Sunday, October 11, 2020

Cara Bijak Gunakan Dana Subsidi Gaji

Warga Curug Terima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

PT Rifan Financindo - Pemerintah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Salah satunya adalah subsidi gaji kepada pekerja yang memiliki pendapatan di bawah Rp 5 juta. Bantuan langsung tunai (BLT) ini diberikan kepada lebih dari 15,7 juta pekerja swasta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan terbagi dalam dua tahap, masing-masing menerima Rp 1,2 juta di setiap tahapnya.

Bantuan ini seperti rezeki nomplok bagi masyarakat yang sedang terdampak pandemi. Namanya juga uang kaget, mungkin banyak yang tergiur untuk langsung membelanjakannya. Padahal, di masa seperti saat ini, kita harus hati-hati dalam mengelola keuangan.

Baca Juga :

Simak penjelasan Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja tentang cara bijak memanfaatkan dana subsidi gaji:

Prioritaskan kebutuhan pokok dan kesehatan
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luas, termasuk pada kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir.

Maka, prioritaskan penggunaan dana subsidi gaji untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan kesehatan, seperti makanan yang bergizi, vitamin/suplemen, masker, dan hand sanitizer.

Penuhi pos dana darurat
Pandemi telah membuat sebagian masyarakat kita terkena pemotongan gaji, dirumahkan, atau bahkan di-PHK. Jika kondisi perusahaan tempat Anda bekerja masih baik, bekerjalah dengan giat dan sisihkan subsidi gaji serta sebagian gaji Anda untuk menambah isi pos dana darurat.

Dengan memiliki dana darurat, Anda akan lebih tenang dalam menghadapi segala kemungkinan di masa depan, termasuk kemungkinan pengurangan gaji maupun PHK di masa pandemi ini.

Dana darurat bisa disimpan di reksa dana pasar uang. Selain likuid alias bisa dicairkan sewaktu-waktu tanpa penalti, reksa dana pasar uang memiliki potensi imbal hasil di atas tabungan dan deposito.

Bayar utang
Subsidi gaji juga bisa dimanfaatkan untuk mambayar utang ke kerabat, bank, dan lain-lain. Dana bantuan ini sifatnya sementara, maka manfaatkan secara maksimal untuk membayar utang yang ada.

Kemudian, sesuaikan gaya hidup Anda, sehingga Anda bisa benar-benar terbebas dari utang ke depannya.

Manfaatkan subsidi gaji dengan baik untuk antisipasi kondisi keuangan yang rentan terganggu karena pandemi COVID-19. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Thursday, October 8, 2020

Sontek 5 Kebiasaan Penabung Super yang Bisa Dipelajari

[Fimela] menabung

Rifanfinancindo - Menabung uang saat Anda memilikinya itu sulit. Lebih sulit lagi saat Anda tidak memilikinya maka membutuhkan usaha yang sangat keras.

Bahkan jika Anda pada dasarnya bukan penabung, kebiasaan yang mudah dipelajari dapat membuat Anda menjadi penabung.

Pertama, lakukan penilaian diri terhadap kebiasaan uang sendiri. Jika ada kesenjangan dalam literasi keuangan Anda, tantang diri Anda untuk mempelajari lebih lanjut. Kemudian, lihat kondisi hidup secara lebih umum.

Baca Juga :


“Anda adalah rata-rata dari tiga orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama diri sendiri,” kata Nick Holeman, Perencana Keuangan bersertifikat di perusahaan penasihat-robo, Betterment.

Apakah itu benar secara objektif atau tidak, Holeman menunjukkan bahwa orang yang paling sukses memiliki rekan kerja dan kolega dengan pola pikir yang sama.

pula, orang yang disiplin dengan uangnya memiliki teman yang juga menghargai menabung dan berinvestasi, dan hidup di bawah kemampuan Anda.

Perlu dipertimbangkan apakah teman Anda selalu memposting cerita Instagram yang membuat Anda merasa ketinggalan, kata Holeman.

“Jika demikian, cobalah untuk menemukan komunitas yang menginspirasi dan mengatakan menghabiskan uang bukanlah satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan.”

Apa yang terjadi ketika Anda tidak memiliki dana darurat mungkin menjadi argumen paling menarik untuk menabung, kata Tim Sheehan, salah satu pendiri dan CEO Greenlight, aplikasi keuangan pribadi untuk keluarga.

Pengeluaran tak terduga dapat membuat orang jatuh miskin, dan statistiknya mengejutkan katanya.

Menunda kepuasan bisa jadi sulit, kata Holeman, tetapi ini adalah bagian penting dari menabung. Saat Anda melihat bagan yang menunjukkan keajaiban bunga majemuk, orang cenderung lebih memperhatikan paruh kedua, yang melesat ke langit.

“Di babak pertama, ini sangat membosankan,” kata Holeman. Penabung yang baik tahu bahwa kebiasaan mereka akan membutuhkan waktu untuk terbayar.

Melansir dari CNBC, Jumat (9/10/2020) memberikan lima tips untuk menabung dengan baik. Kelima hal ini juga membuat penabung yang sukses, dan semuanya sederhana.

1.  Bikin Alasan Kuat Menabung
Miliki alasan konkret untuk menabung.  Misalnya ketika ingin melakukan perjalanan study wisata bersama teman seangkatan.

Bisa jadi orang tua menawarkan untuk membayar setengah jika sang anak menabung setengah lainnya. Ini mendorongnya untuk lebih mengelola uang dan mengurangi pengeluaran.

2. Kemauan diri sendiri
Semakin tepat tujuannya, semakin mudah untuk melakukan pekerjaan menabung.

“Menyimpan uang itu sulit,” kata Holeman. Bergantung pada kemauan sendiri untuk terus maju mungkin bukan strategi terbaik yang tepat. Jika Anda harus terus-menerus menggunakan energi itu, mungkin akan kehabisan kemauan.

Jika dana darurat tidak terasa seseru menabung untuk perjalanan ke Thailand, anggap itu sebagai tiket menuju kebebasan dan fleksibilitas, kata Holeman. Akun itu dapat memungkinkan Anda mengambil tawaran pekerjaan yang lebih berisiko atau pindah ke kota lain. “Ini sangat memberdayakan,” katanya.

3. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil
Menabung bahkan seribu rupiah sehari bisa berarti sesuatu, kuncinya adalah konsistensi.

Lebih baik menabung beberapa recehan secara teratur daripada menunggu sampai Anda merasa mampu menyisihkan sejumlah uang yang lebih besar.

Dalam beberapa bulan, saldo akun Anda akan menunjukkan kombinasi bunga majemuk dan simpanan tetap.

4. Perlahan dan Fokus
Kebiasaan membawa Anda ke tempat yang diinginkan. Jika Anda membiasakan diri untuk menabung, Anda sudah 80 persen menuju ke sana.

Seiring waktu, saat menghasilkan lebih banyak uang, Anda akan menabung lebih banyak. Semakin banyak Anda menabung, semakin besar hasilnya dan itu meningkatkan motivasi.

5. Waktu istirahat
Holeman mengatakan orang harus benar-benar memahami gagasan penghargaan berbasis tujuan.

“Setiap kali Anda mencapai tonggak penting, pertimbangkan untuk mengambil cuti sebulan,” katanya. “Ambil uang yang biasanya kamu hemat dan belanjakan.”

Jika Anda mencapai target dana darurat Rp 50 juta atau menyelesaikan pembayaran utang kartu kredit, jeda menabung selama beberapa minggu atau satu bulan.

Intinya adalah manjakan diri Anda sebelum kembali ke disiplin uang lagi. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Wednesday, October 7, 2020

Mau Perusahaan Maju? Miliki Dulu 6 Karakteristik Kepimimpinan Ini

Ilustrasi bos di kantor (istimewa)

Rifan Financindo - Peran seorang pemimpin sangatlah penting. Mereka harus mengetahui bagaimana memposisikan diri terhadap bawahan.

Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin tentunya harus menjadi lebih berkarismatik dan berkualitas. Karismatik sendiri adalah gaya kepemimpinan yang dapat membangkitkan loyalitas kepada karyawan mereka.

Setiap orang dengan gaya kepemimpinan yang efektif setidaknya memiliki sebagian dari hal tersebut dan dapat mempelajarinya sepanjang berjalannya perusahaan.

Baca Juga :

Lantas mengapa kualitas seorang pemimpinan yang karismatik dapat sangat bermanfaat bagi perusahaan? Mengutip dari lifehack.org, Kamis (8/10/2020) berikut ini alasannya untuk Anda ketahui:

1. Beradaptasi
Seorang profesor psikolog dari University of Queensland di Australia, William Von Hippel, percaya bahwa kemampuan beradaptasi adalah sifat nomor satu yang dimiliki oleh semua pemimpin. Lalu kemampuan beradaptasi ini dipecahkan menjadi beberapa cabang oleh Von Hippel yakni:

·      Menjadi orang yang cerdas

·      Mengetahui bagaimana menangani perubahan secara halus

·      Tetap tenang di tengah gangguan

Orang yang berkarismatik tidak selalu mengetahui jawaban yang tepat untuk pertanyaan sulit, tetapi mereka memiliki kemampuan untuk memberikan jawaban alternatif dan memilih situasi mana yang terbaik.

Mudah beradaptasi memungkinkan mereka untuk menutup kesepakatan bisnis dan terus maju, bahkan Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

2. Percaya diri
Kepercayaan adalah salah satu terpenting yang dibangun oleh para pemimpin dengan timnya. Pemimpin yang karismatik dapat memancarkan kepercayaan hampir tanpa goyah.

Sehingga Ketika pemimpin percaya diri dan tidak takut untuk mengambil keputusan maka memungkinkan orang lain untuk sedikit tenang dan berdiri di belakang pemimpin itu karena mereka mempercayainya.

3. Visioner
Pemimpin emmiliki pola pikir untuk inovasi dan selalu mencari cara untuk memperbaiki keadaan. Cara berpikir ke depan dapat membuat seseorang menjadi pemimpin yang karismatik. Dia memiliki visi yang jelas bahwa tertarik dan mengetahui bagaimana mengkomunikasinnya.

4. Bertekad
Memiliki visi yang jauh di cakrawala, tekad adalah pendorong yang membuat para pemimpin karismatik terus maju. Pemimpin yang bertekad tidak menyerah ketika mereka menemui hambatan di tengah perjalanan.

Sebaliknya, mereka menundukkan kepala, beradaptasi dan mendorong ke depan. Dorongan untuk terus maju dapat menetas dan memotibasi ke bawah untuk bekerja lebih keras dalam mencapapi tujuannya.

5. Mampu berkomunikasi
Mereka yang memiliki kepribadian yang karismatik memiliki keyakinan yang kuat dan dapat menjadi sangat persuasif dengan kata-kata dan bahasa tubuh mereka. Pemimpin karismatik menarik pendengarnya dengan postur yang baik, kontak mata dan Gerakan tangan untuk menghubungkan kata-kata mereka kepada audiens.

Komunikasi yang jelas adalah salah satu kunci untuk merumuskan tujuan baru sehingga mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

6. Kreatif
Orang karismatik cenderung berpikir di luar kotak dan mencari cara baru dalam melakukan sesuatu. Pemikir karismatik tidak hanya cenderung menjadi orang yang kreatif, tetapi mereka juga menantang dan mengamnil risiko untuk mewujudkan visi menjadi kenyataan.

Pemimpin yang karismatik bangkit untuk emmenuhi tantangan yang dihadapi dan memandang masalah sebagai peluang untuk inovasi. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Tuesday, October 6, 2020

Ingin Dapat Pekerjaan? Simak 3 Tips Sukses saat Wawancara Kerja Virtual

Ilustrasi wawancara online (Foto: blog.zoom.us)

PT Rifan Financindo - Mendapatkan pekerjaan ketika masa pandemi Covid-19 masih melanda adalah suatu kebahagiaan tersendiri untuk setiap orang.

“Walaupun kondisi sekarang yang mengharuskan wawancara dilakukan secara virtual untuk merekrut, namun beberapa prinsip dasar wawancara kerja masih berlaku,” ujar Paul Wolfe wakil presiden senior SDM di Job Site Indeed.

Beberapa perusahaan meluncurkan hari karir virtual nasional untuk menarik pelamar yang tertarik dan mengikuti proses perekrutan. Walaupun melakukan wawancara secara virtual haruslah dengan niat dan bersungguh-sungguh untuk melakukannya.

Baca Juga :



Mengutip dari CNBC, Rabu (7/9/2020) berikut tips dari Paul Wolfe tentang cara sukses dalam pengaturan wawancara virtual yang bisa Anda ikuti

1. Mempersiapkan Wawancara Virtual
Sama seperti Anda akan mempersiapkan wawancara secara langsung, lakukan beberapa riset tentang perusahaan yang Anda tuju.

Catat dua atau tiga tanggung jawab dari pekerjaan yang akan dilakukan dan bersiaplah untuk mendiskusikan bagaimana pengalaman Anda akan menyiapkan untuk sukses dalam peran tersebut.

Tentunya akan menggunakan platform tertentu untuk memulai wawancaranya. Sehingga ada baiknya untuk membuka aplikasinya terlebih dahulu untuk menguji kamera dan kualitas suara dari perangkat Anda. Undang teman Anda atau saudara untuk terlibat secara langsung.

Yang paling penting juga adalah memastikan latar belakang sesuai dan bebas dari sebanyak mungkin gangguan. Selain itu jika Anda tinggal dengan orang lain, maka beritahu pada mereka tentang jadwal pertemuan untuk mencoba dan menghindari gangguan selama panggilan sedang berlangsung.

2. Berikan Kesan yang Baik pada Video
Setelah Anda mengenakan pakaian wawancara dan memastikan peralatan siap digunakan, masukalh ke platform wawancara beberapa menit lebih awal.

Anda harus sangat menyadari bagaimana bahasa tubuh muncul di layar. Sehingga berhati-hatilah jika Anda cenderung membungkuk di depan meja komputer. Atur ulang posisi tempat duduk Anda sehingga terbingkai dengan baik di layar, nyaman dan waspada.

Tutup semua tab atau aplikasi yang membuat kebisingan di layar Anda, selain itu jangan lupa untuk setel ponsel Anda ke mode senyap.

Karena akan melihat layar, Anda mungkin dapat mengawasi waktu dengan lebih baik. Jika Anda mendekati akhir sesi dan belum mencapai nilai jual Anda tentang mengapa harus dipekerjakan, maka temukan alasan alami untuk menutupi dasarnya.

3. Akhiri Wawancara dengan Kesan yang Kuat
Salah satu cara terbaik untuk meninggalkan kesal yang abadi adalah dengan menyiapkan pertanyaan tentang perusahaan, pekerjaan dan manajer perekrutan.

Mengirimkan email tindak lanjut seperti “terima kasih” kepada pewawancara Anda sebelum hari berakhir dengan catatan pribadi tentang sesuatu yang diskusikan adalah sebuah rekomendasi yang terbaik. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, October 5, 2020

Hati-Hati, Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Berinvestasi Saham

Jenis-jenis Reksadana

Rifanfinancindo - Tidak ada volatilitas di pasar saham yang menguji kemampuan investor untuk membuat keputusan rasional. Apakah harga saham sedang naik atau turun, adalah umum bagi individu untuk membuat kesalahan yang didorong oleh emosi, menurut para ahli.

“Investor cenderung melakukan ekstrapolasi. Mereka berpikir bahwa jika pasar naik, maka akan terus naik, dan jika turun, maka akan terus turun,” kata Dave Goodsell, Direktur Eksekutif Natixis Center for Investor Insight.

Ke mana harga saham menguap kadang masih sebatas dugaan. Namun jika terus bergerak lebih tinggi, waspadalah terhadap rasa euforia yang salah tempat. Penasihat keuangan mencatat ini kadang menjadi kesalahan yang dibuat para investor individu.

Baca Juga :

Melansir laman CNBC, Selasa (6/10/2020) jika Anda seorang investor pemula atau telah menyaksikan investasi mengalami kesulitan lebih dari beberapa kali selama beberapa dekade terakhir, berikut adalah beberapa kesalahan lain yang harus dihindari.

1. Menjual Ketika Panik
Ternyata, menjual saat panik, keputusan emosional atau fokus jangka pendek, menempati urutan pertama dalam daftar kesalahan yang dilakukan investor, mencapai 93 persen menurut penasehat dalam survei Natixis.

Masalah dasarnya adalah bahwa perilaku ini dapat menghasilkan hasil finansial yang buruk.

“Katakanlah pasar turun 10 persen dan Anda berkata ‘Saya harus keluar,’ Anda mengunci kerugian 10 persen,” kata Goodsell.

Ingat, kerugian yang tercermin dalam saldo akun Anda sehari-hari belum final kecuali Anda menjualnya. Dan, akan sulit untuk kembali ke pasar dan tetap diam jika ketakutan mendorong keputusan.

“Apakah pasar naik atau turun, emosi menguasai kita dari waktu ke waktu. Tetap fokus pada tujuan jangka panjang Anda dan bagaimana mencapainya,” kata Goodsell.

2.  Pandangan Toleransi Risiko yang Tak Akurat

Hampir setengah atau sekitar 45 persen dari penasihat yang disurvei mengatakan kegagalan untuk mengenali toleransi risiko sendiri adalah sebuah masalah. Terutama, hal itu dapat menyebabkan penjualan saat panik yang dijelaskan di atas.

Toleransi risiko memiliki beberapa bagian. Seberapa baik Anda dapat mengatasi pasang surut yang tak terhindarkan di pasar saham dan berapa lama sampai Anda berencana menggunakan uang tersebut.

Secara umum, semakin lama waktu yang Anda miliki, yaitu menabung untuk pensiun beberapa dekade lagi, semakin mampu untuk diinvestasikan secara agresif dalam saham dan menunggu periode volatilitas.

Sisi emosional, apakah Anda bisa tidur di malam hari jika nilai saham turun, bisa menjadi cerita yang berbeda.

“Ketika pasar menjadi tidak stabil, itu menyebabkan konflik emosional yang kuat,” kata Goodsell. Tantangannya adalah membuat keputusan yang logis.

Lebih dari setengah investor atau sekitar 56 persen mengatakan mereka bersedia mengambil lebih banyak risiko untuk maju, menurut studi Netixis terpisah yang dilakukan pada 2019. Namun, lebih dari 75 persen dari mereka mengatakan mereka lebih memilih keamanan daripada kinerja investasi. Dengan kata lain, banyak investor mungkin mengambil risiko lebih dari yang seharusnya.

3. Pemilihan Waktu Investasi yang Tak Tepat
Separuh dari penasihat yang disurvei mengatakan investor keliru dengan mencoba mengatur waktu pasar yang idealnya menjual tinggi dan membeli rendah dengan memprediksi apa yang akan dilakukan pasar daripada berpegang pada strategi investasi jangka panjang (atau dikenal sebagai beli dan tahan).

“Ada ketakutan kehilangan yang cenderung kami miliki, dan kami mencoba menangkap sebanyak mungkin keuntungan yang kami bisa. Tapi kemudian pasar turun dan kami melihat aset kami terancam dan kami lari. Jadi kami mengunci kerugian,” kata Goodsell.

4. Harapan Pengembalian Investasi yang Tak Realistis
Banyak penasihat dalam survei atau sekitar 43 persen mengatakan investor sering mengharapkan pertumbuhan yang jauh lebih besar dalam investasi mereka daripada yang realistis.

Dalam survei Natixis 2019, investor mengatakan bahwa mereka mengharapkan pengembalian tahunan rata-rata 10,9 persen di atas inflasi, dalam jangka panjang. Sedangkan hanya 6,7 persen investor lebih realistis, penelitian Natixis menunjukkan.

“Anda harus memiliki ekspektasi yang realistis atas investasi Anda,” kata Goodsell.

5. Terlalu Banyak Risiko dalam Mengejar Hasil Investasi

Bagi investor yang mencari penghasilan tetap, misalnya dari obligasi, suku bunga rendah dapat membuat Anda tertarik pada investasi dengan imbalan hasil lebih tinggi. Seperempat penasehat yang disurvei mengatakan terlalu banyak fokus pada hasil adalah kesalahan.

Secara umum, semakin tinggi hasil, semakin berisiko investasi.

“Pahami saja bahwa hasil yang lebih tinggi berarti lebih banyak risiko dalam portofolio Anda,” kata Goodsell. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Sunday, October 4, 2020

Motivasi Kerja Sedang di Titik Terendah, Atasi dengan Trik Ini

Ilustrasi semangat, motivasi

Rifan Financindo - Setiap orang tentunya memiliki hari di mana ada motivasi, semangat kerja, yang sangatlah rendah. Hal tersebut mungkin wajar.

Terutama untuk menjalani hari Senin yang sangatlah berat karena sudah melewati akhir pekan dengan bersantai tidak melakukan apapun.

Saat bekerja tentunya harus memiliki sedikit waktu untuk bersantai, rileks dan tidak terlalu fokus dengan pekerjaan.

Baca Juga :



Tetapi lama-lama mungkin Anda terlalu nyaman dan tentunya harus keluar dari zona tersebut, agar tidak bermalas-malasan dan memiliki motivasi yang sangat tinggi.

Trik yang harus dilakukan adalah menemukan satu hal yang mendorong Anda ke mode kerja. Melansir dari Freemalaysiatoday, Senin (5/10/2020) berikut 3 cara untuk mengelabui diri sendiri agar dapat dengan semangat untuk mengerjakan tugas yang sudah ditunda:

1. Mulailah dari yang kecil
Memulai suatu tugas yang berat dalam sehari tentunya sulit untuk dilakukan. Sehingga cara yang bisa Anda lakukan adalah mulailah dengan beberapa penelitian kecil pada saat istirahat makan atau kapanpun ketika memiliki waktu yang senggang.

Ini semua adalah langkah kecil dalam perjalanan yang panjang tetapi sepadan dengan usaha yang dilakukan. Kegunaan mengambil langkah kecil sering kali diremehkan tetapi dapat membantu dalam rutinitas kerja.

Akhirnya Anda akan bekerja dengan tenaga yang penuh. Langkah kecil mungkin diabaikan pada awalnya, namun pada akhirnya hal tersebut yang mengarahkan kepada penyelesaian pekerjaan.

2.  Jangan paksa diri harus jadi terbaik
Ekspetasi yang tinggi dapat memberikan banyak tekanan, seringkali lebih dari yang dapat ditangani. lebih banyak tekanan maka lebih banyak penundaan.

Menyadari bahwa Anda tidak selalu harus memaksakan diri untuk menjadi yang terbaik sejak awal sangat memotivasi dan membuatnya lebih mudah untuk bekerja secara konsisten tanpa merasa ingin bekerja.

3. Lakukan saja
Triknya adalah membuang semua keraguan dan pikiran negatif yang Anda miliki dan ambil langkah ke depan.

Ini adalah pendekatan sederhana yang berpotensi menginspirasi untuk langsung bekerja alih-alih menghindarinya. Sehingga pada akhirnya Anda akan berterima kasih pada diri sendiri. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Thursday, October 1, 2020

7 Tips Siapkan Dana Darurat

Menabung

PT Rifan Financindo - Keadaan darurat dan pengeluaran tak terduga dapat terjadi pada saat yang tidak Anda duga, dan karena alasan inilah menyimpan uang dalam dana darurat sangat penting untuk keuangan pribadi yang baik.

Pada dasarnya, dana darurat adalah uang tunai yang Anda tabung dengan tujuan membantu Anda mempertahankan kehidupan sehari-hari saat Anda melewati keadaan darurat seperti perbaikan kendaraan yang tidak terduga, kehilangan pekerjaan, atau penyakit.

Mungkin sulit untuk menyisihkan beberapa rupiah dari setiap penghasilan untuk disalurkan ke rekening tabungan darurat, terutama jika Anda hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan. Membangun dana darurat membutuhkan disiplin, waktu, dan pengorbanan, tetapi itu bisa dilakukan.

Baca Juga :

Berikut 7 tips untuk membangun dana darurat, dilansir dari laman Mymoneycoach.ca, Jumat (2/10/2020):

1. Targetkan Mulai Menabung Dana Darurat
Perlu waktu lama untuk menabung, jadi penting untuk memulai dari yang kecil dan membangun dari sana. Jadi, penting untuk menetapkan target awal yang rendah cukup untuk menutupi biaya perbaikan mobil atau rumah dan terus meningkat. Saat Anda membangun dana darurat, berikan diri Anda waktu dan jangan putus asa.

Yang membuat perbedaan besar saat Anda menghadapi keadaan darurat. Yang penting adalah Anda mengambil tindakan dan mulai menabung, sekecil apa pun, dan tetap konsisten. Roma tidak dibangun dalam sehari, dan hal yang sama berlaku untuk dana tabungan darurat.

2. Buka Rekening Tabungan Darurat Terpisah
Setelah Anda memiliki tujuan menabung, langkah selanjutnya adalah membuka rekening tabungan, yang harus disimpan terpisah dari rekening pengeluaran harian Anda. Telusuri dan temukan lembaga keuangan yang dapat memberi Anda rekening tabungan dengan tingkat bunga yang layak atau berbiaya rendah.

Memiliki rekening tabungan terpisah membangun dinding psikologis antara uang yang dapat Anda sentuh dan uang yang tidak boleh Anda sentuh. Jika Anda menggabungkan uang dana darurat dengan dana di rekening giro biasa, Anda akan lebih tergoda untuk membelanjakannya karena Anda akan melihatnya secara teratur, dan mudah diakses.

3. Otomatiskan Setoran ke Rekening Tabungan Anda
Sekarang setelah Anda memiliki akun yang ditujukan khusus untuk dana darurat, langkah selanjutnya adalah mengotomatiskan simpanan agar langsung masuk ke rekening tabungan Anda. Anda dapat melakukannya sendiri melalui perbankan online, atau dengan mengunjungi lembaga keuangan Anda.

Yang penting adalah jumlah yang Anda masukkan ke dana Anda terjangkau, realistis, dan sejalan dengan sasaran tabungan yang Anda identifikasi sebelumnya. Ingatlah bahwa membayar diri sendiri lebih dulu adalah kunci untuk membangun dana darurat yang cukup.

4. Menyalurkan Uang Ekstra ke Rekening Tabungan Anda
Masukkan Uang Tambahan untuk Dana Darurat dengan rencana permainan tabungan Anda di tempat, Anda dapat duduk dan melihat dana darurat Anda tumbuh. Namun, tidak ada salahnya untuk menambah dana Anda dengan uang ekstra yang Anda dapatkan,  baik itu melalui pengembalian pajak, hadiah tunai, atau bonus di tempat kerja untuk membantu Anda mencapai tujuan lebih cepat.

5. Tingkatkan Pendapatan dan potong Pengeluaran
Selain menyalurkan uang ekstra Anda ke dalam dana tabungan, meningkatkan arus kas dan mengurangi pengeluaran dapat membuat perbedaan besar. Lemari, ruang bawah tanah, garasi, dan loker penyimpanan bisa menjadi tambang emas untuk barang-barang yang tidak Anda butuhkan.

Mendapatkan pekerjaan sampingan adalah cara hebat lainnya untuk meningkatkan penghasilan Anda. Jika Anda senang memasak, pertimbangkan menjual masakan Anda untuk orang lain, dan usaha sampingan lainnya.

6. Tinjau Anggaran Secara Teratur
Memiliki anggaran sangat penting untuk setiap rencana keuangan, dan yang sama pentingnya adalah meninjau anggaran Anda secara teratur untuk memastikan kebutuhan tabungan dan pengeluaran Anda tetap sejalan dengan situasi keuangan Anda saat ini. Saat Anda meninjau anggaran, tanyakan pada diri Anda apakah Anda bisa menghemat lebih banyak.

7. Gunakan Tabungan Darurat Hanya dalam Darurat
Agar dana darurat Anda berkembang, penting agar Anda menggunakannya hanya dalam keadaan darurat. Ini disebut "dana darurat" karena suatu alasan, jadi jangan sentuh uangnya kecuali Anda benar-benar dalam keadaan darurat.

Jika Anda sesekali menarik uang dari akun tersebut, dengan alasan bahwa Anda akan menebusnya pada hari gajian berikutnya, Anda mungkin mulai menjalankan kebiasaan baru yang dapat membawa Anda mundur.

Cobalah untuk tidak menyabotase diri Anda sendiri, dan berkomitmen untuk membiarkan dana darurat Anda tidak tersentuh. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6