Monday, May 10, 2021

Hai Pengusaha, Jangan Takut Ambil Langkah Besar dan Berisiko dan Ini Tipsnya

 Reksadana

Rifan Financindo - Sebagai pengusaha skala kecil, Anda cenderung memiliki lebih sedikit sumber daya untuk digunakan jika terjadi masalah berbisnis. Ini dapat membuat Anda memilih lebih bermain aman dan menghindari risiko sepenuhnya.

Namun, jika Anda tidak mengambil risiko, tidak akan tumbuh sebagai bisnis, dan stagnasi mungkin lebih berisiko bagi bisnis Anda pada akhirnya.

Tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua risiko sama baiknya. Ada risiko cerdas begitupun sebaliknya. Jadi, bagaimana Anda membedakannya?

Mengutip dari CoFounder, Selasa (11/5/2021), berikut ini adalah saran tentang cara membuat keputusan berani dan berisiko untuk bisnis kecil Anda guna membawa kesuksesan di masa mendatang.

1. Gunakan kerangka pengambilan keputusan
Jika Anda mengambil risiko dan hasilnya gagal, ini dapat berdampak buruk bagi perusahaan Anda. Dorongan untuk berani dalam bisnis bukanlah saran untuk berhati-hati dan hanya mengatakan ya untuk semua risiko.

Kapan pun Anda harus membuat keputusan besar, penting untuk menggunakan kerangka kerja pengambilan keputusan. Ada banyak metode berbeda yang dapat Anda gunakan.

Namun pastikan kerangka kerja Anda membantu Anda menganalisis potensi biaya dan manfaat dari keputusan tertentu, sehingga Anda dapat menimbang risiko terhadap potensi imbalan.

2. Pikirkan risiko dalam kaitannya dengan kemungkinan dan dampaknya
Saat menganalisis risiko yang terlibat dalam keputusan tertentu, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan rencana gagal atau berhasil, dan potensi konsekuensi. Keputusan bisa berisiko karena kemungkinan besar gagal.

Tetapi, jika konsekuensi dari kegagalan tidak begitu berbahaya, maka itu mungkin tidak terlalu berisiko. Jika setelah analisis biaya-manfaat, Anda telah menentukan bahwa risiko kegagalan tinggi dan konsekuensi kegagalan akan membuat perusahaan Anda mundur secara signifikan, mungkin yang terbaik adalah menunda.

Ini adalah situasi yang membutuhkan pertimbangan yang lebih hati-hati. Misalnya, jika kemungkinan kegagalan kecil tetapi konsekuensi kegagalan akan menjadi bencana, atau jika konsekuensi kegagalan tidak seburuk itu, tetapi kemungkinan besar akan terjadi kegagalan.

Situasi seperti ini mengharuskan Anda untuk menilai posisi, tujuan, dan prioritas Anda, dan mungkin memerlukan konsultasi yang lebih dalam.

3. Ketahuilah bahwa kegagalan tidak bisa dihindari
Jika Anda memahami risiko yang berbeda, ini diharapkan akan membantu Anda menjadi lebih nyaman dengan jenis kegagalan tertentu. Dalam bisnis, tidak setiap risiko terbayar.

Selama Anda bisa bangkit kembali dari kegagalan, Anda bisa melihatnya sebagai pengalaman belajar. Disinilah pemahaman Anda tentang berbagai risiko mulai terbentuk.

Sebaiknya Anda merasa nyaman dengan gagasan bahwa tidak semua risiko akan terbayar, dan bahwa Anda akan menghadapi beberapa kemunduran yang tak terhindarkan. Jika Anda takut pada keputusan tertentu, cobalah untuk melihat ketakutan itu secara logis dan tentukan apakah itu benar atau tidak.

Tanyakan pada diri Anda hal terburuk apa yang bisa terjadi jika rencana ini gagal? Jika itu adalah sesuatu yang dapat membuat Anda bangkit kembali, rangkul kemungkinan kegagalan dan lakukan langkah yang sudah Anda pertimbangkan.

4. Bisnis sejatinya berisiko
Keluar dari poin terakhir, penting untuk menyadari bahwa risiko melekat dalam bisnis. Jika Anda tidak siap mengambil risiko, Anda mungkin berada di jalur pekerjaan yang salah.

Setiap keputusan yang Anda buat mengandung sejumlah risiko. Langkah yang terpenting adalah menentukan risiko mana yang layak diambil, serta memiliki kepercayaan pada bisnis Anda.

Jika Anda tidak percaya dengan bisnis Anda, tidak ada orang lain yang akan percaya. Jadilah pintar sekaligus percaya diri.

5. Jangan memutuskan sendiri
Saat membuat keputusan besar, ada baiknya untuk mendapatkan masukan dari orang lain. Kelilingi diri Anda dengan para ahli dan bangun koneksi dengan orang-orang berpengalaman dalam industri yang dapat Anda hubungi untuk meminta nasihat.

Memiliki koneksi dengan pelaku usaha yang lebih berpengalaman tidak hanya berguna untuk mendapatkan nasihat, tetapi juga merupakan langkah bisnis yang cerdas. Selain itu, jangan takut untuk melibatkan karyawan Anda dalam proses pengambilan keputusan.

Tentu saja, keputusan akhir ada di tangan Anda, tetapi karyawan Anda akan menghargai apabila mengetahui Anda menghargai pendapat mereka, dan memiliki banyak perspektif dapat membuat analisis Anda tentang risiko dan manfaat dari keputusan menjadi lebih jelas.

Bahkan jika Anda yakin tentang suatu keputusan, tetaplah terbuka dengan karyawan Anda dan beri mereka ruang untuk mengajukan pertanyaan atau menyuarakan keprihatinan mereka.

6. Rangkul fleksibilitas
Sebagian besar usaha dalam bisnis bukanlah kasus sederhana untuk membuat satu keputusan dan melihat apakah itu berhasil atau tidak. Ketika Anda sedang mempertimbangkan sebuah keputusan, cobalah untuk membayangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan tindakan terbaik apa yang akan diambil dalam setiap kasus.

Situasi lebih mudah ditempa daripada yang Anda pikirkan, dan fleksibilitas adalah salah satu ciri utama yang akan membantu Anda sukses. Ini kembali ke masalah yang sama dalam mempertimbangkan kemungkinan dan konsekuensi potensial dari suatu risiko. Selalu mungkin untuk mengubah rencana jika tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

7. Kenali emosi Anda
Kebanyakan dari kita lebih baik dalam membayangkan semua hal bisa menjadi salah daripada bagaimana hal itu bisa berjalan dengan benar. Faktanya, manusia cenderung membesar-besarkan kemungkinan kegagalan ketika membayangkan kemungkinan hasil dari sebuah keputusan.

Selain itu, kita cenderung mendramatisasi konsekuensi potensial, ketika kenyataannya jauh lebih tidak mengerikan dan lebih mudah untuk dikurangi. Kita perlu mengenali emosi kita dan membuat keputusan rasional berdasarkan risiko yang kita hadapi.

Tanggapan hanya irasional akan menghambat pertumbuhan atau kesuksesan bisnis Anda. Jangan mendasarkan keputusan Anda pada respons ketakutan langsung. Akui ketakutan Anda sebagai hal yang wajar, kemudian lanjutkan ke analisis rasional tentang risiko dan manfaat.

8. Mengambil risiko yang benar dengan cara yang benar
Mengambil risiko yang salah dalam bisnis bisa menjadi bencana. Itulah mengapa pertimbangan yang cermat dan penerapan beberapa tip pertama dalam daftar ini penting. Namun, mengambil risiko yang tepat adalah satu-satunya cara agar bisnis Anda menonjol dari yang lain.

Kesuksesan sejatinya tidak mungkin terjadi tanpa mengambil risiko, dan justru keputusan berani inilah yang akan menempatkan Anda unggul di atas pesaing Anda. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Sunday, May 9, 2021

5 Tips Membuat CV yang Anti Mainstream

 Ilustrasi Resume/ CV (Foto: themuse.com)

PT Rifan - John D. Spooner adalah seorang manajer kekayaan dan penulis terlaris dari beberapa buku, termasuk “Do You Want to Make Money or Would You Rather Fool Around?”, “Confessions of a Stockbroker,” dan “No One Ever Told Us That: Money and Life Lessons to My Grandchildren.”

Sepanjang karir puluhan tahunnya sebagai manajer kekayaan, Ia telah membaca ribuan resume, banyak diantaranya berasal dari pencari kerja yang berusia muda. Hampir semuanya menurut Spooner sederhana dan membosankan. Pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan hanya itu.

Alhasil, sebagian besar dari mereka dibuang ke tempat sampah. Jadi, sekarang Anda mungkin bertanya-tanya, lantas apa yang harus Anda masukkan ke dalam resume sehingga benar-benar akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan atau setidaknya mendapatkan wawancara?

Baca Juga :

Itu adalah hal-hal yang mungkin tampak sepele, tapi itu sangat berarti bagi orang yang akan memindai resume. Terlepas dari apa yang mungkin telah Anda dengar dari pakar karier, itu adalah detail kecil yang mungkin tidak ada hubungannya dengan tempat Anda bekerja atau bersekolah.

Maka dari itu, mengutip dari CNBC pada Minggu (8/5/2021), berikut lima tips membuat resume ala Spooner yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya.

1. Sertakan setidaknya satu hal yang tidak biasa tentang Anda
Alih-alih mengisi resume Anda dengan banyak tugas rendah, seperti "antarmuka dengan klien" atau "menyajikan materi penjualan", hemat ruang untuk setidaknya menulis satu hal tidak biasa yang bahkan tidak diketahui oleh rekan Anda tentang Anda.

Jika Anda melamar pekerjaan tingkat awal dan lulus dengan pujian di perguruan tinggi dan menulis tesis, misalnya, maka cantumkanlah itu. Ini kemungkinan akan memicu percakapan lebih baik dengan manajer perekrutan.

Penting untuk membuat resume Anda tampak tidak membosankan. Jangan takut untuk menambahkan warna pada resume Anda, meskipun menurut Anda itu tidak ada hubungannya dengan posisi yang ingin Anda pertimbangkan.

2. Jadilah kreatif tanpa berlebihan
Manajer perekrutan tidak menginginkan resume yang rapi dengan desain cerah dan font yang funky. Mereka tentu lebih menginginkan resume yang mudah dibaca. Tetapi, ini tidak berarti Anda tidak bisa sedikit kreatif dan menambahkan sisi kreativitas yang lebih mudah diterima.

Beberapa tahun yang lalu, seorang wanita muda yang baru saja lulus dari perguruan tinggi memberi Spooner resume untuk ditinjau ulang sekaligus meminta nasihat. Pekerjaan impiannya katanya adalah "mendapatkan pekerjaan di bidang periklanan."

“Apa yang membuat Anda berpikir Anda akan memenuhi syarat untuk itu?” tanya Spooner, yang mana dia tersenyum dan menjawab: "Karena saya akan mendobrak pintu untuk mendapatkan bisnis bagi agensi yang mempekerjakan saya."

Spooner kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia harus berpikir kreatif. “Keluar dan beli bantalan tinta merah. Kemudian pesan stempel khusus yang bertuliskan, 'Saya bisa menjual apa saja.' Tempelkan di atas resume Anda.”

Dia melakukan itu, walau dengan sedikit ketakutan. Namun, dalam beberapa minggu Ia mendapat banyak tawaran pekerjaan dan sekarang memiliki karir yang hebat di bidang periklanan dan pemasaran.

Wanita itu benar-benar bisa menjual apapun. Tetapi, ide menarik tentang cap tersebutlah yang menarik perhatian semua orang pada awalnya.

3. Kata sifat bisa berdampak kuat
Spooner pernah meninjau resume dimana pelamar menuliskan "bermain lacrosse di perguruan tinggi." Ketika Ia bertanya padanya posisi apa yang dia mainkan, dia menjawab, "penyerang."

Spooner kemudian menyarankan, “mengapa tidak menempatkan 'bermain sebagai penyerang di lacrosse' di resume Anda? Itu jauh lebih berarti bagi pembaca, dan itu (akan) mendefinisikan Anda dengan lebih baik."

"Saya ingin mempekerjakan seseorang di bagian penjualan yang pernah bermain sebagai penyerang karena itu menunjukkan bahwa mereka agresif dan memiliki mentalitas pemenang," jelas Spooner.

Menentukan kata sifat yang tepat jelas bisa memberikan gambaran yang lebih kuat dan lebih efektif menggambarkan pesan apa yang berusaha Anda sampaikan.

4. Jangan tinggalkan hobi tak biasa
Spooner tidak pernah mengabaikan hobi yang luar biasa dan mengakui bahwa kita semua pasti memiliki setidaknya satu hobi. Tetapi, kebanyakan orang tidak mau repot-repot mencantumkannya di resume mereka karena menurut mereka itu tidak relevan.

Atau, mereka begitu tenggelam dalam hobi mereka sehingga mereka tidak menganggapnya "tidak biasa" sama sekali. Stasiun radio sekolah, mengumpulkan koin lama, bermain di band bergenre heavy metal, hingga aquascaping adalah hal hebat untuk dimasukkan ke dalam resume Anda.

Passion tak terduga dulu atau sekarang akan memberi Anda pekerjaan lebih mudah daripada pencapaian akademis hari ini. Jangan pernah berbohong tentang hobi atau minat tetapi coba terangkan dengan penuh semangat.

Selain memberi Anda pekerjaan, mereka membuat Anda terlihat jauh lebih menarik daripada orang lain.

5. Kerjakan pekerjaan rumah Anda dan kirim email ke manajer perekrutan
Jika Anda melamar pekerjaan secara online, kemungkinan Anda mengirimkan resume Anda melalui portal berbasis web. Seringkali, itu berarti kecil kemungkinannya akan dibaca oleh orang sungguhan.

Jadi setelah mengirimkan resume Anda, lakukan penelitian tentang siapa manajer perekrutan di perusahaan tersebut sehingga Anda dapat mengirimkan resume Anda langsung kepada mereka bersama dengan catatan yang menyatakan minat Anda.

Ingin bekerja ekstra? Lakukan sedikit Googling tentang minat mereka, tempat mereka bekerja dan bersekolah. Taktik ini akan memberi Anda gambaran tentang siapa mereka dan Anda akan siap jika akhirnya mendapatkan wawancara.

Pewawancara akan tahu jika Anda mengerjakan pekerjaan rumah Anda. Kemudian, jika Anda bisa membuat Ia tersenyum, hasilnya akan sangat bermanfaat bagi Anda terutama pada tahapan karir Anda selanjutnya. PT Rifan.

Sumber : Liputan 6

Thursday, May 6, 2021

3 Nasihat Investasi bagi Pemula dari Investor Kawakan Warren Buffett

 9 Cara Sukses dan Bahagia Ala Warren Buffett

PT Rifan Financindo Berjangka - Legenda investasi Warren Buffett membagikan beberapa kata bijak selama pertemuan tahunan Berkshire Hathaway pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Mengutip CNBC, Jumat (7/5/2021), sebelum menjawab pertanyaan pemegang saham, Buffett sebagai pemimpin perusahaan secara khusus berbicara kepada mereka yang tidak perlu berinvestasi di Berkshire Hathaway, tetapi “telah memasuki pasar saham pada tahun lalu”.

“Saya pikir telah ada rekor jumlah [orang] yang telah memasuki pasar saham,” kata Buffett.

Baca Juga :

“Saya memiliki [beberapa] pelajaran yang sangat singkat untuk mungkin investor baru,” tambahnya.

1. Memilih saham lebih sulit dari yang terlihat
Buffett memperingatkan agar tidak berinvestasi pada saham individu, karena "Saya tidak berpikir rata-rata orang dapat memilih saham," katanya.

“Saya ingin para pendatang baru di pasar saham untuk merenungkan sedikit sebelum mereka mencoba dan melakukan 30 atau 40 perdagangan (trades) sehari untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang tampak seperti permainan yang sangat mudah,” ujar Buffett.

Untuk menggambarkan kesulitan mencapai kesuksesan saat memilih saham, Buffett pertama kali membagikan daftar 20 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar pada bulan Maret, termasuk Apple, Saudi Aramco, Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Facebook.

Dia bertanya kepada audiens saham mana yang mereka prediksi akan bertahan dalam 30 tahun.

Buffett kemudian berbagi 20 perusahaan teratas berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 1989. Daftar itu termasuk perusahaan Jepang, Exxon, GE, Merck dan IBM. Tak satupun dari mereka tetap berada pada 20 besar perusahaan teratas hari ini.

“Saya kira hanya sedikit dari Anda yang akan mengatakan nol, dan saya tidak berpikir itu akan terjadi, tetapi ini adalah pengingat tentang hal-hal luar biasa yang bisa terjadi,” jelas Buffett.

“Kami sama yakinnya pada diri kami sendiri, dan Wall Street, pada tahun 1989 seperti saat ini. Tapi dunia bisa berubah dengan cara yang sangat, sangat dramatis."

Lagi pula, menurut Buffett, "[ada] lebih banyak hal untuk memilih saham daripada mencari tahu apa yang akan menjadi industri yang luar biasa di masa depan."

2. Ada 'argumen bagus untuk dana indeks (index funds)'
Alih-alih memilih saham, Buffett menyarankan berinvestasi dalam dana indeks berbiaya rendah.

“Saya merekomendasikan dana indeks S&P 500,” kata Buffett, yang memegang 500 perusahaan terbesar di AS, “dan memiliki waktu yang sangat lama untuk orang-orang.”

Untuk menegaskan maksudnya, Buffett membagikan slide yang menyoroti sejumlah besar perusahaan mobil di awal tahun 1900-an.

“Disini setidaknya ada 2.000 perusahaan yang masuk ke bisnis otomotif karena jelas memiliki masa depan yang luar biasa,” ujarnya. "Dan pada 2009, tinggal tiga lagi, dua diantaranya bangkrut."

"Ini adalah argumen yang bagus untuk reksa dana indeks," tambah Buffett. "Jika Anda baru saja memiliki grup ekuitas yang terdiversifikasi, ekuitas AS, itu akan menjadi preferensi saya, tetapi untuk bertahan selama periode 30 tahun."

Buffett mengatakan itulah alasan dia telah menginstruksikan wali amanat yang bertanggung jawab atas tanah miliknya untuk menginvestasikan 90% uangnya ke dalam S&P 500, dan 10% dalam tagihan perbendaharaan, untuk istrinya setelah dia meninggal.

"Saya hanya berpikir bahwa hal terbaik untuk dilakukan adalah membeli 90% dalam dana indeks S&P 500."

3. Jangan perlakukan pasar saham seperti kasino
Pada tahun lalu, Buffett mengatakan ada "peningkatan terbesar dalam jumlah penjudi" yang berkecimpung di pasar saham.

"Tidak ada yang salah dengan perjudian dan mereka mendapat peluang lebih baik daripada yang mereka dapatkan jika mereka bermain lotre negara bagian, tapi ... mereka sebenarnya tidak memiliki banyak hasil yang baik," katanya.

Misalnya, Buffett mengungkapkan keprihatinannya dengan aplikasi trading Robinhood.

"Ini menjadi bagian yang sangat penting dari grup kasino yang telah bergabung ke pasar saham dalam satu setengah tahun terakhir," katanya.

“Tidak ada yang ilegal tentang itu. Tidak ada yang tidak bermoral. Tapi saya tidak berpikir Anda akan membangun masyarakat di sekitar orang-orang yang melakukannya," jelasnya.

Robinhood telah menanggapi komentar Buffett pada hari Senin dan tidak setuju dengan sentimennya.

“Investasi ritel di Amerika berkembang pesat hari ini karena investor sehari-hari mengambil kesempatan untuk membangun sarang telur mereka sendiri,” kata perusahaan itu memposting di blog mereka.

“Robinhood membuat investasi lebih sederhana dan lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang,” lanjut perusahaan tersebut.

Meskipun demikian, "Perusahaan-perusahaan Amerika ternyata menjadi tempat yang indah bagi orang-orang untuk meletakkan dan menyimpan uang mereka, tetapi mereka juga menghasilkan cip judi yang mengerikan," kata Buffett. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Liputan 6

Wednesday, May 5, 2021

6 Trik Bikin Presentasi Ide Bisnis Tokcer buat Mahasiswa

 Ilustrasi presentasi | ThisIsEngineering dari Pexels

PT Rifan Financindo - Pitch biasanya diperlukan ketika seorang perintis ide bisnis kekurangan sumber daya tertentu untuk mengimplementasikan idenya. Biasanya, yang dimaksud dengan "sumber daya" dalam konteks ini paling sering berarti uang.

Oleh karena itu, business pitch seringkali berperan penting dalam mendorong minat investor. Selain itu, promosi mungkin diperlukan untuk menemukan mitra yang tepat yang mampu mendampingi penjualan produk atau layanan.

Meski tujuannya bervariasi, pada akhirnya semuanya bertujuan untuk memastikan keberhasilan dari bisnis Anda. Sehingga, tidak hanya berhenti sebagai sebuah ide melainkan mampu untuk direalisasikan dan berkelanjutan pula.

Baca Juga :

Business pitch atau promosi bisnis paling sering diberikan dalam bentuk presentasi verbal dengan gaya formal. Namun dalam beberapa kasus, dapat pula dilakukan dalam bentuk surat, email, bahkan percakapan informal.

Merencanakan bisnis di tengah padatnya aktivitas perkuliahan tentu bukanlah hal yang mudah. Apapun ragam bentuk dimana promosi bisnis dilaksanakan, memulai upaya pertama Anda dengan masih berstatus sebagai mahasiswa mungkin akan membuat Anda sedikit kewalahan.

Namun, tidak perlu khawatir berlebih karena terdapat 6 tips berikut ini yang siap membantu Anda dalam mempersiapkan business pitch yang layak dan baik sebagaimana yang dilansir dari Business Review Kamis (6/5/2021).

1. Identifikasi Tujuan
Meskipun proses persiapan umumnya sama, penting untuk mengetahui dan menetapkan arah mana yang akan Anda jadikan sebagai tujuan.

Langkah pertama menuju sukses adalah mengidentifikasi tujuan bisnis Anda dan konsisten mengingatnya dalam melalui setiap langkah berikutnya.

2. Luangkan Waktu
Studi perkuliahan di beberapa saat mungkin akan menyita hampir semua waktu Anda. Namun, sayangnya tidak mungkin membuat promosi bisnis yang sempurna dan tidak dapat ditolak oleh investor hanya dalam sistem kebut semalam.

Dibutuhkan ketekunan, dedikasi, dan komitmen penuh untuk memastikan tiap prosesnya menuju kesuksesan. Itulah mengapa Anda harus memikirkan tentang kemungkinan cara menyisihkan waktu luang beberapa jam setiap harinya sebelum promosi bisnis dilakukan.

Bagi mahasiswa, pekerjaan rumah biasanya menempati sebagian besar kegiatan sehari-hari mereka. Dengan pemikiran ini, Anda dapat menggunakan bantuan teman atau profesor yang mengampu mata kuliah tersebut dalam mengoreksi dan membantu perkembangan esai dan makalah yang Anda tulis.

Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan lebih banyak waktu luang tanpa menyerahkan masa depan studi Anda dan tidak harus merasa stres karena mengerjakan semuanya sendirian.

3. Menulis Naskah
Improvisasi mungkin merupakan keterampilan yang berguna. Namun, dalam menjalankan bisnis selalu dibutuhkan ketelitian dan perencanaan.

Sehingga, sebaiknya Anda tidak boleh selalu mencoba berimprovisasi selama melakukan presentasi. Dalam kebanyakan kasus, hal ini justru akan cenderung menyebabkan kegagalan. Sebaliknya, Anda harus menyiapkan skrip yang sangat detail dan jelas yang telah disesuaikan dengan ide-ide Anda.

4. Rajin Berlatih
Setelah Anda memiliki skrip, Anda harus mempraktikkan promosi Anda seperti tugas yang begitu penting dikuasai, sehingga Anda 100% siap ketika hari presentasi ide bisnis tersebut tiba.

5. Persiapkan Diri untuk Menjawab Pertanyaan
Jika promosi Anda membuat investor tertarik, mereka kemungkinan besar akan mengajukan banyak pertanyaan di akhir presentasi Anda, dan penting bagi Anda untuk tidak kehilangan konsistensi kemajuan  pada tahap ini.

Kabar baiknya adalah sebagian besar pertanyaan dapat diprediksi dengan mudah. Dengan demikian, Anda dapat mengantisipasinya dan menyiapkan jawaban yang bersifat konstruktif dan persuasif sebelumnya.

6. Pastikan Hasil yang Terbaik
Sekarang, ketika Anda mengetahui tentang langkah-langkah dasar yang dapat membawa Anda dari titik A ke titik B, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada beberapa langkah lainnya untuk menyederhanakan proses dan memastikan hasil terbaik. Jawabannya adalah ada.

Beberapa hal yang tidak kalah penting, antara lain:

  • Sampaikan dengan singkat dan padat, idealnya presentasi Anda harus masuk ke dalam 10 menit kecuali Anda diberi waktu tertentu. Tetapi, investor umumnya lebih menyukai mereka yang mampu menyelesaikan presentasinya lebih cepat dari yang diharapkan. Dengan cara ini, Anda akan Anda akan menunjukkan rasa hormat terhadap waktu investor sebab tidak ingin menyita waktu waktu mereka terlalu banyak serta menonjolkan profesionalisme yang Anda miliki. Semakin spesifik Anda, semakin besar peluang Anda untuk sukses.
  • Dalam presentasi, Anda diharapkan banyak berbagi fakta dan data statistik. Namun, bukan berarti harus membosankan. Para ahli merekomendasikan untuk mengubah promosi menjadi sebuah cerita untuk menarik perhatian investor dan membuatnya tidak mudah dilupakan.
  • Salah satu tip yang tidak kalah penting adalah Anda perlu memastikan bahwa investor memahami apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan jawaban yang jelas atas pertanyaan-pertanyaan, seperti produk atau layanan apa yang Anda tawarkan? Apa yang membuat ide Anda unik? Siapa target audiens Anda? Bagaimana Anda berniat mendapatkan klien? Apa model pendapatan Anda?
  • Jangan lupa tunjukkan antusiasme Anda terhadap produk yang ditawarkan. Energi kuat yang mengelilingi bidang kewirausahaan cenderung membuat orang lain juga percaya dengan apa yang Anda sampaikan. Jadi, jika Anda bisa antusias selama presentasi Anda untuk meningkatkan efektivitasnya, lakukanlah.
  • Suka atau tidak, Anda akan dinilai dari penampilan Anda, jadi sebaiknya rencanakan pakaian Anda terlebih dahulu atau mungkin bahkan membeli setelan baru yang tidak hanya sesuai dengan siapa yang akan Anda temui tetapi juga membuat Anda nyaman dalam bergerak dan menuturkan apa yang hendak disampaikan.

Ketika business pitch sudah hampir selesai, jangan lupa mengakhiri presentasi dengan strategi penawaran dan kesimpulan yang sulit untuk ditolak kebenarannya oleh investor. Gunakan berbagai taktik ini untuk keuntungan Anda dan semoga berhasil! PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Tuesday, May 4, 2021

6 Tips Sederhana dan Efektif Kelola Dokumen di Tempat Kerja

 Konsentrasi dalam Bekerja Mudah Terpecah

Rifan Financindo - Pernahkah Anda menemukan diri Anda dalam posisi dimana Anda mati-matian mencari dokumen di tempat kerja tetapi Anda tidak dapat menemukannya, padahal dokumen tersebut sedang sangat Anda perlukan? Jika ya, maka Anda tidak sendiri.

Jika tidak, anggaplah diri Anda beruntung. Menemukan data dan dokumen dengan mudah merupakan keterampilan penting bagi mereka yang bekerja dengan komputer. Banyak dari kita melakukan praktik buruk saat mengelola dokumen dan di kemudian hari, menemukan diri kita sendiri dalam situasi yang membuat frustrasi.

Melansir dari Warrington Worldwide, Rabu (5/5/2021), berikut 6 tips sederhana yang akan membuat Anda lebih baik dalam mengelola dokumen di tempat kerja.

Baca Juga :

1. Gunakan Nama File yang Pendek
Bantulah diri Anda sendiri dengan membuat nama file tetap ringkas. Terkadang, saat terburu-buru untuk menyimpan sesuatu, Anda bisa jadi tidak mempertimbangkan diri Anda di masa depan dan malah menanamkan betapa mudahnya Anda dapat memindahkan file tersebut.

Jaga agar nama file tetap singkat dan pastikan jelas apa dokumennya. Jangan bermain-main dengan singkatan yang kompleks tapi tidak akan Anda ingat nantinya. Simpanlah dokumen Anda dengan nama deskriptif singkat dan Anda akan berterima kasih ketika Anda dapat mengingat dan menemukan letaknya dengan mudah.

2. Gunakan Perangkat Lunak Manajemen Dokumen
Banyak pelaku bisnis telah beralih ke sistem perangkat lunak manajemen dokumen untuk membantu menjaga keamanan file dan semuanya di satu tempat. Biasanya langkah ini digunakan untuk kontrak, dokumen hukum, dan perjanjian karena dokumen semacam itu sangatlah penting dan memiliki urgensi tinggi.

Beberapa sistem perangkat lunak manajemen menawarkan ruang kerja digital yang unik dan terpadu dimana orang dapat secara bersamaan mengakses dokumen bisnis mereka dimana saja di dunia dan kapan saja. Sistem pengarsipan online ini akan menyelamatkan bisnis dari keharusan untuk mengajukan dokumen secara fisik lagi.

Kelebihan lain menggunakan perangkat lunak manajemen dokumen adalah Anda tidak perlu khawatir tentang mencadangkan file karena terdapat teknologi canggih yang siap melakukan segalanya untuk Anda.

3. Gunakan Nama Deskriptif untuk Folder
Folder dan subfolder sangat penting untuk memastikan bahwa dokumen lebih mudah ditemukan. Meskipun tampaknya perlu lebih banyak upaya untuk mengeklik folder kemudian ke subfolder, hal ini akan membuatnya menjadi lebih teratur dan lebih mudah dinavigasi.

Selain itu, trik ini membuat semuanya ringkas dan Anda tidak perlu memfilter ratusan dokumen dalam satu folder karena semuanya akan dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Proses ini dikenal sebagai 'chunking', dan gagasan di baliknya adalah semakin detail nama folder maka akan semakin mudah dan cepat untuk menemukan apa yang Anda butuhkan.

4. Arsipkan dan Hapus File Lama
Kesalahan umum yang dilakukan adalah tidak menghapus file lama. Meskipun penting untuk mengetahui file apa yang harus disimpan, file lama dan tidak terpakai hanya akan menghabiskan ruang penyimpanan dan menjadi kekacauan virtual yang mempersulit pencarian dokumen yang Anda butuhkan.

Menghapus dan mengarsipkan file adalah salah satu tugas yang terus menerus bisa jadi sering Anda tunda dimana Anda akan melakukannya besok tetapi hari besok yang dimaksud tidak pernah datang.

Daripada melakukan itu, pertimbangkan untuk menyiapkan rutinitas bulanan untuk memeriksa file. Dengan begitu Anda tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menghapus file, tetapi Anda juga melakukannya secara teratur sehingga tidak menjadi tugas yang mustahil dan hanya direncanakan tetapi tidak dilakukan.

5. Mendorong Kebiasaan Baik
Seringkali di tempat kerja, kita berbagi akses ke folder dan dokumen dengan kolega lain, jadi kita harus memberi contoh yang baik. Jika Anda mengarsipkan dan menyimpan dokumen secara teratur, kebiasaan ini diharapkan akan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Meski bisa memakan waktu dan beberapa pengingat secara verbal, tetapi pada akhirnya, mempraktikkan apa yang Anda katakan akan menjadi kebiasaan. Fokuslah pada kebiasaan dan praktik Anda karena apa pun yang berubah di sekitar Anda hanyalah bonus. Bersabarlah dan percayai prosesnya.

6. Cadangkan Dokumen
Tak seorang pun ingin memikirkan tentang skenario terburuk, tetapi jika Anda gagal mempersiapkannya maka bersiaplah untuk gagal. Baik Anda mengajukan dokumen secara fisik atau digital, Anda harus memiliki rencana cadangan jika terjadi kesalahan.

Jika Anda menggunakan perangkat lunak manajemen dokumen, maka ini bukan sesuatu yang perlu Anda khawatirkan karena perusahaan yang Anda gunakan sudah tahu semuanya.

Jika tidak, atau jika Anda menyimpan file secara digital, Anda perlu mencadangkannya di hard drive atau USB. Komputer dan laptop punya potensi untuk rusak, jadi pastikan dokumen Anda telah dicadangkan pada sumber sekunder.

Dengan beberapa tips sederhana tadi, Anda akan menjadi jauh lebih baik dalam mengelola dokumen di tempat kerja. Tidak hanya akan meningkatkan efisiensi, tetapi juga produktivitas dan mendorong terciptanya teknik praktik yang baik diantara rekan kerja. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, May 3, 2021

3 Tips Hindari Stres saat Menjadi Wirausahawan

PT Rifan - Mampu mengelola bisnis sendiri adalah suatu prestasi yang membanggakan. Namun, tidak dapat disangkal bahwa pekerjaan tersebut juga bisa membuat stres karena ada banyak energi, waktu, dan biaya yang terkuras dalam prosesnya.

Dari memahami seluk beluk cara menjalankan bisnis hingga mencoba memastikan bahwa bisnis Anda benar-benar menghasilkan keuntungan, menjadi pengusaha alias entrepreneur bukanlah hal yang mudah.

Begitu banyaknya hal yang perlu diperhatikan dan dipelajari di beberapa saat dapat menyebabkan burnout atau kelelahan kronis yang bisa memicu gangguan pada kesehatan mental.

Banyak entrepreneur yang kemudian kehilangan semangat untuk bekerja, dan sebagai akibatnya bisnis yang dirintis jadi ikut menderita.

Faktanya, menurut Forbes, Selasa (4/5/2021), 8 persen kegagalan startup secara langsung dikaitkan dengan kelelahan yang dialami oleh pendirinya.

Namun, tak perlu khawatir berlebih karena kabar baiknya adalah stres dan kelelahan yang ekstrem sebenarnya dapat dihindari.

Berikut ini adalah tiga tips yang dapat digunakan untuk menghindari burnout yang dapat mendorong kewalahan dan kelelahan berlebih saat menjalankan usaha. Apa saja?

1. Kembangkan Kesadaran Diri
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para perintis bisnis adalah kurangnya kesadaran diri. Ketika terlalu fokus pada apa yang sedang terjadi dengan bisnis Anda, akan sangat mudah untuk mengabaikan kebutuhan Anda sendiri.

Lebih buruk lagi, Anda mungkin menganggap keadaan fisik, mental, atau emosional Anda tidak terlalu penting dan apa yang tengah dihadapi di tempat kerja adalah prioritas yang utama. Mengabaikan isyarat tubuh Anda adalah langkah awal menuju tahap kelelahan.

Saat Anda telah terbiasa membangun kesadaran diri, maka Anda menjadi lebih sadar tentang keputusan yang akan dibuat dan tindakan yang akan diambil di masa mendatang.

“Ini karena setiap kali Anda memusatkan perhatian pada apa yang terjadi di tubuh dan pikiran Anda, Anda bekerja untuk melatih otak untuk membawa perhatian ke tubuh dan pikiran Anda di lain waktu, dan di waktu berikutnya,” jelas pelatih wirausaha, Kathleen Stetson pada Forbes.

2. Belajar Berkata 'Tidak'
Meski sering terlibat dalam keputusan besar terkait dengan bisnis, banyak entrepreneur yang rupanya kesulitan mengatakan tidak atau menolak sesuatu yang pada akhirnya membuat mereka merasa terbebani karena sudah terlanjur mengiyakan segala hal.

Tracey Jewel, pendiri Upself, sebuah perusahaan yang mendukung individu untuk mempraktikkan perawatan diri, menjelaskan, “Terlalu banyak pendiri yang terjebak dalam pemikiran bahwa mereka perlu bekerja 100 jam seminggu jika mereka ingin memiliki peluang sukses. Sering kali, hal ini terjadi karena mereka merasa harus menangani semuanya sendiri.”

“Anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Belajar mendelegasikan (melimpahkan wewenang) atau melakukan outsource untuk tugas yang berbeda bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menurunkan tingkat stres Anda,” lanjut Tracey menambahkan sedikit tips.

Menemukan peluang untuk mendelegasikan atau melakukan outsource kepada individu terpercaya akan membantu Anda mengurangi jumlah jam untuk bekerja setiap minggunya. Sehingga, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk merawat diri sendiri secara fisik maupun mental.

3. Menemukan Aktivitas Penghilang Stres
Ada begitu banyak cara yang tersedia untuk bersantai setidaknya selama sejenak. Sayangnya, banyak entrepreneur melewatkan aktivitas untuk menghilangkan stres karena mereka berpikir satu-satunya hal yang memenuhi syarat untuk melakukan itu adalah sesi pijat atau meditasi yang memakan waktu.

Namun, seperti yang ditulis Ali Colwell, Kepala Pemasaran di Salesflare, perawatan diri adalah "Tindakan (untuk) sengaja melakukan sesuatu yang membantu kesehatan mental, emosional, dan fisik kita. Itu berarti perawatan diri bisa sesederhana minum cukup air di siang hari atau minum obat yang diresepkan tepat waktu. Perawatan diri termasuk berjalan-jalan di sekitar taman favorit, membaca kembali buku favorit, dan, ya, jika Anda mau, beberapa meditasi di pagi hari.”

Sebagai bagian dari proses meningkatkan kesadaran diri, ambil langkah untuk mempertimbangkan aktivitas mana yang dapat membantu Anda merasa tenang dan rileks.

Setelah mengidentifikasinya, sisihkan waktu di tengah jadwal yang sibuk untuk melakukan aktivitas tersebut, misalnya sekedar jalan-jalan di sekitar taman atau membaca beberapa lembar buku sehingga memberikan penyegaran mental.

Jangan takut untuk secara khusus menjadwalkan kegiatan seperti itu, baik dengan menyetel kalender ataupun alarm untuk menepatinya supaya mencegah Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan. Saatnya untuk mulai mengubah kebiasaan Anda sehingga Anda dapat benar-benar menikmati apa yang Anda lakukan dan mengubah bisnis rintisan Anda menjadi kesuksesan yang langgeng. PT Rifan.

Sumber : Liputan 6

Sunday, May 2, 2021

Tak Lagi WFH? Ini Cara Hadapi Tekanan saat Kembali Kerja ke Kantor

Mengalami Cemas Sampai Depresi

PT Rifan Financindo Berjangka - Beberapa perusahaan kembali membolehkan pekerjanya bekerja dari kantor. Ini seiring perkembangan vaksinasi virus corona yang semakin cepat.

Namun seiring kebijakan ini, beberapa orang mungkin merasakan tekanan untuk kembali ke kantor lebih dari yang sebenarnya mereka inginkan.

Banyak pengusaha telah menerima perubahan besar yang dibawa pandemi virus corona. Dengan mayoritas orang awalnya dipaksa bekerja dari rumah, sebagai kesempatan untuk mengadopsi cara kerja yang lebih fleksibel di masa depan.

Baca Juga :

Mengutip CNBC, Senin (3/5/2021), perusahaan teknologi seperti Spotify dan Salesforce telah mengizinkan karyawannya memilih dari mana mereka ingin bekerja, atau bahkan ingin kembali ke kantor lagi.

Namun, beberapa pengusaha menolak gagasan bahwa ini bisa menandai pergeseran yang lebih permanen.

Kemudian, beberapa perusahaan memiliki kebijakan yang menetapkan bahwa pekerja wajib datang ke kantor setidaknya selama beberapa hari dalam seminggu.

Secara teori, ini mungkin membuat pekerja merasa tertekan untuk datang ke kantor meskki masih ada pekerja yang dapat dengan mudah melakukannya.

Hal ini hampir mirip dengan perasaan bersalah yang kerap kali timbul untuk mendorong staf bekerja lebih lama selama pandemi, sebab staf lainnya mampu melakukannya.

Tetapi, seperti perasaan bersalah yang terkait dengan bekerja dari jarak jauh, para ahli mengatakan ada cara yang efektif untuk mengatasi kecemasan ini.

Waspadai Bahaya 'Presenteeism'
Presenteeism merupakan istilah yang dapat dikaitkan dengan fenomena masuk kerja saat sakit. Tetapi, ini juga dapat diartikan sebagai budaya pekerja yang menghabiskan lebih banyak waktu di kantor, namun tidak selalu produktif sepanjang waktu, sebagai cara untuk menempatkan "waktu tatap muka" yang lebih baik di depan atasan.

Gail Kinman, profesor tamu psikologi kesehatan kerja di Birkbeck University of London, mengatakan bahwa “bagian dari masalahnya adalah ketika orang-orang bekerja di rumah, mereka sering merasa bahwa perlu mendapatkan kepercayaan untuk menunjukkan bahwa mereka sedang bekerja.”

Kinman mengatakan pekerja yang kurang berpengalaman, atau orang yang telah memulai pekerjaan baru selama pandemi, mungkin lebih mengkhawatirkan hal ini karena mereka belum terbiasa dengan budaya perusahaan.

Dia mengatakan itu adalah perasaan yang mirip dengan "FOMO" (fear of missing out atau takut ketinggalan), yang menunjukkan bahwa orang yang bekerja dari rumah mungkin khawatir bahwa rekan kerja yang akan kembali bekerja mungkin memiliki lebih banyak kesempatan untuk dipromosikan dan takut mereka mungkin tertinggal.

Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ini adalah berbicara dengan rekan kerja lain untuk membahas masalah ini.

Ellie Green, pakar pekerjaan di situs rekrutmen Inggris Totaljobs, mengatakan bahwa "staf tidak boleh takut untuk memulai percakapan dengan departemen SDM dan atasan untuk memastikan preferensi mereka didengar."

Dia juga mengatakan bahwa penting bagi karyawan untuk membuat batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan rumah "untuk menghindari perasaan perlu tersedia atau menyerah pada tekanan presentasi."

Carina Cortez, chief people officer di Glassdoor, mengatakan bahwa wajar bagi pekerja untuk merasakan kekhawatiran tentang seperti apa "new normal" itu, mengingat bagaimana ekspektasi mereka seputar pola kerja telah berubah selama setahun terakhir.

Dia juga mengatakan bahwa penting bagi pekerja yang merasa tertekan untuk kembali "membuat suara mereka didengar dan memberikan masukan sebisa mereka untuk memastikan bahwa pemberi kerja memiliki gambaran yang luas tentang pendapat dari staf saat kembali ke kantor".

Pada saat yang sama, Cortez mengatakan meskipun ada manfaat operasional dan sosial dari menghabiskan waktu secara langsung dengan rekan kerja, jika karyawan merasakan tekanan untuk kembali ke kantor lebih dari yang mereka inginkan, "maka mungkin inilah saatnya (bagi) pemberi kerja untuk mempertimbangkan kesesuaian budaya yang lebih baik."

Janine Chamberlin, country manager untuk Inggris di LinkedIn, mengatakan bahwa itu juga merupakan tanggung jawab pemberi kerja untuk memastikan presenteeism tidak terwujud di masa mendatang.

“Bisnis yang mampu merangkul kerja fleksibel, membangun kepercayaan yang telah terjalin selama periode kerja jarak jauh ini, tidak hanya akan mampu mengurangi presenteeism, tetapi benar-benar mengakhirinya,” pungkasnya. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : liputan 6