Monday, August 10, 2020

Ilmuwan Rusia Klaim Temukan Kelemahan Utama dari Virus Corona

Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom) 

PT Rifan Financindo - Para ilmuwan dari Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi VECTOR Rusia memberikan update yang menggembirakan terkait COVID-19. Mereka mengaku telah menemukan kelemahan utama dari virus Corona.

Temuan para ilmuwan tersebut baru-baru ini dipresentasikan oleh Rospotrebnadzor, Layanan Federal untuk Pengawasan Perlindungan Hak-Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia Rusia. Hasil riset kemudian disebarluaskan dalam laporan Sputnik News belum lama ini.

Disebutkan dalam hasil riset bahwa air suhu ruangan ternyata dapat membunuh 90% partikel virus Corona selama 24 jam. Setelah 72 jam, sekitar 99,9% partikel virus ditemukan mati.

Baca Juga :

 

Studi ini juga mengklaim bahwa air mendidih membunuh secara cepat seluruh partikel COVID-19. Air yang mengandung klorin pun diyakini sangat efektif dalam membunuh virus Corona

Di antara temuan tambahan, para peneliti mendapati bahwa unsur-unsur virus dapat tetap hidup untuk sementara waktu di air yang dideklorinasi serta air laut dengan tingkat kelangsungan hidup tergantung pada suhu. Namun setelah ratusan analisis, mereka berkesimpulan tidak ada risiko besar ditularkan melalui air, demikian dilansir dari laman BGR, Selasa (11/8/2020).

Sebelumnya Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengumumkan vaksin Corona buatan negaranya sudah siap dan segera menggelar vaksinasi massal pada bulan Oktober.

Murashko mengklaim uji klinis kandidat vaksin yang dikembangkan Gamaleya National Research Institute of Epidemiology and Microbiology telah selesai dilakukan. Hasilnya diklaim muncul respons imun terhadap virus Corona dan tidak ada efek sampingnya.

Menjawab berbagai kecurigaan dan kekhawatiran ini, Rusia mengatakan vaksinnya bisa cepat dikembangkan karena merupakan versi modifikasi dari yang sudah dibuat untuk memerangi penyakit terkait.

Dikatakan otoritas Rusia, metode yang sama juga digunakan oleh sejumlah negara dan perusahaan lain, termasuk Moderna. Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS ini juga telah membangun vaksinnya berdasarkan pengembangan vaksin untuk MERS.

Rusia juga menyebutkan bahwa negaranya mempercepat proses persetujuan vaksin, murni karena situasi pandemi virus Corona yang buruk, dengan lebih dari 800 ribu kasus COVID-19 terkonfirmasi di negaranya.

"Ilmuwan kami fokus bukan pada menjadi yang pertama tetapi melindungi nyawa," kata Kirill Dmitriev, Kepala Sovereign Wealth Fund Rusia yang mendanai penelitian vaksin, seperti dikutip dari CNN.

"Rusia menempati kepemimpinannya dalam pengembangan vaksin dan platform vaksin Ebola dan MERS yang telah terbukti menjadi solusi pertama yang aman dan efisien untuk masalah terbesar di dunia," tutupnya. PT Rifan Financindo.


Sumber : Detik

Sunday, August 9, 2020

Di 2021, Rusia Siap 'Jajah' Permukaan Bulan

Bulan Purnama stroberi terlihat indah di langit Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020) malam.

Rifanfinancindo - Tak hanya Amerika Serikat (AS) saja yang mempersiapkan misi ke Bulan, Rusia juga tak ingin ketinggalan. Rusia dijadwalkan meluncurkan misi ke Bulan pada 2021.

Tentunya ini merupakan kebanggaan bagi negeri Beruang Merah tersebut. Bagi Rusia, pergi ke satelit alami Bulan ini merupakan misi bersejarah setelah terakhir kalinya dilakukan di era Uni Soviet pada 1976 silam.

Roscosmos, Badan Antariksa Federal Rusia akan membawa robot Luna-25, yang mana benda tersebut telah di wahana antariksa yang akan diluncurkan ke Bulan. Sebagaimana dilansir dari Space, Senin (10/8/2020), wahana antariksa Roscosmos itu diharapkan dapat mengangkasa Oktober 2021.

Baca Juga :

Luna-25 merupakan program misi ke Bulan yang diaktifkan lagi oleh Rusia, termasuk di dalamnya mencakupi wahana pengorbit dan membawa tugas untuk mengangkut sampel Bulan guna dibawa ke Bumi.

Di dalam wahana antariksa ini, terdapat sembilan instrumen, di mana delapan di antaranya milik Rusia, sedangkan satunya lagi dikembangkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA). Adapun kontribusi ESA untuk Luna-25 adalah sebuah sistem navigasi yang dinamakan Pilot-D.

Sementara itu, instrumen Rusia yang dimaksud, yakni untuk meneliti komposisi, struktur, dan sifat fisik-mekanik regolit di kutub Bulan, kemudian debu dan plasma di sekitar kutub Bulan yang di sebelah selatan. Sejauh ini, belum ada wahana antariksa yang bisa mencapai wilayah tersebut.

Program misi ke Bulan yang dicanangkan Roscosmos Rusia sebagai implementasi permintaan Akademi Ilmu Pengetahuan negara tersebut. Biaya operasional misi ini ditanggung oleh Roscosmos terhitung 2016-2025.

Rusia yang merupakan bagian dari pecahan Uni Soviet ini, terakhir kali meluncurkan seri Luna terakhir, yaitu yang ke-24 pada 1976 masih di bawah naungan Uni Soviet. Luna-24 mengambil tugas mengambil sampel permukaan Bulan dan membawanya kembali ke Bumi.Rifanfinancindo.


Sumber : Detik

Friday, August 7, 2020

Percaya Tidak, Planet Mars Dulunya Diselimuti Es

 Mars

Rifan Financindo - Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa Mars memiliki air yang terperangkap di lapisan es kutubnya. Ilmuwan terus menelusuri untuk membuktikan betapa basahnya planet ini miliaran tahun lalu, yang akan menggiring adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, Mars di masa awal kehidupannya tertutup lapisan es. Pernyataan ini bertolak belakang dengan teori dominan yang menyebutkan Mars dulunya adalah planet yang hangat dan basah.

Hipotesis Mars kuno yang basah menunjukkan bahwa sungai, lautan, dan curah hujan pernah ada di Mars. Salah satu bukti utama yang dikemukakan adalah adanya jaringan lembah yang luas di belahan bagian selatan Mars.

Baca Juga :

 

Lembah ini terlihat sangat mirip dengan cekungan drainase sungai di Bumi, yang diukir oleh air dari hujan, es, dan salju yang membentuk sungai saat mengalir menuruni lereng gunung.

Dikutip dari IFL Science, lembah Mars terbentuk sekitar 3,5 hingga 3,9 miliar tahun lalu. Jika lembah ini benar-benar diukir oleh aliran sungai, artinya iklim Mars pada waktu itu hangat dan basah, yang meningkatkan kemungkinan potensinya mendukung kehidupan.

Namun, studi dari Nature Geoscience yang dipimpin Anna Grau Galofre dari University of British Columbia, mengklaim bahwa jika diamati lebih dekat, lembah-lembah ini memiliki lebih banyak kesamaan dengan saluran subglasial di Arktik, Kanada yang diukir oleh air yang mencair di bawah es glasial, bukan sungai.

"Selama 40 tahun terakhir, sejak lembah Mars pertama kali ditemukan, asumsinya adalah bahwa sungai pernah mengalir di Mars, mengikis dan berasal dari semua lembah ini," kata Grau Galofre.

Dikatakannya, ada ratusan lembah di Mars, dan mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain. Jika melihat Bumi dari satelit, kita akan melihat banyak lembah. Beberapa di antaranya ada yang dibuat oleh aliran sungai, gletser, dan bermacam proses lainnya. Masing-masing jenis memiliki bentuk yang berbeda.

"Mars pun serupa, di mana lembah terlihat sangat berbeda satu sama lain, menunjukkan bahwa banyak proses berperan untuk mengukir mereka," ujarnya.

Dalam studinya, Grau Galofre dan timnya menganalisis bentuk lebih dari 10.000 lembah Mars menggunakan data yang dikumpulkan dari Mars Global Surveyor, dan mensurvei planet ini antara tahun 1996 dan 2006.

Dengan melihat ciri-ciri fisik lembah, Grau Galofre menentukan bahwa meskipun beberapa lembah memiliki ciri-ciri yang menunjukkan bahwa mereka diukir oleh sungai yang mengalir, tetapi banyak juga yang tampak seperti diukir oleh gletser.

Yang jelas, temuan ini memperkuat teori 'Mars kuno yang dingin dan ber-es', dengan menantang teori 'Mars yang hangat dan basah'. Penemuan ini juga punya daya tarik tentang penjelasan pembentukan lembah-lembah di Mars. Rifan Financindo.


Sumber : Detik

Wednesday, August 5, 2020

Moderna Ungkap Harga Vaksin Corona Per Dosis


Oxford University: Produksi Vaksin Corona Mungkin Bisa Dimulai Akhir Tahun Ini

PT Rifan Financindo - Berapa harga vaksin Corona? Moderna, perusahaan Amerika Serikat yang vaksin Corona buatannya disebut salah satu yang paling menjanjikan, mengungkapnya.

Dikutip detikINET dari CNBC, Moderna menyatakan satu dosis vaksin Corona dijual USD 32 sampai USD 37 bagi sebagian konsumen. Jika dirupiahkan di kisaran Rp 465 ribu. Menurut mereka, harga itu lebih rendah dari biasanya karena ada pandemi, mereka sebut sebagai 'harga pandemi'.

Konsumen tersebut adalah beberapa negara yang berminat. Kemungkinan vaksin dibeli dengan anggaran dari negara itu untuk diberikan pada warga mereka. Namun CEO Moderna menyatakan tetap akan berusaha memberikan vaksin, berapapun dana dari pembeli.

Baca Juga :

"Kami bekerja sama dengan pemerintah di seluruh dunia dan lainnya untuk memastikan sebuah vaksin dapat diakses dengan mengesampingkan kemampuan untuk membayar," kata CEO Moderna, Stephane Bancel.

"Kita sedang berada dalam pandemi. Di Moderna, seperti para pakar lain, kami yakin virus ini tidak akan pergi dan perlu vaksinasi orang-orang untuk memberikan mereka kekebalan untuk beberapa tahun," papar dia.

Ia menambahkan bahwa semakin tinggi volume vaksin Moderna yang dipesan, maka harganya makin murah. Harga vaksin Moderna lebih mahal dari banderol vaksin Corona buatan pfzer dan BioNTech senilai USD 19,50 per dosis.

Seandainya virus Corona bisa dikendalikan, maka banderol vaksin Corona dari Moderna akan mengikuti pola vaksin komersial seperti biasa. Vaksin Moderna yang disebut mRNA-1273 itu saat ini sudah dipesan oleh beberapa negara dan Moderna telah diberi uang deposit total USD 400 juta.

Moderna telah melakukan trial fase 3 untuk menguji kemanjuran dan efektivitas vaksin Corona tersebut pada 30 ribu orang. Hasilnya diperkirakan keluar pada bulan Oktober. Mereka telah mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak untuk mengembangkannya, termasuk dari pemerintah AS senilai USD 472 juta. PT Rifan Financindo.

Sumber : Detik

Tuesday, August 4, 2020

Diduga Penyebab Ledakan di Lebanon, Apa itu Amonium Nitrat?

EDITORS NOTE: Graphic content / A helicopter puts out a fire at the scene of an explosion at the port of Lebanons capital Beirut on August 4, 2020. (Photo by STR / AFP)

Rifanfinancindo - Sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan dalam gudang pelabuhan diduga menjadi sumber ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) pukul 18.00 waktu setempat. Demikian dikatakan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat selama 6 tahun di sebuah gudang tanpa mengambil tindakan pencegahan,yang membahayakan keselamatan warga negara," ujar Hassan.

Apa itu amonium nitrat sampai-sampai bisa menghasilkan ledakan yang begitu besar? Mengutip dari laman Live Science, amonium nitrat memiliki rumus kimia NH4-NO3 atau kerap disederhanakan menjadi N2H4O3. Senyawa kimia ini adalah padatan kristal putih dan sangat larut dalam air.

Baca Juga :
Amonium nitrat utamanya kerap digunakan untuk meningkatkan kandungan netrogen pada pupuk pertanian. Pasalnya senyawa ini relatif stabil dalam sebagian besar kondisi dan murah untuk diproduksi. Karenanya menjadi bahan kimia alternatif populer ketimbang sumber nitrogen lain yang harganya mahal.

Pun begitu amonium nitrat menyimpan bahaya mematikan. Jika bersentuh dengan api atau sumber penyulut lain bisa meledak hebat.

Daya ledak terjadi ketika amonium nitrat padat terurai dengan sangat cepat menjadi dua gas, nitrogen oksida dan uap air.

Karenanya senyawa kimia ini kerap komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

Kasus Ledakan Akibat Amonium Nitrat
Selain di Lebanon, sudah banyak kasus ledakan yang dipicu amonium nitrat. Bahkan jumlah korbannya pun sampai ratusan jiwa.

Peristiwa itu terjadi pada 16 Apri 1947 di sebuah dermaga di Texas City, Texas, AS saat pengangkutan 2.300 ton pupuk ke kapal pengangkut.

Adapun pemicunya hanya rokok yang dinyalakan oleh buruh pelabuhan. Padahal kala itu pemerintah AS telah mengeluarkan aturan melarang merokok saat proses bongkar muat. Akan tetapi buruh pelabuhan malah kerap merokok selama bertugas.

Saking dahsyatnya, ledakan terdengar hingga 241 kilometer. Bahkan jangkar kapal seberat 1,5 ton saja mampu terlempar sejauh 2 kilometer.

Akibat ledakan ini, sebanyak 581 nyawa melayang dan 3.500 lainnya luka-luka. Kerugian yang ditimbulkan mencapai USD 100 juta.

Tetapi tidak semua bencana yang melibatkan amonium nitrat adalah kecelakaan. Pupuk mengandung amonium nitrat dikemas ke dalam truk sewaan dan digunakan oleh teroris Timothy McVeigh dan Terry Nichols untuk membunuh 168 orang dalam pemboman di Gedung Federal Alfred P. Murrah di Kota Oklahoma pada 1995.

Bahan kimia itu digunakan lagi dalam pemboman klub malam 2002 di Bali yang menewaskan 202 orang, dalam pemboman Oslo 2011 oleh Anders Behring Breivik yang menewaskan delapan orang, dan dalam berbagai serangan teroris lainnya.

Karena bahaya dan potensi penggunaannya oleh teroris, perdagangan amonium nitrat diatur secara ketat di sebagian besar negara, bahkan ada yang melarang. Salah satu yang menjalankan aturan itu adalah Turki.

Sementara di Indonesia sendiri amonium nitrat merupakan bahan kimia yang pemasukannya diatur dengan ketentuan larangan atau pembatasan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 230/MPP/KEP/7/1997. Rifanfinancindo.

Sumber : Detik

Dipolisikan, Hadi Pranoto Tanya Balik Hoaxnya Apa

Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Rifan Financindo -Hadi Pranoto dipolisikan karena video Youtube bersama Anji soal obat Corona dianggap hoax. Hadi membela diri.

"Yang dilaporkan ini apa? Barang herbalnya ada, orang yang diobati ada. Yang dibilang hoax ini apa?" kata Hadi saat dihubungi detikINET.

Hadi mengatakan video Youtube-nya bersama Anji bukanlah konten hoax. Pun Hadi membenarkan ada pasien di Wisma Atlet mencoba obat herbalnya supaya sembuh dari COVID-19.


Baca Juga :
"Ada beberapa yang coba terapi herbal ini di Wisma Atlet hasilnya cukup baik," kata dia.

Sebelumnya Hadi Pranoto juga mengakui obat herbalnya adalah Bio Nuswa yang diperkenalkan oleh Laskma TNI Dr Suradi AS. Menurut Hadi, dia dan Suradi memang satu tim.

"Iya memang satu tim. Saya kepala risetnya, Pak Suradi salah satu timnya. Risetnya sudah lama, bukan cuma satu item saja. Kalau didaftarkannya baru 2020," kata Hadi.

Ramuan herbal ini diketahui telah didaftarkan ke Balai POM RI serta sudah mendapat Surat Izin Edar Nomor POM TR203636031 tanggal 14 April 2020. Nama produk Bio Nuswa didaftarkan PT Saraka Mandiri Semesta dari Kabupaten Bogor. Tidak disebutkan bahwa obat ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan gejala virus corona.

Akibat video Youtube yang kontroversial itu Hadi Pranoto bersama Anji dilaporkan CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. tanggal 3 Agustus 2020.

Muannas mengatakan Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan atas dugaan tindak pidana ITE dan atau menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Sudah resmi dilaporkan pada malam ini jam 18.30 terlapor disebut jelas Hadi Pranoto profesor yang di-interview. Kemudian adalah pemilik akun Youtube duniamanji," kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (3/8). Rifan Financindo.

Sumber : Detik

Monday, August 3, 2020

Rusia Bersiap Vaksinasi COVID-19 Massal Oktober 2020


1248769314

PT Rifan Financindo - Rusia dilaporkan telah menyelesaikan uji klinis untuk vaksin virus Corona yang dikembangkannya. Pihak berwenang Rusia mengatakan vaksin ini segera disetujui dan mempersiapkan kampanye vaksinasi massal.

Pejabat berwenang Rusia mengatakan, mereka berharap tanggal 10 Agustus atau lebih awal, bisa segera menyetujui vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow ini.

"Ini momen Sputnik," kata Kirill Dmitriev, kepala pendanaan Rusia yang menandai riset vaksin. Dmitriev menyamakan momen ini dengan merujuk pada kesuksesan peluncuran satelit pertama dunia buatan Uni Soviet di tahun 1957.


Baca Juga :
"Orang Amerika terkejut ketika mereka mendengar Sputnik berbunyi 'bip'. Momen tersebut sama halnya dengan vaksin ini. Rusia akan lebih dulu sampai di sana," sambungnya seperti dikutip dari CNN.

Ketika sudah disetujui, para petugas medis diutamakan melakukan vaksinasi pertama, dengan pertimbangan mereka adalah garda terdepan yang harus didahulukan dalam situasi ini.

"Kami merencanakan vaksinasi yang lebih luas pada bulan Oktober," kata Menteri Kesehatan Mikhail Murashko.

Terlepas dari masih adanya kekhawatiran tentang keamanan, keefektifan dan kecurigaan Rusia mengambil jalan pintas, setidaknya seperti dikatakan pejabat Rusia, ada 20 negara yang berusaha mendapatkan vaksin virus Corona tersebut di antaranya India, Brasil, Arab Saudi, dan sejumlah perusahaan AS.

Namun sejauh ini, Rusia belum merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya. CNN pun tidak dapat memverifikasi klaim keamanan atau keefektifannya. Tak hanya itu, muncul juga kekhawatiran bahwa pengujian vaksin terhadap manusia yang dilakukan Rusia belum lengkap.

Sejumlah kritikus berpendapat, desakan pengembangan vaksin virus corona ini tak hanya karena situasi pandemi, tetapi juga karena tekanan politik dari pemerintahan Kremlin yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global. PT Rifan Financindo.


Sumber : Detik