Tuesday, September 15, 2020

4 Tips Hebat Kurangi Biaya Berlebih saat Baru Membangun Bisnis

Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis

PT Rifan Financindo - Memulai bisnis memang baik, akan tetapi harus dipikirkan dengan matang apa yang diperlukan. Jangan sampai ada biaya berlebih yang tidak sesuai dengan konsep awal.

Meskipun sebagian besar biaya berlebih sangat penting untuk kelangsungan bisnis apa pun, Anda dapat menguranginya tanpa mengambil jalan pintas sehingga tidak lepas kendali dan tidak membahayakan operasi bisnis.

Melansir dari Lifehack.org, Kamis (17/9/2020) berikut 4 tips untuk mengurangi biaya berlebih saat memulai bisnis:

1. Temukan ruang kantor yang lebih murah tapi lebih baik
Biaya menyewa tempat bisnis biasanya tinggi. Faktanya, ini menyumbang sebagian besar dari keseluruhan pengeluaran bisnis, jadi ini adalah tempat yang baik untuk memulai mengurangi biaya berlebih.

Baca Juga :

Anda dapat menemukan kantor yang lebih baik dan lebih murah dengan mempertimbangkan kantor yang lebih kecil jika kantor Anda saat ini memiliki lebih banyak ruang daripada yang dibutuhkan.

Selain itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan beberapa staf bekerja dari rumah. Tentu saja, ini berlaku untuk staf yang tidak harus hadir secara fisik di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, yaitu staf entri data.

Ada pilihan lain seperti layanan kantor virtual. Opsi semacam itu memungkinkan Anda untuk mendapatkan semua manfaat memiliki kantor di lokasi bergengsi tanpa biaya tinggi.

2. Pekerjaan outsourcing
Gaji juga merupakan pengeluaran penting untuk bisnis apa pun termasuk bisnis kecil. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi berlebih staf adalah dengan melakukan outsourcing pekerjaan.

Misalnya, alih-alih mempekerjakan staf pendukung untuk menjawab panggilan, Anda dapat melakukan outsourcing pekerjaan semacam itu ke perusahaan khusus.

Ada banyak perusahaan outsourcing yang tersedia saat ini yang menangani semua jenis tugas kantor dengan biaya yang sangat murah. Anda hanya perlu memilih perusahaan outsourcing yang paling cocok.

Anda bahkan dapat menemukan freelancer online menggunakan situs web seperti Glints. Ini lebih murah dan lebih baik daripada merekrut dan melatih staf tetap jika Anda bekerja dengan anggaran yang ketat.

3. Menghemat biaya perjalanan bisnis
Sebagai pemilik bisnis kecil, Anda akan diminta untuk melakukan banyak perjalanan mencari dan membangun jaringan. Walaupun begitu, Anda dapat memangkas biaya perjalanan tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis.

Daripada mengunjungi pelanggan secara langsung setiap kali ingin menjalankan bisnis, Anda dapat memilih opsi seperti telekonferensi, obrolan video, dll. Opsi tersebut sangat hemat biaya untuk menjalankan bisnis dengan orang yang pernah ditemui sebelumnya.

Anda harus membatasi perjalanan ke pertemuan penting saja, misalnya pembaruan bisnis tahunan atau saat bertemu klien untuk pertama kalinya.

Ketika harus bepergian, Anda harus memesan perjalanan terlebih dahulu dan memilih opsi yang lebih murah yaitu ekonomi daripada kelas bisnis.

4. Bergabunglah dengan klaster bisnis dan manfaatkan pemesanan massal
Ini adalah tips bagus lainnya saat Anda ingin mengurangi biaya mendapatkan persediaan bisnis. Dalam kebanyakan kasus, bisnis kecil tidak punya uang untuk membeli barang dalam jumlah besar.

Anda masih dapat memanfaatkan diskon pemesanan massal bekerja sama dengan bisnis lain seperti bisnis Anda dan memesan persediaan sebagai klaster. Dengan cara ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang lebih dari yang seharusnya, tetapi tetap mendapatkan diskon besar. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, September 14, 2020

Deadline Pekerjaan Menghantui? Begini Menyiasatinya

5 Jurus Jitu Hadapi Deadline

Rifanfinancindo - Kata ‘deadline’ seakan momok mengerikan bagi banyak pekerja. Banyak orang yang berjuang untuk menyelesaikan tenggat waktu pekerjaannya sebelum deadline menghampiri.

Reputasi setiap pekerja ternyata juga bergantung pada seberapa efisien memenuhi deadline yang diberikan. Jika karyawan gagal memenuhi deadline yang diberikan maka akan dianggap sebagai karyawan yang tidak dapat diandalkan.

Lantas apa saja yang membuat seseorang melewatkan waktu deadline yang sudah diberikan? Melakukan pekerjaan dengan baik sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Baca Juga :

Deadline tidak hanya penting untuk manajemen waktu dan mencapai tujuan, namun juga memotivasi untuk bekerja keras dan lebih produktif.

Tidak semua orang dapat mengatur waktu dengan efisien, sehingga dapat memenuhi deadline menajdi perjuangan yang berat bagi banyak orang. Namun atasan Anda tentunya tidak peduli dengan alasan melewatkan deadline yang diberikan.

Lantas bagaimanakah cara agar bisa memenuhi deadline dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan tepat waktu? Melansir dari Timesofindia, Selasa (15/9/2020) berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda:

1. Buatlah daftar semua pekerjaan yang perlu dilakukan

Kurangnya perencanaan menjadi salah satu penyebab utama Anda melewatkan deadline. Mulailah hari dengan menuliskan apa yang perlu diselesaikan hari itu dan tentunya Anda harus mengikutinya.

Demikian pula daftar lain yang harus disimpan untuk tenggat waktu yang harus dipenuhi pada waktunya. Ini dapat membantu Anda untuk mengatur beban kerja dan mengingat tentang tanggal deadline yang tertunda.

2. Perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya

Buatlah waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan berbagai proyek atau tugas yang diberikan. Ini adalah pelajaran sederhana tentang manajemen waktu.

Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat daftar tugas dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Mengatur waktu bisa sangat membantu untuk mengikuti jadwal yang telah dibuat.

3. Prioritaskan daftar tugas
Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk memprioritaskan hal-hal. Beberapa orang suka melakukan yang sulit terlebih dahulu lalu yang mudah, tetapi beberapa orang melakukan sebaliknya. Penting untuk menemukan kekuatan Anda dan bertindak sesuai dengan itu.

4. Jangan lupa untuk menghargai diri sendiri dari waktu ke waktu
Agar diri Anda tetap termotivasi haruslah belajar bagaimana menghargai diri sendiri karena telah melakukan pekerjaan dengan baik dan berpegang teguh pada rutinitas yang telah dibuat. Saat Anda menyelesaikan satu pencapaian, hadiahi diri sendiri atas pencapaian tersebut.

5. Jika deadline itu sewenang-wenang atau tidak mungkin, maka sampaikan kepada orang lain
Jika deadline yang diberikan tampak mustahil untuk dilakukan, Anda harus menyampaikan kepada manajer atau atasan.

Jika manajer setuju bahwa hal tersebut benar-benar sangat menakutkan dan sangat tidak mungkin untuk bertemu, maka Anda dapat menegosiasikan waktu atau lebih banyak tenaga untuk dilibatkan dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Namun jika manajer tidak setuju dengan apa yang diusulkan, maka Anda sellau dapat meminta nasihat dan bantuannya. Membahas masalah seperti itu di awal sangatlah penting untuk dilakukan. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Sunday, September 13, 2020

6 Tips Bikin Karyawan Bahagia

Bekerja di Perusahaan Besar

Rifan Financindo - Dalam semua pekerjaan tentunya memerlukan karyawan untuk membantu berjalannya usaha tersebut. Karyawan jugal manusia, sehingga Anda sebagai atasan haruslah bersikap baik kepada mereka.

Menjaga karyawan tetap bahagian mungkin tidak mudah, tetapi juga bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Mungkin bisa melakukan seperti meringankan peraturan, menjaga mereka dan memastikan kesejahteraan seluruh karyawan yang ada.

Anda sebagai atasan juga wajib untuk memotivasi karyawan, menjaga mereka agar tetap merasa aman, senang bekerja dengan Anda, mendapatkan gaji atau tunjangan yang sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan.
Baca Juga :

Lantas bagaimana cara untuk tetap membuat karyawan merasa senang dan nyaman untuk bekerja dengan Anda?

Melansir dari Magforwomen, Minggu (13/9/2020) berikut cara sederhana untuk membuat karyawan senang yang bisa Anda ikuti di tempat kerja Anda  

1.     Praktikkan Transparansi

Anda harus terus memberitahukan karyawan, jika Anda ingin karyawan terus berbahagia. Jika Anda menyembunyikan kebenaran tentang keadaan perusahaan dari karyawan dan akhirnya mereka mengetahuinya, maka mereka akan kehilangan kepercayaan kepada Anda sebagai pemberi kerja.

Tidak peduli seberapa banyak keuntungan, kenaikan dan promosi yang Anda berikan, transparansi adalah kunci utamanya untuk memastikan kepercayaan karyawan, membuat semangat untuk bekerja dan membuat mereka menjadi lebih senang lagi.

2. Jadikan Mereka Bagian dari Organisasi

Membuat karyawan merasa penting perlu dilakukan jika Anda ingin mereka memberikan potensi yang lebih. Buat mereka merasa cukup penting dan mereka pun mengetahuinya. Mereka tidak hanya akan senang dengan pekerjaan itu, tetapi juga akan memberikan kontribusi yang terbaik.

3. Mendorong Komunikasi

Anda harus menciptakan lingkungan di mana karyawan dapat mengungkapkan pikiran mereka secara terbuka. Inilah yang membuat karyawan Anda senang karena mereka tahu jika ada suatu masalah yang muncul, mereka dapat membicarakannya kepada Anda.

4. Mintalah masukkan dari karyawan

Terkadang Anda harus mengizinkan mereka untuk memberikan masukan atas masalah yang sedang terjadi. Ketika Anda menciptakan lingkungan di mana masukan karyawan diminta, maka akan membuat mereka bahagia dan merasakan kepentingan mereka sendiri.

5. Berikan pengakuan

Ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik atau luar biasa, ucapkanlah terima kasih kepada mereka di depan umum. Berolah penghargaan dan beri tahu mereka bahwa pekerjaan baik mereka telah diakui dan dihargai. Memang sedikit sulit untuk melakukannya karena harus menurunkan ego Anda. Dengan melakukan hal tersebut maka akan mendorong mereka untuk terus berkinerja jauh lebih baik lagi.

6. Berikan manfaat tambahan

Anda harus memberi mereka keuntungan ekstra melebihi apa yang biasa mereka dapatkan atau harapkan. Bisa mencakup voucher belanja, asuransi kesehatan ataupun berbagai jenis lainnya. Ketika Anda memberikan hal tersebut maka mereka akan melihat bahwa atasannya benar-benar peduli pada karyawan dan keluarga mereka dan inilah yang akan membuat mereka senang. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Thursday, September 10, 2020

5 Karier Terbaik buat yang Punya Hobi di Bidang Kebugaran

Meski Lockdown, Guru Yoga di Paris Tetap Mengajar Secara Online 

PT Rifan Financindo - Punya karier berkaitan dengan sektor kesehatan dan kebugaran bisa menjadi sangat menguntungkan. Beberapa orang, seperti pelatih pribadi menghasilkan uang lumayan dengan melatih banyak klien.

Saat ini, industri ini juga menunjukkan perkembangan seiring kesadaran orang meningkat akan kesehatan.

Melansir dari Lifehack.org, Jumat (11/9/2020) berikut 5  karier yang mungkin cocok untuk Anda, jika menyukai otot, kardio, dan segala hal tentang kebugaran.

Baca Juga :


1. Pelatih Pribadi
Ini adalah salah satu karir dengan pertumbuhan tercepat di pasar kerja kesehatan dan kebugaran.  Pelatih pribadi sering kali memiliki gelar sarjana 2 atau 4 tahun dan satu atau lebih sertifikat khusus di salah satu bidang minat.

Pelatih pribadi dapat bekerja dengan banyak orang. Mulai dari para atlet, orang dewasa hingga klien yang ingin mengelola berat badan dan meningkatkan tingkat kebugaran fisik mereka secara keseluruhan. Ada banyak sekali orang yang ingin belajar bagaimana menjadi pelatih pribadi.

2. Pelatih Atletik
Pelatih atletik adalah profesional atau semi-profesional yang mengkhususkan diri lebih pada latihan kekuatan dari pada penurunan berat badan.

Pelatih atletik biasanya merupakan bagian dari tim olahraga dan membantu mendiagnosis, merawat, dan mencegah cedera yang mungkin disebabkan oleh olahraga.

Pelatih atletik sering kali menjadi bagian penting dari tim olahraga profesional, perguruan tinggi, atau bahkan sekolah menengah atas dan biasanya memainkan peran kunci dalam memastikan kesehatan atlet.

Di banyak negara bagian, pelatih atletik biasanya diharuskan memiliki setidaknya gelar sarjana 4 tahun dan satu atau lebih lisensi dan sertifikasi praktik.

3. Ahli Gizi
Pola makan yang baik merupakan komponen penting dari gaya hidup sehat. Sebagai ahli gizi, Anda biasanya akan bertanggung jawab untuk membuat jadwal diet khusus untuk klien yang ingin menurunkan berat badan.

Ahli gizi juga bertanggung jawab untuk merancang rencana diet bagi orang-orang yang terlibat dalam berbagai jenis latihan, misalnya atlet profesional.

Ahli gizi biasanya memiliki gelar 4 tahun dan lisensi negara bagian sebelum berpraktik di beberapa negara bagian.

Mereka dapat bekerja secara individu sebagai konsultan atau bekerja di sekolah, rumah sakit, panti jompo, atau sebagai bagian dari tim olahraga profesional.

4. Guru Yoga
Yoga terbukti memiliki begitu banyak manfaat kesehatan untuk pikiran dan tubuh. Instruktur atau guru yoga dilatih untuk membimbing tentang berbagai bentuk dan teknik meditasi dan spiritualitas untuk kesehatan dan kebugaran mental dan fisik secara keseluruhan.

Karena yoga adalah bidang studi yang sangat luas, instruktur yoga biasanya dilatih dalam satu atau dua jenis yoga, meskipun instruktur dapat menyempurnakan jenis lain saat mereka terus berlatih.

Di Amerika Serikat, guru atau instruktur yoga biasanya mendapatkan sertifikasi dari Yoga Alliance setelah mengikuti pelatihan di lembaga yang telah diakreditasi oleh Yoga Alliance. Ini sebaiknya dilakukan jika Anda ingin benar-benar bekerja pada sebuah studio yoga besar di mana bayarannya biasanya lebih tinggi.

5. Terapis Fisik
Permintaan untuk terapis fisik diproyeksikan tumbuh pada tahun 2020. Terapis fisik adalah spesialis yang biasanya menangani cedera yang berhubungan dengan olahraga untuk membantu klien pulih secara efisien dan cepat.

Mereka biasanya dilatih untuk merancang latihan rehabilitasi yang disesuaikan untuk orang-orang dengan berbagai jenis cedera.

Karena kepekaan karir ini, praktisi sering kali diharuskan memiliki gelar doktor atau pasca sarjana dan lisensi praktik di banyak negara bagian. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Wednesday, September 9, 2020

3 Tips Hindari Krisis Keuangan bagi Fresh Graduate

Ilustrasi wisuda

Rifanfinancindo - Wisuda adalah titik dalam hidup di mana Anda merasa berhasil. Namun, akhirnya kehidupan menghantam pada saat mencari kerja. Jika beruntung, Anda mendapatkan posisi magang atau pekerjaan impian dalam beberapa percobaan, tetapi terkadang keberuntungan ada di sisi lain dan kita terpaksa mundur dan memikirkan kembali pilihan yang telah dibuat.

Pinjaman mahasiswa dan utang lainnya mulai menumpuk sementara kita menunggu kesempatan untuk datang. Lalu bagaimana menghadapai krisis keuangan tersebut?

Melansir dari lifehack.org, Kamis (10/9/2020) berikut adalah beberapa tips dan trik yang telah untuk mengatasinya:

1. Ingatlah bahwa Pekerjaan Pertama Bukan Jaring Pengaman Anda
Jika Anda perhatikan, banyak dari kita melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Pekerjaan pertama yang didapatkan dengan gaji pas-pasan dianggap menjadi jaring pengaman. Padahal tidak, kebutuhan semakin banyak dengan gaji yang pas-pasan yang sulit untuk mencukupinya.

Baca Juga :

Jika Anda baru lulus dari universitas, selalu ingat bahwa lebih baik menabung dan berinvestasi daripada membeli barang material. Kartu kredit dan cicilan mobil hanya menambah lebih banyak hutang.

Menjaga agar tetap cerdas dan sederhana adalah cara terbaik untuk memastikan keamanan finansial Anda. Peluang ada di mana-mana, jadi jangan pernah menganggap pekerjaan pertama Anda adalah jaring pengaman. Sebaliknya, beri diri Anda kebebasan untuk menjelajah.

2. Cinta Tak akan Membayar Tagihan
Cinta adalah perasaan indah yang dibagikan antara dua orang, dan setelah beberapa tahun kita sering merasa perlu untuk berkomitmen satu sama lain baik atau buruk. Sayangnya, banyak yang membuat kesalahan fatal dengan melamar segera setelah mereka keluar dari universitas, dengan alasan waktu dan keadaan.

Pasangan-pasangan ini sering kali gagal untuk melihat bahwa bagian penting dalam menciptakan sebuah keluarga atau berkomitmen pada kehidupan perkawinan adalah stabilitas finansial.

Ketika periode awal bulan madu berakhir, banyak yang menyadari bahwa tanggung jawab gabungan dari tagihan, akomodasi, makanan, dan banyak biaya lainnya mulai mempengaruhi mereka. Anda harus selalu ingat bahwa cinta saja tidak akan membayar tagihan,  tetapi pasti bisa menunggu.

Jika orang tersebut tepat untuk Anda, dorong mereka untuk mengembangkan diri, capai pencapaian besar bersama, dan setelah cukup percaya diri dengan stabilitas keuangan, Anda dapat mengikatnya. Ini memastikan bahwa Anda dan keluarga  dapat menghindari kekacauan finansial yang tidak terduga di kemudian hari dalam pernikahan.

3. Sadarilah bahwa Saat Ini Adalah Zaman untuk Mengambil Risiko
Mulai menabung dan kumpulkan dana darurat dengan cara efektif yang bisa dilakukan di tengah pandemi virus corona yang melanda. (Foto: Unsplash)

Baru lulus dari universitas adalah waktu terbaik untuk mengambil risiko. Namun, ketakutan dan keraguan dapat membuat banyak orang menghindari lompatan keyakinan tersebut.

Sebagai lulusan baru, tidak terikat oleh tanggung jawab dan keadaan yang tidak dapat dihindari - Anda tidak akan rugi apa-apa. Anda bisa menjelajahi perjalanan trial and error dan belajar dari kesalahan. Dapat mengambil risiko berinvestasi dan menumbuhkan warisan sendiri. Risiko kecil ini memungkinkan memperluas wawasan Anda.

Pada akhirnya, risiko ini memberi Anda kebebasan untuk memastikan stabilitas keuangan sendiri, yang mungkin akan memberi Anda kebebasan untuk pensiun dan menikmati kenyamanan stabilitas keuangan yang sempurna selama sisa hidup.

Singkatnya, tips-tips berikut ini bisa menjadi penyelamat Anda dalam mengarungi alam kemerdekaan yang baru ini. Luangkan waktu untuk mencoba berhubungan dan memahami bagaimana dapat menghindari kehancuran finansial. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Tuesday, September 8, 2020

Ingin Sukses dengan Gaya Hidup Hustle Culture? Hati-Hati

Tips Tetap Profesional dalam Karier di Kantor Sambil Berbisnis

Rifan Financindo - Pernahkah Anda merasa tidak menghasilkan apapun? Padahal, setiap hari sudah berusaha keras untuk mewujudkan impian atau bekerja keras demi karier. Namun, kadang hasilnya tidak terlihat.

Tidak jarang Anda pun kemudian membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang menurut Anda sudah berhasil. Rasa bersalah pun datang akhirnya memacu diri untuk bekerja lebih keras lagi. Kerja keras ini tanpa memperdulikan kondisi badan yang sebenarnya sudah harus istirahat.

Familiar? Anda tengah mengalaminya? Fenomena ini sering dialami akhir-akhir ini, terutama di kalangan anak muda. Akhirnya, muncul istilah hustle culture alias pantang istirahat sebelum sukses.

Baca Juga :

Apa itu Hustle Culture?
Dikutip dari Swara, Rabu (9/9/2020), hustle culture adalah sebuah gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja terus menerus, kapan pun dan di mana pun. Singkatnya, sering juga disebut “gila kerja”.

Hustle culture ini menggambarkan keadaan seseorang yang harus selalu bekerja untuk sukses, sehingga seringkali tidak punya waktu lagi buat diri sendiri dan beristirahat, seperti liburan, kurang tidur, dan tidak ada me time. Bahkan kita cenderung mengabaikan kesehatan merasa harus selalu bekerja.

Kebanyakan orang-orang yang mengidolakan budaya ini beranggapan bahwa semakin lama Anda bekerja maka akan semakin sukses. Padahal kenyataanya, hanya sebagian orang yang merasakan sukses dalam hal finansial.

Fenomena ini tentunya tidak bagus buat life balance, karena tidak adanya keseimbangan dalam aspek kehidupan, seperti aspek kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan emosional.

Sering kali seseorang merasa bangga bahwa ia bekerja sampai pagi, seperti pekerjaan yang menumpuk dan mengakibatkan hanya tidur 4 jam.

Tentunya dengan kebanyakan bekerja dan mengabaikan kesehatan akan membawa pengaruh yang buruk bagi kesehatan. Seperti waktu tidur menjadi terganggu yang akan memicu banyak masalah lainnya dan berdampak bagi kesehatan tubuh.

Munculnya Hustle Culture
Pertama kali fenomena gila kerja atau workaholism ditemukan pada tahun 1971. Fenomena ini semakin menyebar dengan cepat, terutama di kalangan milenial. Alhasil saat ini sering ditemukan yang lembur sampai tengah malam untuk belajar atau bekerja, dan menganggap sepele jam tidur.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, juga lahirnya banyak pengusaha yang mencapai kesuksesan di usia muda, membuat orang-orang semakin terdorong untuk bisa sukses di usia muda. Tidak heran jika banyak yang terobsesi ingin seperti Mark zuckerberg, Elon Musk dan Steve job.

Elon musk pernah men-tweet kata-kata mutiara seperti “No one ever changed the world on 40 hours a week,” and who recommends reaching an 80 hours/week threshold, possibly “peaking at 100.” Oleh karena itu, banyak yang ingin berlomba-lomba untuk bekerja non-stop. Alasannya, mereka percaya dengan bekerja terus maka akan sukses di usia muda. Di samping itu, banyak juga yang menantang dirinya dan meyakinkan orang bahwa bekerja keras adalah satu-satunya tindakan yang benar-benar penting.

Begitu juga dengan generasi millenial khususnya, seperti lulusan baru banyak tertarik dengan budaya gila kerja. Hal ini merujuk pada seberapa sibuk mereka, juga tentang seberapa banyak yang telah mereka kerjakan. Oleh karena itu, banyak orang tertarik dengan budaya “gila kerja atau workaholism”. Mereka beranggapan, semakin keras bekerja maka akan semakin sukses. Budaya ini telah menjadi standar bagi banyak orang untuk mengukur tingkat produktivitas dan kinerja seseorang.

Fenomena ini membuat seseorang percaya bahwa aspek kehidupan paling penting adalah mencapai tujuan profesional dengan bekerja keras tanpa henti (non-stop). Sayangnya, jika dilakukan terus-menerus, hal ini akan menyebabkan seseorang kelelahan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Dampak
Bagi kamu yang mengidolakan budaya hustle akan merasa termotivasi untuk bekerja terus menerus. Kamu pun termotivasi untuk terus mengejar mimpi dan ingin sukses dalam hal finansial. Di samping itu, budaya hustle dapat menginspirasi sebagian orang untuk selalu bekerja dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Ketika budaya hustle mendorong kamu dalam bekerja, tentunya tanpa disadari kamu akan menjadi seseorang yang rela disuruh-suruh atau disebut dengan “budak korporat”, mulai dari tekanan internal maupun eksternal. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan pekerjaan, bisa jadi kamu ingin menyenangkan teman ataupun orang-orang terdekat. Secara tidak langsung kamu diajak untuk menjadi multitasking, mengerjakan segalanya dan ketika deadline mendekat kamu dilanda panik sehingga menjadi khawatir. Tekanan eksternal dan internal ini menjadi bumerang buat kamu karena secara perlahan melemahkan kemampuanmu, dan menimbulkan stres dan akhirnya membuat tubuhmu kelelahan.

Berbahayakah?
Jika ditelusuri lebih dalam lagi, pada akhirnya budaya hustle ini lebih banyak memberikan dampak negatif. Seperti, seorang siswa yang selalu termotivasi untuk belajar non-stop sehingga tidak ada waktu untuk istirahat. Hal ini akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya.

Dengan bekerja terus-menerus akan mengakibatkan kelelahan. Lebih jauh lagi, bisa mengakibatkan stres karena terlalu menekan tingkat produktivitas. Sehingga, dapat memicu kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis, tekanan darah tinggi, kelelahan, dan depresi.

Terlalu banyak pekerjaan juga akan mengakibatkan stres jangka panjang yang akan merusak sistem kekebalan tubuh seseorang seperti, penumpukan kolesterol di arteri, menyebabkan bisul, dan penyakit jantung. Apalagi jika kamu lupa makan atau pola makan menjadi berantakan karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk, maka akan meningkatkan risiko diabetes.

Oleh karena itu, buat kamu yang memang mengidolakan budaya ini bisa saja, perlu diketahui bahwa daya tahan tubuh setiap orang berbeda. Maka dari itu, pertimbangakan kembali jam kerja kamu per hari, dan jangan lupa untuk istirahat. Termotivasi untuk bekerja keras memang tidak salah, tapi jika terus-menerus tanpa henti akan menjadi toxic bagi dirimu, terutama bagi kesehatanmu. Ingat, kamu juga perlu untuk istirahat, meluangkan waktu dengan keluarga dan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Sudah saatnya kamu meluangkan waktu buat diri sendiri agar tidak merasa tertekan karena pekerjaan yang begitu banyak. Juga, berhentilah untuk mengasumsikan bahwa sibuk adalah hal yang baik. Karena hal ini dapat menguras energimu dan tentunya hal ini tidak baik bagi kesehatan tubuh. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, September 7, 2020

Bosan Kerja Kantoran, Coba Saja 5 Pekerjaan Secara Online Ini

Ilustrasi pekerjaan

PT Rifan Financindo Jika Anda bosan dengan perjalanan ke kantor yang cukup jauh dan melelahkan, dan berpikir berganti kondisi, pekerjaan online bisa jadi pilihan.

Terdapat beberapa profesi yang memang bisa dikerjakan secara online. Bahkan pekerjaan ini, bisa menghasilkan pendapatan yang tak sedikit.

Melansir dari Lifehack.org, Senin (7/9/2020) berikut 5 pekerjaan online yang dapat membuat Anda  tetap bisa menghasilkan uang sekaligus memiliki karir.

Baca Juga :


1. Asisten Virtual
Apakah Anda hebat dalam mengatur? Jika ya, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa banyak orang sebenarnya tidak begitu pandai dalam hal itu.

Pergeseran ke semakin banyaknya bisnis yang dijalankan secara online juga berarti kini banyak orang yang mencari asisten virtual.

Artinya seluruh struktur bisnis telah berubah. Pekerjaan sekretaris dan PA sekarang sangat banyak posisi yang dapat dilakukan tanpa harus pergi ke kantor mana pun.

Email, Skype, dan koneksi internet berkecepatan tinggi di mana-mana berarti bahwa permintaan Asisten Virtual semakin meningkat.

Pekerjaan online seperti ini bagus karena tidak membatasi Anda untuk bekerja hanya dengan satu klien dalam satu waktu.

Jika Anda benar-benar pandai mengatur, tidak ada alasan mengapatidak bisa menjadi  Asisten Virtual untuk sejumlah orang pada saat yang bersamaan.

2. Pengecer Online (Reseller) atau Dropship
Ini adalah salah satu pekerjaan online  menarik yang dapat Anda lakukan, tetapi juga sedikit lebih sulit untuk membuat pekerjaan yang konsisten.

Ini adalah salah satu pekerjaan online yang bisa dilakukan pada paruh waktu sejak awal dikerjakan. Jika Anda menemukan bahwa itu berhasil, lanjutkan semua. Jika tidak, teruslah mencari sesuatu yang Anda sukai.

3. Guru Online
Jika Anda suka mengajar tetapi tidak terlalu menyukai ide harus pergi ke sekolah setiap hari, guru online bisa menjadi salah satu pekerjaan online terbaik untuk Anda.

Ini bukanlah pekerjaan online yang paling sederhana untuk dilakukan, karena harus menemukan siswa yang minat sekolah online. Selain itu pasti harus memiliki kualifikasi dalam mata pelajaran yang ingin Anda ajarkan.

Karena itu, setelah bertahun-tahun bekerja di dunia nyata, sekarang mungkin menjadi spesialis di bidang Anda dan ini bisa berubah menjadi hal yang sangat menguntungkan.

Biasanya, guru online paling sering membimbing anak-anak yang membutuhkan pekerjaan tambahan untuk mengejar atau unggul di sekolah.

Dengan pemikiran ini, Anda harus berharap untuk melakukan sebagian besar pekerjaan setelah sekolah libur, dan Anda juga harus siap secara finansial untuk liburan ketika pekerjaan sering mengering.

4. Desainer Web
Mata untuk desain dan kreativitas umumnya cenderung membantu jika Anda ingin membuat tanda di bidang ini.

Juga sangat disarankan untuk mempertimbangkan mengambil kursus, baik yang dipimpin oleh seorang guru atau kursus otodidak yang dapat Anda lakukan dengan kemampuan sendiri.

Orang-orang yang secara relatif sudah melek komputer dan berpikiran kreatif akan segera memahami peran semacam ini. Setelah Anda melakukannya, inilah saatnya untuk mulai menawarkan klien dan membangun portofolio pekerjaan.

5. Content Writer
Ini jelas merupakan salah satu pekerjaan online yang dapat Anda ubah menjadi karier jika memiliki kesabaran dan hanya bertahan dengan itu.

Anda harus mengambil pekerjaan low-end pada awalnya, tetapi ada pekerjaan bagus di luar sana jika Anda dapat membuktikan diri. Itulah masalah kecil lainnya - ada begitu banyak orang yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sama.

Untungnya, ada banyak pekerjaan yang bisa didapat. Begitu Anda belajar bagaimana mengenali pemborosan waktu dari orang-orang yang benar-benar mencari kolaborator berkualitas, pekerjaan yang menarik dan bergaji tinggi dapat mulai mengalir. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6