PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/2), yang terseret perubahan sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS turun menyusul respons pasar yang kurang antusias terhadap laporan kinerja Nvidia. Tekanan turut dipertegas oleh meningkatnya ketegangan geopolitik jelang putaran pembicaraan nuklir AS–Iran, yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur risiko.
Dari sisi regional, saham China daratan bergerak cenderung hati-hati karena pelaku pasar menanti agenda pertemuan legislatif tahunan China pada Maret. Sikap “wait and see” ini menahan selera beli, terutama pada sektor-sektor sensitif kebijakan.
Meski demikian, ruang penurunan Hang Seng tidak sepenuhnya lebar karena dukungan narasi fiskal dari Hong Kong. Pemerintah memproyeksikan kembalinya surplus anggaran setelah beberapa tahun defisit, didukung peningkatan penerimaan—termasuk dari aktivitas pasar modal dan bea terkait transaksi.
Sektor teknologi dan konsumsi menjadi penekan utama, sementara pelemahan di finansial dan properti cenderung lebih moderat menjelang rilis data aktivitas bisnis (PMI) periode berikutnya. Di pasar properti China, langkah pelonggaran aturan pembelian rumah—termasuk untuk non-residen di Shanghai—memberi sinyal lanjutan upaya stabilisasi sektor, namun belum cukup untuk membalikkan sentimen harian.
Di sisi lain, saham operator bursa HKEX relatif lebih resilien setelah melaporkan kinerja laba yang kuat, sejalan dengan pulihnya aktivitas listing dan perdagangan. Faktor ini membantu menahan tekanan indeks secara keseluruhan, meski risk appetite global sedang menurun.(yds) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment