Thursday, February 26, 2026

Indeks Hang Seng Terkapar, Nvidia & Iran Bikin Risk-Off

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/2), yang terseret perubahan sentimen global setelah kontrak berjangka saham AS turun menyusul respons pasar yang kurang antusias terhadap laporan kinerja Nvidia. Tekanan turut dipertegas oleh meningkatnya ketegangan geopolitik jelang putaran pembicaraan nuklir AS–Iran, yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur risiko.

Dari sisi regional, saham China daratan bergerak cenderung hati-hati karena pelaku pasar menanti agenda pertemuan legislatif tahunan China pada Maret. Sikap “wait and see” ini menahan selera beli, terutama pada sektor-sektor sensitif kebijakan.

Meski demikian, ruang penurunan Hang Seng tidak sepenuhnya lebar karena dukungan narasi fiskal dari Hong Kong. Pemerintah memproyeksikan kembalinya surplus anggaran setelah beberapa tahun defisit, didukung peningkatan penerimaan—termasuk dari aktivitas pasar modal dan bea terkait transaksi.

Sektor teknologi dan konsumsi menjadi penekan utama, sementara pelemahan di finansial dan properti cenderung lebih moderat menjelang rilis data aktivitas bisnis (PMI) periode berikutnya. Di pasar properti China, langkah pelonggaran aturan pembelian rumah—termasuk untuk non-residen di Shanghai—memberi sinyal lanjutan upaya stabilisasi sektor, namun belum cukup untuk membalikkan sentimen harian.

Di sisi lain, saham operator bursa HKEX relatif lebih resilien setelah melaporkan kinerja laba yang kuat, sejalan dengan pulihnya aktivitas listing dan perdagangan. Faktor ini membantu menahan tekanan indeks secara keseluruhan, meski risk appetite global sedang menurun.(yds) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 25, 2026

Hang Seng Naik 0,7%, HSBC Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Hang Seng Index menguat 0,7% ke 26.765,72 pada perdagangan di Hong Kong, membalikkan pelemahan 1,8% pada sesi sebelumnya. Kenaikan dipimpin sektor finansial, dengan HSBC Holdings menjadi kontributor terbesar setelah melonjak 5,5%, sementara Haidilao International mencatat kenaikan tertinggi harian di antara konstituen dengan penguatan 6,2%.

Secara market breadth, 42 dari 88 saham menguat dan 42 saham melemah, sementara dari sisi sektor 2 dari 4 sektor tercatat naik, dipimpin oleh saham-saham finansial. Meski menguat hari ini, indeks masih turun 2,3% sepanjang bulan berjalan, namun tetap naik 16% dalam 52 minggu terakhir. Saat ini Hang Seng berada 4,6% di bawah level tertinggi 52 minggu pada 29 Januari 2026, dan 39% di atas titik terendahnya pada 9 April 2025.

Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan pada P/E trailing 13,5x dan sekitar 13x estimasi laba 12 bulan ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar konstituen Hang Seng sekitar HK$31,2 triliun. Sementara itu, volatilitas harga 30 hari turun menjadi 19,56% dari 19,92% pada sesi sebelumnya, meski masih di atas rata-rata sekitar 17,95% dalam sebulan terakhir—menandakan pasar mulai sedikit lebih tenang, tetapi belum sepenuhnya lepas dari fluktuasi.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 24, 2026

Hang Seng Terkoreksi 1,8% di Tengah Memanasnya Isu Tarif

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 1,8% pada Selasa (24/2) dan ditutup di 26.590, yang menghapus sebagian besar penguatan sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi setelah Wall Street turun tajam pada Senin, seiring pasar kembali dihantui kekhawatiran tarif dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Tekanan datang secara merata di berbagai sektor, mulai dari konsumen, teknologi, hingga keuangan, menandakan selera risiko investor kembali menurun. Hang Seng juga terkoreksi dari posisi mendekati level tertinggi hampir dua pekan, seiring investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Sentimen kawasan turut terpengaruh oleh meningkatnya friksi antara Beijing dan Tokyo. China dilaporkan membatasi ekspor barang dual-use kepada sejumlah perusahaan Jepang yang dituding memiliki keterkaitan dengan kepentingan militer, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi hubungan dagang dan teknologi di Asia Timur.

Meski demikian, pelemahan Hang Seng sedikit tertahan oleh penguatan saham daratan China yang naik lebih dari 1%, dipicu spekulasi bahwa perubahan arah kebijakan tarif AS berpotensi memberi ruang bagi China.

Di sisi korporasi, CK Hutchison turun setelah Panama membatalkan kontrak pelabuhan perusahaan itu, sementara saham teknologi ikut tertekan mengikuti kekhawatiran pasar AS terkait disrupsi AI—dengan sejumlah emiten seperti Kingdee, SenseTime, Kuaishou, dan Alibaba Hong Kong mencatat pelemahan tajam.(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, February 23, 2026

Hang Seng Naik 2,5%: Tarif Mereda, Tech & Emas Reli

 


Rifan Financindo - Hang Seng menguat tajam 669 poin (+2,5%) dan ditutup di 27.082 pada Senin, berbalik arah dari pelemahan sesi sebelumnya. Kenaikan ini jadi penutup di level hampir tertinggi dua pekan, dengan penguatan terjadi merata lintas sektor.

Sentimen membaik setelah pelaku pasar menilai peluang beban tarif untuk China bisa lebih ringan, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan langkah tarif besar-besaran Trump. Ekspektasi meredanya tekanan tarif membuat mode risk-on kembali hidup di Asia.

Dari sisi domestik, dukungan juga datang dari rencana Hong Kong menggelontorkan HKD 4 miliar untuk membeli (buyout) rumah warga yang terdampak kebakaran gedung tinggi pada November. Fokus pasar kini bergeser ke pembukaan kembali bursa China daratan pada Selasa usai libur Imlek, dengan data awal liburan dinilai menunjukkan permintaan yang cukup solid menurut analis Citi.

Saham teknologi jadi motor utama reli: indeks sektornya melesat lebih dari 3% dari level terendah tujuh bulan pada Jumat, ditopang optimisme terhadap geliat AI China. SMIC naik 4,6%, Alibaba (HK) +3,6%, dan Tencent +3,5%. Saham terkait emas ikut melesat seiring penguatan bullion, termasuk Zijin Gold Intl. (+7,2%), Zhojin Mining (+5,6%), dan Laopu Gold (+2,8%). (Asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, February 22, 2026

Pasca Imlek, Hong Kong Terseret Pelemahan Global

 


PT Rifan - Saham Hong Kong melemah pada awal perdagangan Jumat, berbalik arah setelah penguatan sesi sebelumnya, seiring bursa kembali dibuka pasca libur Tahun Baru Imlek. Indeks acuan turun 233 poin atau 0,9% ke 26.469, dengan investor kembali mengambil posisi defensif di tengah sentimen global yang melemah.

Tekanan sentimen datang dari dua arah. Pertama, bursa China daratan masih tutup sepanjang pekan, sehingga arus perdagangan regional cenderung lebih tipis. Kedua, selera risiko global ikut menurun setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gejolak di Wall Street semalam, menyusul pelemahan tajam saham-saham private equity yang mengguncang pasar.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis tingkat pengangguran Januari pada Jumat ini, setelah tiga periode beruntun berada di 3,8%. Meski demikian, pelemahan indeks tertahan oleh optimisme bahwa permintaan perjalanan dan belanja di China selama periode Spring Festival tetap solid, yang dinilai bisa memberi dukungan pada konsumsi dan aktivitas ekonomi.

Di bursa, saham teknologi dan konsumer memimpin penurunan Hang Seng, meski sebagian tertahan oleh penguatan di sektor properti dan keuangan. Saham yang paling menekan antara lain Pop Mart (-3,3%), Xiaomi (-3,2%), Kuaishou Tech (-3,0%), dan Tencent (-2,3%). Secara mingguan, pasar masih berada di jalur melemah sekitar 0,6% sejauh ini.(asd) PT Rifan.


Sumber: Newsmaker.idSumber : NewsMaker

Thursday, February 19, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 18, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 17, 2026

Indeks Hang Seng Menguat 0,5% di Hari Perdagangan Singkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng Hong Kong pada Senin (16/2) ditutup menguat 0,5% atau naik 139 poin ke level 26.706, memantul dari dua hari beruntun pelemahan seiring seluruh sektor bergerak di zona hijau.

Likuiditas pasar terbilang tipis menjelang libur panjang Spring Festival, namun pelaku pasar tetap berani ambil posisi baru setelah muncul sinyal meredanya tensi China–AS. Sentimen membaik usai Washington menunda sejumlah langkah keamanan teknologi penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada April.

Dari sisi domestik, ekspektasi stimulus juga menguat: CPI China Januari yang lemah dan tekanan deflasi di level produsen memicu spekulasi Beijing akan menyiapkan paket dukungan pasca libur.

Bursa Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan kembali dibuka Jumat, sementara bursa China daratan sudah memasuki libur sepekan. Pasar AS juga libur hari ini.

Saham-saham yang memimpin penguatan antara lain China Hongqiao Group (+3,9%), Techtronic Industries (+3,5%), AIA Group (+2,6%), Nongfu Spring (+1,9%), dan Pop Mart International (+1,5%).(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, February 12, 2026

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir; Big Caps Menekan

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor mulai mengurangi risiko di saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi kontributor penekan indeks, Tencent menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun sekitar 2,3%, menekan sektor teknologi yang belakangan menjadi motor kenaikan pasar. Pelemahan pada emiten berkapitalisasi besar seperti ini biasanya cepat memengaruhi sentimen karena bobotnya signifikan di indeks.

Tekanan lebih dalam terlihat pada Budweiser Brewing Company APAC, yang tercatat menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar (sekitar 5,2%), mencerminkan aksi ambil untung dan sikap selektif investor pada sektor konsumsi.

Secara keseluruhan, mayoritas saham berada di zona merah: 56 dari 88 saham melemah, sementara 28 saham menguat. Dari sisi sektoral, 2 dari 4 sektor tercatat turun, dengan pelemahan paling terasa pada kelompok trading dan industri, menandakan rotasi defensif mulai muncul setelah reli beberapa hari terakhir. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 11, 2026

Tiga Hari Hijau: Hang Seng Tembus Tertinggi Sejak 30 Jan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng memperpanjang reli untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Rabu (11/2). Indeks naik 0,3% atau 83,23 poin dan ditutup di 27.266,38, sekaligus menandai level penutupan tertinggi sejak 30 Januari. Kenaikan yang konsisten ini mengindikasikan sentimen risk-on masih terjaga, meski penguatannya cenderung bertahap.

Dari sisi penggerak, Xiaomi Corp. menjadi penopang terbesar indeks setelah sahamnya melonjak 4,3%. Kenaikan Xiaomi memberi kontribusi signifikan karena bobotnya yang besar di indeks, serta mencerminkan minat pasar yang kembali mengalir ke saham-saham teknologi dan konsumsi berbasis ekosistem.

Sementara itu, Techtronic Industries Co. mencatat kenaikan harian paling tajam, menguat 4,9%. Penguatan Techtronic ikut menegaskan dorongan dari sisi saham industri—biasanya sensitif terhadap ekspektasi permintaan global dan perbaikan sentimen siklus ekonomi.

Secara keseluruhan, breadth pasar terlihat cukup sehat. Dari 88 saham konstituen, 62 saham ditutup menguat, sementara 23 melemah. Komposisi penguatan yang lebih dominan ini menunjukkan kenaikan indeks tidak hanya digerakkan segelintir saham besar, tetapi juga didukung oleh partisipasi yang lebih luas.

Dari sisi sektoral, 3 dari 4 sektor mencatat penguatan, dengan sektor perdagangan dan industri memimpin kenaikan. Biasanya, dominasi sektor ini menandakan pasar sedang menimbang prospek pendapatan perusahaan dan rotasi ke saham-saham yang dianggap lebih sensitif terhadap aktivitas ekonomi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan ini bisa berlanjut menjadi tren yang lebih kuat atau tetap bergerak “pelan tapi pasti”. Jika partisipasi saham tetap solid dan sektor-sektor pendorong tetap konsisten, Hang Seng berpotensi mempertahankan bias positif—meski ruang volatilitas tetap terbuka jika muncul perubahan sentimen global secara mendadak. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Rally Tipis Hang Seng, Investor Masih Waspada

 


PT Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melanjutkan penguatannya pada Selasa (10/2), naik 156 poin (0,6%) dan ditutup di 27.183. Ini jadi kenaikan dua hari beruntun, dengan mayoritas sektor ikut mengangkat pasar—tanda risk appetite mulai balik, walau belum sepenuhnya lepas dari mode “hati-hati”.

Dorongan sentimen datang dari Wall Street, setelah Dow Jones kembali mencetak rekor pada Senin. Pasar juga mulai pasang posisi jelang rangkaian data ekonomi AS yang dinilai krusial, termasuk laporan payroll yang sempat tertunda. Di sisi lain, bursa China ikut positif karena muncul optimisme bahwa permintaan perjalanan Tahun Baru Imlek bakal ramai—biasanya jadi indikator kuat untuk konsumsi domestik.

Nuansa geopolitik ikut jadi bumbu. Media Politico menyebut Trump berencana bertemu Xi Jinping di Beijing pada April, yang bikin pasar menilai tensi bisa lebih “terukur” untuk sementara. Tapi penguatan Hang Seng sempat terpangkas tipis karena investor kembali menahan diri jelang rilis CPI dan PPI China pada Rabu, plus memasuki libur panjang sembilan hari yang dimulai 15 Februari.

Di level saham, Innovent Biologics melesat 5% setelah manajemen yakin bisa mengejar target pendapatan 2027 sebesar CNY 20 miliar. JF SmartInvest melonjak 9,3% berkat proyeksi pendapatan yang kuat, sementara Axera Semiconductor tampil meyakinkan pada debut perdananya di Hong Kong. Namun tidak semua ikut pesta: Zhaojin Mining ambruk 6,3% usai laporan kecelakaan tambang emas yang memakan korban jiwa. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Cadangan Devisa China Melejit, Bursa HK Ikut Terangkat

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng menguat pada hari Senin (9/2), naik 467 poin atau 1,8% dan ditutup di 27.027. Setelah sempat terseret turun tajam di sesi sebelumnya, pasar langsung “ganti mood” karena penguatan terjadi merata di hampir semua sektor.

Angin segarnya datang dari Wall Street. Dow Jones menembus 50.000 untuk pertama kalinya setelah saham chip rebound, dan pasar kembali ramai berspekulasi soal peluang pelonggaran kebijakan The Fed ke depan. Sentimen itu kebawa ke Asia dan bikin minat risiko naik lagi.

Dari China, bursa ikut membaik setelah sejumlah pialang mendorong investor tetap pegang posisi menjelang libur Tahun Baru Imlek. Narasinya simpel: koreksi terakhir dinilai sudah mulai kehabisan tenaga, jadi banyak yang mulai balik masuk.

Data juga jadi penopang. Cadangan devisa China tercatat USD 3,399 triliun pada Januari—level tertinggi sejak 2015 dan sudah naik tujuh bulan beruntun. Di sisi lain, saham-saham terkait emas ikut kenceng karena PBoC masih lanjut beli emas, sudah 15 bulan berturut-turut.

Untuk pergerakan saham, nama-nama “gold-linked” jadi sorotan: Laopu Gold melesat 5,6%, disusul Zijin Gold International dan Chow Tai Fook yang sama-sama naik sekitar 2,9%. Sentimen emas kembali dapet panggung di tengah pasar global yang masih sensitif dengan isu suku bunga dan risiko geopolitik.

Di luar itu, beberapa saham juga terbang karena katalis korporasi. Innovent Biologics naik 7,4% setelah kerja sama dengan Eli Lilly, Minth Group menguat 7,0% usai mengusulkan joint venture robotika AI di AS, sementara Meitu naik 5,1% karena prospek pendapatan yang dinilai solid. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Hang Seng Tersungkur, Sektor Keuangan Babak Belur

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng melemah 1,2% dan ditutup di 26.559,95 pada perdagangan Hong Kong hari Jumat (6/2). Penurunan ini membawa indeks Hang Seng ke level penutupan terendah sejak 20 Januari, setelah sehari sebelumnya masih sempat menguat tipis 0,1%—tanda pasar mulai kehilangan tenaga dan masuk fase koreksi.

Tekanan jual terlihat menyebar sejak awal sesi, dengan investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko. Meski tidak ada satu faktor tunggal yang dominan, pola pergerakan hari ini menunjukkan pasar sedang melakukan “reset” setelah reli, terutama di saham-saham besar yang selama ini jadi penopang indeks.

Saham AIA Group Ltd. menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks sekaligus mencatat pergerakan paling tajam, turun 5,5%. Pelemahan AIA memberi dampak signifikan karena bobotnya besar di indeks, sehingga penurunan satu saham ini saja sudah cukup “menarik” Hang Seng ke bawah.

Secara breadth, pasar jelas condong negatif: 52 dari 88 saham di indeks berakhir turun, sementara 33 saham berhasil menguat. Komposisi seperti ini biasanya menggambarkan tekanan jual yang lebih “merata”, bukan sekadar koreksi di satu-dua saham saja.

Semua sektor tercatat melemah, dengan penurunan dipimpin oleh saham-saham keuangan. Ketika sektor finansial melemah serentak, pasar biasanya sedang menilai ulang prospek pertumbuhan, risiko suku bunga, atau valuasi—dan ini sering membuat pergerakan indeks jadi lebih berat karena sektor ini punya pengaruh besar terhadap arah Hang Seng. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Hijau Beruntun di Hong Kong: Hang Seng Lanjut Reli Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng kembali menguat pada hari Kamis (5/2) dan mencatat kenaikan hari ketiga beruntun pada perdagangan di Hong Kong. Indeks naik tipis 0,1% atau +37,92 poin ke level 26.885,24, menandakan sentimen pasar masih cukup terjaga meski penguatannya tidak agresif.

Aksi beli hari ini terlihat lebih selektif. Mayoritas saham bergerak naik, tetapi laju indeks tetap “pelan” karena sebagian investor memilih menunggu katalis berikutnya—baik dari arah suku bunga global, headline geopolitik, maupun arus dana ke sektor-sektor tertentu di Asia.

Dari sisi kontributor, Xiaomi Corp. menjadi pendorong terbesar bagi indeks setelah sahamnya naik sekitar 2,8%. Penguatan Xiaomi memberi dorongan tambahan pada kelompok teknologi/consumer yang masih menjadi favorit ketika sentimen risk-on muncul, meski volatilitas global belum sepenuhnya reda.

Sementara itu, Haidilao International mencatat kenaikan paling besar di antara saham-saham utama hari ini, menguat sekitar 4,0%. Lonjakan Haidilao mengindikasikan minat terhadap saham consumer masih ada, terutama pada emiten yang dianggap punya ruang pemulihan kinerja di tengah dinamika permintaan regional.

Secara luas, breadth pasar juga cenderung positif: 61 dari 88 saham menguat, sementara 25 saham melemah. Artinya, penguatan tidak hanya ditopang satu-dua emiten, tetapi cukup menyebar—meski tetap ada saham yang tertinggal akibat profit taking atau sentimen sektoral.

Dari sisi sektor, 3 dari 4 sektor ditutup menguat, dipimpin kelompok trade & industry yang menjadi tulang punggung kenaikan hari ini. Dengan Hang Seng yang masih dekat area puncak 52 minggu terakhir, pasar kini akan menguji apakah reli tipis ini bisa berlanjut menjadi dorongan yang lebih kuat, atau justru masuk fase konsolidasi sambil menunggu katalis besar berikutnya. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Hang Seng Nyaris Datar, AIA Jadi Motor Penguat

 


PT Rifan Financindo - Hang Seng Index bergerak tipis naik dan ditutup di 26.847,32 di Hong Kong. Sentimen pasar cenderung stabil, dengan penguatan saham-saham tertentu berhasil menahan tekanan dari sebagian emiten lain.

Kontributor terbesar untuk kenaikan indeks datang dari AIA Group Ltd. yang naik 1,4%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah Xinyi Glass Holdings Ltd. yang melesat 5,9%, memberi dorongan tambahan pada pergerakan indeks.

Secara breadth, pasar terlihat lebih dominan hijau: 64 dari 88 saham naik, 23 turun, dan mayoritas sektor menguat—dipimpin sektor keuangan. Dalam 12 bulan terakhir, Hang Seng sudah naik sekitar 29%, meski masih 4,3% di bawah level tertinggi 52 minggu yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Namun dalam jangka pendek, indeks masih bergejolak: turun 3,5% dalam 5 hari, tapi naik 1,9% dalam 30 hari. Dari sisi valuasi, Hang Seng diperdagangkan di sekitar PER 13,6x (trailing) dan 13,1x (forward), dengan dividend yield 2,9% dan total kapitalisasi anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun. Volatilitas 30 hari berada di kisaran 18,32%, relatif stabil dibanding sesi sebelumnya.(Asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 3, 2026

Hang Seng Naik Tipis 0,2%, Sektor Keuangan Jadi Mesin Utama

 


Rifan Financindo - Hang Seng Index naik 0,2% ke 26.834,77 di Hong Kong, mencoba stabil setelah sesi sebelumnya turun 2,2%. Penguatan hari ini dipimpin sektor keuangan, dengan 3 dari 4 sektor mencatat kenaikan; dari 88 saham, 61 naik dan 27 turun.

Kontributor terbesar penguatan indeks datang dari HSBC Holdings yang naik 3,1%. Sementara itu, saham dengan lonjakan paling besar adalah CSPC Pharmaceutical Group yang melesat 8,1%.

Dari sisi performa jangka menengah, Hang Seng sudah naik sekitar 33% dalam 52 minggu terakhir—masih di bawah kenaikan MSCI AC Asia Pacific Index yang naik 37% pada periode yang sama. Indeks saat ini berada 4,4% di bawah puncak 52-minggu (29 Jan 2026) dan 39,3% di atas titik terendahnya (9 Apr 2025).

Untuk pergerakan terbaru, Hang Seng turun 1,1% dalam 5 hari terakhir, namun masih naik 1,9% dalam 30 hari terakhir. Valuasi indeks tercatat P/E 13,6 (trailing) dan sekitar 13x estimasi laba setahun ke depan, dengan dividend yield 2,9% (12 bulan terakhir). Total kapitalisasi pasar anggota indeks sekitar HK$31,8 triliun.

Volatilitas 30 hari sedikit turun ke 18,34% dari 18,43% sesi sebelumnya (rata-rata sebulan terakhir 16,62%). Ini memberi sinyal pasar mulai lebih tenang, tapi masih lebih bergejolak dibanding rata-rata bulanan.(Asd)  Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Monday, February 2, 2026

Sell-Off Makin Lebar: Hang Seng Drop Terbesar Sejak 21 Nov

 


PT Rifan - Indeks Hang Seng kembali melemah untuk hari kedua beruntun. Bursa Hong Kong ditutup anjlok 2,2% atau 611,54 poin ke level 26.775,57 pada hari Senin (2/2)—menjadi penurunan harian terbesar sejak indeks sempat turun 2,4% pada 21 November. Artinya, tekanan jual kali ini bukan sekadar koreksi tipis, tapi sudah masuk fase “risk-off” yang lebih terasa.

Yang membuat penurunan makin berat, pelemahan terjadi merata di hampir semua sektor. Saham sektor perdagangan dan industri memimpin penurunan, dan secara keseluruhan pasar terlihat “merah total”: dari 88 saham, 75 saham turun, sementara hanya 11 saham yang menguat. Ini biasanya menandakan aksi jualnya bukan hanya di beberapa emiten, melainkan aksi lepas posisi yang lebih luas.

Salah satu penekan terbesar datang dari saham big cap teknologi. Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor pelemahan terbesar setelah turun 3,5%, ikut menyeret sentimen terhadap saham-saham growth yang sensitif terhadap perubahan mood investor.

Di sisi lain, BYD Co. mencatat penurunan paling dalam hari ini, terkoreksi 6,9%. Kejatuhan BYD memberi sinyal bahwa tekanan jual juga menghantam saham-saham yang biasanya jadi favorit saat pasar optimistis—jadi ketika sentimen memburuk, saham-saham “leader” juga bisa jadi target profit taking paling cepat.

Intinya: Hang Seng lagi menghadapi tekanan yang broad-based—bukan satu sektor doang. Saat mayoritas saham kompak turun dan saham-saham besar seperti Alibaba serta BYD ikut jadi pemberat, pasar biasanya masih butuh katalis baru untuk balik stabil. Kalau belum ada pemicu positif, pola “turun hari ini—lanjut besok” masih mungkin terjadi. (Arl) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, February 1, 2026

Awal Februari Panas: Hong Kong Dibuka Turun Tajam

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Hong Kong membuka Februari dalam tekanan. Hang Seng Index sempat dibuka turun 289 poin di 27.097, lalu melebar hingga turun 390 poin (-1,42%) ke 26.996. Hang Seng China Enterprises Index turun 165 poin (-1,78%) ke 9.151, sementara Hang Seng Tech Index melemah 123 poin (-2,15%) ke 5.595. Nilai transaksi papan utama tercatat HK$30,1 miliar.

Tekanan paling terasa dari saham teknologi besar. Tencent turun 1,3%, Alibaba Group turun 2,6%, Meituan melemah 0,7%, Xiaomi turun 0,8%, JD.com turun 0,3%, dan Kuaishou melemah 1%.

Di sektor keuangan, arah pergerakan cenderung campuran tapi lebih berat ke bawah. HSBC turun 0,5% dan Hong Kong Exchanges and Clearing turun 0,5%. Di sisi lain, AIA Group naik 0,8%, sementara Ping An Insurance turun 1,3%.

Saham-saham penambang emas juga “tertekan” setelah harga emas terkoreksi, bikin tekanan jual makin dalam. Zijin Mining anjlok 9,9%, Zijin Gold International turun 8,1%, Zhaojin Mining melorot 9,3%, dan Shandong Gold terjun 10,8%.

Satu pemicu besar lain datang dari sektor telekomunikasi China daratan: kabar penyesuaian pajak/PPN (VAT) layanan menekan sentimen, sehingga China Unicom jatuh 9,9% dan China Telecom turun 7,9%. Kombinasi koreksi komoditas (emas), tekanan tech, dan sentimen pajak di telco bikin pembukaan Hong Kong terasa berat sejak bel pertama.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker