurang meyakinkan.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpeluang melanjutkan pemulihan apabila yield global dan harga minyak tetap menurun. Namun, data Nonfarm Payrolls AS yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, mengangkat yield, dan menekan saham teknologi Hong Kong. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, September 7, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 6, 2026

Indeks Hang Seng Melonjak 1,75% Ditengah Sentimen Global

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (4/9), naik sekitar 1,75% setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi pagi. Penguatan tersebut membawa bursa Hong Kong menjauh dari tekanan pada sesi sebelumnya, sekaligus menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan pasar saham China daratan yang justru berakhir melemah.

Sentimen positif terutama datang dari reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah imbal hasil obligasi Treasury mereda dan saham-saham teknologi besar kembali mencatat kenaikan. Pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan September juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.

Hang Seng sempat menguat hingga sekitar 25.737 pada akhir sesi pagi, naik 2,08% atau lebih dari 524 poin. Meski sebagian kenaikan tersebut terpangkas menjelang penutupan, indeks tetap mampu mengakhiri sesi dengan penguatan 1,75%. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan Shanghai Composite yang ditutup turun sekitar 0,3%, menunjukkan minat investor terhadap saham Hong Kong relatif lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Penguatan pasar Asia secara luas turut memberikan dukungan. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga bergerak positif, sementara investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah komentar Waller. Meski demikian, pasar masih mencermati tingginya harga minyak akibat konflik Amerika Serikat-Iran yang berpotensi kembali menekan inflasi global dan mengubah arah ekspektasi kebijakan moneter.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat malam. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga, sehingga berpotensi menjaga sentimen positif pada saham Asia. Sebaliknya, data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga dan memicu volatilitas ketika pasar Hong Kong dibuka kembali.(yds) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Thursday, September 3, 2026

Indeks Hang Seng Nyaris Datar, Pasar Tunggu Data Kerja AS

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menutup perdagangan Kamis (3/9) nyaris datar di level 25.317,49, naik tipis sekitar 0,02% dari penutupan sebelumnya di 25.311,21. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 25.294 hingga 25.538, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah suku bunga Federal Reserve.

Sentimen pasar Hong Kong tertahan oleh tekanan di sektor teknologi, sementara saham properti dan material membantu menahan pelemahan indeks. Hang Seng Tech sempat turun sekitar 0,6%, sedangkan saham properti di kawasan China-Hong Kong mencatat rebound kuat setelah beberapa sesi tertekan. Investor juga masih mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang dapat memengaruhi arus modal dan valuasi saham-saham growth.

Di sisi lain, penurunan yield obligasi global dan koreksi harga minyak memberikan sedikit dukungan bagi sentimen risiko. Namun, ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan volatilitas sektor teknologi membuat investor tetap selektif. Dengan penutupan yang hampir datar, arah Hang Seng berikutnya kemungkinan akan sangat bergantung pada hasil data Nonfarm Payrolls AS dan perkembangan ekspektasi kebijakan moneter global.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 2, 2026

Saham BYD Bebani Bursa Hong Kong

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng bergerak sedikit melemah pada Rabu (2/9) ke level 25.311,21 pada perdagangan Hong Kong. Pergerakan indeks relatif terbatas karena tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar diimbangi oleh penguatan saham lainnya.

BYD menjadi saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap indeks setelah merosot 3,4%. Penurunan produsen kendaraan listrik tersebut membebani sentimen terhadap sektor otomotif dan industri.

Contemporary Amperex Technology atau CATL mencatat penurunan terbesar dalam persentase dengan anjlok 4,7%. Sektor perdagangan dan industri menjadi kelompok yang memimpin pelemahan pasar.

Sebanyak 47 dari 93 saham anggota Hang Seng ditutup melemah, sedangkan 43 saham lainnya menguat. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual belum menyebar secara merata ke seluruh pasar.

Menurut analisis Newsmaker, Hang Seng berpotensi bergerak konsolidatif selama tekanan pada BYD, CATL, dan saham industri masih berlanjut. Penguatan yang lebih luas pada sektor lain dibutuhkan untuk menahan indeks agar tidak mengalami koreksi lebih dalam.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker



Tuesday, September 1, 2026

Indeks Hang Seng Turun 0,9%, Yield dan Minyak Tekan Pasar

'image.png' failed to upload. RpcError

Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/9) karena kenaikan yield obligasi global dan harga minyak membuat investor tetap berhati-hati di tengah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Hang Seng turun 237,26 poin atau 0,9% menjadi 25.329,73. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index melemah 50,54 poin atau 0,6% ke level 8.462,64.

Tekanan terhadap pasar meningkat setelah yield obligasi global menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun. Harga minyak yang bertahan di atas US$91 per barel memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga, terutama setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Dari sisi korporasi, SHEIN Global mengakhiri debut perdananya dengan penurunan tipis 0,1% ke HK$48,50, sedikit di bawah harga penawaran HK$48,56. Mech-Mind Robotics juga melemah 1,9% menjadi HK$99,80 pada hari pertama perdagangan, dibandingkan harga penawaran HK$101,70.

Sementara itu, NIO melaporkan pengiriman 35.836 kendaraan sepanjang Agustus, meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, saham perusahaan justru ditutup turun lebih dari 6%.

Analisa Newsmaker: Pelemahan bursa Hong Kong menunjukkan bahwa sentimen global masih lebih dominan dibandingkan katalis korporasi individual. Kenaikan harga minyak berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sementara lonjakan yield obligasi meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham. Selama ketegangan AS-Iran belum mereda dan harga energi tetap tinggi, Hang Seng berpotensi tetap menghadapi tekanan volatilitas dalam jangka pendek.(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, August 31, 2026

Bursa HK Turun Tipis Ditengah Konflik AS-Iran dan Prospek Kenaikan Suku Bunga

 


PT Rifan - Bursa saham Hong Kong ditutup sedikit melemah pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mendorong harga minyak naik serta memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi global. Indeks Hang Seng turun 17,80 poin atau sekitar 0,1% menjadi 25.566,99. Sementara itu, Hang Seng China Enterprises Index justru naik 22,79 poin atau 0,3% menjadi 8.513,18. Tekanan serupa terlihat di sejumlah bursa Asia setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Sentimen investor semakin tertekan setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan pernyataan bernada hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan inflasi bergerak menuju target 2%. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Kekhawatiran terhadap inflasi juga meningkat setelah konflik AS-Iran kembali mendorong harga minyak. Brent sempat naik hampir 3% ke kisaran US$90 per barel setelah pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak, dekat Selat Hormuz. Harga energi yang kembali tinggi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi dan membuat ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter semakin sempit.

Dari China, sentimen pasar turut dibayangi lemahnya aktivitas ekonomi. Data manufaktur Agustus masih menunjukkan kontraksi, sementara perlambatan aktivitas bisnis membuat investor tetap berhati-hati terhadap prospek pemulihan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Kondisi ini membatasi kemampuan saham-saham Hong Kong untuk mencatat penguatan lebih besar di tengah tingginya risiko global.

Di tingkat korporasi, saham HUTCHMED (China) melemah lebih dari 2% meskipun perusahaan mengumumkan hasil positif dari uji klinis fase III SANOVO. Kombinasi ORPATHYS dan TAGRISSO menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik dan klinis terhadap progression-free survival pada pasien kanker paru non-small cell tertentu. Hasil tersebut memperkuat prospek pengembangan terapi HUTCHMED, meski belum mampu mengimbangi tekanan jual pada sahamnya di sesi perdagangan.

Analisa Newsmaker: Pergerakan Hang Seng saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal daripada fundamental korporasi domestik. Eskalasi AS-Iran, kenaikan minyak, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menciptakan kombinasi negatif bagi aset berisiko. Selama minyak bertahan tinggi dan pasar terus memperhitungkan kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat, indeks Hang Seng berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan defensif. Data tenaga kerja AS pekan ini akan menjadi perhatian berikutnya karena dapat memperkuat ataupun meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga September.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, August 30, 2026

Hang Seng Dibuka Melemah, Saham Teknologi Jadi Beban

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Hong Kong dibuka melemah pada perdagangan Jumat (28/8), dengan indeks Hang Seng turun 155 poin atau 0,6% ke level 25.410. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

China Enterprises Index ikut terkoreksi 64 poin atau 0,76% menjadi 8.425. Sementara itu, Hang Seng Tech Index melemah 39 poin atau 0,85% menjadi 4.580, menandakan sektor teknologi menjadi penekan pasar utama.

Saham teknologi besar bergerak sebagian besar negatif pada awal perdagangan. Tencent turun 0,8%, Alibaba melemah 2%, Meituan turun 1,2%, JD.com terkoreksi 1,1%, dan Kuaishou turun tipis 0,4%.

Saham Xiaomi bergerak datar, sementara sektor keuangan menunjukkan pergerakan yang lebih beragam. HSBC melemah 0,7%, Ping An turun 0,5%, AIA naik tipis 0,1%, sedangkan Hong Kong Exchanges and Clearing bergerak stabil.

Analisis Newsmaker: Pelemahan Hang Seng pada pembukaan perdagangan menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap saham teknologi China, terutama setelah beberapa emiten besar kembali tertekan. Selama Hang Seng Tech belum mampu rebound, risiko utama indeks Hong Kong tetap bergerak terbatas. Area 25.400 menjadi level awal yang perlu dijaga; jika tekanan jual berlanjut, Hang Seng berpotensi menguji support berikutnya, sementara pemulihan saham finansial dapat membantu menahan penurunan lebih dalam. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Thursday, August 27, 2026

Indeks Hang Seng Turun, Sektor Tech Mulai Ambil Untung

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan Kamis (27/8) setelah investor melakukan aksi ambil untung pada saham teknologi. Indeks Hang Seng turun 87,23 poin atau 0,3% ke 25.565,74, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 0,5% ke 8.490,31.

Tekanan terjadi meskipun Nvidia melaporkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan. Hasil tersebut sempat mengangkat saham teknologi di sejumlah pasar Asia, tetapi efek positifnya tidak cukup kuat untuk mengangkat Hong Kong karena investor mulai mencermati valuasi sektor teknologi yang sudah relatif tinggi.

Kekhawatiran terhadap arah suku bunga AS juga masih membatasi minat beli. Investor menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan kemungkinan perubahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Harga minyak yang terus melemah untuk sesi keempat berturut-turut sebenarnya membantu meredakan tekanan inflasi. Penurunan tersebut terjadi ketika pasar memantau upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai AS-Iran, yang berpotensi menurunkan risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Dari sisi korporasi, Mixue turun lebih dari 8% setelah melaporkan penurunan laba semester pertama. Pelemahan saham tersebut menambah tekanan terhadap sentimen pasar dan menunjukkan investor masih selektif terhadap emiten dengan kinerja fundamental yang mengecewakan.

Analisis Newsmaker: pelemahan indeks Hang Seng saat ini lebih mencerminkan profit taking dan kekhawatiran valuasi ketimbang memburuknya sentimen global secara keseluruhan. Hasil Nvidia yang kuat masih memberikan dukungan terhadap tema AI, tetapi arah Hang Seng berikutnya sangat bergantung pada nada Warsh di Jackson Hole. Jika komentar Fed lebih hawkish, tekanan pada saham teknologi dapat berlanjut.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, August 26, 2026

Indeks Hang Seng Menguat, Nvidia Jadi Kunci

 


Rifan Financindo - Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan Rabu (26/8), didukung oleh penurunan harga minyak dan meningkatnya harapan terhadap kemajuan pembicaraan mengenai Selat Hormuz. Indeks Hang Seng naik 141,87 poin atau 0,6% ke 25.652,97, sementara Hang Seng China Enterprises Index menguat 1,1% ke 8.533,84.

Sentimen positif muncul setelah Iran kembali melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz. Harapan bahwa jalur strategis tersebut dapat kembali normal membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.

Harga minyak yang terus melemah juga menjadi faktor pendukung bagi pasar saham. Penurunan minyak membantu menekan kekhawatiran terhadap biaya energi yang lebih tinggi, sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Saham teknologi bergerak menguat menjelang laporan keuangan kuartal kedua Nvidia. Investor menunggu petunjuk mengenai keberlanjutan lonjakan belanja kecerdasan buatan dan apakah permintaan chip AI masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan perusahaan teknologi global.

Perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi AS dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Kedua agenda tersebut akan menjadi petunjuk penting terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar Asia.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 25, 2026

Indeks Hang Seng Melemah Tipis, Meituan Jadi Beban Utama

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun tipis ke level 25.511,10 pada perdagangan Selasa (25/8), dengan tekanan terutama datang dari saham sektor perdagangan dan industri. Pergerakan pasar masih relatif terbatas setelah indeks mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir.

Meituan menjadi pemberat terbesar setelah sahamnya anjlok sekitar 6,7%, sekaligus mencatat penurunan paling tajam di antara konstituen utama Hang Seng. Pelemahan tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap indeks meskipun sejumlah saham lain masih mampu bertahan di zona positif.

Secara keseluruhan, sebanyak 50 dari 93 saham melemah, sementara 42 saham menguat. Tiga dari empat sektor utama berakhir negatif, menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

Tekanan terbesar berasal dari sektor komersial dan industri, sementara investor masih mengevaluasi prospek saham teknologi dan konsumsi China setelah aksi jual tajam pada beberapa saham besar sebelumnya.

Analisis Newsmaker: Hang Seng masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias lemah, terutama karena tekanan saham berkapitalisasi besar seperti Meituan. Selama sektor teknologi dan konsumsi belum menunjukkan pemulihan yang solid, ruang kenaikan indeks diperkirakan masih terbatas.(yds)  PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, August 23, 2026

Hang Seng Drops 1% as Investors Await US CPI

 


PT Rifan Financindo Berjangka - The Hang Seng Index fell approximately 1%, or 259 points, to 25,390 during Wednesday's trading (August 12). Pressure stemmed from fading hopes for a US-Iran deal and investor caution ahead of the release of US inflation data.

A rise in oil prices to a one-week high also weighed on sentiment. Tensions around the Strait of Hormuz reignited concerns regarding inflation and global growth, while a decline on Wall Street during the previous session added pressure to Asian markets.

Hong Kong technology stocks remained a primary drag on the market. Investors are now awaiting Tencent's second-quarter earnings report to gauge developments in its gaming, advertising, and AI investment businesses. Tencent shares fell about 2.3%, while Kuaishou dropped 1.6% and Meituan declined 2.3%.

Meanwhile, plans to expand the Hang Seng Tech Index from 30 to 50 constituents are attracting attention, as this could increase the index's exposure to emerging sectors such as artificial intelligence and robotics.

Hong Kong's IPO market also remains in the spotlight. Shein is reportedly preparing for a listing in Hong Kong, a move that could help sustain optimism regarding the city's capital market activity.

Newsmaker Analysis: The Hang Seng remains under pressure as long as tech stocks fail to recover and geopolitical risks stay elevated. US CPI stands as the next major catalyst. Cooler inflation could help improve sentiment toward growth and tech stocks, whereas a hot CPI reading could strengthen the dollar and bond yields, prolonging the pressure on the Hang Seng. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Source : NewsMaker


Thursday, August 20, 2026

Hang Seng Menguat, Saham Teknologi dan Kesehatan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat sekitar 0,8% atau 188 poin ke level 25.685 pada perdagangan Kamis. Kenaikan dipimpin oleh saham teknologi dan kesehatan yang berhasil mendorong sentimen pasar Hong Kong tetap positif.

Sektor kesehatan dan bioteknologi menjadi salah satu penggerak utama. Everest mencatat kinerja menonjol setelah laporan pendapatan semester pertama naik 157,3% secara tahunan menjadi RMB1,15 miliar, sekaligus membukukan laba bersih non-IFRS sebesar RMB97,2 juta. Pertumbuhan terutama ditopang oleh produk pengobatan penyakit ginjal NEFECON.

Saham teknologi juga bergerak menguat. Tencent melaporkan belanja modal kuartal kedua melonjak 176% secara tahunan menjadi RMB52,8 miliar, seiring peningkatan investasi pada kecerdasan buatan. Pendapatan Tencent naik 11%, sementara laba yang disesuaikan tumbuh sekitar 9%.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari keputusan China mempertahankan suku bunga Loan Prime Rate (LPR). LPR tenor satu tahun tetap di 3,00%, sementara tenor lima tahun dipertahankan di 3,50%, sesuai ekspektasi pasar.

Di luar Tiongkok, penurunan imbal hasil obligasi global juga meningkatkan selera risiko. Yield Treasury AS mereda setelah Departemen Keuangan AS menggandakan program buy utangback jangka panjang. Di antara saham yang menguat, Tencent naik 0,8%, Xiaomi 2,7%, GenScript Biotech 8,3%, SMIC 1,5%, dan WuXi Biologics 4,6%.

Analisis Newsmaker: penguatan Hang Seng menunjukkan sentimen terhadap saham teknologi dan kesehatan masih cukup kuat, terutama setelah laporan kinerja korporasi yang solid dan turunnya yield global. Selama indeks mampu bertahan di area 25.500–25.600, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka. Namun, pasar masih perlu mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok dan arah menghasilkan global sebagai katalis berikutnya.(asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker