Wednesday, October 13, 2021

Ketahui Dulu 5 Hal Ini Sebelum Tanda Tangan Perjanjian Kerja

 Tanda tangan

PT Rifan Financindo Berjangka - Sebelum resmi bekerja di sebuah perusahaan, ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilalui calon pekerja/pelamar, salah satunya melakukan penandatanganan kontrak atau perjanjian kerja.

Kegiatan tersebut seringkali disepelekan karena dianggap mudah, hanya menandatangani surat perjanjian kerja, lalu selesai dan Anda siap diterima di perusahaan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau untuk lebih teliti sebelum melakukan tanda tangan.

Baca Juga :

Beberapa hal perlu dicermati dan dikonfirmasi lebih lanjut untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang selama proses bekerja. Sebagai karyawan, Anda memiliki hak sebagai tenaga kerja yang harus dapat dijamin.

Nantinya, melalui kontrak atau perjanjian kerja yang tertera dapat menentukan kondisi, situasi, dan cara kerja yang berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

“Banyak hal yang harus Rekaner (rekan tenaga kerja) perhatikan serta konfirmasi lebih lanjut sebelum menyetujui dan menandatangani surat perjanjian kerja,” demikian yang tertulis dalam unggahan akun resmi Instagram Kemnaker di @kemnaker, Kamis (14/10/2021).

Disebutkan ada 5 hal yang harus dibaca dan diperhatikan sebelum menandatangani perjanjian kerja dengan pihak perusahaan. Ada apa saja sih?

  •     Posisi, seperti deskripsi pekerjaan dan status hubungan kerja di perusahaan
  •     Waktu kerja
  •     Gaji, manfaat, dan fasilitas di perusahaan
  •     Hak dan kewajiban yang diterima selama bekerja
  •     Syarat dan ketentuan saat mengajukan surat pengunduran diri


Pentingnya Membaca Kontrak Kerja

Kelima hal tersebut penting untuk dicermati terlebih dahulu agar tidak merugikan Anda sebagai karyawan yang sudah bekerja pada perusahaan.

Memastikan posisi dan deskripsi pekerjaan dikatakan penting karena berhubungan dengan hak dan kewajiban serta jam kerja Anda sebagai karyawan.

Lalu, untuk jumlah gaji, ini merupakan elemen penting kedua karena Anda bekerja untuk mendapatkan pemasukan. Total dari upah yang diterima setiap bulannya harus tercantum dalam kontrak kerja dan setidaknya harus sesuai dengan standar UMR (upah minimum regional).

Tidak hanya itu, perhatikan juga bagian tunjangan dan biaya tambahan seperti, tunjangan hari raya (THR), uang lembur, uang makan, dan uang transportasi yang mungkin dapat menambah jumlah pendapatan Anda kurang lebih dalam setahunnya.

Poin-poin yang diberikan Kemnaker saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Bayangkan jika Anda tidak cermat dalam membaca perjanjian kontrak kerja, mungkin saja hal tersebut dapat berdampak pada proses bekerja Anda di masa mendatang.

“Baca baik-baik penjelasan berikut ya. Semoga dapat membantu kalian ketika akan menandatangani surat perjanjian kerja nantinya,” tulis Kemnaker. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Liputan 6

3 Cara Kelola Keuangan demi Capai Target di Akhir Tahun

 4 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Punya Anak

PT Rifan Financindo - Memasuki bulan Oktober menandakan kita akan segera merayakan akhir tahun dalam beberapa bulan lagi. Hanya perlu sekitar dua bulan lagi untuk berganti tahun selanjutnya.

Mungkin sebagian dari Anda sudah mulai kembali mengevaluasi keuangan dan tabungan yang telah disusun di awal tahun. Misalnya, melakukan rekapitulasi atau pencatatan kembali terkait kas yang masuk dan yang keluar.

Ditambah, selama setahun penuh pandemi masih berlangsung dan beberapa kegiatan masih harus dirumahkan.

Baca Juga :

Tentunya, Anda memiliki pengalaman dan pengelolaan uang yang cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun yang sebelumnya.

Keuangan menjadi salah satu ketidakpastian yang dapat membuat orang merenung. Kecemasan, kekhawatiran, rasa gelisah pasti menyelimuti Anda dua tahun belakangan ini.

Terlepas dari itu semua, setiap dari Anda harus tetap bisa beradaptasi dan terus berjalan agar bisa terus bertahan secara finansial.

Tidak sedikit juga yang mulai menambahkan pendapatannya dengan melakukan pekerjaan sampingan di rumah, melakukan investasi, membuat akun asuransi demi menjamin keberlangsungan hidup, dan cara-cara yang lainnya.

Melansir dari CNBC Make It, Rabu (13/10/2021), terdapat tiga cara yang mungkin dapat menjadi cara atau alternatif baru untuk Anda agar dapat mencapai target keuangan di akhir tahun nanti.

Cara Kelola Finansial
1. Memikirkan Prioritas Utama

Hampir dari setiap orang yang kita temui pasti memiliki prioritas hidup dan kebutuhan yang berbeda-beda. Salah satunya yang A ingin membeli rumah, yang B ingin membeli mobil, sedangkan yang C ingin pergi berlibur untuk melepas stres selama pandemi.

Terlepas dari perbedaan prioritas dan kebutuhan dari setiap orang yang ada, Anda harus menetapkan prioritas yang paling penting untuk dipenuhi.

Hal yang harus Anda lakukan adalah menyisihkan waktu di malam hari untuk memikirkan apa yang menjadi prioritas.

Alih-alih menyarankan untuk menuliskan tujuan dan meninjau kembali tujuan tersebut. Lalu, bandingkan hal tersebut dengan apa yang sudah dilalui tahun lalu.

Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan muncul adalah “Apa yang membuat Anda paling merasa cemas, bahagia, dan lega?”, “Apa yang membuat pikiran Anda terus terjaga sepanjang malam?”. Nantinya, dengan pertanyaan tersebut akan membantu ANda untuk menentukan pilihan dan bergerak maju.

2. Berhemat
Berhemat bukan kegiatan yang harus dilakukan saat terjadi krisis saja, bahkan saat kondisi keuangan masih baik-baik saja. Memiliki tabungan dan dana darurat akan sangat mempermudah Anda untuk mengendalikan dan mengelola keuangan Anda.

Untuk menambah jumlah uang yang ditabung, kurangi kebutuhan yang tidak terlalu penting, misal memilih untuk memasak dibandingkan harus pergi ke tempat makan.

Saran lainnya adalah menyimpan dan menyisihkan enam bulan pengeluaran untuk ditabung ke rekening. Hal tersebut akan membantu Anda menutupi kebutuhan darurat atau kenaikan harga pasar untuk kebutuhan pokok.

Jika Anda ingin menyisihkan lebih banyak, maka Anda perlu membuat pengorbanan yang lebih besar atau mencari cara untuk menambah penghasilan Anda.

3. Ramah Lingkungan

Berkomitmen untuk poin ini terlihat tidak sesuai dengan tujuan keuangan yang sudah Anda susun. Namun, melakukan apa yang baik untuk lingkungan sekitar, pada akhirnya akan baik untuk keuntungan pribadi.

Salah satu hal prioritas yang harus dijalankan konsisten bisa dengan melakukan pembatasan jejak lingkungan. Contohnya, mengurangi konsumsi umum atau tidak membuang makanan sisa.

Untuk mengurangi hal tersebut bisa dilakukan dengan mengurangi untuk belanja online, menabung sebagian uang untuk dialokasikan sebagai pergi berlibur daripada membeli barang. Ketika Anda pergi berlibur, ada nilai dan pengalaman yang diterima dibandingkan hanya sebuah barang yang dibeli.

Selanjutnya, mengurangi penggunaan plastik, tidak boros dalam menggunakan kertas/tisu, mengumpulkan sisa-sisa makanan untuk dijadikan kompos dan diantarkan ke jasa pengambilan kompos.

Meskipun terlihat tidak penting, Anda bisa melakukan perubahan besar dalam masyarakat apabila dapat secara konsisten dan terus menerus menerapkan kebiasaan ini.

Di zaman sekarang, semua orang dituntut untuk membuat kebijakan ramah lingkungan, bumi telah mengalami krisis. Menurut ilmuwan iklim Daniel Swain mengatakan bahwa individu tidak dapat sendirian mengubah praktik dari bisnis global.

Oleh karena itu, penerapan gaya hidup ramah lingkungan ini memang harus mengajak setiap orang untuk sama-sama berkontribusi di dalamnya. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, October 11, 2021

Masih Banyak Masyarakat yang Tak Punya Rumah, Ternyata Ini Penyebabnya

 Potensi Pasar Properti 2020 Tidak Berubah Signifikan.

Rifan Financindo - Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata, mengatakan pentingnya untuk memperhatikan hunian yang layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita menyadari bahwa untuk hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini harus mendapat perhatian lebih bukan hanya dari segi supply tapi juga demand, salah satunya kemampuan masyarakat dalam hal pembiayaan,” kata Budiarsa dalam konferensi pers Indonesia Housing Forum 2021, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan, saat ini di Indonesia masih terdapat backlog perumahan yang besar atau kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan perumahan masih cukup tinggi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kemampuan pembiayaan perumahannya.

Baca Juga :

“Kita semua menyadari bahwa kita masih mempunyai backlog perumahan yang besar, yang perlu dikejar dari tahun ke tahun. Sehingga kemampuan masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak bisa ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, industri properti  mempunyai peran yang cukup signifikan dalam perekonomi di Indonesia. Lantaran industri properti melibatkan lebih dari 170 jenis industri lainnya. Sehingga jika industri properti ini bergerak, maka 170 jenis industri itu juga akan bergerak.

“Industri properti ini kaitannya banyak sekali dengan industri-industri lainnya, sehingga peran industri properti ini terhadap perekonomian nasional itu cukup signifikan,” ujarnya.

Ekosistem Industri Properti
Budiarsa menegaskan, di KADIN sendiri ingin membangun ekosistem yang baik untuk industri properti  khususnya hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, hal-hal menyangkut perumahan rakyat seperti pengadaan tanah sampai perencanaan, perizinan, dan pembiayaan bisa ditingkatkan terus.

“Kami sebagai KADIN terus akan mengupayakan setiap tahap dari kegiatan pengadaan perumahan. Tentu yang harus kita perhatikan kegiatan mana saja yang bisa meningkatkan pelaksanaan pengadaan perumahan yang layak pada umumnya,” pungkasnya. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Sunday, October 10, 2021

Tips Investasi Reksa Dana bagi Pemula

 (Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

PT Rifan - Sebagai salah satu jenis investasi yang menguntungkan, dan tingkat profitabilitas serta minim risiko, reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer.

Ditambah lagi, reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal rendah.

Apa itu Reksa dana?
Investasi reksa dana adalah sekumpulan dana berasal dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya. Apabila mendapatkan keuntungan, dananya akan dibagi sesuai dengan jumlah reksa dana yang Anda beli, demikian dikutip dari rilis OCBC NISP, Minggu (10/10/2021).

Baca Juga :

Sebenernya reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang diperuntukkan tak hanya bagi investor senior tetapi juga pemula, menurut OCBC.

Hal itu dikarenakan setoran awal reksa dana relatif terjangkau dibandingkan dengan aktivitas penanaman modal lainnya. Terdapat pula manajer investasi yang siap memandu serta membantu para investor dalam melakukan aktivitas ini.

Sehingga, Anda tidak perlu khawatir apabila investasi yang dilakukan akan terbengkalai ataupun mengalami kerugian.

Berikut adalah cara investasi reksa dana:

Cara Investasi Reksa Dana
1. Melalui Bank
Pertama, Anda bisa mendatangi kantor cabang bank terdekat dan mengisi formulir, dan memberikan persyaratan dokumen sesuai dengan aturan bank yang ditetapkan.

Langkah selanjutnya, adalah menyerahkan dana yang diinvestasikan kepada bank.

OCBC mengatakan, perlu diingat bahwa bank tidak mengelola uang tersebut, tapi memberikannya kepada rekan perusahaan pengelola investasi reksa dana yang dipilih.

Setelah proses dokumentasi selesai, jumlah dana tersebut akan tertera dalam portofolio Anda.

2. Melalui Aplikasi Reksa Dana
Cara lainnya adalah melalui aplikasi reksa dana. Anda dapat mengunduh aplikasi perusahaan keuangan yang menyediakan instrumen investasi reksa dana.

Pertama, Anda bisa mendaftarkan diri secara daring dengan melengkapi persyaratannya, kemudian memilih reksa dana yang ingin dibeli.

Tetapi baiknya Anda memastikan untuk membandingkannya terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi Anda.

Selanjutnya, mentransfer nominal pembelian reksa dana dengan menggunakan m-banking, e-wallet, atau ATM.

Proses pencatatan data reksa dana umumnya berlangsung selama 48 jam di hari kerja Jika sudah tersimpan, dana yang sudah dibeli akan tertera pada aplikasi Anda.

Salah satu contohnya di Bank OCBC NISP, melalui ONe Mobile, nasabah juga bisa memantau perkembangan reksa dana lewat mobile banking.

Hal yang Perlu Diperhatikan
Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham, risiko reksa dana termasuk rendah. Namun, pemula tetap perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Penurunan Nilai
Risiko penurunan nilai, merupakan hal yang perlu diwaspadai sebelum berinvestasi menggunakan reksa dana. Risiko ini bisa disebabkan oleh adanya perubahan harga aset di dalamnya.

Salah satu contohnya, ketika harga saham pada reksa dana turun, maka hal tersebut akan berimbas pula terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).

2. Likuiditas
Risiko selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah likuiditas, rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Di mana menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus dilakukan oleh manajer investasi maksimal 7 hari kerja tidak termasuk hari libur.

3. Wanprestasi
Adapun risiko wanprestasi, yang bisa terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar kupon dan uang pokok yang telah Anda investasikan karena mengalami kerugian investasi.

4. Ekonomi dan Politik
Investasi, termasuk reksa dana juga bisa terpengaruh dari kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Nilai keuntungan bisa mengalami penurunan jika kondisinya tidak kondusif. Sebaliknya, bila kondisinya baik, maka keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat meningkat.

5. Pertanggungan Harta
Pertanggungan harta berisiko terjadi jika terjadi pencurian data pada bank kustodian. Tetapi pada umumnya, bank dan perusahaan investasi telah memberikan asuransi terhadap aset yang dimiliki. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir. PT Rifan.

Sumber : Liputan 6

Thursday, October 7, 2021

6 Hal Mudah yang Bisa Kamu Lakuin Supaya Mandiri Secara Finansial

 Ilustrasi perencanaan keuangan

PT Rifan Financindo Berjangka - Masa depan kamu berada di tanganmu sendiri. Orang tua dan mereka yang ada di sekitarmu tugasnya hanya mendukung dan sekadar mengarahkan ke 'jalan yang benar'.

Ya, kira-kira begitulah jika berbicara tentang finansial. Apalagi untuk mencapai kemandirian finansial yang jelas punya banyak manfaatnya.

Hal itu memang nggak mudah, tapi baiknya dimulai ketika kamu sudah punya penghasilan atau saat usia 20an. Untuk mencapai kemandirian finansial, tentunya kamu memerlukan beberapa poin pencapaian berikut ini:

Baca Juga :

1. Belajar Alokasi
Poin ini menjadi langkah paling dasar tentang manajemen keuangan. Yup, untuk mencapai kemandirian finansial, kamu perlu belajar mengenai menganggarkan atau alokasi keuangan.

Mulailah dengan mencatatkan pendapatan masuk dan pengeluaran setiap bulannya. Perhatikan juga saldo di tabungan. Tujuannya agar kamu nggak kebablasan untuk menggunakan uang yang tersisa di tabungan.

2. Pilih Jalur Karier

Setelah lulus dari bangku kuliah, saatnya kamu benar-benar memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu. Ada baiknya kamu memilih pekerjaan yang memiliki jenjang karier.

Dengan adanya jenjang karier, dipastikan ada peningkatan gaji bulananmu. Idealnya, di poin ini kamu memiliki pekerjaan dengan jenjang karier sebelum mencapai usia 35 tahun.

3. Pertajam Skill yang Lain
Selain memiliki pekerjaan tetap yang rutin dijalankan, nggak salah kok jika kamu mempertajam skill atau keterampilanmu yang lain.

Berbisnis alias menjalankan usaha misalnya. Mulailah membangun bisnis yang sesuai passion-mu, agar ketika kamu menjalankan usahamu nggak ada kata bosan, lelah, apalagi mengeluh.

Nyatanya, mendapatkan uang dari hobi atau passion memang menyenangkan bukan? Yuk, mulai gali potensimu sekarang!

4. Dana Darurat
Dana darurat merupakan dana yang digunakan untuk keadaan genting dan darurat (emergency). Bisa dibilang, dana darurat yang menjadi dana cadangan sekaligus pondasi dasar perencanaan keuangan.

Umumnya, dana darurat disimpan di tabungan, deposito, reksa dana, atau produk keuangan lain yang sifatnya likuid, mudah diakses, dan dijamin keamanannya. Untuk nominal dana cadangan ini, disarankan 6-12 kali pengeluaran bulanan.

5. Investasi

Nah setelah kamu sudah merasa aman dengan dana darurat, barulah melangkah ke perencanaan keuangan lain, yaitu investasi.

Misalnya, kamu mau berinvestasi untuk masa depan dengan cara memiliki rumah sendiri. Yup, jenis investasi tersebut bisa banget dilakukan karena yang kita ketahui bersama, harga rumah setiap tahun selalu naik.

Intinya, investasi menjadi 'kendaraanmu' untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

6. Bujet Hiburan
Alokasi keuangan berjalan mulus, karier lancar, dana cadangan aman, investasi sesuai harapan. Lalu sekarang apalagi?

Jika semua hal di atas sudah berjalan, saatnya kamu menikmati hasil jerih payahmu. Poin ini adalah reward yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri.

Ketika kamu sudah mencapai kemandirian finansial, kamu boleh banget memberikan penghargaan atas semua usaha yang dilakukan selama ini.

Misalnya, kamu mau ganti smartphone, mau traveling, beli baju branded yang belum pernah kamu miliki sebelumnya. Semua keinginan kamu bisa banget tercapai dengan Bebas Ribet.  PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Liputan 6

Wednesday, October 6, 2021

Tidak Semua Hobi Dapat Dijadikan Profesi, Kenali Bedanya!

[Bintang] Ilustrasi Hobi

PT Rifan Financindo - Memiliki hasrat dan gairah dalam melakukan sesuatu akan membuat Anda bersemangat tanpa paksaan. Ada perasaan senang sekaligus rela menghabiskan seluruh waktu hanya untuk melakukan hal tersebut.

Salah satu miliarder pemilik tim basket AS Mark Cuban justru menyatakan hal sebaliknya, mengikut hasrat yang dimiliki adalah sebuah kebohongan.

Adapun dia beranggapan akan lebih berharga untuk mengejar sesuatu yang dikerjakan/upayakan sekarang karena memiliki peluang untuk lebih sukses di dalamnya.

Baca Juga :

Sementara itu, Garrett Lerner dan Russel Friend selaku penulis skenario dan produser eksekutif dari drama serial berjudul ‘Ordinary Joe’ mengatakan bahwa apa yang dikerjakannya sekarang merupakan hasrat mereka di dunia film dan tampaknya mereka berdua cukup sukses di bidang itu.

Meskipun demikian, sebelum memilih hasratnya di dunia film, Lerner pernah ingin bekerja di bidang olahraga sampai memilih tempat magang di perusahaan olahraga, sayangnya hal tersebut membuatnya tidak puas dan kecewa.

Perjalanan tersebut akhirnya ditemukan setelah ia menulis dan membuat film. Ada efek berbeda yang dirasakan dalam dirinya dan semakin jatuh cinta dalam dunia film. Titik itulah yang menjadi batu loncatan dari karier yang dijalankan sekarang.

“Beberapa gairah dimaksudkan untuk menjadi hobi, sedangkan beberapa gairah lainnya dimaksudkan untuk menjadi profesi,” jelas Lerner kepada CNBC, Kamis (7/10/2021).

Kemampuan untuk membedakan kedua hal tersebut adalah kunci utama. Keputusan Anda yang terjebak pada profesi yang Anda sadari seharusnya menjadi hobi, membuat rasa lelah lebih cepat datang.

Konsep tersebut menjadi fokus baru yang harus diperhatikan dan dibayangkan. Kini, Joe membagikan tiga kehidupan dan sisi, jika ia memilih menjalankan profesi yang seharusnya hanya sebatas hobi saja, mungkin pekerjaannya saat ini adalah menjadi perawat atau petugas polisi.

Pada kenyataannya, Anda tidak dapat menjalani banyak kehidupan secara bersamaan. Alih-alih akan membantu Anda untuk mengetahui cara mudah untuk memilih perjalanan karier Anda di masa mendatang.

Cari Tahu Kebenarannya
Asisten profesor administrasi bisnis Harvard Business School Jon Jachimowicz mempelajari proses hasrat orang dalam bekerja dan merekomendasikan beberapa latihan pikiran sebanyak tiga langkah untuk membantu Anda menentukan jenis kehidupan yang Anda inginkan.

Renungkan hal-hal yang paling Anda pedulikan dalam hidup untuk menentukan nilai yang tepat untuk diri Anda.Buatlah daftar dari masing-masing nilai tersebut sebagai ‘ember’ Anda.Pikirkan dan rasakan apabila Anda menghabiskan seluruh waktu yang dimiliki untuk mengerjakan pekerjaan yang Anda pilih pada daftar sebelumnya.

Pekerjaan Anda mungkin tidak bisa diisi hanya satu ember saja, begitu sebaliknya, Anda juga tidak mungkin melakukan seluruh pekerjaan dari daftar yang sudah Anda pilih. Hal terpentingnya adalah isi dan buat daftar tersebut dengan strategi tertentu.

“‘Ember’ kosong jauh lebih menyakitkan dibandingkan melipatgandakan jumlah konten yang Anda masukkan ke dalam satu ember yang sudah memiliki barang,” ujar Jachimowicz.

Jika pekerjaan yang dilakukan terasa tidak memuaskan, Anda masih dapat menemukan cukup gairah untuk pekerjaan lain di bidang tertentu. Untuk seseorang yang suka memasak, mungkin tidak menginginkan dirinya untuk menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk memasak.

Pertimbangan akan hal-hal serupa adalah penting untuk menentukan langkah arah Anda. Misalnya. ‘Apakah kamu bisa mencari nafkah di sana?’, ‘Apakah Anda dapat hidup sesuai dengan yang Anda inginkan?’, atau ‘Apakah jam kerja yang ada sesuai keinginan Anda?’.

Mimpi yang Realistis
Mengejar mimpi menjadi motto setiap orang untuk mencapai tujuan hidupnya. Namun, hal tersebut dapat menjadi pedang bermata dua bagi kita semua.

Sebuah studi yang dilakukan Stanford pada 2018, orang yang mengikuti hasrat membuat mereka berpikir bahwa itu mudah. Tidak hanya itu, hasrat tersebut bisa saja menyebabkan Anda memberi sedikit usaha sehingga menjadi kurang berhasil pada bidang tersebut.

Ketika Anda menjalani apa yang menjadi hasrat Anda, definisikan kembali apa arti kebahagiaan bagi Anda. Bandingkan pengertian dan pemahaman dari kebahagiaan yang Anda miliki dengan apa yang sedang dikerjakan.

Apapun jalan yang dipilih adalah sesuatu yang tidak terbatas. Menjalani hidup akan ada banyak hal yang selalu berubah, bertumbuh, dan berkembang sehingga memengaruhi Anda dalam melakukan perubahan.

“Di mana pun Anda berada adalah tempat di mana Anda seharusnya berada. Tidak ada kehidupan yang selalu lebih baik dari yang lain,” pungkas Friend. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Tuesday, October 5, 2021

Pinjol Ilegal Makin Mengancam, Ini Sejumlah Tips untuk Menghindarinya

 Sebelum memanfaatkan pinjaman online, pertimbangkan konsekuensinya

Rifan Financindo - Kondisi ekonomi yang terkontraksi akibat pandemi kian menyuburkan pertumbuhan pinjaman online alias pinjol ilegal dalam menjerat banyak masyarakat.

Berdasarkan data, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat lonjakan pengaduan masyarakat yang dirugikan pinjol ilegal hingga 80 persen pada Januari-Juni 2021. Sepanjang Juli 2021, Satgas memblokir 172 platform pinjol ilegal.

Tidak bisa dimungkiri, industri fintech memang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didukung potensi pasar yang besar serta penetrasi internet yang mencapai angka 75 persen.

Baca Juga :

Namun, menurut General Manager Kredivo Lily Suriani pun menyebut, meski mengalami peningkatan signifikan sejak 2016, indeks literasi keuangan belum bisa mengimbangi kenaikan inklusivitas layanan keuangan yang masih di angka 38,03 persen. Sementara indeks inklusi keuangan di 76,19 persen.

"Kesiapan masyarakat untuk menjadi konsumen digital patut untuk ditingkatkan, yang diiringi dengan upaya kolaboratif dari regulator dan fintech lending legal," katanya, dalam keterangan, Senin (27/9/2021).

Ia menambahkan, di era adopsi teknologi yang signifikan, masyarakat mudah mengakses informasi dari media sosial. Namun hal ini perlu disikapi secara cerman.

"Banyak dari oknum pinjol ilegal memanfaatkan kekurangpahaman masyarakat melalui penyebaran informasi di berbagai kanal atau website," ujar Lily.

Untuk itulah, penting bagi berbagai pihak untuk meningkatkan literasi keuangan agar makin bijak dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan digital. Selain itu, masyarakat perlu menyaring informasi hoaks mengenai layanan keuangan.

Berikut adalah tips yang bisa diikuti agar masyarakat terhindar dari transaksi bodong oleh oknum pinjol:

1. Bedakan antara fintech legal dan pinjol ilegal

Sebelum bertransaksi, pastikan selalu platform pembiayaan tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses melalui website OJK di www.ojk.go.id.

Dalam hal ini, OJK juga bekerjasama dengan Google terkait syarat aplikasi pinjaman pribadi di Indonesia yang sering disalahgunakan oleh pinjol ilegal.

Terhitung sejak tanggal 28 Juli 2021, Google menambahkan persyaratan tambahan kelayakan bagi aplikasi pinjaman pribadi antara lain berupa dokumen lisensi atau terdaftar di OJK. Dengan begitu, pinjol ilegal tidak dapat mengunggah aplikasi mereka di Google.

2. Pahami bunga yang diberlakukan

Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan setiap penyedia layanan kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut, serta apakah masih dalam koridor batas wajar besaran bunga yang ditetapkan oleh OJK.

3. Pelajari hak dan kewajiban transaksi

Seringkali konsumen melewatkan penjelasan hak dan kewajiban, padahal informasi tersebut penting untuk dipelajari.

Konsumen harus paham secara keseluruhan mengenai hak dan kewajibannya serta resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

4. Gunakan aplikasi dari sumber resmi

Pastikan pengguna memakai aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS).

Jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.

5. Teliti kembali izin akses aplikasi
Masyarakat juga perlu memeriksa dengan seksama seluruh persetujuan dan data apa saja yang hendak diakses aplikasi dari smartphone.

Jangan terlalu cepat mengklik “allow” sebelum menggunakan aplikasi tersebut, karena oknum yang tidak bertanggung jawab bisa dengan mudah mengakses seluruh data pribadi yang ada dalam smartphone. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6