Tuesday, April 7, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


Rifan Financindo -  Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, April 6, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


PT Rifan - Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker



Sunday, April 5, 2026

Saham Hong Kong Ditutup Melemah Ditengah Kurang Jelasnya Akhiri Perang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham China daratan dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (2/4) setelah sentimen investor memburuk menyusul pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang Iran. Trump mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun menegaskan operasi terhadap target-target di Republik Islam itu masih akan berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di akhir perdagangan, indeks Shanghai Composite turun 0,74%, sementara CSI300 melemah 1,04%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0,7%, sedangkan saham-saham teknologi mencatat tekanan lebih besar dengan indeks terkait turun 1,63%. Saham semikonduktor menjadi salah satu penekan utama setelah komentar Trump melemahkan selera risiko, dengan subindeks sektor tersebut turun masing-masing 3,1% dan 2,24%.

Pasar menilai fokus utama bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan kapan Selat Hormuz benar-benar dapat kembali dibuka. Ketidakjelasan itu mendorong kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi bisa bertahan lebih lama, terutama setelah Trump juga mengancam serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Harga minyak pun melonjak lebih dari US$5 pada Kamis, mendorong CSI300 Energy Index menguat 1,97% dan menjadi salah satu sektor yang mengungguli pasar.

Dampak perang mulai merembet ke sektor riil. Sejumlah maskapai China, termasuk Air China, mengatakan akan menaikkan fuel surcharge domestik mulai 5 April, seiring naiknya harga bahan bakar jet akibat konflik Iran. Meski begitu, pasar China dinilai relatif lebih tenang dibanding bursa regional lain, didukung persepsi bahwa Beijing memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi guncangan energi.

Penyebab: Melemahnya pasar dipicu oleh absennya kepastian soal akhir perang Iran, berlanjutnya ancaman eskalasi dari AS, dan kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan segera kembali normal, sehingga risiko pasokan energi tetap tinggi.

Dampak: Tekanan risk-off mendorong pelemahan saham teknologi dan semikonduktor, sementara sektor energi menguat karena harga minyak melonjak. Kenaikan biaya energi juga mulai diteruskan ke konsumen, termasuk melalui surcharge maskapai, mempertegas transmisi konflik ke inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 1, 2026

Saham Hong Kong Rebound di Tengah Harapan Meredanya Konflik Iran

 


PT Rifan Financindo - Saham Hong Kong rebound pada hari Rabu (1/4) setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik dengan Iran bisa berakhir dalam beberapa minggu, yang meningkatkan sentimen pasar.

Indeks Hang Seng naik 505,89 poin, atau 2,0%, ditutup pada 25.294,03, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises bertambah 130,51 poin, atau 1,6%, menjadi 8.504,81.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa AS bisa mengakhiri kampanye militer mereka terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu. “Kami akan segera pergi,” katanya kepada wartawan di Oval Office, menambahkan bahwa penarikan bisa terjadi “dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga,” seperti yang dilaporkan Reuters.

Sementara itu, Tehran mengulangi bahwa tuntutannya harus dipenuhi sebelum konflik dapat diselesaikan.

Di sisi lain, harga minyak turun lebih dari 3%, membalikkan kenaikan sebelumnya karena volatilitas Timur Tengah yang mengganggu pasar meskipun ada tanda-tanda penurunan ketegangan.

Dalam berita korporasi, Voyah Automotive Technology (HKG:7489) ditutup hampir 11% lebih tinggi setelah pengiriman bulan Maret meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 15.019 kendaraan.

UBTech Robotics (HKG:9880) melompat lebih dari 17% setelah mencatatkan kerugian yang lebih sempit pada 2025.

Penyebab dan Akibat:

Penyebab: Harapan bahwa konflik dengan Iran dapat mereda dalam waktu dekat mendorong optimisme pasar, ditambah dengan laporan bahwa Trump bersedia mengakhiri operasi militer dan mempercepat penarikan pasukan.

Akibat: Penguatan indeks saham Hong Kong serta perusahaan-perusahaan seperti Voyah dan UBTech Robotics yang menunjukkan kinerja positif, sementara penurunan harga minyak mengindikasikan ketidakpastian pasar energi meskipun ada upaya meredakan ketegangan.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 31, 2026

Indeks Hang Seng Naik 0,2%; HSBC Memimpin Kenaikan

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng di Hong Kong naik sebesar 0,2% pada level 24.788,14, setelah mengalami penurunan sebesar 0,8% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham unggulan yang mengalami penguatan, terutama saham HSBC Holdings Plc yang berkontribusi paling besar terhadap kenaikan indeks dengan mencatatkan kenaikan 1,8%.

Selain HSBC, Hansoh Pharmaceutical Group Co. juga mencatatkan lonjakan terbesar dengan kenaikan mencapai 7,3%. Saham-saham lainnya juga menunjukkan performa yang bervariasi, dengan 47 dari 90 saham mengalami kenaikan, sementara 42 saham lainnya mengalami penurunan.

Dari sisi sektor, sektor keuangan memimpin kenaikan, dengan dua dari empat sektor di Hang Seng mencatatkan penguatan. Kenaikan ini menunjukkan adanya optimisme di pasar meskipun masih ada ketidakpastian di beberapa sektor lainnya.

Secara keseluruhan, pasar saham Hong Kong menunjukkan pemulihan meskipun ada sejumlah penurunan di sektor-sektor tertentu. Investor akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan saham di Indeks Hang Seng ke depannya.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Saham Hong Kong Melemah, Minyak Menguat dan Risiko Pasokan Jadi Fokus

 


Rifan Financindo - Saham Hong Kong melemah pada Senin (30/3) ketika ketegangan Timur Tengah meningkat dan mendorong harga energi naik, menekan sentimen risiko. Hang Seng Index turun 283,70 poin atau 1,1% ke 24.668,18, sementara Hang Seng China Enterprises Index turun 1,0% ke 8.368,88.

Pasar bereaksi terhadap lonjakan minyak yang memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan. Brent memperpanjang kenaikan dan disebut berada di jalur mencatat performa bulanan terkuat, seiring serangan yang meningkat dan penambahan kehadiran militer di kawasan menambah premi risiko energi. Di sisi geopolitik, militer Israel menyatakan Iran meluncurkan beberapa serangan rudal ke Israel, sementara serangan terpisah dari Yaman disebut menjadi salah satu insiden langka sejak konflik dimulai. Israel juga menyebut angkatan udaranya melakukan serangan di Teheran yang menargetkan infrastruktur militer.

Ketidakpastian bertambah setelah laporan Financial Times menyebut Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dapat mempertimbangkan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Isu ini menambah fokus pasar pada jalur energi dan fasilitas ekspor, yang menjadi kanal transmisi utama dari geopolitik ke inflasi global dan ekspektasi suku bunga.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Hang Seng Naik 0,4%, Optimisme China Redam Tekanan Geopolitik

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng menguat 0,4% dan ditutup di 24.952 pada Jumat (27/3), mengungguli sebagian besar bursa Asia setelah sinyal perbaikan ekonomi China membantu menopang sentimen. Kenaikan terjadi meski pasar regional masih dibayangi pelemahan Wall Street serta kekhawatiran konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan mengangkat biaya pinjaman global.

Investor tetap berhati-hati karena ketidakpastian arah perkembangan AS–Iran, namun data pertumbuhan laba industri China yang lebih kuat memperkuat keyakinan terhadap pemulihan earnings. Ekspektasi dukungan kebijakan lanjutan—termasuk peluang pemangkasan suku bunga dan penurunan rasio cadangan wajib—ikut menambah tone positif.

Di saham, Xiaomi naik 2,0%, Kuaishou menguat 1,4%, Shenzhen Xunce Technology melonjak 24,1%, Innovent Biologics naik 7,6%, dan Akeso bertambah 1,9%.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, March 26, 2026

Indeks Hang Seng Ditutup Turun Kamis Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng anjlok sekitar 1,9% dan ditutup di 24.856 pada Kamis (26/3), yang menghapus kenaikan sesi sebelumnya ketika pasar bereaksi terhadap sinyal yang saling bertentangan terkait perkembangan AS–Iran. Washington mengisyaratkan kemajuan menuju akhir konflik, sementara Teheran menegaskan baru sebatas meninjau proposal dan tidak melakukan pembicaraan langsung.

Ketidakpastian tersebut, ditambah kenaikan harga minyak, memperkuat mode risk-off dan memperpanjang tekanan arus keluar asing dari ekuitas Asia. Pelaku pasar menilai premi risiko energi masih berpotensi bertahan selama arah diplomasi belum jelas.

Saham teknologi memimpin penurunan, dengan Hang Seng Tech turun sekitar 2,2%. Kuaishou Technology anjlok sekitar 13%, menjadi pemberat terbesar di kelompok teknologi.

Pelemahan juga menekan saham-saham besar lain, termasuk Pop Mart International (-10,5%), Tencent (-2,0%), Meituan (-3,7%), dan Xiaomi (-0,3%). PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Saham Hong Kong Naik, Tapi Risiko Iran Belum Hilang

 


PT Rifan Financindo - Saham China dan Hong Kong menguat pada Rabu (25/3), mengikuti pemulihan regional ketika investor menyambut tanda-tanda potensi kemajuan pembicaraan gencatan senjata Iran. Shanghai Composite naik 1,3% dan kembali menembus level psikologis 3.900, sementara CSI 300 menguat 1,4%.

Di Hong Kong, Hang Seng naik 1,1%, sedangkan Hang Seng Tech melonjak 1,9%, menandakan pemulihan yang lebih kuat pada saham teknologi. Di tingkat regional, indeks MSCI Asia ex-Japan menguat 1,7%, memperlihatkan risk appetite membaik di banyak pasar.

Sentimen didukung pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington membuat kemajuan untuk menegosiasikan akhir perang dengan Iran. Namun pasar tetap menilai situasi masih cair karena serangan Israel ke Teheran pada Rabu menambah ketidakpastian, sehingga reli lebih banyak didorong “risk relief” jangka pendek ketimbang keyakinan penuh pada de-eskalasi.

Menurut RBC Wealth Management, investor “memilih untuk percaya” konflik dapat berakhir relatif cepat meski belum ada kepastian, sehingga membuka ruang pemulihan jangka pendek. Dari sisi alokasi, RBC menilai saham China masih menawarkan pilihan strategi jangka lebih panjang, mulai dari saham teknologi hingga sektor sumber daya yang lebih tradisional.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Hang Seng Melonjak Ditengah Aksi Bagain Hunting dan Dukungan Kebijakan

 


Rifan Financindo - Bursa Hong Kong menguat pada Selasa (24/3), dengan Hang Seng naik 681 poin atau 2,8% dan ditutup di 25.064. Kenaikan ini menghentikan tren turun tiga hari beruntun, ditopang penguatan lintas sektor saat investor melakukan bargain hunting setelah pasar lokal sempat menyentuh level terendah sejak awal Agustus.

Sentimen juga membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut adanya pembicaraan “produktif” dengan pejabat Iran, meski Teheran membantah adanya negosiasi. Sinyal de-eskalasi tersebut memberi “ruang napas” sementara bagi pasar yang sebelumnya tertekan oleh volatilitas energi dan kekhawatiran konflik.

Dari Tiongkok daratan, saham ikut rebound setelah muncul laporan bahwa China akan memangkas setengah rencana kenaikan harga bahan bakar untuk meringankan beban pengemudi. Selain itu, Gubernur People’s Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng menegaskan komitmen untuk menjaga kebijakan tetap suportif guna mendorong pertumbuhan yang stabil dan menjaga stabilitas pasar keuangan—faktor yang membantu memperkuat risk appetite.

Meski demikian, kehati-hatian masih terlihat menjelang rilis data perdagangan Hong Kong untuk Februari, menyusul perubahan posisi pada Desember yang berbalik ke defisit. Data ini menjadi fokus karena dapat memberi sinyal kekuatan permintaan eksternal dan kondisi aktivitas ekonomi.

Dari sisi saham individual, Alibaba Hong Kong naik 3,3% setelah memperkenalkan chip generasi baru untuk agentic AI. China Resources Beer melonjak 8,2% seiring laporan penjualan yang lebih kuat. Li Ning naik sekitar 0,44% setelah memberikan panduan (guidance) yang positif. Cathay Pacific menguat 1,7% setelah memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga Mei.

Inti Newsmaker: reli indeks Hang Seng didorong kombinasi “bagain hunting” pasca sell-off, sinyal kebijakan yang lebih suportif dari China, serta harapan de-eskalasi geopolitik. Namun, pasar masih akan sensitif terhadap headline Iran dan data perdagangan Hong Kong yang dapat menguji kekuatan pemulihan ini.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 16, 2026

Hang Seng Rebound, Data China Angkat Sentimen Pasar

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melonjak 368 poin atau 1,45% ke 25.834 pada penutupan Senin (16/3), menghentikan penurunan tiga sesi sebelumnya di tengah penguatan yang meluas lintas sektor. Sentimen membaik setelah rangkaian data aktivitas China untuk gabungan Januari–Februari 2026 melampaui perkiraan, dengan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap sama-sama memberi kejutan positif.

Dukungan tambahan datang dari penguatan kontrak berjangka saham AS menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan ini, yang membantu memperbaiki risk appetite regional. Namun, kenaikan Hang Seng tetap tertahan oleh pelemahan bursa China daratan untuk hari ketiga berturut-turut, di tengah spekulasi bahwa rencana pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping dapat tertunda ketika Washington menekan Beijing agar membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Biro statistik China juga mengingatkan bahwa tekanan eksternal, risiko geopolitik, dan tantangan struktural domestik masih berada pada level tinggi. Artinya, data yang lebih kuat untuk awal tahun memberi bantalan jangka pendek, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ke depan.

Di level saham, penguatan dipimpin oleh Knowledge Atlas yang melonjak 14,0%, diikuti Mixue Group naik 6,4%, Akeso Inc. 6,0%, Xiaomi Corp. 5,3%, Orient Overseas 4,2%, dan Meituan 3,0%. Kenaikan saham-saham ini menegaskan bahwa pemulihan indeks ditopang kombinasi sentimen makro yang lebih baik dan minat beli selektif pada nama-nama berkapitalisasi besar. (Arl) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Hang Seng Turun 1%, Harapan Trump–Xi Batasi Pelemahan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 251 poin atau 1,0% dan ditutup di 25.466 pada Jumat, memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga beruntun. Indeks juga mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut, turun 1,1%, seiring tekanan jual menyebar di hampir seluruh sektor.

Sentimen memburuk setelah futures saham AS turun tajam, sementara konflik Timur Tengah mendekati dua pekan tanpa tanda penyelesaian. Ketegangan meningkat ketika Teheran mengancam akan mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, menjaga harga minyak tetap tinggi dan mengangkat kembali kekhawatiran inflasi. Risiko shock energi ini membuat investor kembali defensif dan menahan eksposur ke aset berisiko.

Tekanan juga datang dari daratan China. Bursa di mainland melemah menjelang rilis data kredit Februari dan sejumlah indikator aktivitas penting, termasuk penjualan ritel, yang akan menjadi petunjuk apakah momentum domestik cukup kuat untuk menahan perlambatan. Ketidakpastian data membuat pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi sebelum menambah risiko.

Meski begitu, penurunan Hang Seng relatif tertahan oleh laporan bahwa Scott Bessent akan bertemu He Lifeng di Prancis pada 15–16 Maret, menjelang rencana pertemuan Trump–Xi di Beijing pada akhir Maret. Ekspektasi jalur dialog ini membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap eskalasi kebijakan dan memberi bantalan terhadap aksi jual yang lebih dalam.

Di level saham, pelemahan dipimpin sejumlah emiten besar. Zijin Gold International turun 8,0%, Minimax Group turun 6,6%, MTR Corp. turun 6,6%, Knowledge Atlas melemah 4,1%, dan AIA Group turun 3,1%.

Dampak yang perlu dipantau pelaku pasar:

Minyak dan risiko Hormuz: jika minyak tetap tinggi, tekanan inflasi bisa menahan risk appetite dan menekan ekuitas Asia.

Futures AS dan yield: jadi jangkar sentimen harian untuk Hang Seng.

Data China (kredit, ritel): menentukan apakah pasar dapat alasan untuk rebound berbasis fundamental.

Agenda diplomasi AS–China: setiap sinyal positif/negatif bisa cepat mengubah sentimen regional.(Cp) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Hang Seng Ditutup Turun 0,7% Saat Pasar Masuk Mode Risk-Off

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng turun 182 poin atau 0,7% dan ditutup di 25.717 pada Kamis. Ini menjadi penurunan sesi kedua beruntun, seiring anjloknya futures saham AS setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah. Teheran juga memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi skenario minyak US$200 per barel, menantang klaim Presiden Donald Trump bahwa AS “sudah memenangkan perang”.


Dari dalam negeri Hong Kong, sentimen pasar ikut tertekan setelah otoritas setempat mengumumkan penyelidikan insider trading terhadap dua perusahaan sekuritas dan sebuah hedge fund. Delapan orang dilaporkan ditangkap dalam tindakan penegakan terbesar di industri keuangan Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, menambah kehati-hatian di sektor finansial.


Tekanan terjadi merata di seluruh sektor, dengan properti dan keuangan menjadi laggard utama, sejalan dengan pelemahan saham di daratan China. Di antara emiten yang disorot, Cathay Pacific turun 1,6% setelah mengumumkan kenaikan fuel surcharge untuk semua rute mulai 18 Maret, dengan alasan risiko geopolitik. Swire Properties turun 1,2% usai CFO perusahaan mengundurkan diri.


Sejumlah saham lain juga mencatat penurunan tajam, termasuk Knowledge Atlas (-9,2%), Nongfu Spring (-4,5%), dan Henderson Land Development (-3,7%).(mrv) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Hang Seng Turun 0,2% Setelah Reli, Saham Keuangan Membebani

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 0,2% ke 25.898,76 pada perdagangan di Hong Kong, berbalik turun setelah menguat 2,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan aksi ambil untung terbatas, dengan tekanan utama datang dari sektor keuangan.

HSBC Holdings menjadi kontributor terbesar penurunan indeks setelah turun 2,1%. Haidilao International mencatat pelemahan terdalam, merosot 3,8%, menambah beban pada indeks di tengah pergerakan yang cenderung selektif.

Secara breadth, 42 dari 90 saham turun, sementara 45 saham naik, menunjukkan pasar relatif seimbang meski indeks berada di zona negatif. Dari sisi sektoral, dua dari empat sektor melemah dan pelemahan dipimpin saham-saham finansial.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah pelemahan ini berlanjut sebagai fase konsolidasi pasca-rally atau berubah menjadi koreksi yang lebih dalam, terutama jika tekanan pada saham keuangan bertahan dan rotasi sektor tidak segera muncul.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Isu Iran dan Wacana Sanksi Minyak Rusia Jadi Fokus, Saham Hong Kong Hijau

 


PT Rifan - Saham Hong Kong menguat pada perdagangan Selasa pagi, dengan indeks naik 377 poin atau 1,5% ke 25.789, pulih dari penurunan sesi sebelumnya saat hampir seluruh sektor ikut menopang kenaikan. Sentimen membaik setelah reli Wall Street semalam dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang melawan Iran bisa mendekati akhir, ditambah laporan mengenai peluang pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia. Namun, penurunan futures AS membatasi ruang penguatan karena ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, termasuk pernyataan militer Iran yang kembali mengancam serangan rudal lanjutan.

Di China, pasar saham bergerak naik tipis setelah koreksi pada Senin, sementara pelaku pasar menunggu rilis data perdagangan gabungan Januari–Februari yang diperkirakan menunjukkan ekspor dan impor lebih kuat menyusul surplus rekor tahun lalu. Di sisi makro, inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada Februari didorong belanja Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen menunjukkan tanda mereda. Di papan saham, penguatan dipimpin antara lain oleh Minimax Group (+10,1%), H World Group (+4,7%), Cathay Pacific (+4,3%), Tencent (+2,9%), dan SMIC (+2,6%). (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 9, 2026

Hang Seng Turun 1,4% Pelemahan di Penutupan Hari Ini

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng turun 349 poin atau 1,4% dan ditutup di 25.408 pada hari Senin, memuat reli dua sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi luas di berbagai sektor, seiring memburuknya sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS menurun tajam di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak dan menekan minat pada aset berisiko.

Bursa China juga melemah, dibayangi keraguan pasar bahwa rencana pertemuan pada bulan April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menghasilkan kemajuan yang berarti dalam hubungan bilateral. Dari dalam negeri, pertemuan tahunan parlemen Tiongkok memberi sinyal belum ada urgensi untuk stimulus fiskal atau moneter besar, sehingga menambah sikap hati-hati investor.

Meski begitu, Hang Seng memangkas pelemahan dari level terendah setelah data menunjukkan inflasi konsumen di daratan Tiongkok mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan Februari karena dorongan permintaan Tahun Baru Imlek, sementara deflasi harga produsen mereda. Saham properti dan keuangan masing-masing turun 2,4%, sedangkan konsumen dan teknologi terkoreksi lebih ringan; beberapa penekan utama termasuk Cathay Pacific (-4,9%), Techtronic Industries (-4,4%), Sands China (-4,2%), dan Nongfu Spring (-3,1%).(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Tech Pimpin Reli, Hang Seng Catat Kenaikan Dua Sesi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melonjak 436 poin atau 1,7% pada penutupan Jumat (6/3), berakhir di kisaran 25.757 dan mencatat kenaikan untuk sesi kedua beruntun. Penguatan terjadi merata lintas sektor, dengan sentimen terbantu momentum pasar China daratan.

Dukungan datang setelah China menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di 4,5%–5% dalam pertemuan parlemen tahunan, sementara sasaran kebijakan lain disebut relatif sejalan dengan ekspektasi. Pasar membaca sinyal stabilitas kebijakan dan kesinambungan dukungan pertumbuhan sebagai penopang risk appetite.

Saham teknologi memimpin reli, naik lebih dari 3% setelah Beijing menegaskan kembali orientasi kebijakan “tech-first”. JD.com melonjak 8,3% usai membukukan pendapatan dan laba disesuaikan yang melampaui perkiraan, diikuti Trip.com (+7,4%), Geely Auto (+6,9%), Xiaomi (+4,4%), dan Meituan (+3,8%).

Meski menguat pada Jumat, Hang Seng masih turun 3,3% sepanjang pekan, berbalik dari kenaikan tipis pada periode sebelumnya. Tekanan mingguan dipengaruhi kekhawatiran eskalasi ketegangan Timur Tengah yang memicu risiko harga minyak lebih tinggi, tekanan biaya, likuiditas yang lebih ketat, dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data China pekan depan, terutama inflasi Februari serta data perdagangan gabungan Januari–Februari, untuk menguji kekuatan permintaan domestik dan eksternal setelah sinyal kebijakan terbaru. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Indeks Hang Seng Sedikit Pulih Usai Jatuh 2%

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat 0,3% ke 25.321,34 di penutupan perdagangan hari Kamis (5/3), memulihkan sebagian pelemahan tajam 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini menandai upaya stabilisasi setelah tekanan risk-off yang sempat menekan saham-saham berkapitalisasi besar.

Kinerja indeks ditopang saham sektor keuangan, dengan AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar sekaligus pencetak kenaikan paling menonjol, naik 5,1%. Dorongan dari AIA membantu mengangkat sentimen di kelompok finansial yang sehari sebelumnya menjadi pusat tekanan.

Secara breadth, pergerakan pasar masih terbelah: 46 dari 88 saham konstituen ditutup menguat, sementara 40 melemah. Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor bergerak naik, dipimpin oleh saham-saham finansial.

Meski rebound, komposisi kenaikan yang belum sepenuhnya merata menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan risk appetite. Arah berikutnya Hang Seng akan bergantung pada apakah penguatan mampu meluas di luar finansial dan diikuti kenaikan partisipasi saham, atau sekadar pemulihan teknikal pasca selloff. (Arl) Rifan Financindo.


Source: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Hang Seng Jatuh ke Terendah Sejak 16 Des, Risk-off Menebal

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Hong Kong, Rabu (4/3), turun 2% atau 518,6 poin ke 25.249,48. Penutupan ini menjadi yang terendah sejak 16 Desember, menegaskan pergeseran sentimen ke mode risk-off setelah reli sebelumnya kehilangan momentum.

Tekanan terjadi merata di seluruh papan, dengan seluruh sektor berada di zona merah. Dari 88 saham konstituen, 78 ditutup melemah dan hanya 9 yang naik, menunjukkan breadth negatif yang menandakan aksi jual bersifat luas, bukan sekadar rotasi antar-sektor.

Sektor keuangan memimpin penurunan dan menjadi beban utama indeks. HSBC Holdings Plc tercatat sebagai kontributor terbesar pelemahan benchmark setelah turun 3,7%, mencerminkan besarnya pengaruh saham berkapitalisasi besar terhadap pergerakan indeks. Di saat yang sama, AIA Group Ltd. mencatat penurunan paling dalam di antara konstituen, turun 4,7%, mempertegas tekanan pada sentimen sektor finansial dan asuransi.

Pelemahan yang menyebar lintas sektor umumnya mengindikasikan peningkatan preferensi pasar terhadap aset aman dan pengurangan eksposur pada ekuitas, terutama ketika katalis penguat reli sebelumnya mulai memudar. Dalam konteks ini, pergerakan saham-saham finansial yang sensitif terhadap persepsi risiko cenderung mempercepat arah indeks saat terjadi perubahan sentimen.

Ke depan, arah Hang Seng akan banyak ditentukan oleh apakah tekanan meluas ke saham defensif atau mulai muncul aksi bargain hunting di blue-chips. Pasar juga akan mencermati aliran dana asing, stabilitas yuan, serta perkembangan yield global—faktor yang kerap menjadi penggerak utama ekuitas Asia. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Hang Seng Kembali Melemah, Sentimen Risk-Off Bebani Pasar Hong Kong

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng melanjutkan koreksi untuk hari kedua. Berdasarkan data hari Selasa (3/3), indeks ditutup turun 1,1% atau 291,77 poin ke level 25.768,08, sekaligus mencatat penutupan terendah sejak 31 Desember. Tekanan berlangsung cukup merata, dengan 67 dari 88 saham berakhir di zona negatif, sementara 17 saham menguat, mencerminkan memburuknya selera risiko pelaku pasar.

Dari sisi konstituen, HSBC Holdings Plc menjadi salah satu pemberat utama setelah melemah 2,8%, seiring pelemahan minat investor terhadap saham-saham keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, Xinyi Solar Holdings Ltd. mencatat penurunan paling tajam dengan koreksi 6,3%, mengindikasikan tekanan pada kelompok saham bertema pertumbuhan di saat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Pelemahan pasar Hong Kong juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah. Eskalasi tensi memperkuat sentimen risk-off di pasar global, mendorong investor lebih selektif dalam mengambil risiko. Dalam situasi seperti ini, pasar ekuitas cenderung tertekan, sementara fokus pelaku pasar bergeser pada aset lindung nilai serta indikator stabilitas pasokan energi.

Di sisi makro, risiko gangguan pasokan—khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi energi strategis—berpotensi menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi. Kenaikan harga energi dapat memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga, yang pada akhirnya menekan valuasi saham, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan prospek pertumbuhan.

Dari perspektif sektoral, pergerakan hari ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa saham, tetapi juga tercermin dalam tiga dari empat sektor yang berada di wilayah negatif, dengan penurunan dipimpin oleh saham perdagangan dan industri. Pola ini menegaskan bahwa tekanan pasar lebih bersifat menyeluruh, bukan sekadar koreksi teknikal pada saham tertentu.

Ke depan, arah pergerakan Hang Seng berpotensi tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga energi. Selama ketidakpastian masih tinggi, pasar cenderung bergerak sensitif terhadap berita (headline-driven), sehingga volatilitas berpeluang tetap meningkat dan pemulihan dapat berlangsung terbatas. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, March 2, 2026

Hang Seng Anjlok: Efek Trump + Data China

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah tajam pada Senin (2/3), turun 571 poin (-2,1%) dan ditutup di 26.060. Penurunan ini menghapus kenaikan sesi sebelumnya sekaligus menempatkan bursa Hong Kong di level terendah enam minggu, di tengah tekanan yang terjadi hampir di semua sektor.

Sentimen memburuk setelah kontrak berjangka saham AS melemah, memicu gelombang risk-off di Asia. Kekhawatiran meningkat seiring ketegangan di Timur Tengah memanas, ketika Presiden Trump memperingatkan konflik bisa berlangsung hingga empat minggu lagi dan menegaskan operasi akan berlanjut sampai target AS tercapai.

Dari sisi China, selera risiko ikut tertekan setelah beberapa produsen mobil melaporkan penurunan penjualan yang tajam pada Februari. Pasar menilai gangguan musim libur Tahun Baru Imlek ikut memengaruhi performa di pasar otomotif terbesar dunia, membuat investor makin hati-hati terhadap prospek permintaan domestik.

Kewaspadaan juga naik menjelang rilis data penting: PMI China Februari dan penjualan ritel Hong Kong Januari yang akan keluar akhir pekan ini. Data tersebut berpotensi menjadi penentu apakah perlambatan hanya sementara atau sinyal tren yang lebih panjang.

Meski begitu, penurunan Hang Seng tidak makin dalam karena ada penopang dari saham daratan China. Muncul ekspektasi bahwa Beijing bisa mengeluarkan langkah-langkah untuk membantu menstabilkan pasar menjelang pertemuan parlemen penting, sehingga sebagian investor menahan aksi jual berlebihan.

Sementara itu, investor juga mulai melirik saham energi karena harga minyak melonjak. Namun saham-saham teknologi dan konsumsi tetap jadi pemberat utama, dengan penekan terbesar di antaranya Xiaomi (-5,2%), SMIC (-4,7%), Meituan (-4,6%), Cathay Pacific (-4,2%), dan Longfor (-2,3%). (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 1, 2026

Indeks Hang Seng Rally Jumat, Tapi Februari Tetap Merah

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada penutupan perdagangan Jumat (27/2), naik sekitar 249 poin atau hampir 1% ke 26.657, membalikkan pelemahan 1,4% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini juga membuat Hang Seng menutup pekan dengan kenaikan sekitar 0,8%, seiring reli yang terjadi di mayoritas sektor.

Sentimen membaik menjelang dimulainya National People’s Congress (NPC) China pada 5 Maret, dengan pasar berharap munculnya kebijakan yang lebih mendukung teknologi, inovasi, dan konsumsi domestik. Investor juga cenderung mengabaikan pelemahan tajam pada futures AS, dan mengalihkan fokus ke rilis PMI China Februari yang dijadwalkan pekan depan.

Sektor properti menjadi motor utama penguatan, melonjak sekitar 2,8% setelah Shanghai melonggarkan aturan pembelian rumah untuk mendorong pemulihan sektor. Saham konsumer ikut menguat seiring valuasi yang dianggap murah, sementara teknologi rebound dari tekanan sesi-sesi sebelumnya. Di antara saham yang menonjol: Sun Hung Kai Properties (+6,6%), Pop Mart (+2,8%), Muyuan Foods (+2,6%), dan AIA Group (+2,3%).

Meski reli Jumat memberi napas lega, Hang Seng tetap mencatat penurunan sekitar 2,8% sepanjang Februari, berbalik dari performa solid Januari. Ketidakpastian tarif AS, kekhawatiran valuasi sektor teknologi global, serta meningkatnya risiko geopolitik masih menjadi kombinasi faktor yang membebani selera risiko investor.(yds) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 26, 2026

Indeks Hang Seng Terkapar, Nvidia & Iran Bikin Risk-Off

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/2), yang terseret perubahan sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS turun menyusul respons pasar yang kurang antusias terhadap laporan kinerja Nvidia. Tekanan turut dipertegas oleh meningkatnya ketegangan geopolitik jelang putaran pembicaraan nuklir AS–Iran, yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur risiko.

Dari sisi regional, saham China daratan bergerak cenderung hati-hati karena pelaku pasar menanti agenda pertemuan legislatif tahunan China pada Maret. Sikap “wait and see” ini menahan selera beli, terutama pada sektor-sektor sensitif kebijakan.

Meski demikian, ruang penurunan Hang Seng tidak sepenuhnya lebar karena dukungan narasi fiskal dari Hong Kong. Pemerintah memproyeksikan kembalinya surplus anggaran setelah beberapa tahun defisit, didukung peningkatan penerimaan—termasuk dari aktivitas pasar modal dan bea terkait transaksi.

Sektor teknologi dan konsumsi menjadi penekan utama, sementara pelemahan di finansial dan properti cenderung lebih moderat menjelang rilis data aktivitas bisnis (PMI) periode berikutnya. Di pasar properti China, langkah pelonggaran aturan pembelian rumah—termasuk untuk non-residen di Shanghai—memberi sinyal lanjutan upaya stabilisasi sektor, namun belum cukup untuk membalikkan sentimen harian.

Di sisi lain, saham operator bursa HKEX relatif lebih resilien setelah melaporkan kinerja laba yang kuat, sejalan dengan pulihnya aktivitas listing dan perdagangan. Faktor ini membantu menahan tekanan indeks secara keseluruhan, meski risk appetite global sedang menurun.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 25, 2026

Hang Seng Naik 0,7%, HSBC Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hang Seng Index menguat 0,7% ke 26.765,72 pada perdagangan di Hong Kong, membalikkan pelemahan 1,8% pada sesi sebelumnya. Kenaikan dipimpin sektor finansial, dengan HSBC Holdings menjadi kontributor terbesar setelah melonjak 5,5%, sementara Haidilao International mencatat kenaikan tertinggi harian di antara konstituen dengan penguatan 6,2%.

Secara market breadth, 42 dari 88 saham menguat dan 42 saham melemah, sementara dari sisi sektor 2 dari 4 sektor tercatat naik, dipimpin oleh saham-saham finansial. Meski menguat hari ini, indeks masih turun 2,3% sepanjang bulan berjalan, namun tetap naik 16% dalam 52 minggu terakhir. Saat ini Hang Seng berada 4,6% di bawah level tertinggi 52 minggu pada 29 Januari 2026, dan 39% di atas titik terendahnya pada 9 April 2025.

Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan pada P/E trailing 13,5x dan sekitar 13x estimasi laba 12 bulan ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar konstituen Hang Seng sekitar HK$31,2 triliun. Sementara itu, volatilitas harga 30 hari turun menjadi 19,56% dari 19,92% pada sesi sebelumnya, meski masih di atas rata-rata sekitar 17,95% dalam sebulan terakhir—menandakan pasar mulai sedikit lebih tenang, tetapi belum sepenuhnya lepas dari fluktuasi.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 24, 2026

Hang Seng Terkoreksi 1,8% di Tengah Memanasnya Isu Tarif

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 1,8% pada Selasa (24/2) dan ditutup di 26.590, yang menghapus sebagian besar penguatan sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi setelah Wall Street turun tajam pada Senin, seiring pasar kembali dihantui kekhawatiran tarif dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Tekanan datang secara merata di berbagai sektor, mulai dari konsumen, teknologi, hingga keuangan, menandakan selera risiko investor kembali menurun. Hang Seng juga terkoreksi dari posisi mendekati level tertinggi hampir dua pekan, seiring investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Sentimen kawasan turut terpengaruh oleh meningkatnya friksi antara Beijing dan Tokyo. China dilaporkan membatasi ekspor barang dual-use kepada sejumlah perusahaan Jepang yang dituding memiliki keterkaitan dengan kepentingan militer, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi hubungan dagang dan teknologi di Asia Timur.

Meski demikian, pelemahan Hang Seng sedikit tertahan oleh penguatan saham daratan China yang naik lebih dari 1%, dipicu spekulasi bahwa perubahan arah kebijakan tarif AS berpotensi memberi ruang bagi China.

Di sisi korporasi, CK Hutchison turun setelah Panama membatalkan kontrak pelabuhan perusahaan itu, sementara saham teknologi ikut tertekan mengikuti kekhawatiran pasar AS terkait disrupsi AI—dengan sejumlah emiten seperti Kingdee, SenseTime, Kuaishou, dan Alibaba Hong Kong mencatat pelemahan tajam.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, February 23, 2026

Hang Seng Naik 2,5%: Tarif Mereda, Tech & Emas Reli

 


Rifan Financindo - Hang Seng menguat tajam 669 poin (+2,5%) dan ditutup di 27.082 pada Senin, berbalik arah dari pelemahan sesi sebelumnya. Kenaikan ini jadi penutup di level hampir tertinggi dua pekan, dengan penguatan terjadi merata lintas sektor.

Sentimen membaik setelah pelaku pasar menilai peluang beban tarif untuk China bisa lebih ringan, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan langkah tarif besar-besaran Trump. Ekspektasi meredanya tekanan tarif membuat mode risk-on kembali hidup di Asia.

Dari sisi domestik, dukungan juga datang dari rencana Hong Kong menggelontorkan HKD 4 miliar untuk membeli (buyout) rumah warga yang terdampak kebakaran gedung tinggi pada November. Fokus pasar kini bergeser ke pembukaan kembali bursa China daratan pada Selasa usai libur Imlek, dengan data awal liburan dinilai menunjukkan permintaan yang cukup solid menurut analis Citi.

Saham teknologi jadi motor utama reli: indeks sektornya melesat lebih dari 3% dari level terendah tujuh bulan pada Jumat, ditopang optimisme terhadap geliat AI China. SMIC naik 4,6%, Alibaba (HK) +3,6%, dan Tencent +3,5%. Saham terkait emas ikut melesat seiring penguatan bullion, termasuk Zijin Gold Intl. (+7,2%), Zhojin Mining (+5,6%), dan Laopu Gold (+2,8%). (Asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, February 22, 2026

Pasca Imlek, Hong Kong Terseret Pelemahan Global

 


PT Rifan - Saham Hong Kong melemah pada awal perdagangan Jumat, berbalik arah setelah penguatan sesi sebelumnya, seiring bursa kembali dibuka pasca libur Tahun Baru Imlek. Indeks acuan turun 233 poin atau 0,9% ke 26.469, dengan investor kembali mengambil posisi defensif di tengah sentimen global yang melemah.

Tekanan sentimen datang dari dua arah. Pertama, bursa China daratan masih tutup sepanjang pekan, sehingga arus perdagangan regional cenderung lebih tipis. Kedua, selera risiko global ikut menurun setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gejolak di Wall Street semalam, menyusul pelemahan tajam saham-saham private equity yang mengguncang pasar.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis tingkat pengangguran Januari pada Jumat ini, setelah tiga periode beruntun berada di 3,8%. Meski demikian, pelemahan indeks tertahan oleh optimisme bahwa permintaan perjalanan dan belanja di China selama periode Spring Festival tetap solid, yang dinilai bisa memberi dukungan pada konsumsi dan aktivitas ekonomi.

Di bursa, saham teknologi dan konsumer memimpin penurunan Hang Seng, meski sebagian tertahan oleh penguatan di sektor properti dan keuangan. Saham yang paling menekan antara lain Pop Mart (-3,3%), Xiaomi (-3,2%), Kuaishou Tech (-3,0%), dan Tencent (-2,3%). Secara mingguan, pasar masih berada di jalur melemah sekitar 0,6% sejauh ini.(asd) PT Rifan.


Sumber: Newsmaker.idSumber : NewsMaker

Thursday, February 19, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 18, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 17, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, February 12, 2026

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir; Big Caps Menekan

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen karena bobotnya signifikan di indeks.

Tekanan lebih dalam terlihat pada Budweiser Brewing Company APAC, yang tercatat menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar (sekitar 5,2%), mencerminkan aksi ambil untung dan sikap selektif investor pada sektor konsumsi.

Secara keseluruhan, mayoritas saham berada di zona merah: 56 dari 88 saham melemah, sementara 28 saham menguat. Dari sisi sektoral, 2 dari 4 sektor tercatat turun, dengan pelemahan paling terasa pada kelompok trading dan industri, menandakan rotasi defensif mulai muncul setelah reli beberapa hari terakhir. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 11, 2026

Tiga Hari Hijau: Hang Seng Tembus Tertinggi Sejak 30 Jan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng memperpanjang reli untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Rabu (11/2). Indeks naik 0,3% atau 83,23 poin dan ditutup di 27.266,38, sekaligus menandai level penutupan tertinggi sejak 30 Januari. Kenaikan yang konsisten ini mengindikasikan sentimen risk-on masih terjaga, meski penguatannya cenderung bertahap.

Dari sisi penggerak, Xiaomi Corp. menjadi penopang terbesar indeks setelah sahamnya melonjak 4,3%. Kenaikan Xiaomi memberi kontribusi signifikan karena bobotnya yang besar di indeks, serta mencerminkan minat pasar yang kembali mengalir ke saham-saham teknologi dan konsumsi berbasis ekosistem.

Sementara itu, Techtronic Industries Co. mencatat kenaikan harian paling tajam, menguat 4,9%. Penguatan Techtronic ikut menegaskan dorongan dari sisi saham industri—biasanya sensitif terhadap ekspektasi permintaan global dan perbaikan sentimen siklus ekonomi.

Secara keseluruhan, breadth pasar terlihat cukup sehat. Dari 88 saham konstituen, 62 saham ditutup menguat, sementara 23 melemah. Komposisi penguatan yang lebih dominan ini menunjukkan kenaikan indeks tidak hanya digerakkan segelintir saham besar, tetapi juga didukung oleh partisipasi yang lebih luas.

Dari sisi sektoral, 3 dari 4 sektor mencatat penguatan, dengan sektor perdagangan dan industri memimpin kenaikan. Biasanya, dominasi sektor ini menandakan pasar sedang menimbang prospek pendapatan perusahaan dan rotasi ke saham-saham yang dianggap lebih sensitif terhadap aktivitas ekonomi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan ini bisa berlanjut menjadi tren yang lebih kuat atau tetap bergerak “pelan tapi pasti”. Jika partisipasi saham tetap solid dan sektor-sektor pendorong tetap konsisten, Hang Seng berpotensi mempertahankan bias positif—meski ruang volatilitas tetap terbuka jika muncul perubahan sentimen global secara mendadak. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Rally Tipis Hang Seng, Investor Masih Waspada

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melanjutkan penguatannya pada Selasa (10/2), naik 156 poin (0,6%) dan ditutup di 27.183. Ini jadi kenaikan dua hari beruntun, dengan mayoritas sektor ikut mengangkat pasar—tanda risk appetite mulai balik, walau belum sepenuhnya lepas dari mode “hati-hati”.

Dorongan sentimen datang dari Wall Street, setelah Dow Jones kembali mencetak rekor pada Senin. Pasar juga mulai pasang posisi jelang rangkaian data ekonomi AS yang dinilai krusial, termasuk laporan payroll yang sempat tertunda. Di sisi lain, bursa China ikut positif karena muncul optimisme bahwa permintaan perjalanan Tahun Baru Imlek bakal ramai—biasanya jadi indikator kuat untuk konsumsi domestik.

Nuansa geopolitik ikut jadi bumbu. Media Politico menyebut Trump berencana bertemu Xi Jinping di Beijing pada April, yang bikin pasar menilai tensi bisa lebih “terukur” untuk sementara. Tapi penguatan Hang Seng sempat terpangkas tipis karena investor kembali menahan diri jelang rilis CPI dan PPI China pada Rabu, plus memasuki libur panjang sembilan hari yang dimulai 15 Februari.

Di level saham, Innovent Biologics melesat 5% setelah manajemen yakin bisa mengejar target pendapatan 2027 sebesar CNY 20 miliar. JF SmartInvest melonjak 9,3% berkat proyeksi pendapatan yang kuat, sementara Axera Semiconductor tampil meyakinkan pada debut perdananya di Hong Kong. Namun tidak semua ikut pesta: Zhaojin Mining ambruk 6,3% usai laporan kecelakaan tambang emas yang memakan korban jiwa. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Cadangan Devisa China Melejit, Bursa HK Ikut Terangkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada hari Senin (9/2), naik 467 poin atau 1,8% dan ditutup di 27.027. Setelah sempat terseret turun tajam di sesi sebelumnya, pasar langsung “ganti mood” karena penguatan terjadi merata di hampir semua sektor.

Angin segarnya datang dari Wall Street. Dow Jones menembus 50.000 untuk pertama kalinya setelah saham chip rebound, dan pasar kembali ramai berspekulasi soal peluang pelonggaran kebijakan The Fed ke depan. Sentimen itu kebawa ke Asia dan bikin minat risiko naik lagi.

Dari China, bursa ikut membaik setelah sejumlah pialang mendorong investor tetap pegang posisi menjelang libur Tahun Baru Imlek. Narasinya simpel: koreksi terakhir dinilai sudah mulai kehabisan tenaga, jadi banyak yang mulai balik masuk.

Data juga jadi penopang. Cadangan devisa China tercatat USD 3,399 triliun pada Januari—level tertinggi sejak 2015 dan sudah naik tujuh bulan beruntun. Di sisi lain, saham-saham terkait emas ikut kenceng karena PBoC masih lanjut beli emas, sudah 15 bulan berturut-turut.

Untuk pergerakan saham, nama-nama “gold-linked” jadi sorotan: Laopu Gold melesat 5,6%, disusul Zijin Gold International dan Chow Tai Fook yang sama-sama naik sekitar 2,9%. Sentimen emas kembali dapet panggung di tengah pasar global yang masih sensitif dengan isu suku bunga dan risiko geopolitik.

Di luar itu, beberapa saham juga terbang karena katalis korporasi. Innovent Biologics naik 7,4% setelah kerja sama dengan Eli Lilly, Minth Group menguat 7,0% usai mengusulkan joint venture robotika AI di AS, sementara Meitu naik 5,1% karena prospek pendapatan yang dinilai solid. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Hang Seng Tersungkur, Sektor Keuangan Babak Belur

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 1,2% dan ditutup di 26.559,95 pada perdagangan Hong Kong hari Jumat (6/2). Penurunan ini membawa indeks Hang Seng ke level penutupan terendah sejak 20 Januari, setelah sehari sebelumnya masih sempat menguat tipis 0,1%—tanda pasar mulai kehilangan tenaga dan masuk fase koreksi.

Tekanan jual terlihat menyebar sejak awal sesi, dengan investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko. Meski tidak ada satu faktor tunggal yang dominan, pola pergerakan hari ini menunjukkan pasar sedang melakukan “reset” setelah reli, terutama di saham-saham besar yang selama ini jadi penopang indeks.

Saham AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks sekaligus mencatat pergerakan paling tajam, turun 5,5%. Pelemahan AIA memberi dampak signifikan karena bobotnya besar di indeks, sehingga penurunan satu saham ini saja sudah cukup “menarik” Hang Seng ke bawah.

Secara breadth, pasar jelas condong negatif: 52 dari 88 saham di indeks berakhir turun, sementara 33 saham berhasil menguat. Komposisi seperti ini biasanya menggambarkan tekanan jual yang lebih “merata”, bukan sekadar koreksi di satu-dua saham saja.

Semua sektor tercatat melemah, dengan penurunan dipimpin oleh saham-saham keuangan. Ketika sektor finansial melemah serentak, pasar biasanya sedang menilai ulang prospek pertumbuhan, risiko suku bunga, atau valuasi—dan ini sering membuat pergerakan indeks jadi lebih berat karena sektor ini punya pengaruh besar terhadap arah Hang Seng. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Hijau Beruntun di Hong Kong: Hang Seng Lanjut Reli Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng kembali menguat pada hari Kamis (5/2) dan mencatat kenaikan hari ketiga beruntun pada perdagangan di Hong Kong. Indeks naik tipis 0,1% atau +37,92 poin ke level 26.885,24, menandakan sentimen pasar masih cukup terjaga meski penguatannya tidak agresif.

Aksi beli hari ini terlihat lebih selektif. Mayoritas saham bergerak naik, tetapi laju indeks tetap “pelan” karena sebagian investor memilih menunggu katalis berikutnya—baik dari arah suku bunga global, headline geopolitik, maupun arus dana ke sektor-sektor tertentu di Asia.

Dari sisi kontributor, Xiaomi Corp. menjadi pendorong terbesar bagi indeks setelah sahamnya naik sekitar 2,8%. Penguatan Xiaomi memberi dorongan tambahan pada kelompok teknologi/consumer yang masih menjadi favorit ketika sentimen risk-on muncul, meski volatilitas global belum sepenuhnya reda.

Sementara itu, Haidilao International mencatat kenaikan paling besar di antara saham-saham utama hari ini, menguat sekitar 4,0%. Lonjakan Haidilao mengindikasikan minat terhadap saham consumer masih ada, terutama pada emiten yang dianggap punya ruang pemulihan kinerja di tengah dinamika permintaan regional.

Secara luas, breadth pasar juga cenderung positif: 61 dari 88 saham menguat, sementara 25 saham melemah. Artinya, penguatan tidak hanya ditopang satu-dua emiten, tetapi cukup menyebar—meski tetap ada saham yang tertinggal akibat profit taking atau sentimen sektoral.

Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor ditutup menguat, dipimpin kelompok trade & industry yang menjadi tulang punggung kenaikan hari ini. Dengan Hang Seng yang masih dekat area puncak 52 minggu terakhir, pasar kini akan menguji apakah reli tipis ini bisa berlanjut menjadi dorongan yang lebih kuat, atau justru masuk fase konsolidasi sambil menunggu katalis besar berikutnya. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Hang Seng Nyaris Datar, AIA Jadi Motor Penguat

 


PT Rifan Financindo - Hang Seng Index bergerak tipis naik dan ditutup di 26.847,32 di Hong Kong. Sentimen pasar cenderung stabil, dengan penguatan saham-saham tertentu berhasil menahan tekanan dari sebagian emiten lain.

Kontributor terbesar untuk kenaikan indeks datang dari AIA Group Ltd. yang naik 1,4%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah Xinyi Glass Holdings Ltd. yang melesat 5,9%, memberi dorongan tambahan pada pergerakan indeks.

Secara breadth, pasar terlihat lebih dominan hijau: 64 dari 88 saham naik, 23 turun, dan mayoritas sektor menguat—dipimpin sektor keuangan. Dalam 12 bulan terakhir, Hang Seng sudah naik sekitar 29%, meski masih 4,3% di bawah level tertinggi 52 minggu yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Namun dalam jangka pendek, indeks masih bergejolak: turun 3,5% dalam 5 hari, tapi naik 1,9% dalam 30 hari. Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan di sekitar PER 13,6x (trailing) dan 13,1x (forward), dengan dividend yield 2,9% dan total kapitalisasi anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun. Volatilitas 30 hari berada di kisaran 18,32%, relatif stabil dibanding sesi sebelumnya.(Asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 3, 2026

Hang Seng Naik Tipis 0,2%, Sektor Keuangan Jadi Mesin Utama

 


Rifan Financindo - Hang Seng Index naik 0,2% ke 26.834,77 di Hong Kong, mencoba stabil setelah sesi sebelumnya turun 2,2%. Penguatan hari ini dipimpin sektor keuangan, dengan 3 dari 4 sektor mencatat kenaikan; dari 88 saham, 61 naik dan 27 turun.

Kontributor terbesar penguatan indeks datang dari HSBC Holdings yang naik 3,1%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah CSPC Pharmaceutical Group yang melesat 8,1%.

Dari sisi performa jangka menengah, Hang Seng sudah naik sekitar 33% dalam 52 minggu terakhir—masih di bawah kenaikan MSCI AC Asia Pacific Index yang naik 37% pada periode yang sama. Indeks saat ini berada 4,4% di bawah puncak 52-minggu (29 Jan 2026) dan 39,3% di atas titik terendahnya (9 Apr 2025).

Untuk pergerakan terbaru, Hang Seng turun 1,1% dalam 5 hari terakhir, namun masih naik 1,9% dalam 30 hari terakhir. Valuasi indeks tercatat P/E 13,6 (trailing) dan sekitar 13x estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun.

Volatilitas 30 hari sedikit turun ke 18,34% dari 18,43% sesi sebelumnya (rata-rata sebulan terakhir 16,62%). Ini memberi sinyal pasar mulai lebih tenang, tapi masih lebih bergejolak dibanding rata-rata bulanan.(Asd)  Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Monday, February 2, 2026

Sell-Off Makin Lebar: Hang Seng Drop Terbesar Sejak 21 Nov

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng kembali melemah untuk hari kedua beruntun. Bursa Hong Kong ditutup anjlok 2,2% atau 611,54 poin ke level 26.775,57 pada hari Senin (2/2)—menjadi penurunan harian terbesar sejak indeks sempat turun 2,4% pada 21 November. Artinya, tekanan jual kali ini bukan sekadar koreksi tipis, tapi sudah masuk fase “risk-off” yang lebih terasa.

Yang membuat penurunan makin berat, pelemahan terjadi merata di hampir semua sektor. Saham sektor perdagangan dan industri memimpin penurunan, dan secara keseluruhan pasar terlihat “merah total”: dari 88 saham, 75 saham turun, sementara hanya 11 saham yang menguat. Ini biasanya menandakan aksi jualnya bukan hanya di beberapa emiten, melainkan aksi lepas posisi yang lebih luas.

Salah satu penekan terbesar datang dari saham big cap teknologi. Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor pelemahan terbesar setelah turun 3,5%, ikut menyeret sentimen terhadap saham-saham growth yang sensitif terhadap perubahan mood investor.

Di sisi lain, BYD Co. mencatat penurunan paling dalam hari ini, terkoreksi 6,9%. Kejatuhan BYD memberi sinyal bahwa tekanan jual juga menghantam saham-saham yang biasanya jadi favorit saat pasar optimistis—jadi ketika sentimen memburuk, saham-saham “leader” juga bisa jadi target profit taking paling cepat.

Intinya: Hang Seng lagi menghadapi tekanan yang broad-based—bukan satu sektor doang. Saat mayoritas saham kompak turun dan saham-saham besar seperti Alibaba serta BYD ikut jadi pemberat, pasar biasanya masih butuh katalis baru untuk balik stabil. Kalau belum ada pemicu positif, pola “turun hari ini—lanjut besok” masih mungkin terjadi. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, February 1, 2026

Awal Februari Panas: Hong Kong Dibuka Turun Tajam

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Hong Kong membuka Februari dalam tekanan. Hang Seng Index sempat dibuka turun 289 poin di 27.097, lalu melebar hingga turun 390 poin (-1,42%) ke 26.996. Hang Seng China Enterprises Index turun 165 poin (-1,78%) ke 9.151, sementara Hang Seng Tech Index melemah 123 poin (-2,15%) ke 5.595. Nilai transaksi papan utama tercatat HK$30,1 miliar.

Tekanan paling terasa dari saham teknologi besar. Tencent turun 1,3%, Alibaba Group turun 2,6%, Meituan melemah 0,7%, Xiaomi turun 0,8%, JD.com turun 0,3%, dan Kuaishou melemah 1%.

Di sektor keuangan, arah pergerakan cenderung campuran tapi lebih berat ke bawah. HSBC turun 0,5% dan Hong Kong Exchanges and Clearing turun 0,5%. Di sisi lain, AIA Group naik 0,8%, sementara Ping An Insurance turun 1,3%.

Saham-saham penambang emas juga “tertekan” setelah harga emas terkoreksi, bikin tekanan jual makin dalam. Zijin Mining anjlok 9,9%, Zijin Gold International turun 8,1%, Zhaojin Mining melorot 9,3%, dan Shandong Gold terjun 10,8%.

Satu pemicu besar lain datang dari sektor telekomunikasi China daratan: kabar penyesuaian pajak/PPN (VAT) layanan menekan sentimen, sehingga China Unicom jatuh 9,9% dan China Telecom turun 7,9%. Kombinasi koreksi komoditas (emas), tekanan tech, dan sentimen pajak di telco bikin pembukaan Hong Kong terasa berat sejak bel pertama.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 28, 2026

Hang Seng “Meledak” 2,6%—Ada Apa di Balik Lonjakan Terbesar Sejak Awal Tahun?

 


PT Rifan Financindo - Penguatan terjadi cukup merata di banyak sektor. Energi dan material jadi pemimpin, masing-masing naik sekitar 4,0% dan 3,5%. Dorongan datang dari kenaikan tajam harga emas yang menembus USD 5.200, sementara dolar AS melemah ke level terendah hampir empat tahun. Kombinasi emas naik dan dolar turun ini biasanya bikin saham komoditas dan tambang ikut “kecipratan” sentimen.

Dari sisi korporasi, ada beberapa katalis yang ikut mengangkat pasar. China disebut menyetujui impor batch pertama chip AI Nvidia H200, memicu perhatian ke saham teknologi. Busy Ming Group juga mencuri spotlight dengan lonjakan 75% pada debutnya di Hong Kong setelah IPO mengumpulkan HKD 3,67 miliar. Di sektor properti, China Vanke menguat setelah muncul dukungan baru dari pemegang saham utama, Shenzhen Metro. Investor sekarang menunggu keputusan suku bunga The Fed hari ini, terutama petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan. (az) PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker