Monday, July 13, 2020

Kalajengking Purba Pernah Kuasai Lautan

kalajengking purba

Rifanfinancindo - Pada zaman Paleozoikum, sejumlah artropoda mewakili hewan raksasa di Bumi. Salah satunya adalah kalajengking laut yang ukurannya bisa sampai sebesar manusia bahkan lebih.

Eurypterida, demikian nama ilmiah dari kalajengking laut, punya penampakan yang mirip dengan kalajengking modern. Meski demikian, bentuk tubuh hewan purba ini hanya bisa dipakai untuk berenang, sehingga tempat tinggal mereka di laut.

Hewan perenang tangkas ini kemungkinan menggunakan anggota tubuh depannya yang besar dan bersenjatakan cakar untuk meraih mangsa. Selanjutnya mangsa akan mereka hancurkan di antara struktur seperti gigi di kaki mereka (disebut duri gnathobasic).

Baca Juga :

Belum diketahui persis apa yang dimakan hewan-hewan raksasa ini. Para peneliti memperkirakan eurypterida memakan ikan dan arthropoda yang lebih kecil.

Dikutip dari Science Alert, eurypterid diyakini merupakan nenek moyang kalajengking saat ini, dan mungkin saja juga semua arachnida, yaitu kelas hewan yang mencakup laba-laba dan artropoda berkaki delapan lainnya.

Selama 27 juta tahun kalajengking laut ini hidup. Mereka telah mengambil tempat di puncak rantai makanan, berkembang tanpa adanya predator alami.

Selain itu, eurypterida termasuk predator laut terbesar yang pernah muncul dalam catatan fosil. Salah satu dari jenis spesies ini, Jaekelopterus rhenaniae, diperkirakan memiliki panjang lebih dari 2,5 meter.

Menurut tim peneliti yang dipimpin Russell D.C Bicknell dari University of New England di Australia, kalajengking laut raksasa pertama kali diidentifikasi fosilnya pada 1899.

Akan tetapi, mereka masih belum bisa mengungkap alasan spesies ini bisa tumbuh subur di lautan sekitar Gondwana, sebuah superbenua purba yang terbagi hingga menciptakan beberapa benua modern di antaranya Afrika, Amerika Selatan, Australia, Antartika, India, dan Semenanjung Arab.

Eurypterida dari Gondwana ini masih merupakan spesies yang sama sekali baru. Para peneliti berharap studi lebih lanjut akan membantu mereka mengidentifikasi spesies baru dari hewan purba ini. Rifanfinancindo.

Sumber : Detik

Mantan Pejabat Pentagon: UFO Benar-benar Ada

UFO Kemhan AS 
 
Rifan Financindo - Mantan pejabat di Pentagon yang mengepalai divisi investigasi UFO ini yakin bahwa pesawat terbang tak teridentifikasi benar-benar ada. Permasalahannya sekarang adalah, menentukan apakah UFO adalah ancaman atau bukan.

"Saya pikir kita berada di titik di mana kita tidak punya keraguan yang beralasan bahwa benda itu eksis," kata Luis Elizondo yang resign dari Pentagon di tahun 2017.

"Kita tahu mereka ada di sana, kita punya beberapa teknologi terhebat di dunia yang mengkonfirmasi eksistensi mereka," tambah Luis yang sekarang direktur Stars Academy of Arts and Science, lembaga swasta yang mencari bukti UFO.


 
Baca Juga :

Begitu banyak laporan orang yang mengklaim melihat UFO. Sebagian memang salah identifikasi, tapi tak sedikit yang misterius. Bahkan belum lama ini, militer AS mengeluarkan video yang menayangkan pesawat tak dikenal bergerak dalam kecepatan di luar nalar.

Mereka mengakui penampakan benda terbang tak dikenal atau UFO yang terekam antara tahun 2004 dan 2015 adalah asli dan belum dapat dijelaskan.

Pilot yang melihatnya yakin benda tersebut bukan burung karena terbang terlampau tinggi dan juga bukan balon udara lantaran pergerakannya yang tiba-tiba. Mungkin saja pesawat rahasia pemerintah, tapi waktu itu saat diminta melacaknya, dia tak diberitahu apa-apa.

"Dari manakah obyek tersebut berasal, apakah kapabilitas mereka dan apa tujuan dari siapapun yang mengirimkannya?," cetus Luis yang dikutip detikINET dari Live Science.

Hal tersebut menurut Luis perlu diselidiki dengan serius. Selama belum diketahui dengan pasti apa kemampuan dan tujuan UFO, pesawat semacam itu harus dicurigai.

"Ada sesuatu di langit kita dan kita tidak tahu apa itu, kita tak tahu dari mana. Apakah itu masalah? Dari perspektif keamanan nasional, ya itu masalah. Kita perlu memahaminya untuk menentukan apakah mereka ancaman," jelas Luis. Rifan Financindo.

Sumber : Detik

Friday, July 10, 2020

Uni Emirat Arab, Negara Kecil yang Selangkah Lagi ke Mars

Misi Pertama Uni Emirat Arab ke Mars Bertujuan Menginsiprasi Kaum Muda di Kawasan Teluk 
 
PT Rifan Financindo - Selangkah lagi, Uni Emirat Arab (UEA) akan mencapai impian mereka meluncurkan misi pertama ke Mars. Jadwal peluncuran akan dilakukan di Tanegashima Space Center, Jepang, pada 15 Juli.

Ini akan menjadi lompatan besar bagi UEA, bila misi tersebut berhasil. Sejauh ini, negara yang tercatat mengeksplorasi Planet Merah itu adalah negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, hingga India.

"Jika sebuah negara kecil seperti kita mampu mencapai misi semacam ini dan membawa diri kita ke Mars, maka semuanya tidak mustahil," ungkap Hessa Al Matroushi, selaku Science Data and Analysis Lead di Mohammed Bin Rashid Space Centre (MBRSC) sebagaimana dilansir Space, Jumat (10/7/2020).


Baca Juga :

Adapun UEA menamai misi ini dengan hope atau Emirates Mars Mission. Salah satu negara di Timur Tengah ini berencana mempelajari atmosfer Mars dengan satelit. Saat ini, satelit UEA itu telah dimasukkan ke dalam roket yang tegak berdiri di Tanegashima Space Center, Jepang.

Misi menuju Mars ala UEA tersebut akan berjalan selama satu tahun Mars atau setara dua tahun di Bumi. Selama itu pula, UEA akan mempelajari iklim planet tetangga Bumi tersebut. Harapannya, hasil dari pengamatan dapat memberikan bekal ilmu baru bagi ilmuwan mereka terkait atmosfer di Mars di masa lalu dan sekarang.

Emirates Mars Mission ini jadi proyek ambisius UEA yang negaranya saja belum genap berusia 50 tahun. Sebelum ke Mars, negara yang beribukota di Abu Dhabi itu pernah mengirim astronautnya untuk pertama kalinya pada tahun 2009.

Di sisi lain, keputusan menjalankan misi ke Mars ini bisa mendobrak industri teknologi negara mereka dan menciptakan komunitas sains. Bahkan, bila misi ini berhasil, maka UEA jadi negara Arab pertama yang mengirimkan wahana antariksa ke planet lain. PT Rifan Financindo.

Sumber : detik

Wednesday, July 8, 2020

Israel Berhasil Luncurkan Satelit Mata-mata dengan Pencitraan Canggih

satelit

Rifanfinancindo - Israel berhasil meluncurkan satelit Ofek 16 yang merupakan satelit mata-mata terbaru mereka, pada akhir pekan lalu. Wahana tersebut akan menggantikan satelit pengintai sebelumnya yang sudah usang.

Menurut Israel Aerospace Industries (IAI), satelit Ofek 16 lepas landas dari pangkalan udara Palmachim, Israel tengah, pada Minggu (5/7) malam dan mencapai orbit di keesokan harinnya. Ofek 16 diproyeksikan sebagai alat intelijen keamanan negara.

"Peluncuran satelit Ofek 16 sukses dalam semalam, merupakan pencapaian luar biasa bagi pertahanan, untuk industri pertahanan secara keseluruhan, dan untuk industri dirgantara Israel khususnya," ujar Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dilansir dari Space, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga :


Ofek 16 ini hasil kolaborasi antara IAI, Kementerian Pertahanan Israel (IMoD), dan Administrasi Luar Angkasa di Direktorat Penelitian Pertahanan dan Pengembangan. IAI dan IMoD akan menguji kemampuan Ofek 16, sebelum mentransfer tanggung jawab kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk melakukan kegiatan operasional satelit.

"Keunggulan teknologi dan kemampuan intelijen sangat penting untuk keamanan negara. Fakta bahwa Israel adalah salah satu dari 13 negara di dunia dengan kemampuan peluncuran satelit kapabilitas yang tidak diberitahukan," sebutnya.

"Kami akan terus memperkuat dan mempertahankan kemampuan Israel di setiap lini, di setiap tempat," ucapnya menambahkan.

Ofek 16 adalah satelit mata-mata elektro-optik dengan kemampuan pencitraan yang diklaim canggih. IAI yang berperan sebagai kontraktor utama dalam wahana antariksa dan meluncurkannya. Akan tetapi, kamera satelit tersebut dikembangkan oleh kontraktor Israel Elbit Systems, dan mesin peluncurnya diproduksi oleh perusahaan lokal milik pemerintah Rafael Advanced Defense Systems dan Tomer. Rifanfinancindo.

Sumber : Detik

Misteri Virus Corona Mematikan Sudah Ditemukan 7 Tahun Silam

Wuhan Instititure of Virology

Rifan Financindo - Ilmuwan di China diklaim sebenarnya sudah lama menemukan virus Corona dengan tingkat kemiripan 96% dibanding virus yang menyebabkan COVID-19, di sebuah pertambangan tembaga terkontaminasi di Negeri Tirai Bambu itu. Waktu penemuannya sudah 7 tahun yang lalu.

Laporan ini diberitakan oleh media di Inggris, Sunday Times. Pertambangan itu letaknya ratusan kilometer dari kota Wuhan dan kala itu jadi pusat perhatian ketika 6 orang penambang yang diminta membersihkan feses kelelawar dari sana jatuh sakit karena penyakit misterius.

Dikutip detikINET dari Metro, tiga di antaranya meninggal dunia. Gejala mereka meliputi demam tinggi dan kesulitan bernapas. Para dokter yang memeriksa pun kebingungan dan pakar menyebut kemungkinan mereka kena virus Corona yang terkait wabah SARS.

Baca Juga :

Lalu setelah kejadian itu, sampel beku kabarnya dikirimkan ke laboratorium Wuhan Institute of Virology. Dengan demikian, virus bersangkutan kemungkinan sudah berada di sana selama bertahun-tahun.

Pakar kelelawan, Shi Zhengli selaku kepala Center for Emerging Infectious Diseases belum lama ini melakukan penyelidikan pada kasus tersebut. Di Februari 2020, ia menyatakan virus Corona COVID-19 96,2% mirip dengan sampel tahun 2013 tersebut yang dinamakan RaTG13.

Hanya saja, tetap tidak disebutkan dari mana persisnya RaTG13 berasal. Nah, Sunday Times berdasarkan investigasinya mengklaim virus RaTG13 berasal dari pertambangan tersebut dan sudah eksis sejak lama.

Kabar ini menimbulkan dugaan bahwa ilmuwan China menutup-nutupi penemuan RaTG13. Kesan itu juga muncul lantaran riset soal RaTG13 kabarnya hanya muncul di sebuah jurnal ilmiah dan tidak disebutkan dapat menyebabkan pneumonia fatal pada manusia.

Ilmuwan menyebut tidak dilakukannya investigasi secara mendalam pada RaTG13 merupakan sesuatu yang tidak biasa, mengingat ada akibat fatal kematian 3 penambang yang kontak dengan virus bersangkutan.

"Kebanyakan dari kita akan melaporkan keseluruhan sejarah isolasinya, dari mana semua ini berasal, pada waktu itu," cetus Wendy Barclay, profesor pakar penyakit menular di Imperial College.
Baca juga:
Ini Vaksin Corona Paling Menjanjikan Menurut Bill Gates

Pada tahun 2016, Harvard Medical School pernah memperingatkan jika RaTG13 punya potensi berbahaya bagi manusia. Namun demikian, memang tidak dapat dipastikan apakah RaTG13 benar-benar ada kaitannya atau bermutasi menjadi COVID-19.

Lantaran RaTG13 juga sempat tersimpan di Wuhan Institute of Virology, ada kecurigaan apakah ada kebocoran virus bersangkutan yang akhirnya menjadi biang pandemi Corona. Namun pada bulan Mei, pihak institut membantah ada RaTG12 dalam keadaan aktif di laboratorium mereka.

Investigasi Sunday Times menambah panjang spekulasi soal asal muasal virus Corona. Meskipun belum diketahui secara pasti sumber pertamanya, konsensus ilmuwan menyebutkan virus tersebut berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara. Rifan Financindo.

Sumber : Detik

Teori Konspirasi Soal COVID-19 yang Seret Nama Bill Gates

Bill Gates
PT Rifan Financindo - Konspirasi COVID-19 membawa nama Bill Gates, Founder of Microsoft yang terkenal sebagai seorang filantropi. Apa yang membuat namanya ikut terseret dalam derasnya informasi terkait coronavirus?

Berikut ini dirangkum detikINET beberapa hal yang menjadikan Bill Gates sasaran para penganut teori konspirasi COVID-19:

1) Pendanaan WHO terbesar
Sukses dengan bergemilang harta, Bill Gates membangun Bill and Melinda Gates Foundation dan menaruh fokus terhadap kesehatan di dunia. Ini yang membuat ia dikritik habis-habisan karena ia bukanlah orang yang memiliki latar belakang di urusan kesehatan terutama vaksin.

Baca Juga :

Yang menjadi sorotan lainnya, yayasan Gates merupakan pendana terbesar di WHO setelah Amerika mundur. Teori liar menuduh Gates dan WHO adalah dalang di balik pandemi virus corona. Meski begitu, tidak bisa membuktikannya.

2) ID2020 yang Beraliansi dengan Microsoft dan Gavi
Konspirasi lain adalah kabar akan adanya sertifikasi digital yang membuat orang disisipi implan microchip saat vaksinasi beredar. ID2020 adalah program yang dicurigai oleh orang-orang yang percaya Gates penyebab pandemi COVID-19.

Semua bermula ketika Bill Gates dengan semangat menjawab pertanyaan di forum Reddit pada bulan Maret silam.

"Nantinya, kami akan memiliki sejumlah sertifikat digital untuk menunjukkan siapa yang telah pulih atau diuji baru-baru ini atau kapan ketika kami punya vaksin untuk para penerimanya," kata Bill Gates.

Mengutip Biometric Update, ID2020 Alliance merupakan program identitas digital baru bekerja sama dengan Pemerintah Bangladesh, aliansi vaksin Gavi, dan mitra lainnya dari pemerintahan, akademisi, dan yayasan kemanusiaan. Program ini ditujukan untuk memanfaatkan imunisasi sebagai kesempatan untuk membangun identitas digital.

3) Video 'Ramalan' Bill Gates dan soal Depopulasi
"Jika ada yang membunuh lebih dari 10 juta orang di beberapa dekade mendatang, itu cenderung karena virus yang sangat menular ketimbang perang," cetus Gates pada tahun 2015 di event TED. Karena celetukannya ini, justru tuduhan ia telah merencanakan hal ini sejak dulu makin memanas.

Faktanya, banyak pula ilmuwan meramalkan pandemi baru, mengingat wabah penyakit rutin terjadi di masa silam. Tetapi, beberapa percaya Gates tahu sesuatu. Teori liar lain menyebut dia ingin mengurangi populasi manusia.

Hal ini juga membuat sang istri turun tangan menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menurunkan laju pertumbuhan penduduk, bukan pengurangan manusia secara kejam lewat genosida. PT Rifan Financindo.

Sumber : Detik

Friday, July 3, 2020

Planet Telanjang Ditemukan Ilmuwan Pertama Kalinya

Exoplanet

Rifanfinancindo - Bagian inti planet tidak pernah terlihat dengan gamblang karena tertutupi bagian atasnya. Namun kali ini untuk pertama kalinya, astronom menemukan planet telanjang di mana yang ada hanya bagian intinya.

Dikutip detikINET dari BBC, planet itu dinamakan TOI 849 b yang mengorbit bintang seperti Matahari dan lokasinya sekitar 730 tahun cahaya.

TOI 849 b kemungkinan adalah planet gas raksasa serupa Jupiter atau Saturnus. Di bawah selimut tebal hidrogen dan helium, kedua planet itu punya inti yang solid walaupun tidak diketahui seperti apa bentuknya.

Baca Juga :

Nah, TOI 849 b diduga juga merupakan planet gas, tapi hanya tersisa bagian intinya. Periset David Armstrong dan koleganya di Warwick University mendeteksi planet tersebut dari data teleksop antariksa TESS milik NASA.

Planet ini massanya 39 kali lipat Bumi. Ia begitu dekat dengan bintangnya sehingga satu tahun di sana setara 18 jam di Bumi serta temperaturnya 1.500 derajat Celcius.

Kenapa planet tersebut tinggal intinya, periset masih belum dapat memastikannya. Mungkin memang selimut atmosfernya tak pernah berkembang atau hilang karena tumbukan dengan obyek lain.

TOI 849 b disebut terdiri dari besi, bebatuan dan air, dengan hanya jumlah kecil hidrogen dan helium. "Fakta bahwa kami tidak melihat gas membuat kami tahu bahwa TOI 849 b adalah inti planet yang terekspos," cetus Armstrong.

"Masih ada pertanyaan besar tentang sifat inti Jupiter contohnya, sehingga exoplanet yang aneh dan tidak biasa seperti ini membuka informasi tentang formasi planet yang tidak bisa dieksplorasi dengan cara lain," tutup dia. Rifanfinancindo.

Sumber : Detik