Sunday, January 11, 2026

Hang Seng Rebound, China Bikin Sinyal Positif

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 82 poin (0,3%) ke level 26.232 pada Jumat (9/1), menghentikan tren penurunan dua hari beruntun. Kenaikan terjadi merata di berbagai sektor, dengan saham konsumen dan properti menjadi pendorong utama yang mengangkat sentimen pasar.

Dari Tiongkok daratan, indeks acuan Shanghai bertahan di area tertinggi dalam satu dekade setelah data terbaru menunjukkan inflasi konsumen menguat. Harga konsumen Desember tercatat naik dengan laju tahunan tercepat dalam hampir tiga tahun, didorong lonjakan harga pangan yang disebut sebagai yang terkuat dalam 14 bulan.

Tekanan deflasi di sektor industri juga menunjukkan tanda mereda. Harga produsen masih turun, tetapi laju penurunannya melambat ke level terendah dalam 16 bulan, mengindikasikan upaya Beijing untuk menahan perang harga dan menstabilkan margin perusahaan mulai terlihat dampaknya.

Sejumlah saham mencatat kenaikan mencolok dan turut mengangkat indeks, di antaranya Laopu Gold (+5,4%), Kuaishou Tech (+3,7%), Zhaojin Mining (+3,6%), CK Hutchison (+3,6%), dan Zijin Gold Intl (+2,6%).

Meski menguat hari ini, pasar saham Hong Kong masih mencatat penurunan sekitar 0,4% secara mingguan. Sentimen tertahan oleh ketegangan geopolitik serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data perdagangan dan kredit Tiongkok.

Selain itu, perhatian global juga mengarah ke Amerika Serikat menjelang rilis data penting pasar tenaga kerja dan potensi putusan Mahkamah Agung terkait kebijakan tarif, yang bisa memicu volatilitas di pasar keuangan. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, January 8, 2026

Hang Seng Drop, Deflasi China Jadi Hantu

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong kembali melemah pada Kamis (8/1), dengan indeks Hang Seng melanjutkan tekanan jual karena sebagian besar sektor bergerak turun. Sentimen pasar terpukul setelah pelemahan tajam kontrak berjangka AS dan aksi jual besar pada produk investasi yang berfokus ke China, membuat investor cenderung defensif jelang rilis data penting.


Indeks Hang Seng berada di sekitar 26.095 (turun sekitar 1% lebih), mencerminkan tekanan yang masih bertahan di sesi berjalan.


Kehati-hatian juga meningkat menjelang rilis CPI dan PPI China untuk bulan Desember pada Jumat, di mana risiko deflasi masih jadi bayang-bayang utama. Kondisi ini membuat pelaku pasar menahan posisi agresif, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap arah pemulihan ekonomi China.


Dari sisi sektor, keuangan menjadi salah satu pemberat utama setelah investor melakukan ambil untung pasca pemulihan terakhir, sejalan dengan melemahnya saham-saham sejenis di daratan China. Sementara indeks teknologi Hang Seng Tech juga ikut turun; terakhir berada di sekitar 5.678.


Di tengah pelemahan luas, sektor properti justru menguat setelah bank sentral China memberi sinyal kesiapan untuk menurunkan biaya pinjaman tahun ini dan menyiapkan langkah kontra-siklik untuk menopang ekonomi. Pada level saham, tekanan besar terlihat pada Sands China, China Reinsurance, Meituan, Kuaishou Tech, dan Techtronic Industries yang menjadi deretan pemberat indeks. (Arl) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, January 7, 2026

Hang Seng Loyo, Geopolitik & Data China Bikin Waspada

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 251 poin (-0,9%) dan ditutup di 26.459 pada Rabu (7/1). Koreksi ini mematahkan reli kuat sesi sebelumnya sekaligus menarik indeks menjauh dari level tertinggi tujuh pekan, saat tekanan jual merata di banyak sektor.

Sentimen utama datang dari aksi ambil untung menjelang rilis data CPI dan PPI China periode Desember yang dijadwalkan keluar akhir pekan ini. Pasar juga menanti rilis cadangan devisa Hong Kong untuk akhir 2025 yang keluar hari ini, sehingga banyak trader memilih mengurangi risiko lebih dulu.

Di sisi geopolitik, pasar ikut terbebani setelah China menerapkan larangan ekspor barang “dwiguna” (berpotensi militer) ke Jepang. Tokyo merespons keras dan menyebut kebijakan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima,” sehingga memicu kekhawatiran baru soal hubungan dagang dan rantai pasok Asia.

Dari Amerika Serikat, indeks futures bergerak beragam setelah S&P 500 dan Dow menutup sesi Selasa di rekor baru. Investor tetap waspada menjelang rangkaian data ekonomi AS yang bisa memengaruhi arah kebijakan The Fed. Meski demikian, tekanan di Hong Kong sedikit mereda setelah PBoC memberi sinyal akan memangkas RRR dan suku bunga tahun ini untuk menopang ekonomi.

Sementara itu, saham daratan China bertahan kuat di area tertinggi lebih dari satu dekade, ditopang volume transaksi yang meningkat dan optimisme pertumbuhan laba. Di Hang Seng, sejumlah saham teknologi menekan indeks, dengan Tencent Music (-5,1%), Kuaishou (-3,0%), Meituan (-2,2%), dan SMIC (-2,0%) menjadi salah satu pemberat terbesar. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, January 6, 2026

Hang Seng Menguat 1,4%, Sektor Keuangan Jadi Mesin Utama

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan di Hong Kong. Indeks naik 1,4% atau 363,21 poin ke 26.710,45, menjadi penutupan tertinggi sejak 13 November.


Kenaikan dipimpin oleh saham sektor keuangan, sementara seluruh sektor tercatat menguat. Dari total 89 saham anggota indeks, 65 naik dan 19 turun, menandakan penguatan yang cukup merata.


Secara saham individu, HSBC menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan indeks setelah sahamnya naik 3,1%. Sementara itu, China Hongqiao Group mencatat kenaikan terbesar hari ini dengan lonjakan 6,1%.


Dalam horizon lebih panjang, Hang Seng sudah naik 36% dalam 52 minggu terakhir, sejalan dengan penguatan indeks MSCI AC Asia Pacific yang naik 31% pada periode yang sama. Saat ini Hang Seng masih 2,5% di bawah puncak 52-minggunya (2 Oktober 2025) dan 43,1% di atas titik terendahnya (13 Januari 2025). Dalam jangka pendek, indeks naik 4,2% dalam 5 hari terakhir dan 2,4% dalam 30 hari.


Dari sisi valuasi dan risiko, Hang Seng diperdagangkan di P/E 13,4 (trailing) dan sekitar 12,8 kali proyeksi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar anggota indeks mencapai sekitar HK$31,8 triliun. Volatilitas 30 hari turun ke 16,62%, lebih rendah dari sesi sebelumnya.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 5, 2026

Saham Hong Kong Menguat di Awal 2026

 


PT Rifan Financindo - Saham di Hong Kong melonjak 413 poin, atau 1,6%, menjadi 26.043 pada perdagangan awal hari pertama tahun 2026, pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya seiring pasar dibuka kembali setelah libur Tahun Baru. Sentimen terangkat oleh kenaikan signifikan pada futures AS, menyusul keuntungan akhir tahun yang solid di Wall Street pada tahun 2025. Meskipun ekuitas AS berkinerja lebih rendah dari pengembalian yang kuat dalam dua tahun terakhir, keuntungan tahunan tetap tangguh meskipun terjadi aksi jual global yang dipicu oleh pengumuman tarif pada bulan April. Semua sektor Indeks Hang Seng berpartisipasi dalam reli, dipimpin oleh saham teknologi, konsumen, dan properti. Namun, kenaikan dibatasi karena investor menjadi lebih berhati-hati menjelang data penjualan ritel Hong Kong bulan November yang akan dirilis kemudian hari. Di antara saham-saham yang bergerak naik, Baidu Inc. melonjak lebih dari 6% setelah mengumumkan rencana untuk memisahkan unit chip AI-nya. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan antara lain SMIC (4,6%), Trip.com (3,7%), Xiaomi Corp. (2,7%), dan Tencent Holdings (2,6%).(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : RFBNews


Sunday, January 4, 2026

Saham Hong Kong Menguat di Awal 2026

 


Rifan Financindo - Saham di Hong Kong melonjak 413 poin, atau 1,6%, menjadi 26.043 pada perdagangan awal hari pertama tahun 2026, pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya seiring pasar dibuka kembali setelah libur Tahun Baru. Sentimen terangkat oleh kenaikan signifikan pada futures AS, menyusul keuntungan akhir tahun yang solid di Wall Street pada tahun 2025. Meskipun ekuitas AS berkinerja lebih rendah dari pengembalian yang kuat dalam dua tahun terakhir, keuntungan tahunan tetap tangguh meskipun terjadi aksi jual global yang dipicu oleh pengumuman tarif pada bulan April. Semua sektor Indeks Hang Seng berpartisipasi dalam reli, dipimpin oleh saham teknologi, konsumen, dan properti. Namun, kenaikan dibatasi karena investor menjadi lebih berhati-hati menjelang data penjualan ritel Hong Kong bulan November yang akan dirilis kemudian hari. Di antara saham-saham yang bergerak naik, Baidu Inc. melonjak lebih dari 6% setelah mengumumkan rencana untuk memisahkan unit chip AI-nya. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan antara lain SMIC (4,6%), Trip.com (3,7%), Xiaomi Corp. (2,7%), dan Tencent Holdings (2,6%).(asd) Rifan Financindo.

Sumber : RFBNews

Thursday, January 1, 2026

Indeks Hang Seng Turun di Sesi Terakhir, Tutup Tahun Naik Hampir 28%

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 224 poin, atau 0,9%, dan ditutup lebih awal di level 25.630 pada hari perdagangan terakhir tahun 2025, karena pasar tutup lebih cepat menjelang Tahun Baru.

Indeks ini membalikkan penguatan pada sesi sebelumnya setelah pelemahan menyebar ke semua sektor, dengan saham teknologi, konsumsi, dan keuangan memimpin penurunan. Meski begitu, Hang Seng tetap mencatat kenaikan tahunan untuk tahun kedua berturut-turut, naik hampir 28% sepanjang 2025. Reli ini didorong oleh ramainya pasar IPO di Hong Kong, meredanya ketegangan dagang AS–China, serta komitmen Beijing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui belanja fiskal yang lebih proaktif dan kebijakan moneter yang akomodatif.

China Hongqiao Group menjadi saham dengan kinerja terbaik di indeks, melonjak 179% sepanjang tahun ini berkat kuatnya permintaan aluminium, sehingga total kenaikannya dalam 10 tahun mencapai lebih dari 653%. SMIC naik 117% selama setahun seiring pesatnya tren AI, dan memperpanjang kenaikan 10 tahunnya menjadi lebih dari 800%. Sementara itu, Pop Mart International naik 118%, didukung oleh popularitas berkelanjutan produk Labubu. Perdagangan akan kembali dibuka pada 2 Januari.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker