Sunday, November 30, 2025

Indeks Hang Seng Menutup November dengan Tenang

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 87 poin atau 0,3% dan berakhir di level 25.859 pada hari Jumat (28/11), mengakhiri reli kenaikan empat hari beruntun seiring pelemahan saham-saham properti dan keuangan yang menekan indeks.

Sentimen pasar melemah karena kehati-hatian menjelang rilis data resmi PMI Tiongkok untuk bulan November pada akhir pekan, serta survei swasta yang akan dirilis pekan depan. Para trader juga mulai waspada karena indeks-indeks utama di daratan Tiongkok mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun berkat euforia saham-saham AI, sehingga memicu kekhawatiran kenaikan volatilitas menjelang akhir tahun.

Penurunan Hang Seng tertahan oleh kenaikan tipis indeks futures AS menjelang sesi perdagangan Wall Street yang lebih singkat setelah libur Thanksgiving. Saham Anta Sports (-0,6%) dan Li Ning (-1,4%) melemah karena kedua perusahaan tersebut termasuk di antara pihak yang mempertimbangkan potensi akuisisi merek apparel olahraga Jerman yang tengah kesulitan, Puma.

Sejumlah saham lainnya yang juga melemah antara lain Alibaba Health (-3,1%), Nongfu Spring (-3,4%), dan China Overseas Land (-2,7%). Sepanjang bulan November, Hang Seng bergerak nyaris datar menjelang Central Economic Work Conference Tiongkok di bulan Desember, meskipun secara mingguan indeks ini masih mencatat kenaikan 2,5%.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, November 27, 2025

Nikkei Ngerem di Atas 50.000, Tanda Mulai Lelah?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei diperkirakan dibuka cenderung hati-hati pada perdagangan Jumat(28/11), bergerak terbatas di area 50.000 setelah reli tajam dalam sepekan terakhir. Futures Nikkei hanya bergerak tipis di sekitar 50.100, sejalan dengan proyeksi pembukaan bursa Asia yang cenderung datar setelah rebound global mulai kehilangan tenaga. Sehari sebelumnya, Nikkei sempat naik sekitar 1,2% dan ditutup di kisaran 50.167, didorong sentimen positif dari harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember yang kembali menghidupkan selera risiko investor.

Dari sisi fundamental, fokus pasar pagi ini tertuju ke data inflasi Tokyo yang kembali berada di 2,8% year-on-year pada November, sedikit di atas perkiraan pasar 2,7% dan tetap berada di atas target 2% Bank of Japan. Angka ini menjaga spekulasi bahwa BOJ bisa saja kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan 18–19 Desember, sehingga ruang pergerakan Nikkei berpotensi tertahan di sesi awal. Di saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi penopang sentimen global, sehingga investor di Jepang kini berada di posisi serba “wait and see”: menimbang antara peluang lanjutnya reli saham dan risiko tekanan dari kemungkinan pengetatan bertahap BOJ. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 26, 2025

Rally Hong Kong Masih Lanjut?

 


PT Rifan Financindo - Saham Hong Kong naik lagi untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu(26/11), mendekati rekor kenaikan terpanjang dalam dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng menguat 0,6% ke level 26.039,99, didukung saham-saham teknologi seperti Meituan yang melesat 6,6% jelang rilis laba, ZTO Express naik 3,5%, BYD menguat 2,7%, dan JD.com naik 1,8%. Di sisi lain, Alibaba turun tipis 0,1% setelah laba kuartal September anjlok 52% dibanding tahun lalu, meski penurunannya masih lebih baik dari perkiraan pasar. Sentimen positif juga menjalar ke China daratan, dengan indeks CSI 300 naik 0,5% dan Shanghai Composite menguat 0,2%.


Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga, setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS melemah dan penjualan ritel masih lesu. Pasar kembali memakai pola pikir “kabar buruk adalah kabar baik”, karena data ekonomi yang lemah justru dianggap membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter. Indeks utama Asia lain juga kompak menguat: Nikkei 225 Jepang naik 1,9%, Kospi Korea Selatan menguat 2%, dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,8%, menandakan selera risiko investor di kawasan mulai pulih. (az) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, November 25, 2025

Indeks Hang Seng Naik di Penutupan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup naik 178 poin atau sekitar 0,7% ke level 25.894 pada Selasa (25/11), melanjutkan penguatan untuk sesi kedua. Kenaikan tersebar di berbagai sektor. Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut hubungan dengan China “sangat kuat” usai telepon dengan Xi Jinping. Risk appetite juga didukung rebound saham-saham mainland dari level terendah dua bulan, setelah PBoC menggelontorkan CNY 1 triliun lewat operasi MLF dengan net injection sekitar CNY 100 miliar.

Indeks teknologi Hong Kong menguat sekitar 1,2%, mengikuti reli saham-saham teknologi China yang listing di AS, seiring pasar mulai mengecilkan kekhawatiran soal sektor AI yang terlalu panas. Namun, menjelang penutupan, penguatan mulai terpangkas karena turunnya futures AS dan sikap hati-hati investor menjelang rilis data perdagangan Hong Kong untuk Oktober.

Di level saham individual, Xiaomi naik 3,8% setelah pendirinya tercatat membeli saham di pasar. CSPC Pharma melonjak 3,2% usai mendapat persetujuan uji klinis di AS untuk salah satu produknya. Sementara itu, Alibaba menguat 1,9% karena investor bersiap menunggu laporan keuangan yang akan dirilis kemudian pada hari yang sama.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 24, 2025

Indeks Hang Seng Akhiri Sesi Dengan Lonjakan

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melompat 496 poin, atau hampir 2%, dan ditutup di 25.716 pada hari Senin (24/11), yang menghentikan penurunan selama enam sesi beruntun. Penguatan ini terjadi seiring naiknya futures AS, didorong oleh ekspektasi meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember setelah komentar dovish dari seorang pejabat senior bank sentral tersebut.

Pasar bangkit dari level terendah lima minggu, ditopang oleh kenaikan solid di berbagai sektor. Indeks teknologi naik 2,7%, meskipun muncul kabar bahwa pemerintahan Trump mungkin mengizinkan Nvidia menjual chip H200 ke China. Sentimen semakin positif karena para investor menantikan sinyal kebijakan baru dari Beijing dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat bulan depan.

Meski begitu, kehati-hatian masih terasa menjelang rilis data laba industri China dan angka perdagangan Hong Kong untuk Oktober, sehingga membatasi kenaikan indeks. Alibaba melonjak 5,3% setelah unduhan chatbot Qwen miliknya melampaui 10 juta. Leapmotor naik 6,0% dan Innovent Biologics menguat 5,0% menjelang masuknya mereka ke dalam indeks Hang Seng yang mulai berlaku 8 Desember. JD.com juga menambah hampir 2% karena unit teknologi rantai pasoknya mulai menjajaki minat investor untuk IPO di Hong Kong.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Sunday, November 23, 2025

Hong Kong Stocks Slump Amid AI Weakness and Murky US Economic Signals

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hong Kong stocks declined on Friday, tracking an overnight sell-off on Wall Street, as fresh anxiety over the AI sector and softer U.S. labor data triggered risk aversion.

The Hang Seng Index lost 615.55 points, or 2.4%, to close at 25,220.02, while the Hang Seng China Enterprises Index fell 223.56 points, or 2.5%, to 8,919.78.

Overnight, U.S. equities fell as worries about stretched technology valuations resurfaced despite Nvidia's upbeat outlook, sending the Nasdaq to its sharpest one-day swing since April 9, when concerns over Trump-era tariffs jolted markets, according to Reuters.

The U.S. payrolls for September came in stronger than expected, but a higher jobless rate and downward revisions to prior months offered a mixed read on the labor market as the Federal Reserve considers its next policy step.

Separately, Fed officials sounded cautious on inflation and pointed to brewing risks in financial markets, including the possibility of a steep asset-price correction, as they discussed whether further rate cuts are warranted.

In corporate news, Miniso (HKG:9896) closed nearly 3% lower after reporting a drop in third-quarter attributable profit despite a 28% surge in revenue.

Meanwhile, Kelfred (HKG:1134) advanced 15% after saying that its controlling shareholder, Conquer Holding, is in talks with a potential buyer over a possible sale of its 54.19% stake. PT Rifan Financindo Berjangka.


Source : NewsMaker


Thursday, November 20, 2025

Indeks Hang Seng Gak Banyak Berubah di Penutupan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng ditutup nyaris tidak berubah di sekitar level 25.835 pada Kamis (20/11), setelah sempat menguat di sesi pagi dan sebelumnya turun empat hari beruntun.

Penguatan saham-saham sektor keuangan membantu menahan tekanan jual di saham teknologi, properti, dan konsumsi. Sentimen sempat terbantu oleh keputusan bank sentral Tiongkok (PBoC) yang kembali mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya di rekor terendah untuk keenam kalinya, menegaskan sikap kebijakan yang masih longgar dan mendukung ekonomi.

Namun, suasana pasar tetap campur aduk. Laporan media menyebut Tiongkok sedang mempertimbangkan paket dukungan baru untuk sektor properti, seperti subsidi KPR untuk pembeli rumah pertama, insentif pajak lebih besar bagi pemegang KPR, dan biaya transaksi yang lebih rendah. Di satu sisi, kabar ini positif untuk sektor properti yang sedang tertekan, tapi di sisi lain pasar masih ragu seberapa efektif langkah-langkah ini akan mengangkat permintaan secara nyata.

Di tengah isu domestik, faktor geopolitik juga menambah beban. Beijing dikabarkan berencana menghentikan impor makanan laut dari Jepang, memperdalam ketegangan dengan Tokyo terkait isu Taiwan. Di sisi pembiayaan, Tiongkok berhasil menghimpun sekitar USD 8,6 miliar dari penerbitan obligasi dolar dan euro dalam dua pekan terakhir, menunjukkan masih adanya minat investor global terhadap aset Tiongkok.

Untuk pergerakan saham, Techtronic Industries dan KE Holdings melesat 4,6%, serta CITIC naik 1,8%, sementara Trip.com, Xiaomi, dan Zijin Mining justru mencatat penurunan tajam di kisaran 3% lebih.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 19, 2025

Indeks Hang Seng Turun 0,4% di Penutupan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 99 poin, atau 0,4%, dan ditutup di level 25.831 pada hari Rabu (19/11), yang melanjutkan tren penurunan ke sesi keempat dan bertahan di posisi terendah dua pekan.

Sentimen pasar tetap lemah setelah kejatuhan berkepanjangan di Wall Street pada Selasa jelang rilis laporan laba Nvidia, risalah terbaru FOMC, dan data ketenagakerjaan utama AS. Kekhawatiran juga meningkat bahwa turunnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Trump dapat mendorong belanja fiskal yang lebih besar dan menambah risiko inflasi.

Ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang masih berlanjut, semakin menekan selera risiko. Di dalam negeri, pasar menantikan data inflasi Hong Kong untuk bulan Oktober yang akan dirilis Kamis, sementara bank sentral Tiongkok akan menetapkan suku bunga pinjaman bulanan.

Sementara itu, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) dikabarkan memperketat pengawasan terhadap penanganan kredit bermasalah oleh perbankan di tengah tekanan yang semakin dalam di sektor properti. Pelemahan terjadi secara luas, dipimpin oleh saham teknologi dan properti. Xiaomi anjlok 4,7% setelah memperingatkan adanya potensi kenaikan harga ponsel pintar tahun depan akibat melonjaknya biaya chip memori. Penurun lainnya termasuk Pop Mart Intl. (-2,4%) dan SMIC (-1,2%).(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 18, 2025

Indeks Hang Seng Tertekan di Penutupan

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng merosot 454 poin, atau 1,7%, pada hari Selasa (18/11), mencatat penurunan harian terdalam sejak pertengahan Oktober dan berakhir di level terendah dua pekan di 25.930. Indeks tersebut melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, terbebani penurunan luas di berbagai sektor.

Sentimen memburuk akibat aksi jual lanjutan di Wall Street pada hari Senin, sementara pelaku pasar dengan cemas menunggu laporan kinerja Nvidia di tengah kekhawatiran valuasi serta tertundanya rilis sejumlah data Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan bulan September.

Saham teknologi turun mendekati 2% seiring reli terbaru menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Saham properti, keuangan, dan sektor konsumsi juga mencatat pelemahan tajam karena sikap hati-hati menjelang penetapan suku bunga acuan pinjaman (loan prime rate) bulanan Tiongkok. Risiko geopolitik turut menekan suasana pasar setelah Tiongkok mengeluarkan peringatan perjalanan ke Jepang dan memutuskan untuk tidak menggelar pertemuan tingkat pemimpin pada KTT G20 mendatang.

Saham XPeng anjlok 10,9% setelah margin kendaraan sedikit di bawah ekspektasi dan panduan kinerja kuartal IV yang lemah, China Hongqiao turun 6,4% menyusul penjualan saham dengan diskon, dan Zhejiang Leapmotor melemah 4,7% meskipun pendapatan kuartal III perusahaan tersebut hampir dua kali lipat.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 17, 2025

Hang Seng Ditutup 0,7% Lebih Rendah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hang Seng turun 188 poin, atau 0,7%, ke level 26.384 pada hari Senin, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah penurunan yang luas di berbagai sektor. Para pedagang menghindari aset-aset berisiko setelah saham Tiongkok melemah lebih lanjut di tengah meningkatnya ketegangan Beijing-Tokyo, dengan Tiongkok memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang.

Sentimen juga tertekan oleh penurunan taruhan untuk penurunan suku bunga AS pada bulan Desember, menyusul sinyal hati-hati dari para pembuat kebijakan. Kenaikan harga berjangka AS membatasi penurunan lebih lanjut menjelang rilis data penting setelah penutupan pemerintah AS terlama.

Sementara itu, penetapan suku bunga acuan pinjaman bulanan di Tiongkok daratan akan dilakukan akhir pekan ini, setelah PBoC mempertahankan suku bunga pada rekor terendah selama lima bulan berturut-turut pada bulan Oktober. Di sisi fiskal, Tiongkok merencanakan kebijakan yang "lebih proaktif" selama lima tahun ke depan sambil mengelola risiko utang. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Geely Auto (-1,8%), Trip.com dan Lenovo Group (masing-masing -3,8%), Horizon Robotics (-4,2%), Zhaojin Mining (-2,8%), dan Orient Overseas (-1,8%). (Asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 16, 2025

Rally Empat Hari Kandas, Hang Seng Tumbang Oleh Sentimen AS dan China

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng anjlok 500 poin atau 1,9% hingga ditutup di level 26.572 pada hari Jumat (14/11), penurunan satu hari tertajam sejak pertengahan Oktober, menghentikan kenaikan empat sesi sebelumnya. Penurunan ini menyusul kejatuhan di Wall Street pada hari Kamis karena harapan penurunan suku bunga AS bulan depan memudar.

Sentimen semakin terguncang oleh komentar dari badan statistik Tiongkok, yang memperingatkan risiko eksternal yang terus berlanjut dan tekanan restrukturisasi domestik. Data terbaru menunjukkan output pabrik dan penjualan ritel Tiongkok mencapai titik terendah dalam 14 bulan pada bulan Oktober, dan investasi tetap turun 1,7% dalam 10 bulan pertama, penurunan tertajam yang pernah tercatat untuk periode tersebut.

Semua sektor melemah, dengan saham teknologi dan konsumen masing-masing turun lebih dari 2%. SMIC turun 2,7% di tengah kekhawatiran tentang kekurangan chip memori yang memengaruhi pesanan Q1. Saham-saham lain yang mengalami penurunan termasuk XPeng (-6,9%), China Hongqiao (-3,0%), dan Kuaishou Tech. (-2,9%). Meskipun demikian, pasar mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, naik 1,3%, didorong oleh perpanjangan gencatan senjata perdagangan AS dan janji baru dari PBoC untuk mempertahankan kebijakan yang longgar. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, November 13, 2025

Hang Seng Melonjak, Optimisme Pasar Kembali

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 150 poin, atau 0,6%, dan ditutup pada level 27.073 pada hari Kamis (13/11), membalikkan pelemahan awal dan memperpanjang rekor kenaikan empat sesi berturut-turut.

Pasar mencapai level tertingginya dalam lebih dari sebulan, di tengah kenaikan harga saham berjangka AS setelah Presiden Trump menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah Amerika, dan melanjutkan operasi normal hari ini. Di Tiongkok, rencana lengkap untuk mendorong sektor baterai energi baru dan mempromosikan penggunaan infrastruktur akan segera diumumkan, menurut seorang pejabat senior.

Di sektor bisnis, Baidu meluncurkan dua semikonduktor AI baru, yang menawarkan daya komputasi yang kuat, berbiaya rendah, dan terkontrol secara lokal kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok. Samsonite melonjak 15% ke level tertinggi 8 bulan setelah membukukan laba kuartalan yang solid dan menandakan prospek akhir tahun yang positif.

Perusahaan dengan kenaikan tertinggi lainnya termasuk SMIC (3,0%), China Hongqiao Group (2,5%), dan Zijin Gold Intl. (2,2%). Para pedagang kini menantikan data kredit Tiongkok bulan Oktober dan angka-angka penting hari Jumat, termasuk penjualan ritel, output industri, dan investasi tetap. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, November 12, 2025

Momentum Berlanjut: Hang Seng Catatkan Kenaikan Beruntun



PT Rifan - Indeks Hang Seng menguat 215 poin atau 0,8% dan ditutup di level 26.911 pada hari Rabu (12/11), menguat untuk sesi ketiga berturut-turut dan mencapai puncaknya dalam satu bulan di tengah penguatan yang meluas di berbagai sektor.


Sentimen menguat setelah bank sentral Tiongkok berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneter yang "longgar", memastikan likuiditas yang memadai, dan mendorong transmisi kebijakan. Kenaikan harga berjangka AS juga meningkatkan selera risiko karena penutupan pemerintah AS yang telah berlangsung lama tampaknya akan segera berakhir.


Saham properti memimpin penguatan, melonjak lebih dari 3%, menyusul rencana Beijing untuk memperluas partisipasi sektor swasta dalam proyek infrastruktur dan energi guna mendorong investasi yang lemah. Saham keuangan juga menguat setelah penjualan mobil di Tiongkok daratan naik 8,8% year-on-year (yoy) pada bulan Oktober, tertinggi dalam 10 bulan.


Namun, penguatan dibatasi oleh kehati-hatian menjelang data penting Tiongkok akhir pekan ini, termasuk output industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran. Perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi antara lain Sun Hung Kai Properties (5,4%), China Resources Land (3,6%), dan AIA Group (2,0%). (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 11, 2025

Nikkei Turun, Topix Hijau

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei melemah 0,3% ke 50.674,53 pada sesi Rabu, terseret penurunan saham teknologi & semikonduktor. SoftBank Group -5,9%, Kioxia -2,8%, dan Advantest -2,8% memimpin pelemahan, menandakan selera risiko pada saham growth masih rapuh.

Menariknya, Topix justru naik 0,5% ke 3.338,87, memberi sinyal rotasi ke sektor yang lebih defensif atau bernilai (value)—seperti finansial, industri, dan bahan baku—di tengah tekanan pada nama-nama teknologi besar. Ini bikin pasar tidak sepenuhnya risk-off, tapi lebih selektif.

Di pasar valas, USD/JPY di 154,07 (dari 154,22 saat penutupan Selasa Tokyo). Pergerakan yen yang nyaris datar menunjukkan faktor domestik (seperti laporan laba dan sentimen sektoral) lebih dominan ketimbang valuta dalam mengarahkan perdagangan hari ini.

Fokus berikutnya ke musim laba: Asics dan Bridgestone dijadwalkan merilis hasil nanti Rabu. Angka dan panduan (guidance) dari keduanya bisa jadi penentu sentimen selanjutnya—apakah rotasi ke siklikal berlanjut, atau minat pada saham teknologi mulai pulih.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, November 10, 2025

Rebound Tajam! Hang Seng Meroket—Apa yang Bikin Optimis?

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melonjak 407 poin, atau 1,6%, dan ditutup pada level 26.649 pada hari Senin (10/11), pulih dari penurunan di sesi sebelumnya karena ekuitas global menguat setelah Senat AS dilaporkan melanjutkan langkah untuk membuka kembali pemerintahan dan mengakhiri penutupan selama 40 hari.


Semua sektor menguat, dipimpin oleh saham konsumen dan teknologi, setelah pasar Tiongkok mencapai level tertinggi dalam satu dekade di tengah tanda-tanda bahwa deflasi harga produsen mereda pada bulan Oktober dan harga konsumen berbalik positif untuk pertama kalinya sejak Februari.


Sentimen juga membaik setelah Beijing mengisyaratkan akan mengurangi tekanan pada industri otomotif global menyusul pembatasan ekspor yang diberlakukan setelah pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia. Namun, kenaikan tersebut terbatas menjelang data penting Tiongkok mengenai pertumbuhan kredit, output industri, dan penjualan ritel.


Sementara itu, para analis memperingatkan bahwa risiko deflasi di Tiongkok belum berakhir. Perusahaan-perusahaan dengan kinerja terbaik antara lain Mixue Group (9,1%), H World Group (5,5%), Laopu Gold (5,4%), China Resources Beer (4,7%), dan ENN Energy Holdings (3,0%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 9, 2025

Nikkei Rises, Tech and Energy Shares Lead Gains

 


Rifan Financindo - Japan's Nikkei index rose 0.9% on Monday, driven by gains in technology and energy shares. Positive sentiment also emerged from a weaker yen, which boosted the earnings outlook for export companies. NEC shares jumped 2.7%, while energy giant Inpex rose 2.3%, helping lift the index to 50,725.80.

The weaker yen also contributed to the gains, with USD/JPY rising to 153.90 from 153.47 at the close of trading on Friday. A weaker yen typically benefits Japanese exporters because it increases the value of overseas profits when converted into yen. However, not all sectors enjoyed this gain. Honda Motor shares fell sharply 3.8% after the company cut its fiscal year profit forecast.

Investors are also focused on quarterly earnings reports due this week. Several major names, such as Sumitomo Metal Mining and Subaru Corp., are scheduled to announce their results today. The market hopes the report will provide new clues regarding the strength of Japan's economic recovery amid a weakening currency and global uncertainty.

With the Japanese stock market continuing to climb, analysts believe investor optimism remains strong, particularly in the technology and energy sectors, which are expected to post solid profit growth. However, volatility remains possible as the market awaits further economic data and earnings reports to confirm the direction of the Nikkei index's next move. (asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker


Thursday, November 6, 2025

Euforia Saham Teknologi Angkat Indeks Hang Seng

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melonjak 550 poin, atau 2,1%, dan ditutup pada level 26.486 pada hari Kamis (6/11), menandai penguatan harian terkuatnya sejak pertengahan Agustus dan level tertinggi dalam seminggu setelah penutupan yang sebelumnya stagnan.


Semua sektor menguat karena indeks acuan Shanghai kembali ke level kunci 4.000, dengan optimisme atas dorongan Tiongkok untuk mencapai swasembada teknologi yang mengangkat saham-saham semikonduktor dan terkait AI. Selera risiko juga membaik menyusul data ekonomi AS yang optimis dan pendapatan perusahaan yang kuat yang memicu rebound di Wall Street.


Saham-saham teknologi terkemuka seperti SMIC (7,3%), Horizon Robotics (3,2%), dan Trip.com (2,5%) memimpin penguatan, sementara Cathay Pacific melonjak 4% ke level tertinggi tiga bulan setelah mengumumkan rencana untuk membeli kembali sisa saham Qatar Airways.


Sejauh minggu ini, pasar Hong Kong berada di jalur penguatan yang solid setelah sebelumnya melemah, didukung oleh perpanjangan gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok selama satu tahun yang menangguhkan sebagian besar tarif. Para pedagang kini menantikan data perdagangan dan inflasi Tiongkok bulan Oktober yang akan dirilis pada hari Jumat dan akhir pekan. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 5, 2025

Kekhawatiran Valuasi, Hang Seng Kehilangan Daya Tarik

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melemah 17 poin, atau 0,1%, dan ditutup pada level 25.935 pada hari Rabu (5/11), menandai sesi kedua pelemahan setelah Wall Street anjlok akibat kekhawatiran valuasi pada hari Selasa.

Saham teknologi dan properti memimpin pelemahan, di tengah kehati-hatian menjelang data penting Tiongkok, termasuk angka perdagangan Oktober pada hari Jumat dan rilis inflasi pada hari Minggu. Sementara itu, survei swasta menunjukkan sektor jasa Tiongkok tumbuh paling lambat dalam tiga bulan pada bulan Oktober, akibat lemahnya permintaan asing dan berlanjutnya PHK.

Namun, pasar memangkas kerugian awal setelah pernyataan Perdana Menteri Li Qiang, yang memproyeksikan ekonomi Tiongkok akan melampaui CNY 170 triliun dalam lima tahun. Beijing juga mengumumkan penangguhan tarif tambahan sebesar 24% untuk barang-barang AS selama satu tahun dan penghapusan bea masuk hingga 15% untuk impor pertanian AS tertentu mulai 10 November, kecuali kedelai.

Saham-saham EV yang mengalami penurunan signifikan antara lain Chery (-3,7%), Xpeng (-1,4%), dan Li Auto (-0,6%). Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan adalah Prada (-3,3%), SenseTime (-3,1%), dan Sunny Optical Tech (-2,2%). (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, November 4, 2025

Indeks Hang Seng Merosot Akibat Isu Nvidia dan Tiongkok

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng merosot 206 poin, atau 0,8%, dan ditutup di level 25.952 pada hari Selasa (4/11), menghapus keuntungan di awal sesi karena sentimen memburuk di tengah penurunan sektoral yang meluas.

Indeks teknologi turun 1,8% setelah Presiden AS Trump mengatakan Nvidia akan dilarang menjual chip AI tercanggihnya ke Tiongkok, meskipun mengizinkan beberapa penjualan ke Beijing. Para pedagang sebagian besar mengabaikan laporan bahwa Tiongkok menaikkan subsidi, memotong tagihan energi untuk pusat data utama. Saham konsumen dan properti melemah, menyusul penurunan di Tiongkok daratan karena indeks berjangka AS anjlok akibat ketidakpastian atas arah suku bunga The Fed setelah dua kali pemangkasan tahun ini dan kekhawatiran penutupan pemerintah yang masih berlangsung.

Di sisi bisnis, nama-nama properti Tiongkok yang tertekan kembali menjadi sorotan: New World meluncurkan rencana pertukaran obligasi senilai USD 1,9 miliar termasuk pemangkasan kreditor, sementara obligasi dolar Vanke jatuh setelah pemegang saham terbesarnya memperketat persyaratan pinjaman. Perusahaan-perusahaan yang mengalami penurunan terbesar antara lain Li Auto (-3,7%), Innovent iologics (-3,5%), Zijin Gold (-2,9%), dan Xiaomi Corp. (-2,7%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 3, 2025

Hang Seng Melonjak 1% di Akhir Perdagangan

 


Rifan Financindo - Hang Seng melonjak 252 poin, atau 1%, dan ditutup pada level 26.158 pada hari Senin (3/11), membalikkan kerugian dari tiga sesi sebelumnya di tengah penguatan sektor secara luas.

Sentimen didorong oleh gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok, yang mencakup pengurangan tarif AS dan penangguhan pembatasan ekspor baru Beijing untuk mineral tanah jarang dan magnet. AS juga diperkirakan akan menangguhkan biaya pelabuhan selama setahun untuk kapal-kapal yang terhubung dengan Tiongkok mulai minggu depan. Data lokal mendukung reli ini, dengan ekonomi Hong Kong tumbuh 3,8% secara tahunan (yoy) di Q3, tercepat sejak akhir 2023, sementara penjualan ritel naik 4,8% di bulan September, tertinggi dalam hampir dua tahun. Penguatan diredam oleh data survei swasta yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik Tiongkok melambat dari level tertinggi enam bulan di bulan Oktober setelah liburan Golden Week.

Sektor keuangan melonjak sekitar 2%, dipimpin oleh AIA Group (5,3%), Industrial and Commercial Bank of China (2,5%), dan Bank of China Hong Kong (1%). Sektor properti naik 1,4%, didorong oleh penguatan Sun Hung Kai Properties (2,1%) dan CK Asset Holdings (1,9%).(mrv) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 2, 2025

Indeks Hang Seng Catat Penurunan Mingguan 3,5%

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng turun 376 poin, atau 1,4%, dan ditutup di 25.907 pada hari Jumat (31/10), menandai penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah pelemahan luas di berbagai sektor.

Sentimen pasar melemah setelah PMI resmi Tiongkok menunjukkan aktivitas manufaktur turun pada laju tercepat dalam enam bulan pada Oktober, sementara pertumbuhan sektor jasa tetap lesu. Sementara itu, gencatan senjata perdagangan sementara antara AS dan Tiongkok gagal mengangkat kepercayaan, dengan investor menilainya sebagai jeda jangka pendek alih-alih terobosan yang berarti.

Tekanan lebih lanjut muncul setelah Ketua The Fed Powell memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember tidak terjamin, dengan alasan keterbatasan data karena penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung. Saham teknologi memimpin penurunan, dengan SMIC (-5,4%), Tencent Holdings (-2,9%), dan Kuaishou Tech (-2,7%) melemah seiring investor melepas posisi di saham semikonduktor Tiongkok yang sebelumnya melonjak karena tema AI dan substitusi impor.

Secara mingguan, acuan ini turun nyaris 1%, dan untuk bulan Oktober melemah 3,5%, menghentikan tren kenaikan selama lima bulan.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker