PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 1,8% pada Selasa (24/2) dan ditutup di 26.590, yang menghapus sebagian besar penguatan sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi setelah Wall Street turun tajam pada Senin, seiring pasar kembali dihantui kekhawatiran tarif dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Tekanan datang secara merata di berbagai sektor, mulai dari konsumen, teknologi, hingga keuangan, menandakan selera risiko investor kembali menurun. Hang Seng juga terkoreksi dari posisi mendekati level tertinggi hampir dua pekan, seiring investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Sentimen kawasan turut terpengaruh oleh meningkatnya friksi antara Beijing dan Tokyo. China dilaporkan membatasi ekspor barang dual-use kepada sejumlah perusahaan Jepang yang dituding memiliki keterkaitan dengan kepentingan militer, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi hubungan dagang dan teknologi di Asia Timur.
Meski demikian, pelemahan Hang Seng sedikit tertahan oleh penguatan saham daratan China yang naik lebih dari 1%, dipicu spekulasi bahwa perubahan arah kebijakan tarif AS berpotensi memberi ruang bagi China.
Di sisi korporasi, CK Hutchison turun setelah Panama membatalkan kontrak pelabuhan perusahaan itu, sementara saham teknologi ikut tertekan mengikuti kekhawatiran pasar AS terkait disrupsi AI—dengan sejumlah emiten seperti Kingdee, SenseTime, Kuaishou, dan Alibaba Hong Kong mencatat pelemahan tajam.(yds) PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment